Oct 112014
 
UAV RQ-4 Global Hawk (photo : USAF)

UAV RQ-4 Global Hawk (photo : USAF)

Jakarta โ€” Presiden terpilih Joko Widodo dinilai telah memahami konsep pertahanan negara kuat yang harus diterapkan di negara maritim seperti Indonesia. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi wilayah laut dan udara Indonesia ialah dengan memiliki pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle-UAV) atau drone.

“Generasi perang mendatang dibutuhkan integrated power, beliau (Jokowi) sudah paham soal perlunya powerful defence,” kata pengamat militer dan pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie, saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia: Dari Negara Kepulauan Menuju Negara Maritim di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), (9/10/2014).

Connie mengaku, beberapa waktu lalu, ia sempat berbincang dengan Jokowi soal rencana pembelian pesawat drone tersebut. Kepada dirinya, Jokowi mengaku hendak membeli tiga unit drone sejenis Global Hawk, yang dibuat Amerika Serikat.

Ia menuturkan, harga satu unit drone tersebut terbilang cukup fantastis, mencapai Rp 4,3 triliun. Karena itu, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 12 triliun sampai Rp 13 triliun untuk membeli ketiga drone tersebut.

“Harga itu tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh karena bisa melindungi potensi kerugian Rp 300 triliun atas aksi pencurian ikan dan sumber daya alam yang terjadi di negara kita,” kata Connie menirukan pernyataan Jokowi. (Kompas.com).

  201 Responses to “Jokowi Siap Beli Drone Global Hawk”

  1. Semoga

    • Kalau jadi akuisi Indonesia jadi negara pertama di luar US dong yang pakai global hawk

    • kembali lagi ke aparat yg terlibat, saat ini saja banyak pelaku pencurian ilegal fishing yg tertangkap tidak ada kelanjutanya, misal punya global hawk, kemudian mendeteksi pencurian, ditangkap, setelah itu tidak ada kabarnya ๐Ÿ™‚ ra duwe drone rapo po……

      • klo yang memergoki dan menindak unit yang sama memang bisa ‘damai’ di laut, tapi jika yang memergoki unit A, dilaporkan ke command center dan dikirim unit X untuk menindak, tercipta ‘check and balances’ karena lebih banyak yang tahu, setidaknya untuk damai akan jauh lebih mahal ๐Ÿ™‚

        • Ya mari kita berharap dan support peran Bakorkamla bung @Danu, semoga dpt berperan lebih maksimal, tegas dan sesuai protap nya.

        • Selain Bakormala juga pihak pengadilan juga harus dibersihkan. Sudah banyak kasus maling ikan ketangkep … dan oleh pengadilan dibebaskan. Mungkin gara” hal ini juga bisa menjadi pemicu uang sogokan ditengah laut. (Daripada orang pengadilan yg dapet duit dan aku hanya dapet capek, mending deal disini).

      • Berarti yang harus diperbaiki mental aparat di laut bukan ditutupi dengan teknologi. Beri nilai kebanggaan juijuir adalah sesuatu yang sangat berharga. Sekarang orang jujuir adalah pecundang

        • Kalau mental, semua harus diperbaiki… dari yang di laut sampe di tingkat pengadilan.

          • Benar harus sabar cerdas dan paham karakter dan psikologi aparat. Perlu roadmap yang jelas.

            Contoh nyata ada di salah satu bank bumn dimana kebanggaan adalah prestasi atas rencana kerja yg dpt diselesaikan tepat waktu serta berkualitas.

            Perlu waktu dan perjuangan

    • Setuju bung…drpd beli ke asu biaya lebih murah kl ke prof

    • dilihat dari harga, fungsi dan skala prioritas kayae kita blm butuh dech gan punya drone sehebat global howk…….. Harga global hawk terlalu mahal melebihi jet tempur sedangkan dari fungsi hanya pengintaian dan tdk dilengkapi dgn persenjataan apapun spt predator. Kita cukup membeli UAV sekelas Heron spt yng sdh dimiliki TNI, dan sdh memenuhi spesifikasi kebutuhan untuk pengintaian. Disamping itu kita sendiri juga sdh mengembangkan UAV sendiri yaitu PUNA meskipun msh jauh dari spek yg diharapkan. Dan beberapa waktu yang lalu seorang ilmuan UAV kita yg tinggal di jepang juga sdh menawarkan diri untuk mengembangkan UAV produksi dalam negeri.
      Anggaran belanja alutsista lbh baik d gunakan untuk membeli medium SAM, long range SAM, menuntaskan proyek kapal selam type-209, rudal C-705, atau proyek prestisius KFX/IFX yg dari segi pendanaan msh tersendat dan msh butuh banyak suntikan modal.

