JL-9 Bersaing dengan JL-10 Menjadi Jet Latih di Kapal Induk Tiongkok

Jakartagreater.com – Jet latih JL-9 Mountain Eagle varian maritim sedang dimodifikasi untuk memungkinkannya melatih pilot jet tempur berbasis kapal induk pada saat Cina sangat membutuhkan pelatihan lebih banyak pilot penerbang untuk kapal induk kedua yang baru saja ditugaskan tahun lalu, lansir Globaltimes.

Berbagai materi promosi yang dikeluarkan oleh pengembang jet latih JL-9, Guizhou Aviation Industry Corporation di bawah Aviation Industry Corporation of China (AVIC) milik negara, dimana memperlihatkan foto editan pesawat JL-9 dan kapal induk yang beroperasi bersama, mengarah pada spekulasi bahwa JL- 9 akhirnya bisa dimodifikasi menjadi pesawat latih berbasis kapal induk, lapor Weihutang, kolom urusan militer yang berafiliasi dengan China Central Television, pada hari Selasa.

Laporan itu muncul setelah perusahaan Guizhou merilis sebuah pernyataan pada hari Senin, yang mengatakan pihaknya bertekad untuk “menjadi pemenang dalam pengembangan dan produksi JL- 9 Mountain Eagle varian angkatan laut.”

Setelah dikirim ke Angkatan Laut Cina, JL-9 versi angkatan laut sekarang melatih pilot jet kapal induk di lapangan terbang darat, tetapi China masih belum memiliki pesawat latih berbasis kapal induk yang dapat lepas landas dan mendarat di kapal induk yang sebenarnya, lapor Weihutang.

Dengan kapal induk kedua Shandong, yang bergabung dengan angkatan laut Tiongkok pada Desember 2019, Cina perlu melatih lebih banyak pilot dengan lebih efisien, dan pesawat latih yang dapat beroperasi dengan kapal induk yang sebenarnya, kata analis.

Memiliki JL-9 yang dapat terbang pada kapal induk mungkin memerlukan modifikasi besar pada struktur badan pesawat dan mesin, kata Weihutang.

Pesaing kuat JL-9 Mountain Eagle bermesin tunggal adalah pesawat bermesin ganda JL-10 Falcon, yang memiliki sistem avionik yang lebih maju dan kinerja aerodinamis yang lebih baik, tulis laporan itu. Tetapi jet latih JL-10 canggih, yang dikembangkan oleh AVIC Hongdu Aviation Industry Group, lebih mahal, kata analis.

JL-10 juga belum dimodifikasi untuk operasi kapal induk, meski sudah masuk layanan aktif.

Tinggalkan komentar