JakartaGreater.com - Forum Militer
Mar 082015
 

image

Dalam wawancara dengan Step Vaessen, koresponden stasiun televisi Al Jazeera untuk Indonesia, Joko Widodo menyatakan hukuman mati bisa saja dihapuskan di masa yang akan datang namun tidak untuk jangka waktu lama dan jika rakyat menghendaki.

“Konstitusi dan undang-undang yang berlaku saat ini mengizinkan hukuman mati tapi di masa yang akan datang jika diperlukan untuk diubah dan rakyat menghendaki, mengapa tidak?” ujar Jokowi dalam wawancara yang disiarkan kemarin, seperti dilansir koran the Sydney Morning Herald, Ahad, 8 Maret 2015.

Meskipun, Jokowi tetap berkeras untuk melakukan eksekusi mati untuk duo Bali Nine,
“Saya pikir kita harus mendengarkan keinginan rakyat. Masih panjang waktu yang harus dilewati dan saya tidak ingin membahas itu saat ini,” kata Jokowi.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membantah akan ada moratorium hukuman mati di masa yang akan datang.

Sejauh ini survei menunjukkan sebanyak 70 persen rakyat Indonesia mendukung hukuman mati.

Sepuluh terpidana mati, termasuk dua warga Australia, saat ini sedang menunggu pelaksanaan eksekusi dalam waktu dekat. Sembilan dari sepuluh terpidana mati itu sudah berada di Nusakambangan.

Menanggapi eksekusi mati, sejumlah akademikus dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia menyatakan menolak eksekusi mati terhadap terpidana narkotik.

“Ada yang keliru dengan kebijakan hukuman mati ini,” kata perwakilan kelompok akademikus itu, Robertus Robert, di Jakarta, Sabtu, 7 Maret 2015.

Menurut Robertus, pemerintahan Joko Widodo terkesan terburu-buru menerapkan kebijakan tegas berupa hukuman mati terhadap terpidana narkotik.

“Kebijakan ini tak mempertimbangkan hak hidup seseorang dan hidup kerabat terpidana,” ucap Robertus, sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta.

Ia juga mengatakan Jokowi tak serius mempelajari permohonan grasi para terpidana mati kasus narkotik.

“Terburu-buru tanpa mempertimbangkan kasus per kasus secara teliti.”

Menurut Robert, hukuman mati sudah ditinggalkan hampir semua negara. Negara yang masih menerapkan hukuman ini dianggap hanya ingin unjuk gigi.

“Tak bisa dimungkiri bahwa ada yang ingin dipamerkan oleh negara itu,” ucapnya.

Selain Robertus, akademikus yang tergabung dalam aksi penolakan eksekusi mati ini antara lain psikolog Universitas Indonesia, Bagus Takwin, sosiolog UI, Kamanto Sunarto, dan pengajar Universitas Paramadina, Atnike Nova Sigiro.

Apakah tekanan dari Australia yang mengancam akan membeberkan sadapan telpon Jokowi dan masukan para akademisi ini mampu mengubah pendirian Jokowi terkait eksekusi mati narapidana narkoba? Mari kita ikuti kelanjutan kasusnya. (pkspiyungan.org).

Berbagi

  55 Responses to “Jokowi: Hukuman Mati Bisa Dihapuskan”

  1.  

    Premium

    •  

      beda konteks om, di mesir mereka pendukung aja dihukum mati, konteksnya tahanan politik kalo itu

      •  

        Beda konteks? Intinya sama-sama ada hukuman mati, malah bila alasannya hanya “tahanan politik”, sisi hukumnya menjadi relatif, karena bila alasannya hanya politik, itu ya hanya mengikuti seleranya politik dari resim yg sedang berkuasa. Kebetulan resim militer penguasa mesir sekarang anti pada kelompok ikhwanul muslimin, yg nota bene pemenang pemilu sebelumnya …

    •  

      Sejuta……..!!! Eh maksud saya setuju…!!

