Apr 062017
 

Pesawat Antonov dari Rusia mengangkut pesawat tempur Sukhoi TS-3001 dan TS-3002. (Jitunews.com/DisSaat ini, empat pesawat Sukhoi Su-27 TNI Angkatan Udara sedang menjalani upgrade batch pertama di Belarusia.

Pesawat-pesawat tempur TNI Angkatan Udara tersebut ditangani oleh Joint Stock Company “558 Aircraft Repair Plant”, satu perusahaan di Belarusia yang memberikan layanan perbaikan dan upgrade bagi berbagai jenis pesawat dan helikopter, termasuk Su-27 maupun Su-30.

Melalui situs resminya, Joint Stock Company “558 Aircraft Repair Plant” menjelaskan layanan upgrade yang mereka berikan bagi Sukhoi Su-27 dan Su-30.

Peningkatan efisiensi tempur upgrade Su-27 (Su-30) dapat dicapai dengan:
• Penggunaan rudal udara-ke-udara maupun udara-ke-permukaan yang memiliki jangkauan lebih jauh;
• Implementasi mode pemetaan dengan resolusi rendah, menengah dan tinggi;
• Output dari koordinat target darat yang terdeteksi untuk generation of target designation.

Cara Pengoperasian Penampakan Sistem Radar Baru

Sistem ini memungkinkan:
• Penggunaan rudal udara-ke-udara RVV-AE dengan active radar homing heads;
• Penggunaan rudal udara-ke-permukaan dengan kepala radar homing aktif dimaksudkan untuk menghancurkan target permukaan di air;
• Implementasi mode pemetaan dengan resolusi rendah, menengah dan tinggi;
• Output dari koordinat target yang terdeteksi untuk generation of target designation.

Tambahan kemampuan tempur hasil upgrade terhadap Radar Sighting System N001 dan implementasi saluran radar independen.

Deteksi target jauh:
• jenis target “Launcher” dengan cross-section radar 30 sq. m. – 40 km;
• jenis target “Hangar” dengan cross-section radar 1000 sq. m. – 150 km;
• target air permukaan dalam real beam scanning mode – 350 km.

Penambahan Kemampuan Sistem Navigasi

Sistem ini memungkinkan:
• Input dan penyimpanan data waypoints rute, lapangan udara, suar radio – hingga 99 poin dari setiap jenis (dalam versi regular – 6 poin);
• Generasi dan penyimpanan data sekitar 8 rute (dalam versi regular – 2 rute);
• Perubahan poin navigasi otomatis dan manual selama penerbangan;
• Penentuan kecepatan jelajah dengan toleransi error 0,2 m/detik;
• Kemampuan standar navigasi ICAO (VOR, ILS / DME);
• Akurasi pesawat dalam menetapkan koordinat sasaran dengan toleransi error ± 5 m (dalam versi regular – 700 meter).

Akurasi dalam mendeteksi sasaran.

Video Registration System

Peralatan memungkinkan registration sinyal audio komunikasi dan informasi video dari layar indikator multifungsi serta head up display dalam mode berikut:

MFI page of Route waypoint

MFI navigation frame in «route» mode

External environment video frame and HUD information

Radar scan

?V image

External environment video frame and HUD information

Upgrade of Cockpit Control and Navigation Instrumentation
1. Video registration system interface unit
2. TV camera of video registration system
3. MFI multifunctional indicator
4. «Ekran-UB-02 ?-4» system indicator
5. Control and indication board of «Satellite» ECM protection suite

‘Satellite’ ECM Protection Suite – Airborne ECM Protection Suite of the Aircraft
«Satellite» ECM perlindungan Suite dimaksudkan untuk perlindungan ECM pesawat, apa pun jenisnya, dari radio dipandu senjata presisi diluncurkan dari musuh suite intersepsi udara atau sistem rudal pertahanan udara.

Instalasi On_Board Data Collection and Transmission System
Sistem ini memungkinkan:
• Transmisi koordinat target permukaan yang terdeteksi pos komando darat;
• Pengendalian posisi pesawat di udara;
• Akumulasi parameter penerbangan oleh operator permukaan;
• Operational control of aircraft serviceability;
• Membantu pilot dalam situasi abnormal;
• Pelatihan penerbangan personil;
• Bimbingan terhadap sasaran darat.