    • Setuju banget mas..

    • kok nggak mewujudkan “drone GARUDA” ciptaan Prof. Joshepat yaa….? pdhl kelebihannya banyak plus satelit n ditanggung tdk ada data yg bocor ke ASU…???? gagal oot

    • 12 T untuk 3 buah??? mending nambah 1 ska SU-35…. Drone kayak gini kasih 2T ke PT DI jg jadi… dikit kalah canggih g papa yg penting buatan sendiri!!!

  2. edaaaaan

  3. ..gitu ya Pak ?

  4. Gubrak, knp tidak produksi yg dalam negri yg ditambah, sehingga byk pula yg didapat dr angka triluyunan tersebut

  5. 5

  6. jiang****ikkk si paus terbang rek??? meng emeng pake satelit siapa? :mrgreen:

    • satelit BRI kalo dikasih…maaf ngawur mode on

    • Sy pernah denger beritanya klo gak salah Pak Jkw mau beli lg satelit Indosat, mungkin bs jd alat pendukungnya. Tp gak tau jg ding..,

      • APAKAH YAKIN MAU BELI INDOSAT? 200 T NEH? DULU JUALNYA BERAPA? GLOBAL HAWK SI PAUS TERBANG HARGANYA SELANGIT? MENDING BUAT SENDIRI, TOH PROF JOSAPHAT SUDAH MAU BANTU, PROF SURYA JUGA BISA..BERIKAN DANA RISET 1 T, 2 T UNTUK BUAT DRONE MASAL..KALAU JADI BELI NE BARANG SAYA TIDAK SETUJU, KARNA BANGSA KITA SUDAH BISA BUAT DRONE, KASIAN BPPT DAN LAPAN YG SUDAH BERSUSAH PAYAH DG DANA TERBATAS SUDAH MEMBUAT BEBERAPA MODEL DRONE.. BELUM LAGI PT DI YG PRODUK CN 395 MPA BAHKAN SUDAH DIAKUI LUAR NEGRI UNTUK PATROLI MARITIM…DRONE DARI USA, TIDAK SEJALAN DG CITA’ MEF..

      • Semoga bener dibeli bung. seperti janji ibu presiden dulu. Kita tunggu realisasinya.

  7. mantap………

  8. Welcome global hawk…

  9. hmmm…

  10. Beli yang canggih, tapi jangan lupakan pengembangan dalam negeri utk kemandirian bangsa. Secanggih apapun, kalau diembargo bisa berubah menjadi barang rosok. Sejarah tidak bisa dirubah, apalagi dihapus, dan akan berulang kembali.

  11. angin barat lgi kencang

  12. Yo wis to lelelelelleleel rasah ngetrol

  13. untuk beli drone dalam negri + bbm buat kapal patroli dah cukup itu

  14. Ini siih bukan ngusir kapal nelayan orang.. Terlaluu..
    Mantap dah kalo terwujud.. He.. 3x

  15. top…(bungkus)

  16. Puna Wulung and the geng gimana nasibnya??? kirain mau ada UAV ESEMKA..lha kok malah jadi beli lagi Global Hawk pula, emang dikasih sm mamarika..

  17. Bung Jalo! Sudah adakah pembicaraan antara pemerintah kita dengan Prof. Joshafat? Kemarin hari infonya bung Jalo ke Jepang, apakah dapat oleh oleh baru dari profesor Joshafat?

  18. JGN ASAL NGECAP KAGAK BAKALAN DI KASIH
    MENDING UANGNYA KASIH BUAT RISET SENDIRI
    KALO BISA BELI TEKNOLOGINYA

  19. udah lama liat drone bahkan sebelum pemilu katanya dari negara tiiiit,udah terbang dimari,yang saya ingin tanyakan itu barang pinjaman ato udah milik kita?tadinya mau nanya operatornya tapi saya gengsi.

  20. 12 trilyun dapat berapa SU 35 sama kilo class berapa biji ya.. ?

