Jun 242019
 

Maj. Douglas Rosenstock fires an AIM-120 AMRAAM from an F-35 Lightning II during a weapons test surge at Edwards AFB, Calif. Lockheed Martin photo by Darrin Russel via USAF.

Yerusalem, Jakartagreater.com – Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton tiba di Israel setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim dia “menghentikan” serangan udara terhadap Iran pada Kamis malam 20-6-2019 hanya 10 menit sebelumĀ  yang dijadwalkan terjadi, dirilis Sputniknews.com pada Minggu 23-6-2019.

“Baik Iran maupun aktor bermusuhan lainnya tidak boleh salah menilai kehati-hatian dan kebijaksanaan AS sebagai kelemahan”, Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan sebelum pertemuan dengan PM Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem, menambahkan bahwa militer Amerika “disiagakan dan siap untuk berangkat”.

Dia juga membenarkan bahwa Washingtom akan terus menjatuhkan sanksi pada Teheran, menekankan bahwa AS memiliki hak untuk menyerangnya di kemudian hari, karena presiden AS hanya “menghentikan serangan agar tidak tidak dilakukan pada saat ini”.

Krisis baru dalam hubungan antara Iran dan AS menyulut setelah Korps Pengawal Revolusi Islam Iran telah menjatuhkan pesawat pengintai di atas Selat Hormuz. Menurut mereka, UAV telah melintasi perbatasan Iran, sementara militer AS bersikeras pesawat itu beroperasi di wilayah udara internasional.

Mengatasi masalah ini, Trump mengatakan bahwa Iran “sangat bijak” karena tidak menabrak pesawat berawak yang menyertai UAV, mencatat bahwa sanksi baru terhadap Teheran akan berlaku pada hari Senin 24-6-2019.