Monitoring Suite of Upgraded Su-27 (UB) Aircraft Power Plant and Systems
Monitoring dan parameter registration system dimaksudkan untuk penerbangan, meliputi kondisi pembangkit listrik (power plant) dan sistem on-board pesawat.
Sistem ini memungkinkan:
• Penyimpanan parameter yang diperoleh dari sistem dan sensor reguler maupun baru yang diinstal di pesawat pada solid state carrier and detachable flash card of ‘Ekran’ system;
• Pengolahan dan analisis pengungkapan data penerbangan yang berkaitan dengan kondisi pembangkit listrik (power plant) pesawat dan sistem;
• Mendokumentasikan dan melakukan penyimpanan data yang diproses secara elektronik dalam format grafis dan teks.

Sumber: www.558arp.by

Komentar FB :
Bagikan Artikel:

  43 Responses to “Joint Stock Company “558 Aircraft Repair Plant” Berikan Layanan Upgrade Su-27”

  1. Dengan ini saya tugaskan Bung Muhidin untuk mengangkat tema ini:
    https://nasional.tempo.co/read/news/2017/04/06/078863310/jokowi-minta-bappenas-kaji-pemindahan-ibu-kota-ke-palangkaraya

    Memang wacana lawas tapi menarik dibahas.
    Asal jangan dikaitkan dengan bumi gepeng apa bumi kerucut.

  2. paten kali jang

  3. Semakin mutan sukhoi TNI AU

  4. sepi amat
    yg lain pada berjihad
    saya cuma mantengin media barat jihad warmongering agar AS segera mengambil tindakan militer di suriah meski pernyataan trump yg berbanding terbalik beberapa hari lalu

    • Saya temenin @bung anu hihihi ..
      Yg lain lagi pada cari wangsit dulu kata nya nunggu bisikan hahaha ..

    • Trump sdh memberikan lampu hijau, 50 tomahawk telah diluncurkan, apa respon rusia? Kembali mengirim pasukan dan armada tempur? Atau termenung memikirkan resiko yg dihadapi jika melawan agresi AS di suriah?

  5. Percaya gak percaya…itu perusahaan nama lengkapnya Joint Stock Celeng Coy.

  6. udah jam 00 bobo dulu ah kali aja mimpiin raisa .

  7. Kasihan indonesia masih gunakan taktik rusia ground based data, jadi pesawat indonesia terpaksa ikut cakap kapten berada radar didaratan untuk jalan misi nya untuk tembak atau tak. Rusia guna taktik gound based data karana rusia milik radar jarak jauh dan punya stelit canggih, soalan saya mampukah indonesia punyai stelit canggih dan punya radar data beset canggih, indonesia gak lagi memcapai i4c

    • Sabar bung..
      Indonesia tetep akan/berkeinginan butuh watu 10 tahun.
      Tahap selanjutnya tertarik/butuh/perbincangan lanjut butuh waktu 5 tahun..
      Tahap final perjanjian membeli tejas ditandatangani presiden .

      Sabar bung ..ngam dpt sukro namun penggantinya tetel selevel.
      Kalo di tangan pilot TNI AU semuanya akan berpikir ulang Mau berdepan..
      Liat buktinya kasus bawean f18 mamarika terpaksa menari kan sayapnya agar pilot kita melepaskan lock nya.
      Lg peristiwa f5e kita berjaya mengejar f18 ausie yg menyelinap masuk di Papua tanpa izin.

    • Macem mana pula nih pak cik. Sekarang apa yg tak boleh indonesia beli kerana kami orang bnyak wang. Apa lagi only satelit or radar.. jadi penceroboh2 mudah ditewaskan tak sperti tentera kerajaan yang payah. Kah kah.. malay skrang bankrap kerana najib bnyk rasuah. Tak boleh apa2.

    • apa malon ni cakap hey bruk ,,indonesia sudah mampu bina satelit sendiri yg cangih sendiri dari dulu gak kayak malon satelit aja beli

      noh lihat aja satelit razak kebanggan ciptaan lo apa jadinya sekarang ,,mengesan dalam jarak 1 km saja tidak mampu,,masa image nya sampe tersasar jauh sejauhnya 37 kilo lebih

      semua gambar yang ditangkap gak ada yang benar semuanya error ,,satelit lu dah jadi sampah di antah berantah langit sono sekarang wakakakakakakak

  8. beruk beruk ngomong apa

  9. biarkan saja… beruk malon bicara, TNI AU mengupgrate Sukhoi ke Belarusia, lah sperpate Sukhoi -30 harus di tukar ke India, katanya pesawat tercanggih se Asean… dan negara terkaya….

