Jun 212014
 

image

Bordeaux – PT Dahana menggandeng Indo Pacific Communication and Defence, anak perusahaan Artha Graha untuk membuat perusahaan patungan bagi industri propelan dengan dua perusahaan Prancis Roxel dan Eurinco. Perusahaan munisi yang akan dibangun di Subang itu akan menelan investasi US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 20 triliun. Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meminta agar pembangunan industri propelan di Subang bisa direalisasikan sebelum bulan Oktober 2014.

Saat mengunjungi Industri Propelan Roxel di Bordeaux, Prancis, Jumat (20/6/2014), Sjafrie mengatakan perjanjian kerja sama pertahanan antara Pemerintah Indonesia dan Prancis harus direalisasikan ke dalam kegiatan nyata. Ia mengapresiasi langkah yang ditempuh PT Dahana dan Roxel untuk membuat perusahaan patungan.

“Saya sangat mengharapkan rencana pendirian perusahaan patungan antara Dahana dan Roxel di Subang bisa segera berjalan. Saya akan membantu agar produk industri propelan nanti tidak hanya dipakai oleh TNI, tetapi juga oleh negara-negara ASEAN,” kata Sjafrie.

Presiden Direktur Roxel, Jacques Desclaux mengaku kaget atas semangat yang diperlihatkan Wamenhan. Ia akan berusaha dengan PT Dahana untuk bisa segera melaksanakan rencana pembangunan industri propelan di Subang.

image

Investasi Rp 20 triliun
Direktur Utama PT Dahana F. Harry Sampurno melihat pembangunan industri propelan merupakan sesuatu yang harus dilakukan Indonesia. Masalahnya, sekarang ini hampir semua kebutuhan amunisi bagi TNI dipenuhi dari impor.

“Pengadaan amunisi melalui impor sangatlah riskan. Pertama, pasokan kebutuhannya tergantung kepada pasokan pihak produsen. Kedua, jumlah impor amunisi mudah diketahui negara lain dan itu berkaitan dengan kemampuan pertahanan negara kita,” kata Harry

Atas dasar itu PT Dahana mendukung langkah Kementerian Pertahanan untuk membangun industri propelan di dalam negeri. Kehadiran industri propelan akan memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia.

Menurut Harry, PT Dahana sudah menyiapkan lahan bagi pembangunan industri propelan di Subang. Di sanalah diharapkan bisa dibangun industri propelan yang bukan hanya memasok kebutuhan TNI, tetapi juga untuk keperluan ekspor.

Harry merasa bersyukur bisa bekerja sama dengan Roxel dan juga Eurinco. Sebab, Roxel sudah mengembangkan munisi dan industri propelan sejak tahun 1660. Investasi yang diperlukan untuk membangun industri propelan, menurut Harry, diperkirakan mencapai US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 20 triliun. Indonesia akan memiliki 51 persen saham, sementara Roxel dan Eurinco sebanyak 49 persen.

Anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan Muhammad Said Didu mengatakan kerja sama yang dilakukan PT Dahana dan Roxel serta Eurinco sangat baik bagi Indonesia. Dengan model membentuk perusahaan patungan, maka Indonesia akan terlibat langsung dalam proses produksi, sehingga alih teknologi bisa terjadi.

“Pihak Roxel akan menyerahkan seluruh kepemilikan saham kepada Indonesia apabila putra-putra Indonesia bisa mengerjakannya sendiri. Divestasi itu diperkirakan akan terjadi setelah enam tahun perusahaan berjalan,” kata Said Didu.

Untuk memenuhi kebutuhan investasi, PT Dahana menggandeng anak perusahaan Kelompok Artha Graha untuk bergabung, Indo Pacific Communication and Defence. Apabila groundbreaking bisa dilaksanakan bulan Oktober, pembangunan industri propelan diharapkan bisa selesai dalam waktu 40 bulan.

Produk munisi yang dihasilkan akan mampu memenuhi kebutuhan peluru yang diperlukan TNI dan juga peluru kendali. Bahkan peluru kendali yang diproduksi bisa berbentuk peluru kendali dari darat ke darat, dari darat ke udara, dan dari udara ke udara.(finance.detik.com).

  72 Responses to “Joint Production Propelan Prancis”

  1. Sepi…

  2. 40 bulan untuk kemandirian bangsa, cayoo

  3. ok

  4. Jalan kemandirian roket, rudal dan ruang angkasa

  5. Sangat setuju

  6. isian pensil …

  7. Limo kayaknya

  8. Bsa 10 bsar gk?..

  9. Mantap!!

  10. Moga cepet terealisasi dan segera produksi demi kemandirian bangsa di bidang peroketan dan peluru kendali biar ga selalu tergantung impor dari negara lain..amiin..

  11. Mau taya gambar yg bawah itu lg uji coba ya? Itu masuk jenis roket apa ya

  12. @jalo
    Exocet versi indo ya itu yang item ?

