Dec 222014
 
Presiden Joko Widodo didampingi istrinya Iriana Widodo saat berkunjung di alun-alun rumah jabatan Gubernur NTT, 20 Desember 2014. Presiden Jokowi akan menghadiri acara syukuran HUT ke-56 NTT dan peletekan batu pertama pembangunan Bendungan Reknamo. Tempo/Jhon Seo

Presiden Joko Widodo didampingi istrinya Iriana Widodo saat berkunjung di alun-alun rumah jabatan Gubernur NTT, 20 Desember 2014. Presiden Jokowi akan menghadiri acara syukuran HUT ke-56 NTT dan peletekan batu pertama pembangunan Bendungan Reknamo. Tempo/Jhon Seo

Jakarta – Presiden Joko Widodo tengah menggodok sejumlah calon untuk dijadikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) yang baru. Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Soesilo, mengatakan KSAL yang baru diharapkan memprioritaskan fungsi Angkatan Laut dalam penegakan hukum dan keamanan di perairan Indonesia.

”Ini yang harus diprioritaskan,” kata Indroyono kepada Tempo, Ahad 22 Desember 2014. Alasannya, ujar dia, adalah banyaknya persoalan penegakan hukum di perairan Indonesia yang belum terselesaikan, seperti illegal fishing, illegal logging, human trafficking, hingga illegal mining.

Menurut Indroyono, seluruhnya ada tiga peran TNI Angkatan Laut. Selain penegakan hukum, peran Angkatan Laut lainnya adalah penegakan kedaulatan dan upaya diplomasi.

Rencana pergantian KSAL itu disampaikan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto pekan lalu. Ia menyatakan Presiden Jokowi sedang mempersiapkan pengganti KSAL Laksamana Marsetio yang memasuki masa pensiun. Dewan Kebijakan dan Kepangkatan Tinggi TNI telah menyerahkan empat nama kepada Presiden. Mereka adalah Kepala Staf Umum TNI, Laksamana Madya Ade Supandi; Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Madya Didit Herdiawan; Rektor Universitas Pertahanan, Laksamana Madya Desi Albert Mamahit; dan Kepala Pelaksana Harian Badan Keamanan Laut, Laksamana Madya Sri Mohammad Darojatim.

Indroyono tak mengungkap siapa yang pas menggantikan Marsetio. Usulan justru datang dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. “Saya prefer bintang dua. Naikkan (pangkatnya jadi bintang tiga) terus angkat,” kata Susi kepada Tempo kemarin.

Namun Susi juga tak menyebutkan nama. Ia hanya menyampaikan empat kriteria yang diharapkan dimiliki KSAL yang baru. “Yang bisa bekerja sama dengan kami, integritas tinggi, berjiwa kebangsaan tinggi, tidak terlalu contaminated,” kata dia.

Direktur Pusat Studi Oseanografi dan Teknologi Kelautan Universitas Surya, Alan F. Koropitan, mengatakan salah satu pekerjaan rumah utama KSAL yang baru adalah merapikan tumpang tindih wewenang dan koordinasi antara Kementerian Kelautan dan Angkatan Laut.  “Tumpang tindih wewenang antara pelanggaran kedaulatan dan pelanggaran hukum,” kata dia.

Sebenarnya, kewenangan masing-masing lembaga sudah diatur dalam Undang-Undang Kelautan. Masalahnya, aturan belum menjelaskan implementasinya secara spesifik. Kesepahaman antara lembaga tadi pun masih memunculkan persoalan dalam pelaksanaan, seperti saat ada informasi 13 kapal asing memasuki perairan Indonesia.  Menteri Susi, Kamis lalu, sampai meminta Presiden Jokowi memerintahkan Angkatan Laut. Sedangkan Angkatan Laut  dan Badan Keamanan Laut menyatakan tak tahu mengenai keberadaan 13 kapal tersebut.(TEMPO.CO)

Bagikan :
 Posted by on December 22, 2014  Tagged with:

  32 Responses to “Jokowi Andalkan Kepala Staf TNI AL Baru”

  1.  

    yayayayayaya !

  2.  

    yeahhh kedua tuk pertama kali

  3.  

    mantap…

  4.  

    Cari yang terbaik dari putra bangsa..INDONESIA IMHO

  5.  

    Lumayan no.3

  6.  

    semoga KSAL yg br nanti bs bekerja secepat pak jokowi, krn indonesia skrg tidak bth pemimpin yg bnyak bicara tp yg banyak kerjanya. KSAL yg skrang memang bgus tp kerjanya agak lambat jd tepat sekali klo presiden sudah mulai mebyeleksa calon penggantinya agar dpt yg terbaik dari putra putri indonesia yg tersedia.

    •  

      Betul sekali, kalo kita mau bekerja, bahkan tanpa teori atau analisis lebih dahulu, kalaupun nanti salah setidaknya kita tau bahwa cara kerja kita perlu dirubah.

      Tapi kalo kebanyakan teori dan cuma ngeles doank, ya sampai kapanpun tidak akan tau mana cara yang benar ….imso 😎

  7.  

    dicari KASAL yang mau memperkuat armada TNI AL dengan KILO n Semur Class terbaru…
    jangan yang seken…lanjutkan

  8.  

    ganti aja pak dhe jendral yg cuma bisa ngeluh terus, jendral kok curcol terus ke media, gimana prajuritnya bisa tegas, jenderalnya gitu…!