    •  

      mantap juga pendapat anda

    •  

      mantab..!! betul om. harusnya si abott itu berterima kasih ke Indonesia. kl sampai mereka lolos ke australia, akan berapa banyak orang sana yang mati karena dua orang itu? kl kemudian dia dibebaskan dari hukuman mati. kl ternyata mereka masih bisa menjalankan jaringannya lewat penjara, apa gak bakalan rusak masyarakat mereka disana kena narkoba??…

  2.  

    bisa bisaa

  3.  

    Tetap wajib hukumnya bagi gembong narkoba adalah hukuman mati

  4.  

    sumbernya Varoka sekaleeee

  5.  

    dulu aja gak pernah ditentang ko terkait hukum mati atas teroris. jika ditelaah, maka pengedar narkoba akan lebih berbahaya merusak mental dan moral, matinya pun lama bahkan teraniaya. meang sama sama berjalan senyap antara narkoba dan teroris namun selama ini baik pemerintah maupun aparat lebih cendrung agresip dan sigap untuk teroris,namun bukan brati mengabaikan kasus narkoba, hanya saja narkoba mungkin akan lebih sulit diatasi karna melibatkan aparat. intinya sya mendukung hukum mati atas gembong narkoba

  6.  

    Salut u/ Jokowi yg benar2 mengacu serta mendengarkan aspirasi rakyat terhadap semua permasalahan bangsa ini, …. termasuk kontroversi penetapan hukuman mati para penyelundup, gembong dan kartel narkoba sebagai kejahatan kemanusiaan yg melebihi kejahatan terorisme dalam jangka yang panjang!

  7.  

    Lanjutkeeeennnnnn…..!!!!!!!!!!!

  8.  

    waduh… ko mau dihapus???
    kita slalu bicara ttg HAM ga akan ada habisnya bicara akan HAM.
    Apa lagi yang namanya HAK UNTUK HIDUP… Bukanya hidup itu adalah sebuah KARUNIA TUHAN, kalo kita bicara tentang HAK UNTUK HIDUP maka berarti manyalahkan Tuhan, karena apa??? karena Tuhan yang akan mengambil hidup kita. Cermati ini…!!!!

  9.  

    Itu akdmisi apa pnghianat bngsa..

  10.  

    ini akademisi pernah dapat beasiswa di australia kale…
    coba dilihat cv nya…

  11.  

    pake ngancem mau beberin sadapan telpon mr. preside…TEMMBAAK DUO BALI NINE…udh ketahuan nyadap tlp masih congkah…dasar barbar…cuiihhh…lanjut eksekusinya..mr presiden..

    •  

      Hukum mati si pengedar narkoba… klo perlu 3 kali hukuman mati… (hidup 1 hukum mati, reinkarnasi 1 hukum mati 2, reinkarnasi 2 hukum mati ke3)…

  12.  

    perasaan keluarga terpidana terasa sakitnya tuh disini anggota keluarganye ada yg dihukum mati, tapi lebih sakit keluarga korban narkoba yg harus mati karena OD,blm lagi keluarga yg hancur ekonominye akibat keluarganye ada yg jadi pecandu.blm lagi kerugian negara karena penghancuran usia produktif yg akan menghancurkan generasi berikutnye..akademikus & psikolog yg menentang tuh otaknye ga dipake, sekolah tinggi” tapi oon, gmn klo keluarganye yg kena jadi pecandu trs OD masih bisa tuh orang nentang hukuman mati bagi gembong NARKOBA..?? liat juga efek politisnye knp AUSTRALIA ngotot ngebela tuh gembong.jgn” tuh tersangka agen rahasia yg disusupin dimari sebagai gembong narkoba untuk menghancurkan generasi muda bangsa ini..WASPADALAH..!!!! . ….NKRI HARGA MATI….

  13.  

    setuju dihapus hukuman mati 🙂
    TAPI DIGANTI TEMBAK DITEMPAT JANTUNGNYA TANPA HARUS SIDANG 🙂
    ini lebih gahar 🙂

  14.  

    negara baratmenghendaki hukum mati dihapuskan dr RI,waktu teroris mereka malah mendukung dipercepat eksekusinya,semua ini adalah kearoganan mrk,ini cara mrk menekan negara lain,pdhl dosa2 mrk soal mati mematikan org didunia sudah jelas,negara barat yg menelurkan HAM adalah yg paling bnyk melanggar,sesuatu yg IRONIS…ini Politik …negara yg lg sewot itu pemimpinnya lg jatuh pamor…buat pak presiden anda didukung rakyat

  15.  