  10. Beruk kau tak, kami ini masih dalam Proses untuk Naik , bukan seperti kalian memiliki proses akan Turun kebawah karena takde budget lagi ! Kami Saja masih baru MEF II wajar belum terlengkapi tapi lihat 10-20 tahun kedepan kami bukan tidak mungkin untuk menjajah kalian! Semenanjung Malaya itu milik kerajaan Sriwijaya (Palembang) bukan tidak berhak kami ambil wilayah kami! Kerajaan melayu (malon) hanya menguasai bagian Johor ! Dasar beruk , mau menghina tapi tak sadar dia sendiri lebih Terhina !!!

  11. Mantaplah! Biarkan orang iri dengki berbicara, sirik dengki tanda tak mampu!

  12. Yaaahhh hanya upgrade untuk serang darat dan permukaan saja.

    Untuk udara ke udara nggak ada grafiknya, artinya pespur produk Rusia memang keok dibanding F15SE dan F22.

    Yang kemampuannya mendekati 2 jenis pespur itu hanya EF typhoon.

    Jadi jangan mau dikibuli pakai kata2 Rusia Strong

    Xixixixixi edisi anti barang Rusia

    • kok typhoon bung??…. bukannya Rafale yang sudah berhasil tembak f22

      https://theaviationist.com/2013/06/19/f-22-shot-down-by-rafale/

      salam.

    • Pernah baca berita, RCS tipun itu 1/10 rafale, apa benar? Jika iya, berarti RCSnya sekitar 0.01 m2. Tapi saya gk percaya sih, dan lbh percaya bahwa RCS tipun itu adalah 0.5 hingga 0.2 m2, seperti yg beredar di gugel

    • berdoa aja bang TN Argentina jadi akuisisi Mig-29. Seandainya bentrok malvinas jilid II kejadian, bisa kita lihat hasilnya lawan EF Typhoon. Oiya, terus terang saya pengagum sampean, tapi bukan berarti ndak boleh mengkritik kan?? Beberapa artikel yang anda tulis selalu menyajikan data. Nah bagaimana kalau pendapat anda yang ini didukung data dengan membandingkan parameter-parameter yang jelas hehehe

      xixixi edisi Rusia strongg

      • Entahlah jika membandingkan F22/15 dgn pespur rusia.
        Tapi rasanya saya bisa membandingkan antara mig29 dan EF.

        RCS Mig29 sekitar 5.0 m2, berarti radar captor milik EF mampu mendeteksi Mig29 dari jarak 185km

        Sdgkan RCS EF itu sekitar 0.5 hingga 0.2 m2, lalu Bagaimana radar mig29? Yaitu Zhuk-ME, “hanya” mampu mendeteksi pespur dgn RCS 3 m2 dari jarak 105km, sdgkan RCS EF adalah 0.5 hingga 0.2 m2, bisa dibayangkan dan di prediksi, radar Zhuk-me hanya mampu mendeteksi EF dari jarak sekitar 50-70km.

        So…. EF win… Mutlak.

  13. Dengan upgrade tetapi proses upgradenya harus dikirim ke luar RI itu membuktikan bahwa baik Rusia dan konco2nya tidak mau beri kesempatan transfer of technology kepada Indonesia.

    Padahal fokus RI adalah kemandirian.

    Jadi utamakan kemandirian jangan mau dikibuli pakai kata2 Rusia Strong.

    Edisi anti barang bikinan Rusia.

    • @TN, PhD.
      Selain masalah politik, tentunya produsen akan mengTOT kepada negara yang dianggapnya siap. Apakah Rusia menganggap Indonesia belum siap mendapat TOT? Saya tidak tahu.
      Saya juga bertanya-tanya apakah PTDI sendiri punya kesiapan (dan juga kemauan?). Kalaupun siap, jangan-jangan mereka lebih berharap TOT dari pihak lain (Eropa Barat).
      Mungkin warjager bisa menilai tentang kesiapan PTDI dengan mengamati kondisi PTDI saat ini. Bagaimana menurut bank Ruskye?

  14. Tes

  15. setelah pulkam, su-27 menjadi hitam-kah..?

    semoga,..

  16. yang jadi pertanyaan sukhoi kita itu ambil upgrade yang kaya gimana standar costume setengah apa yang paling minim ??????…..vissss atuh.

Komentar Anda :