    • mas djokodjawa pie iki…ini yg ngemeng orang proyek….jgn di telan bulet2…kaya ga tau mandor aja…suudzon…heee..simsalabim abrakadabra…(tony q)

      • bung jenggo kalo saya pribadi lebih suka drone lokal, yg impor kan dah ada dr israel, 12 trilyun dapet 1skuadron SU 35, sisanya bakal riset ma ngembangin drone lokal

  21. ibid he2:”harga satu unit drone tersebut terbilang cukup fantastis, mencapai Rp 4,3 triliun. Karena itu, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 12 triliun sampai Rp 13 triliun untuk membeli ketiga drone tersebut”. Kok mahal ya…..? Gimana klo beli satu aja, sisanya buat beli SU 35 or dana riset drone kita he he…., ndak usah pake satelite, beli aja remote trus ditempelkan pd salah satu SU 35 yg terbang dibelakangnya, jd inget lagu tak remote ke mana-mana……, mohon maaf.

  22. Hahaha Keliatan sekali ya yg kontra JOKOWI, belum apa” udah ngegas slow aja men. kita liat aja dulu, beli alutsista itu kan ga sembarangan, harus melalui penelitian dikemenhan belum lewat persetujuan DPR dan belum tentu paman sam ngasih dan inget ada UU tentang pembelian alutsista luar harus ada TOT (transfer of teknology). jadi SLOW aja dulu, jgn kebanyakan ngeGAS. hahaha

    • Jangan salah sangka dulu bung, ini bukan masalah anti pak, jokowi atau yg lain nya,,, hanya saja, utk beli drone dari USA, rasa nya kurang sereg, troma akibat penyadapan yg di lakukan USA & five eyes, klo beli nya dari jerman , rusia, prancis, china atau mungkin ide nya pak, jos , akan di amin in sama tmn2 warjag, malah mungkin akan sangat setuju sekali, klo sampe buat drone garuda, dari ide nya pak, jos

      • Betul

      • Kl bisa jgn ke asu..malah mudah d sadap nanti

      • Bung Andri..apakah kalau kita beli drone dr AS pengelolaannya bisa mandiri penuh, dalam artian data yg kita dapat merupakan sebuah privasi yg sangat rahasia hanya kita yg tau dan bs mengelolanya..
        jangan2 nnt kl beli drone AS kita yg mengoperasikan, kita yg keluar ongkos & tenaga tp AS & sekutunya bs menikmati hasil itu jg alias disadap mereka hasilnya…
        maaf msh dangkal pengetahuan dlm hal ini…

      • loh SBY sekarang beli Apache dan f-16 itu bagaimana..

        • Fungsi nya beda bung, F 16 dan apache itu dikendalikan langsung oleh pilot, tanpa perantara satelit, pernah denger kan drone USA di hacker ma iran? Hal itu bisa terjadi sama global hawk, klo kita perang dgn sekutu nya,
          Lagi pula global hawk itu masuk nya kedalam pengintaian, urusan nya dgn intelejen, klo data intelejen kita bocor ke si upil atau aust, mau?

          Seperti yg diceritakan bung ghi di bawah, dia terbang di ketinggian 20km, otomatis hampir semua area dapat terpantau, dan satu keuntungan apa bila australia juga bs ikut menikmatinya, dgn begitu mereka bisa masuk ke kita dgn mudah, karena mereka tau posisi koordinat global hawk kita,

    • Santai bung….kampanye pilpress sdh lewat..back to basic…ALUSISTA NKRI….NKRI HARGA MATI!

    • Bung Sandal Jepit, mari semuanya move on. Tidak hanya pendukungnya Pak Prabowo, pendukungnya Pak Jokowi juga harus move on.
      Artinya, ayo kita bicarakan topiknya.
      Kalau menurut saya, karena Global Hawk termasuk HALE UAV (High Altitude Long Endurance) yang beroperasi di ketinggian hampir 20 km, dia sanggup mengamati dalam jangkauan luas.
      Hal ini berarti data yang bisa dikumpulkan akan sangat luar biasa banyaknya.
      Mengingat bahwa Amerika berkepentingan dengan strategi global, perlu benar-benar dikaji. Jangan sampai data-data itu nanti bisa diambil oleh Amerika.
      Jujur saja, melihat kepakaran Bu Cony, saya masih gagal paham kenapa beliau tampak setuju, mengingat resikonya yang besar.
      Mengingat Pak Joosaphat sudah menawarkan untuk membuat pesawat sejenis, saya lebih setuju uangnya dipakai untuk pengembangan UAV sendiri.