    Yg lebih buat heran knpa kok para Akademisi hanya melihat dri sudut pandang terpidana, liat donk dri 10 napi itu saja brp puluh/ratusan anak bangsa yg akan/sudah jadi korban narkoba, kenapa harus kita kasihan kpd 10 org yg telah nyata bersalah dan mereka sadar kok akibatnya, kenapa kok para akademisi tidak kasihan kpd Jutaan anak bangsa yg terkena narkoba tidak hanya pribadi tpi keluarga dan orang2 sekitarnya juga terkena dampaknya
    Kalo mereka skrng berani protes soal hukuman mati lha kemana mereka para akademisi itu saat ada esekusi hukuman mati napi kasus bom bali
    Soal membeberkan isu sadap silahkan saja, krn itu akan jadi bumerang sendiri thp Aussie krn akan terlihat kotornya cara kerja intelejen mereka dan pasti berdampak buruk thp citra sebagai negara penyadap diplomat yg datang ke Aussie

    •  

      iy bung, mestinya akademisi dan pegiat HAM itu menghargai jg hak hidup korban penyalahgunaan narkoba dan keluarganya yg kena imbas dari peredaran narkoba..
      hargai jg hak hidup bebas dr narkoba buat anak2 kita sebagai generasi penerus bangsa

  16.  

    Hasil sadapan paling cmn pembicaraan Transaksi meubel, nggak ngaruh..

    Lagian sentiment anti barat ditambah nasionalisme akan mengalahkan segala macam manuver dan propaganda yg menggunakan Isi sadapan untuk menekan Presiden Jkw

  17.  

    Tu si Robert sok pahlawan ,,,,,,,,ni pengen hapusin hukuman mati,,,,, seandainya keluarganya salah satu pengguna Narkoba tu lalu meniggal krn operdosis,,,,pasti dia yg paling duluan bilang hukum mati pengedarnya,,, jgn lama2 lgi pak Jokowi eksekusinya,,,, jdi brabe,,,nanti

  18.  

    Pak maka ny jngn leyeh leyeh pnya pndirian sndri ..

  19.  

    Tenyata kowi diancam sadapan waktu pemilu mau dibocorin. Gak jadi ditembak mati dh. http://www.suaranews.com/2015/03/ealah-ini-indikasi-kenapa-bali-nine.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook&m=1

  20.  

    Menurut saya, manusia2 yg sering teriak-teriak HAM itu gak menyadari kalo pernyataannya seringkali berstandar ganda, pelaku, pengedar narkotik menimbulkan pengaruh besar terhadap kematian penggunanya bahkan setiap jamnya banyak manusia mati menggunakan narkoba. Teroris tidak termasuk yg mereka perjuangkan nyawanya, nyawa dan hak mereka dianggap terlalu murah bahkan yg masih diduga aja dimatiin, ada yg teriak???? Nonsen…..

    Korban yg ditimbulkan juga sama banyaknya, jadi sebenarnya mereka teriak atas nama HAM atau atas nama yg nyuruh???? Itu tujuannya????

    Menurut saya, keadilan harus adil terhadap semua RAS, Agama dan golongan tertentu!!, jangan tega hanya diberlakukan ke org2 tertentu bahkan densus 88 juha enteng aja eksekusi org tanpa diadili meski statusnya masih diduga sebagai teroris

  21.  

    Tembak mati tuh akademikus kampret, antek2 ASU Barat, banyak bacot, emang dia sanggup menjamin NKRI bebas narkoba

  22.  

    Ini akademisinya sehat ga ya ngomong bgnian..
    Dikata Indonesia cari sensasi..Udh ga bener nh omongannya..
    Generasi muda kita rusak gara” NARKOBA..jelas” ini misi untuk merusak Generasi muda Indonesia oleh Asing…malah dibela,dodolnya nih akademisi..
    LANJUTKAN Mr Presiden…

  23.  

