Jul 172016
 

Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri sesi retreat pada hari kedua pelaksanaan KTT Asia Europe Meeting di Ulanbator, Mongolia, Sabtu, 16 Juli 2016. Isu terorisme menjadi bahasan yang mendominasi di sesi tersebut.

Dalam sambutannya, Kalla meminta para pemimpin negara peserta ASEM untuk tidak hanya melihat kapan dan dimana suatu tindakan terorisme terjadi.

“Kita juga harus melihat lebih dalam akar permasalahan penyebab aksi teror tersebut,” kata Kalla dalam siaran biro pers Wakil Presiden, Sabtu, 16 Juli 2016.

Kalla menyampaikan aksi terorisme saat ini telah meluas dari negara gagal (failed-state) ke negara-negara yang stabil. Karena itu, diperlukan kerja sama rekonstruksi pembangunan politik, ekonomi, dan sosial untuk menanggulangi akar permasalahan terorisme di negara-negara gagal tersebut.

Kalla mengatakan aksi unilateralisme terhadap negara-negara gagal justru memperkuat timbulnya reaksi negatif yang lebih luas. Sebab, terorisme dijadikan sebagai ekspresi luapan kemarahan rakyat dari negara-negara yang diserang. Kalla juga mengungkapkan tindakan unilateral dapat dinilai sebagai bentuk dari state-radicalism.

Sesi retreat mengambil tema meningkatkan tiga pilar ASEM, yakni politik, ekonomi, dan sosial budaya. Pertemuan diadakan di Ger ASEM Village, sebuah tenda tradisional Mongolia, yang dihadiri pula oleh para pemimpin negara ASEM.

Sesi Retreat KTT ASEM membahas isu-isu antara lain mengenai Brexit, migrasi, terorisme, serta isu-isu keamanan, dan perdamaian di kawasan. Isu terorisme mendominasi pembahasan dalam sesi retreat tersebut.

Para pemimpin ASEM kembali menyampaikan keprihatinan dan mengutuk keras sejumlah serangan teroris yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Asia dan Eropa, sebagaimana yang baru saja terjadi di Nice, Prancis, 15 Juli 2016. Para pemimpin ASEM sepakat untuk lebih meningkatkan kerja sama internasional untuk menanggulangi terorisme dan penyelesaian hukum terhadap pelaku terorisme sesuai dengan piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional.

Para pemimpin ASEM juga menyampaikan harapan agar Brexit tidak berdampak negatif terhadap upaya pengembangan konektivitas Asia dan Eropa. Inggris dan Uni Eropa meyakinkan para pemimpin ASEM lainnya bahwa situasi Brexit tidak akan berpengaruh terhadap hubungan Asia dan Eropa. Uni Eropa juga berharap proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa dapat diselesaikan dengan cepat.

Selain itu, para pemimpin ASEM menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk menyelesaikan permasalahan imigran ireguler serta isu-isu di kawasan di global lainnya.

  9 Responses to “JK: Waspada aksi teror yang hampir melanda seluruh negara di dunia”

  1. Tetap waspada….

  2. sudah terjadi pak……kami telah diteror segerombolan primata……!!!!

  3. sudah terjadi pak……kami sudah diteror segerombolan primata……!!!! dan kami telah melapor pada dinas marga satwa setempat….
    :'( 😀 😛 😛

  4. betul…harus senantiasa waspada..

    #jgn sampai para beruk menjarah kebun pisang kita….

  5. sudah terjadi pak……kami sudah diteror segerombolan primata……!!!! dan kami telah melapor pada dinas marga satwa setempat….
    :'( 😀 8-P 😛

  6. seharusnya masarakat dilibatkan karna akan semakin mempersempit ruang dan gerak pelaku teror….seperti disini pak….teror beruk….langsung di bantai….dengan warga dimari….tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan terutama mahluk setengah……manusia…!!!! :-$ 😛

  7. waspadalah waspadalah… !

  8. Menoreh simpati, lakukan pendekatan emosional cultural, religi, dan tentu ekonomi, memang Dr dulu pak JK udah terbukti mampu melakukan pendekatan sehingga tercipta dialog, saling pengertian, hingga akhirnya perdamaian, pihak-pihak yang tidak puas di ajak diskusi baiknya gimana, kalau isu radikal balikan lagi sebenarnya agama Islam kaya apa,, situasi dan kondisi sekarang sudah dinubuatkan dan sudah ada tuntunan agama dalam menyikapinya.

 Leave a Reply