    • ayo berapa kali esbeye sang resi numpak montor mabur ri one??…maaf salbung tapi nyambung…padahal pes ri one…udah 7 keliling dunia..terbangnya…hee

    • apa anda tidak sadar, yang nge gas itu justru anda sendiri bung !

  23. negara2 yang dikaitkan dengan global hawk / triton sejauh ini masih sekutu amrik, oz, kanada, spanyol, jepang, korsel, nz kecuali satu, india yang berminat membeli 6 – 8 uint…

    • kalo jadi akusisi apa sarana prasarana dah siap bung danu ?
      itu juga butuh waktu, kalo deal di dewan sama di senat sono baru bisa terbang di mari 2017-an

      • bung DD, kalau dikasih, prasarana / runway sepertinya gak masalah, panjang cukup 1,130m, sementara sarana penunjang sistem komunikasi + ground support eqpt dsb. otomatis masuk di paket pembelian.

  24. kita kan sudah ada drone dari Israel….UAV EITAN

    http://defense-update.com/products/e/eitan-uav.htm

  25. Drone..apapun jenisnya, hanyalah alat. Tidak kalah penting adalah keberanian untuk menindak illegal fishing. Drone hanya satu biji dlm setahun bs mengawasi puluhan illegal fishing dan kemudian diproses hukum masih lebih bagus drpd punya bnyk drone yg berhasil mengawasi ratusan illegal fishing tp kemudian gamang dlm menindak pelakunya. Tapi lebih baik positive thinking pd pemimpin sambil menunggu hasil kerja drone tsb.

    • Pesimis karena mentalnya sang. Pemimpin titisan tuhan sering melwmpar kesalahan.

      • walah, yang diklaim titisan tuhan itu bukannya PS ? udah kebolak balik akalnya…

        • Lebih tepatnya seperti nabi, yaitu cara segolongan orang membela idolanya habis2an seolah2 idolanya itu nabi yang tidak pernah berbuat salah. Bahkan pembelaan golongan itu thd idolanya lebih dahsyat ketimbang thd Nabinya sendiri. Kl Nabinya sendiri dihina reaksi mereka biasa2 saja, tp kl idolanya dihina atau disalahkan sedikiiit saja, mereka akan membela habis2an dgn membabi buta. Pokoknya pendapat idolanya pasti benar dan pengkritiknya pasti salah ๐Ÿ˜‰

        • tetap ada beda sangat besar,

          “pemimpin titisan tuhan” adalah klaim pihak sono,

          “pemimpin seperti nabi” adalah tudingan pihak sono…

          ๐Ÿ˜€

    • Hemmm..

  26. Sy yakin global hawk gak mungkin bakal diobral krn ini produk sensitif seperti f22 yg gak dijual AS kecuali mereka boleh mendirikan pangkalan miiter di indonesia

  27. Apapun itu kalau utk kebaikan nkri saya setuju pak. Tapi tolong juga tawaran dr pak josaphat jgn diabaikan pak. Mohon sangat agar proposal drone garuda pak josaphat segera ditindak lanjuti pak

  28. Moga P Jokowi setelah melihat HUT TNi ke 69 di Armatin akan merasa bangga dan terus melanjutkan MEF restra ke 2

    • Otaknya gak nyampe.. paling dalam benaknya hanya selewatan opo iki aneh2 uakeh ueakeh elek elek wes tak jual wae

      Diproses ora popo nkri hancur siapa suruh pilih saya

  29. dapat 1 squadron SU-35 ya?
    terus teknologi pak Josh Tetuko gak dipake pak Joki?

  30. saya lebih suka yang kecil dan ringkas biar bisa dibawa kemana2,pengoperasian gampang,bisa digunakan siang maupun malam,tahan cuaca,mampu terbang diatas 30.000m,lama terbang 5jam cukup,kalo kecepatan sekarang udah bagus karna kalo cepat2 gambarnya malah dak jelas.bisa terhubung dengan komando maupun personil yang bertugas biar dak buta wilayah,dan punya kamera dengan resolusi tinggi dilengkapi night vision plus radar.cuma harapan n ngayal doang.imho

  31. Bung jalo,,,, kyk nya ide pak, jos ga didengar pak, jokowi,,,
    Kyk nya memang harus kerja keras nglobi pemerintah yg mandatang,,,

    Global hawk ini memang jauh cangkupan nya, tp apa tidak khwatir akan di tumpangi chip utk menyadap hasil poto atau video nya,,, atau di hack tetangga ? Karena body nya yg besar akan susah menemukan chip penyadapan nya,,,

    • yoi, mending pake karya anak bangsa kayak pak jose atau drone hamas punya jauhhhhhh lebih murah. lha wong al qassam aja setahhuku hanya sekitar 25 jutaan/biji ud jadi. whatt about you my friends?