    Hukum mati para pengedar narkoba harus jalan terus, alasan: berapa banyak korban mati over dosis mulai dari artis ampe anak jalanan, mengedar narkoba=pelanggaran HAM BERAT

  24.  

    sumber beritanya kok ya itu.
    ….hadehhh….

  25.  

    Dulu Australia mendukung penuh hukuman mati terhadap Pahlawan Nasional Usman & Harun, sekarang teriak2 hukuman mati adalah tindakan barbar .. hahaha emang gw pikirin ! 😛

  26.  

    gw heran sejak di turunin mandat gak ada grasi knp uda beberapa minggu ini blm di jedor jg itu penjahat kebanyakan bacot kerja nol besar ngulur2 waktu apa nunggu didamai sm duit.

  27.  

    Dengan sistem penjara yang sekarang ini, dimana seorang tahanan narkoba atau kouptor sekalipun, masih bisa menjalankan aksinya di balik jeruji besi,..maka hukuman mati masih layak di laksanakan

  28.  

    tang menolak hukuman mati juga tidak melihat dampak yang diakibatkan oleh narkoba yang jauh lebih berbahaya baik nyawa maupun merusak moral bangsa yang jauh lebih dasyat, coba dipikir lagi wahai saudaraku.

  29.  

    Kehendak rakyat, hukuman mati harus diperluas bukan saja dikenakan terhadap gembong narkoba, tetapi juga dikenakan terhadap gembong korupsi, mafia migas dll …………. !!!

  30.  

    Jangan dihapus hukuman mati kami rakyat indonesia setuju hukuman mati buat pengedar narkoba,korupsi para pejabat,kalau dihapus rakyat indonesia akan marah.dengarkan suara hati rakyat pak

  31.  

    Akademikus? Ora urus…, coba kl anak mereka yang jd korban narkoba, apa masih koar2 itu akademitikus

  32.  

    Memang sebaiknya dihapus pak hukuman mati.
    Diganti dengan hukum pancung…!!!

  33.  

    Saya Pro HUKUMAN MATI TIDAK DIHAPUSKAN. Narkotika itu merusak peradaban manusia yang akan datang

  34.  

    piye iki ojo plonga plongo ae… pemindahan dari bali ke nusakambangan udah ngabisin duit ratusan juta. belom lagi duit yang lainnya totalnya bisa miliaran. kalo sampe ga jadi di eksekusi sayang duit ilang harga diri.

    kalo tau gitu mending duitnya kasih orang miskin di kolong jembatan. lumayan.

    saya sumpahin anak anda mati OD pak jok kalo sampai gak dieksekusi. jangan bilang saya sadis yo… saya malu, berita eksekusi udah sampai kuping orang sedunia malah batal cuman gara2 tekanan negara lain. memalukan!

  35.  

    tempelin kasus terorisme, pembajakan pesawat baru bisa di dor ditempat

  36.  

    AS dan China saja masih menerapkan hukuman mati. Unjuk gigi apa mereka wong kekuatan militernya memang sudah raksasa? Gak perlu unjuk gigi para musuhya dah keder lihat besarnya militer mereka

  37.  

    Sikat aja paka jokowi…
    Daripada bimbang karna ada faktor2 yg menggerogoti pemikiran pak presiden…masalah nanti pasti ada jln keluarnya…

    •  

      Yup sampe kasus KPK-POLRI tenggelam, kabarnya KPK sudah angkat bendera saat di pimpin Plt pilihan beliau. tinggal diliat saja ada gak pemberantasan korupsi dijaman Jokowi, klo tidak ada bearti sudah jelas bahwa korupsi aman sentosa, jauh berbeda dijaman sebelumnya bahkan kader partai yg berkuasa pun dibabat habis sama KPK

  38.  

    dimaklumi aja..ada kepercayaan bahwa alkohol obat2 yg mempengaruhi akal pikir boleh dikonsumsi. biar mereka berkomentar yg penting finalnya MATI tertembak.

  39.  

