Jokowi Akan Saksikan Penenggelaman 5 Kapal Thailand Via Teleconference

36
89
3 Kapal Nelayan Vietnam Pencuri Ikan Diledakkan , Herianto/detikcom
3 Kapal Nelayan Vietnam Pencuri Ikan Diledakkan , Herianto/detikcom

 

Jakarta – Nasib kelima kapal nelayan asing asal Thailand yang ditangkap karena mencuri ikan di Laut Indonesia bakal ditenggelamkan dalam waktu dekat di Perairan Pontianak, Kalimantan Barat. Penenggelaman kapal rencananya akan dilakukan pada tanggal 14 Desember 2014 atau bertepatan dengan hari Nusantara oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan hanya memantau proses penenggelaman kapal melalui video teleconference.

Nanti resmi tanggal 14, presiden akan menyaksikan penenggelaman kapal. Kapal itu ada di Pontianak tapi beliau berada di Tarakan (Kalimantan Timur) menyaksikan melalui teleconference,” ungkap Dirjen Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Gellwyn Yusuf saat temu media di Kantor KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Menurut Gellwyn seluruh barang bukti kelima kapal asal Thailand mencuri ikan di laut Indonesia sudah cukup. Kelima kapal tersebut melanggar zona tangkap ikan (fishing ground), penggunaan 100% anak buah kapal asing dan izin tangkap bodong.

“Ada juga yang ditangkap tapi dia tidak artinya bodong izinnya. Itu ada cuma mereka melanggar. Misal yang harus perairannya di sini mereka tangkap di sana izin wilayah,” imbuhnya.

Hal ini menjadi pelajaran kepada kapal asing yang berniat menangkap ikan di laut Indonesia secara ilegal. Ke depan begitu kapal ditengarai dan terbukti melakukan illegal fishing di tengah laut maka KKP segera akan melakukan penenggelaman.

“Ini sebagai suatu peringatan kalau nanti ada lagi dari kapal-kapal yang mirip-mirip ddmikian itu sudah menjadi suatu SOP. Jadi harus ditenggelamkan,” tegasnya. (detiknews)

——————————————————————————————————————————————————————–

Panglima Armabar: 3 Kapal Vietnam yang Diledakkan Berdokumen Bodong

Anambas – Tiga kapal milik Vietnam diledakkan karena menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Kapal-kapal itu juga bodong alias tidak memiliki dokumen resmi penangkapan ikan.

“Kapal-kapal itu telah melalui proses hukum di pengadilan sebelum dimusnahkan. Kapal-kapal itu terbukti bodong,” kata Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda (Laksda) TNI Widodo.

Pernyataan itu disampaikan Widodo sesaat setelah turun dari KRI Sultan Hasanuddin di Pelabuhan Tarempa, Anambas, Kepulauan Riau, Jumat (5/12/2014) siang. Ia bicara didampingi Kalakhar Bakorkamla Laksamana Madya TNI D.A Mamahit, dan Kapuspen TNI Mayjen TNI M Fuad Basya.

Widodo, Mamahit dan Fuad memang menyaksikan sendiri peledakan 3 kapal Vietnam itu. Mereka memantau dari atas KRI Sultan Hasanuddin. Peledakan itu kata Widodo wujud komitmen jajarannya mengamankan perairan Indonesia.

“Ini menunjukkan kita semua komitmen bersama-sama mendukung pemerintah dalam rangka menegakkan dan hukum di laut,” imbuh Widodo.

Ketiga kapal yang diledakkan itu adalah KG 90433. ATS 005, KG 94366 TS. ATS 006, dan KG 94266 TS. ATS 012. Semuanya berbendera Vietnam. Sebelum diledakkan, nahkoda dan ABK kapal-kapal tersebut telah lebih dulu dievakuasi.

Peledakan ketiga kapal Vietnam itu dilakukan di perairan wilayah Pulau Anambas, Kepulauan Riau, Jumat (5/12/2014) pagi. Pengeksekusinya adalah satuan Kopaska Koarmabar. (detiknews)

36 KOMENTAR

  1. apa ini, hah apa ini ? Neggelamin kapal kok pake di kumandangkan segala, biar dilihat banyak orang ? Hah ? biar di bilang jago ?

    Mbah sangat sangat prihatin, tidak seharusnya seperti ini berhubungan baik dengan tetangga, kalau mau neggelamin kapal sebaiknya diam diam saja, dan minta maaf dulu sama negara pemilik kapal bahwa kapalnya melanggar, begitu.

    Boleh keras tapi yang santun.
    Kalau kayak gini mbah takutnya di anggap negara lain bahwa kita seperti negara yang congkak dan sombong.

    • Asalamualaikum mbah bowo , msh idup mbah , dah cebok blm mbah baunya kmana mana nih , suka2 jokowi dan tni dong mbah mo di ledakan kek hancurkan kek mo di gadoin kek , kok jd si mbah yg jantungan , andaikan negara tetangga ptotes sy siap berada di garis depan untuk membela kedaulatan republik indonesia tercinta ,,, wasalam

  2. Salut!
    Biarkanlah RI melaksanakan penegakan hukumnya!
    Seperti RI juga membiarkan negeri lain melaksnakan penegakan hukumnya.
    Dgn begitu, maka keamanan akan tercipta. Insyaallah!
    Pencuri ya pencuri, siapapun dia. Dan pencuri itu harus dihukum, bukan dilindungi.
    Jangan sampai deh RI melindungi pencuri. Tp RI harus memerintahkan nelayannya utk tdk memasuki teritorial negara lain.

  3. Jaman sby 2004 – 2009 100 kapal pencuri ikan dibakar, gk pernah sekalipun diliputt media. Malah national geographic yg buat dokumentasi. Dulu itu hal yg normal dan biasa dilakukan knpa skarang banyak yg meliput n seolah2 belum pernah dilakukan

  4. buat yg merasa jadi manusia indonesia dukunglah progeam pemerintah dg baik jika ingin melihat indonesia maju, mau di lakukan dg cara apapun tentu TNI lebih tau yg terbaik untuk bangsa ini, jngan banyak bacot di sini yg ngerasa lebih pinter dari jokowi saya tunggu karya nyatanya, kalau gak ada sumbangsihnya bwt negara tolong tutup mulutnya yg bau busuk, kalau mau komen yg membangun silahkan biar enak di kunyah.

  5. Dukung jokowi lanjutkan program sby untuk pembakaran kapal , jaman sby yg nangkap cukup kapal dinas perikanan gk pake kri dan.helikopter, sekali operasi bisa 10 kapal ditangkap , 9 dibakar 1 dilepas.untuk memulangkan para pelaku ke vetnam, hidup sby ehhh hidup joko wkwkwkww

  6. bung sniper, coba anda nyimak di blog GARUDA MILITER atau blok ARTILERI, di situ banyak artikel militer..kalau skrg di JKGR sudah menjadi AJANG PERANG URAT SARAF. Tetapi hal ini menurut saya justru mengasyikkan !! bertempur melawan orang seperti DICKY.