  32. 13T 3 dron. Joki joki …hmmmm

  33. Yang mau beli Gombal Hawk itu Siapa ? he…Siapa?
    Gak ada itu ,,

    Wartawan : Kata bu Conie pak

    Kata siapa ? Kapan ? gak ada gak ada …wong dilantik aja belum,

    (Pak Jokowi mode on)

  34. mw global hawk atau drone lain sih ok2 aj, moga terealisasi.

  35. gimana caranya drone bisa mencegah ilegal fishing???

    • dengan menciptakan situational awareness bung wawan s,

      gelagat2 mencurigakan kapal2 asing udah terpantau sebelum mereka berbuat.

      sementara pengusiran / penindakan dilakukan pesawat lain / flying boat (imho kapal permukaan terlalu lambat untuk mencapai tkp)

      penindakan tidak bisa dipisahkan dari situational awareness.

      pertanyaannya, apakah biaya per jam terbang patroli global hawk lebih rendah dari nomad / c-212 / cn-235 / b-737 ? ๐Ÿ™‚

      • Bung Danu, maaf saya orang awam..
        menurut hemat saya, drone tersebut terlalu mahal, jika dibandingkan dengan alutsista lain yg lebih efektif dan tentunya lebih banyak kegunaannya, misalkan ks baru buatan jepang atau jerman harga satuannya tidak sampai 4 triliun..

        maaf pencerahannya bung Danu

        • tergantung kalkulasi ekonominya bung couvu,

          beli 3 unit – 12T, dimanfaatkan selama 18 tahun (=jangka waktu depresiasi, artinya dalam 18 tahun nilai buku 3 unit = rp 0, berarti depresiasi per tahun rp 666 M)

          jika dengan mengeluarkan rp 666 M/ tahun + biaya avtur + maintenance dsb dst bisa digagalkan pencurian ikan 300 T / tahun (katanya) – ya murah…

          • iya bung danu, harga yg mahal, biaya operasional pastinya tidak murah, dan masih membutuhkan alutsista lain dalam pergelarannya, rasanya drone yg satu ini tidak usah masuk list…

          • jadi 3 drone tsb beroperasi 1 hari 24 jam dan 7 hari seminggu? APa nggak jauh lebih ekonomis kalo mengembangkan drone bikinan prof. Josapt ? hanya dengan dana 10% dari 12 T sudah bisa dapet banyak.

          • Ooo.. iya Bung Danu masuk akal juga kalo begitu, untuk kemampuan alutsista tersebut, berapa jm/hari dan cakupan wilayah patrol dan kecepatan..? kesemua itu bisa menentukan kualitas pastinya kan?
            beberapa perusahaan dalam negri yg terkait termasauk BPPT sedang mengembangkan drone, apakah dapat tot, dan bagaimana tanggapan tentang Rusia yg siap mamasok drone khusus untuk RI?
            lanjut bung Danu.. ๐Ÿ™‚

          • GH adalah drone hale / high altitude long endurance,
            max endurance 35 jam, 24 jam on-station (muter2 di lokasi patroli), kecepatan 575km/jam.

            ( imho gak usah terlalu diramein dulu, kemarin rame2 pesawat kepresidenan, ternyata ke fiji gak dipake, ke portugal/amrik/jepang juga gak dipake, tambah gak masuk hitung2annya, karena untuk lebih ekonomis daripada nyewa, harus digunakan 1,600 km/hari klo gak salah )

          • Bung Danu
            TANYA kenapa gak dipakai ?
            Kalau sudah ada jawaban
            Kenapa harus Gombal Hawk ?

          • bung Satrio,

            soal pesawat kepresidenan? wah saya juga kepingin tahu..

            saya gak bilang HARUS gh, tapi secara ekonomis masih OK, dan drone prof jos mungkin lebih OK, cuma topiknya kan gh…

      • 13 triliyun kallo dibeliin odong odong dpt brp ya

      • Lebih masuk akal lagi bila membeli yang lebih murah dan sesuai kantong
        Atau buatan dalam negeri ๐Ÿ˜€

        • Bener bung @Satrio. Semoga kedepannya Bpk. Jokowi sebelum mengambil keputusan mendengarkan semua masukan dari user dan penasehatnya serta menghitung sampai tuntas. Sehingga tidak terjadi (menambah) konflik dikalangan bawah.