    Wih peluru kendali darat ke darat , darat ke udara wihhhh ngeri ngeri sedappp 😀

  13. BANGGA

  14. Keren banget Indonesiaku!!

  15. Apa kabar tangan kanan pemilik artha graha yg raib?

  16. Hehehe bung jalo tnyata ikutan tiarap juga…pasti tiarapnya sambil senyum2 mesem2…hehe

  17. Dng mandiri propelan, maka makin misterius kekuatan TNI di mata asing. Lanjutkan.

  18. Langkah yg luar biasa menuju kemandirian bangsa salut buat pak SS dan teamnya. Selangkah lebih maju.salam NKRI

  19. Wah keturunan atlantis udah mulai berdiri nih mantab lah…..

  20. Bung jalo nyang ping pitu suworo niku saking dalem nopo kebon anggur

  21. sebuah langkah yg cantik
    semoga langkah langkah cantik lainnya segera dilakukan
    To be great Indonesia

    bung jalo…….tumben nih no comment
    mau nanya bung jalo..tapi oot….bandros dijual untuk umum ga ya bung?

  22. Indonesia bgttttt..

  23. Hadeeeuuuhhh utk yg ini kagak bisa komen euy … open banget

  24. pelan tapi pasti…arah tujuannya jelas, devisa bisa di hemat, tdk gampang di dikte orng laen…
    Yg tdk kalah pentingnya pemenang pilpres nanti hrs mengawal ini semua dan MEF sampai tuntas…pingin rasanya melihat rudal buatan lokal membelah angkasa…

  25. Assaalamualaikum wr.wb. Bung Jalo.., salam kenal dari saya. maaf sebelumnya saya mau tanya tulisan di atas Roxel sudah mengembangkan munisi dan propelan sejak 1660. apa benar sudah selama itu ? sedangkan revolusi Prancis baru terjadi pada tahun 1789. dan menang perang dengan kolalisi austria, Inggris, prusia, Belanda, Spanyol di tahun 1797 dimasa Napoleon. dan mulai menginvasi madagascar di tahun 1883 sama dgn tahun krakatau meletus. prediksi saya jaman itu masih memakai mesiu utk senapan dan meriamnya. mohon pencerahannya bung Jalo…. apa salah tulis atau saya yang salah….

    • Bung Gunung Jati saya juga kurang tahu juga sejarah Roxel dan Perancis, biasanya bung Wehr yg jago masalah ini. 😀

    • Pada tahun 1650 Kazimierz Siemienowicz ( seorang jendral, spesialis artileri dan pioner peroketan ) bikin buku berjudul “Artis Magnae Artilleriae pars prima (Great Art of Artillery, the First Part)” dicetak di Amsterdam tahun 1650, lalu diterjemahkan dalam bahasa Perancis tahun 1651, Jerman tahun 1676, Inggris dan Belanda tahun 1729 dan Polandia tahun 1963.

      Buku ini membahas standar desain tuk bikin roket, bola api, dan produk pyrotechnic lainnya. Hal yg banyak dibahas antara lain tentang kaliber, konstruksi, produksi dan karakteristik roket ( tuk kepentingan sipil maupun militer ), termasuk di dalamnya roket multi-stage, batere roket, dan roket dengan sayap delta.

      • waaah terima kasih Bang Data atas info nya. memang benar2 Bank Data nih…hehehehe…, rupanya Prancis sudah segitu lamanya dalam ilmu artileri dan peroketan ya…. mantap….

  26. 28 syukur Berarti sekaligus membuka lapangan kerja dan membangun kemandirian hankam 😉

  27. Bordeaux moi, nitip sendal yah bung 😀

  28. Wah semoga bisa segera direalisasi…investasi cukup berani dri anak bangsa sendiri utk bangsanya sendiri tapi kalo tidak berani kapan kita akan maju….pengen segera liat rudal surface to surface karya anak bangsa sendiri minimal 150km dulu

  29. si yon*** mana nih?biasanya dia muncul nih klo ada brt kyk gini.

  30. ane ngarep banget jika bumnis inhan utama bisa berkembang dan beranak pinak. seperti contohnya di atas, pt.dahana yg industri dasarnya adalah warhead n explosive bisa melahirkan industri baru yaitu propelan. kalo bisa sih di,pindad, dan pal bisa beranak jg. contoh sj ane ambil pindad, masing2 divisinya bisa terbang sendiri dan dapat berkembang, contoh industri amunisi bs melahirkan bumn baru (pt. pindad pelor.tbk……wkkkkkk) dgn induk pt.pindad agar kapasitas produksinya bisa berkembang apalagi kebutuhan amunisi dalam dan luar cukup besar, divisi kendaraan tempur bs jd bumnis baru selain meningkatkn kapasitas produksi jg selain tank, jg mengambangkn varian kendaraan angkut, kendaraan dn peralatan berat, ato jg utk sipil dgn menunjang mobnas. hampir smua bumnis inhan mempunyai peluang.

  31. Mantap sekali.. o bung Jalo, kalo pabrikny sudah beroperasi berarti Rhan sudah 100% lokal dong.. kalo sistem kendali roket lapan bagaimana perkembangannya?

  32. Sy pesimis dgn kerjasama odong2 spt ini gk beda dengan inafis polri

    • Dulu ada orang yakin bisa bikin pesawat yang bisa terbang walaupun belum ada bentuk nyata.. dan ternyata memang bisa terbang..
      Sekarang kita kerja sama dengan perusahaan yang terbukti meyakinkan productnya bisa terbang terbang dan terbang.. dan masih pesimis ???

  33. Maaf sebelumnya, mau nanya.
    Propelan itu apa dan terbuat dari apa? saya heran aja kenapaPt. Dahana hrs kerjasama dengn perancis untuk membuat ini.

    Maaf kalau pertanyaan saya mendasar, cuma mau belajar biar lbh paham.
    Semoga ada yg mau jawab

 Leave a Reply