Jokowi Berhentikan Semua Direksi Lama Pertamina

60
138

direksi-pertamina

Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberhentikan seluruh jajaran direksi PT Pertamina (Persero). Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) BUMN yang disetujui Jokowi selaku Ketua Tim Penilai Akhir (TPA).

“Dengan dilantiknya 4 direksi baru hari ini, otomatis direksi sebelumnya diberhentikan dengan hormat,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat (28/11/2014).

Menurut Rini, tujuan diberhentikannya seluruh direksi lama perusahaan pelat merah ini supaya ada penyegaran dan Pertamina bisa menjadi perusahaan kelas dunia yang transparan.

“Jadi diangkat lah Pak Dwi (Soetjipto, Dirut Pertamina) dari eksternal. Pak Ahmad Bambang dan Bu Yenni dari Pertamina, dan Pak Arif yang sebelumnya bekerja di Mckenzie,” ujarnya.

Berikut jajaran direksi Pertamina yang diberhentikan hari ini:

  • Pelaksana Tugas Direktur Utama Muhamad Husen (merangkap Direktur Hulu)
  • Direktur Perencanaan Investasi & Manajemen Resiko M. Afdal Bahaudin
  • Direktur Pengolahan Chrisna Damayanto
  • Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya
  • Direktur Gas Hari Karyuliarto
  • Direktur Umum Luhur Budi Djatmiko
  • Direktur Sumber Daya Manusia Evita M. Tagor
  • Direktur Keuangan Andri T Hidayat

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, alasan pemberhentian 8 direksi Pertamina adalah untuk penyegaran, dan membuat Pertamina menjadi perusahaan kelas dunia yang transparan.

“Tujuan diberhentikannya seluruh direksi lama supaya ada penyegaran, dan Pertamina bisa menjadi perusahaan kelas dunia yang transparan,” tutur Rini di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (28/11/2014).

Rini mengatakan, jumlah direksi Pertamina juga dipangkas, dari sebelumnya 9 orang menjadi hanya 4 orang. Keempat orang ini terdiri dari 1 orang Dirut dan 3 orang Direktur.

Dirut baru Pertamina adalah Dwi Soetjipto. Sementara 3 direksi lainnya adalah:

  1. Direktur Yenni Andayani (sebelumnya SPV Gas & Power Pertamina)
  2. Direktur Ahmad Bambang (sebelumnya Direktur Pertamina PT Trans Continental)
  3. Direktur Arif Budiman (Sebelumnya dari Mackenzie Stuart Oil & Gas)

Pada kesempatan yang sama, Dwi mengatakan, pemangkasan jumlah direksi Pertamina dilakukan untuk efisiensi.

“Awalnya kan kita diminta untuk efisiensi. Makanya dari delapan direksi (direktur) menjadi tiga (direktur),” ujar Dwi Soetjipto. (finance.detik.com).

60 KOMENTAR

  1. Maunya sekarang kan mengganti air lumpur yang tidak jelas isinya, diganti dng air yang jernih, sehingga semua pihak yang ingin tahu melihat atau mengawasi, bisa melihat dng jelas. Khusnudhon billah saja dan kalau bisa ikut mengawasi. Jayalah NKRI.

  2. Ngeri ngeri sedap.., tampaknya si Gurita akan terpotong semua tangannya.
    Nunggu episode selanjutnya..akankah si gurita menyerang balik krn masih punya satu lg senjata.., tinta yg selalu siap disemprotkan ke lawan untuk mengaburkan pandangan..

    SR lg..

  3. Tugas Direksi Pertamina yg sekarang lebih relatif enak dibanding jaman Bu Karen logikanya : ..1. Harga minyak turun drastis..dan akan bertahan cukup lama krn OPEC hrs menghadapi pertarungan dgn Shell Oil dari Amrik yg infonya harga profit sampe 65 USD/barrel..dgn komitmen Obama yg swasembada energi Amrik maka shell gas dan shell oil jadi prioritas .2, Komitmen pemerintah Jokowi/JK utk bangun kilang minyak sangat kuat..dibanding jaman SBY…3. Pemerintah sdh mengamankan harga bbm subsidi dgn harga moderate Rp 8.500, /liter.. 4. Pemerintah berkemauan kuat membangun infrastruktur pelabuhan dan jalan berkualitas diseluruh Indonesia ..salah satu yg membebani biaya angkut BBM dan Gas selama ini..krn menghitung depresiasi penyusutan moda transportasi yg tinggi….

  4. Nggak usah sok kritis deh, setau saya disini memang tidak ada yang benar-benar kritis, nyatanya kalau ada sesepuh yang bilang misalnya Indonesia mau beli ini itu yang lain cuma ngangguk-angguk sambil amin-amin doang, kalau ada yang mengritik langsung di bully atau di bilang menghina.