          Oh ya bung, ada yang minta pembinaan tentang kewiraan tuh terutama tentang proxy war.
          Tampaknya banyak yang belum paham dengan bahasa “wayang”

          ๐Ÿ˜€

  36. Klo cm sekedar buat pengawasan mending beli wulung dr pt di
    Duit nya msuk ke dalam negri ,klo mw di persenjatai tinggal di tingkatkan lg….
    Drone buatan lokal jg sudah mampu

    • Betul@ bang Ncank Setujuu, Cintai produk dalam negeri……..

      • Bung arek
        Undang2 mewajibkan membeli alutsista untuk di beli dalam negri
        Klo dngan nominal segitu dan dpetnya gk seberapa mending ambil buatan lokal
        Klo masalah endurance dan lama terbang ato daya angkutnya asal pemerintah mw ngedukung dan kasih dana wulung bisa berevolusi menjadi ucav….
        Salah satunya ya beli wulung sebanyak2nya dan di tempatkan di pulau2 ato tiap propinsi buat pengawasan,pemetaan dan pengintaian…
        Lagi pula buat apa punya drone yg di lengkapi misil klo untuk pengawasan masih kurang…

        • Sama 1 lg , pembelian alutsista dr us itu mustahil dpet tot
          Klo pun dpet paling cm sekedar merakit dan pelatihan
          Kecuali us mw berbaik hati kasih offset
          Tp yg udah2 hampir gk ada tot nya

  37. Kalau jadi beli Drone Global Hawk kesannya dah seperti di Afganistan..bukannya skala prioritasnya buat pengawasan & pemetaan bkn penghancuran..lebih baik beli pesawat tanpa awat buatan lokal aja..dan dana nya mending buat beli SU 35 s yg banyak..:)

  38. 12 trilyun dapet 3 unit ya?
    Entah mengapa saya lebih memilih beli kcr…. Dengan asumsi harga 400m per unit, uang 12 trilyun karuan dapat 30 unit kcr
    selain bisa mengcover lebih banyak wilayah, juga memajukan industri dalam negeri
    atau kalo maunya yang terbang beli aja nc235mpa yang gotong ocean master 400 yang jarak radarnya 360km, dengan 30 unit cn235mpa saya yakin lautan indonesia bakalan tercover

    • setubuh bung,,,,atau untuk penelitian drone yang saat ini sedang dikembangka oleh kemenhan, BPPT dan PT DI

      • Idem bung, misal 4 trilyun buat pengembangan dan 8 trilyun buat produksi, pasti ngak hanya 3 unit drone …. Saya yakin indonesia bisa buat kalo cuma buat pengawasan

    • Kan masih kosongan bung, kalo udah ditambah radar + senjata mungkin harganya gak cuma segitu, eh tapi kalo full armament paling harganya cuma 200 milyar kali ya….. Berarti bisa dapat 60 unit dong

    • Masuk akal bung…pengawasan langsung penindakan….
      Kalo KCR60 (radar dan senjata lengkap..jgn sanpe fit but not with) + cn235 mpa asw…. tambah josss itu…

      Bukan gak mau punya global hawk…realistis ajalah.. punya global hawk tanpa eksekutor yg menindak juga percuma

  39. Katanya harus mencintai produk dalam negri…..tapi kalau pemimpinnya juga masih mencintai produk luar negri ya….gmna rakyat mo ngikutin

  40. O gitu to? Lah terus bijjimane?

  41. mahal amat apa gk ada opsi lain pa. apa cuma karena janji waktu kampanye. sayang uang segitu cma 3 biji, lebih baik drone buatan lokal dapat banyak kan sudah ada ahli yg sanggup bkin drone.

  42. bapak kita kudu punya konsultan alutsista … cukup sekelas kaum warjager … dijamin efektif & efisien deh

  43. Kenapa ngak pakai drone prof josaphat aja, 12 T bisa dapet 1000 drone

  44. cuma Mimpi, sujud dikaki obama baru dikasih tuh drone

  45. Kenapa gak beli drone predator aja kan bagus tuh di pasangin rudal. Nah kalo global hawk ada rudalnya gak

  46. Bung Diego, Bung Gue, Bung Satrio, ane klo mau share foto2 dokumentasi leo,dkk waktu mampir jogja ke warjag caranye bijimane yak?