    Akademi tikus-tikus ini mungkin belum tau atau pernah lihat korban narkoba.
    Ada pengalaman dari seorang teman pengguna narkoba sekarang sudah almarhum.
    Begitu kecanduannya biaya sekolah habis, di sekolah keperawatan yg dia jalani, dia sering mencuri morfin, barang-barang di rumah dari elektronik, sampai celana jean dan panci dia jual untuk memenuhi sakaunya. Himbauan teman saudara sudah tak di dengar, kalau sudah begini apa sempat dia berfikir untuk kesejahteraan dia sendiri apa lagi berguna untuk orang banyak dan negara ?
    Amat sangat pantas, Gembong dan bandar Narkoba di hukum MATI. untuk menyelamatkan generasi bangsa.

  40.  

    klo hukuman mati di hapus mending di ganti hukuman pancung sudah tau indonesia darurat narkoba masih ada saja negara lain protes dengan alasan ham itu otaknya di taruh d mana apa di dengkul yg jelas untuk rakyat jgn mundur maju terus pak….

    nkri harga mati….

  41.  

    bung kentang @ mungkin mereka pasukan sakit hati jadi komentarx miring terus semiring orangx hehehe

  42.  

    “…..Australia yang mengancam akan membeberkan sadapan telpon Jokowi dan masukan para akademisi ini mampu mengubah pendirian Jokowi terkait eksekusi mati narapidana narkoba..”

    Jadi Komunikasi kita masih disadap kah ?

    Menurut saya pribadi, Kalo memang masih/tidak disadap sebaiknya “Death Sentence atas Pengedar Narkoba” tetap terus dijalankan..

    Dapat kita lihat secara nyata bahwa: banyak sekali serangan atas Indonesia dengan metode Proxy War yang dilancarkan, seperti :
    1. Adu Domba dengan menggunakan masalah Agama/Kepercayaan kelompok.
    2. Adu Domba dengan menggunakan masalah Suku/Ras/Etnis.
    3. Pemerograman Akal & Psykologi melalui TV secara Dominan dan hanya segelintir saja yang dapat
    jadi contoh Ke Indonesiaan, beberapa pemerograman yang tidak memenuhi syarat, seperti Sinetron2
    yg mengajarkan anak sekolah untuk :
    – Bertingkah laku semaunya Jauh dari nilai Pancasila
    – Melakukan tindak Kriminal terhadap sesama kawan kelas/sekolah/lingkungannya
    jangan bilang itu contoh jelek/baik agar waspada, tapi yang ada malah anak2 kita malah
    mencontoh perbuatan kriminal yang di katakan sebagai contoh tsb, karena di perlihatkan secara
    detail dari proses saat mereka melakukan kejahatan/tindakan kriminalnya tanpa ada solusi
    mengatasinya, yang ada target harus menjadi korban, pasti yg gak terima akan bilang:
    “Coba Tunjukkan, Mana Buktinya, atau malah akan bicara Kuno sih dsb ”
    padahal mereka sendiri yang buat dan berusaha mencari pembenaran mati-matian.

    3. Bidang Pendidikan yang di gembar-gemborkan sangat Bagus dan maju, nyatanya :
    – Membuat stress anak termasuk para Guru yang Idealis.
    – Pemberian materi yang tidak sesuai dengan kemampuan anak dalam peringkat umur.
    – Sebagian Tenaga Pengajar memberikan tugas melalu BBM, Whatsapp dan sms (Memprihatinkan)
    – Penilaian hanya pada tingkah Laku saja sehingga sepandai apapun anak didik tidak dapat lulus
    sekolah atau naik kelas tanpa ada pendidikan moral, sedangkan dengan tikah laku yang baik dan
    Nilai pas-pasan dapat Lulus/Naik Kelas (SANGAT MEMPRIHATINKAN).

    4. Penghancuran Budaya dan Pengaburan Sejarah, DLL

    Masih banyak lagi macam dari Proxy War yang dilancarkan pihak asing melalui sendi2 IPOLEKSOSBUDHANKAM dapat dilihat di depan mata kita secara jelas.

    So.. Warjager sekalian tentu dapat melihat itu semua bahkan lebih banyak lagi dalam kehidupan sehari-hari sekitar anda…

    Tetaplah awas dan berhati-hati..
    Semoga Pendapat saya ini tidak salah…

    Selamat Berjuang Warjager…
    Salam NKRI

  43.  

    bner bnget tuh saranya

 Leave a Reply