  9.  

    yayayaaa… beritane koyo mengkene iki… yo sepurane wae Pak KSAL aku mung melu prihatin nek sumbangsih tenaga, pikerane njenengan nangani TNI AL koyo koyo g ono artine babar belas nok berita iki..

  10.  

    KASAL sek saiki wes dianggep ra ono po yo? Mesake wonge weruh berita koyo ngene…. Diarani ra kerjo po…. Aku yakin KASAL yo mikir. Anggaran gur sitik, diirit2 ben cukup nggo setahun. Jo nganti awale koar2, keri2ne ra ono opo2ne…..

  11.  

    “Tidak Terlalu Terkontaminasi” kata bu susi.. Wah-wah2, berarti mayoritas dah terkontaminasi…. Ya bu

  12.  

    Sudah sepatutnya KSAL yg tidak berganti ritme di ganti semakin cepat semakin baik demi Nusantara yg lebih baik.dan setuju bangit dengan rencana KSAL dri perwira dari bintang dua untuk potong rantai dari doktrin Presiden dahulu” zero enemy thousand friends” yg sudah basi dan merugikan diri sendiri

  13.  

    Mantap bang…SETUJUUUUUUUUU

  14.  

    sepertinya perlu lulusan SMP lagi neh??????

  15.  

    Smoga Poros Maritime Dunia Segera terwujud untuk NKRI. Semua warga jkgr…sangat peduli dengan NKRI

  16.  

    bu Sus aja jd Kasal … ntar boleh milih deh mo berapa bintang nya … tinggal pilih acak corak

  17.  

    Potong mata rantai jenderal2 bintang 3 hasil doktrin SBY yang, maaf, lembek2, terkontaminasi pencitraan, elitis. Setuju dgn Bu Susi, pilih jenderal bintang dua, naikkan satu bintang, angkat. Jelas akan jauh lebih “BERSIH” dan jauh dari kontaminasi politik (krn rata2 jenderal bintang 3 udah keserempet2 politik). Trus rotasi semua para jenderal yg elitis, tukang ngeluh, dikit2 koar2 ke media serba kurang inilah, kurang anulah. Singkirkan “prajurit” penjaga NKRI yg model2 sprti ini. Lihat noh ribuan prajurit yg jaga perbatasan lebih dipenuhi keterbatasan!!! Mengeluhkah mereka, koar2kah mereka ke media??? TIDAK!!! Sudah seharusnya bagi prajurit yg sudah bersumpah “mewakafkan” hidup dan nyawanya demi negeri, menutupi segala kekurangan dgn militansi!!! Bukan terus mengeluh dgn sll koar2 ke media, apalagi ini dilakukan oleh JENDERAL!!! Jadi heran sama SBY dan Menhan lama, kayak ini kok dipertahankan ya….???

    Anak durhaka, Si Bowo, mana, Si Bowo… Bowo… Bowo… Mana Si Bowo, masih hidupkah kamu anak durhaka….???? Bowo…….

    •  

      saya kira bukan mengeluh bung pak KASAL cuma menyampaikan realita di dilapangan dan itu memang yang terjjadi ,,kekurangan bbm, tumpang tindih kewenangan dan bobrok nya system di negara kita dan ini sudah berlangsung lama bukan dari warisan sby, pemerintah sekarang inginnya serba cepat dengan hasil yang maksimal tanpa melihat dulu akar permsalahan dan untuk sementara ini itu adalah keinginan yang kalu tidak mau di katakan terlalu muluk,,,, anda persis seperti orang stroke dan pincang (duduk di kursi roda lagi) tapi menyalahkan lionel messi bro…. peace

    •  

      bukannya Presiden juga suka koar-koar ke media..?!??

  18.  

    Kalau ada yang lebih baik kenapa engga……!!!!!

    kita perlu pemimpin yg bisa bergerak cepat dan ga bnyk bicara.

    kalau sdh pencuri ikan kan sdh ketahuan ada barang bukti….tinggal di masukin ke dalam laut tuch kapal.jgn bertele tele kyk yg kemarin.

    kapan mau di segani kalau banyak ngomong ini itu.

  19.  

    MANTAP JUGA YA ADVISNYA BU SUSI, ‘PREFER BINTANG 2 NAIKAN PANGKAT, TERUS ANGKAT”…

    ini mungkin melihat bahwa bintang yg di atas itu produk pemerintahan kemaren yg udah jelas kelihatan kaya apa kinerjanya….KSAL besok harus yg mampu mengimplementasikan “VISI MARITIM” Jokowi….

    “Jalesveva Jayamahe”… di Laut kita Jaya…

  20.  

    waaaah….

    Dari Bintang 2 naikan jadi bintang 3, karena kepala staff berbintang 4 maka harus dinaikan lagi.

    kalo mau ekstrem memang bisa2 z sehari 2x kenaikan pangkat.
    ini sih bukan terobosan tapi PENGGEMBOSAN internal AL.
    menghancur leburkan hirarki yg ada.

    sudah terpikirkah oleh bu susi effect domino model kebijakan begini..??
    # geleng2 kepala z gue ….

 Leave a Reply