  47. @bung jalo, dimaklumi aja pemilihan presiden itu mirip2 main judi, kalau dapat yg bagus ya untung dan kalau dapat yang ***** ya buntung… sebenarnya jadi pemimpin bangsa sebesar indonesia harus orang yg luar biasa dengan mental yg luar biasa juga, semoga saja pak jokowi mempunyai kemampuan untuk memajukan indonesia minimal 5 tahun kedepan kondisinya sama seperti saat ini, untuk sementara dilihat dari perjalanan kepemimpinan beliau masih banyak orang yg menyangsikan kemampuan pak jokowi, dan saya salah satunya. maaf kalau ada yg tidak berkenan

    indonesia bisa

  48. Setuju sama bung jalo…..
    Sebenarnya uav buatan kita yg paling berkompeten itu buatan mana?

    Monggo……?

    #SR mode On#

    • Sudah banyak dibahas bung, kalau saya buka kasus UAV wulung nanti ada yg ngambek… Lebih baik mengamati dulu, untuk UAV pernah ada berita tentang buatan Pak Josaphat, lalu ada juga yg dibuat oleh Pak Endri, dan masih banyak lainnya. Kalau mereka dikumpulin saya jamin kita bisa membuat yg sama, kemarin saya ketemu dengan teman yg sudah bertahun2 tidak pulang ke Indonesia. Kedatangan beliau membuat saya gagal nonton HUT TNI di Surabaya kemarin. Beliau adalah salah satu yg ikut dalam project UAV Amerika diatas, saya banyak denger kisah beliau apalagi saat menawarkan ilmunya ke pemerintah pada beberapa tahun lalu yg akhirnya berakhir “MIRIS”.

    • Setuju bung Jalo! sy sempat berpikir dari Rp. 2000 T itu bisa min dpt Rp. 200 T 10%. padahal industri strategis kita banyak sekali kekurangan modal buat bahan risetnya.

      Btw bung Jalo mau nanya nih, gmn kbrnya dedek Rafa,Nakula,Sadewa sm mbok Astuti? pada sehat2 kan?? hehehe

  49. Bung jalo maaf mau tanya kenapa indonesia belum mau bekerja sama dengan prof josaphat, apa kah ada hambatan dari jepang?. Terima kasih

  50. Keterangan ini dari mana ya , pak jokowi aja belum di lantik , tapi kita hormati saja semangat beliau untuk drone global Hawk , tapi jujur seharusnya dilihat dulu sarana pendukungnya seperti satelit dan ground equipment pendukungnya sudah lengkap dan dihitung belum semuanya??? Belum lagi TOT nya gak ada , terus global hawk fungsinya hanya citra pemetaan dan intai bukan seperti QF 16 sergap dan serbu , dan andaikata yg ditangkap itu mending bisa di adili La wong aparat& pejabatnya mata duitan pasti tuh bisa keluar lagi dari penjara si ilegal fishingnya contohnya aja tuh di perbatasan di puLau natuna sy nonton di kompas TV sanagat miris pemandangannya ๐Ÿ™

  51. harga berpatutan cuma Rp 4,3 triliun……….ini sekali uang pelicinya 50%………jiaan edannnnnnnn

  52. Tidak smart beli gombal hawk 12 triyun hanya untuk mengawasi ilegal fishing, biaya operasionalnya berapa? Tidak efektif dan efisien tidak bisa digunakan untuk perang melwan sonotan n sonora. Rawan embargo dan penyadapan.maaf ngaur

  53. Dilantik aja belum, …….jangan terlalu banyak janji janji yang bisa membebani sendiri !
    ( kalo rakyat sih seneng aja tapi jangan lupa SU-35, S-400/S-500, KS “kelas herder” )

  54. Semoga banyak pejabat TNI & Kemenhan yang mantengin JKGR, secara logika 3 drone meng cover 3 ALKI ?? duit segitu saya lebih setuju dengan pendapat memperbanyak KCR 60 makin banyak makin rapat laut kita. atau penambahan pesawat patmar , utk penindakan langsung CN 235 patmar pun bisa di persenjatai tho ? kemudian radarnya di percanggih. Mending memajukan industri dalam negri ketimbang beli drone 3 BIJI 13 Triliun !!

  55. Dalam imajinasi saya ….kekuatan TNI sekarang khususnya TNI AL ampu kok utk mencegah illegal fishing dll …lah wong illegal fishingnya di sekitar tempat itu jg nggak kemana mana…cuman aturan hukumnya kan bisa di beli atau diamainkan jd begitu ketangkep tinggal maihkan aja hukumnya…he..he..he sehingga menimbulkan rasa frustasi di tingkap operator bawah…mau jujur dan idialis jd kayak orang gila …keadann ini sdh menggurita dan menjadi kompleks….mau punya orang bisa terbangpun sprt gatot kaca nggak ngaruh…apalagi cuma punya gombal hawk….kata para bandar …sini gua sewa utk mendeteksi ikan ….dimana ya yg banyak ikannya.

  56. Nurut ajalah,,,beliau kan bisa malu kalau gak beli drone

  57. Satu lagi aturan ttg kemaritiman kita sangat sangat longgar dan bisa di manipulasi…sekali kali jalan jalan ke pantai indah mutiara kapuk sono….dah stand by aja tuh berbagai jenis kapal sampai catamaran pun ada…mau bawa masuk apapun bisa …jangan jangan kapal selampun ada disana

  58. ya kita bisa lihat nanti Lebih ke arah mana pemerintahan Jokowi -JK”
    apakah sama dengan SBY …yg lebih universal dan seimbang dalam bekerja sama dengan negara asing ‘.. kita tahu bahwa indonesia mempunyai sejarah yg cukup pahit atas embargo di masa lalu.
    jadi kami berharapa untuk alat-alat vital pelindung negara, kita harus kembangkan sendiri atau bekerjasama dengan pihak yang saling menguntungkan . kita tahu sejarah menunjukan kenapa Bung karno lebih memilih alat alat senjata dari pihak yang mendukung penuh indonesia tampa embel2 yg merugikan bangsa .

  59. Pk joko w harus konsisten dengan ucapan2 nya ……….we are wait and see your move !

  60. Ini hanya nutupin malu waktu kampanye saja dan tidak kruisal. Yg urgnt adalah energi dan lingkungan srrta infrastruktur

    Kan sudah ada roadmap jelas di mef kenapa dronotoloyo tiba2 nongol

    Saya anti jokowi dan sudah nyata kapasitas dia tidak layak jadi pimpinan sama dengan mbok satu yg dulu bnyk aset yg dijual. Tunggu saja kehancuran nkri

    Salam pa

    • Yang jelas sebentar lagi beliau jadi RI 1 dan menjadi Panglima tertinggi TNI sesuai dengan Undang-undanh yang berlaku di NKRI. Kalau sampeyan anti dan tidak setuju…. silahkan buang identitas anda (KTP,SIM,PASSPORT) sebagai orang Indonesia. Beres kan.

      NB : Sewaktu pilpres saya juga tidak memilih JK.

      Sekarang waktunya berjalan maju dan memajukan Indonesia.

    • Identitas nkri tidak akan saya buang dan saya tidak selemah mental gubernur kalbar yang memiliki pendapat makar untuk referendum kalbar merdeka.

      U know who is kalbar governor? Ttidak lain adalah kader pdip. Bukti empiris sudah jelas mental mereka bukan pejuang tetapi pecundang sama seperti kebanyakan

  61. Embergo…!!

  62. 12T kalo gak salah udah dapet 16 biji SU-27/SU-30 kalo ak salah….kan kesempurnaan milik Tuhan, dan kekurangan milik Bunda Dorce…hehehe salam

  63. ini mungkin salah satu bentuk realisasi perjanjian sebelum pemilu dengan pihak asing….. kita tunggu aja kelanjutannya

  64. Teknologi nanosatelit pak Johanes Surya, tentu dijadikan platform utama. Penggunaan satelit indosat untuk sementara rencana tertangguhkan. Kalau memenuhi janji politik beliau, pemilihan drone pak josaphat jauh lebih menjanjikan..imho..

  65. koq sama ya namanya sendal jepit jg

  66. Buat bung Jalo saya dan rekan warjageer setuju jika drone dikembangkan prof josh yg bersedia meluangkan waktu dan pikiran demi NKRI jadi jangan membuat anak bangsa pesimis hanya karena tdk ada perhatian dari pemerintah. Tolong dan tolong sampaikan permintaan saya dan rekan warjager yg menginginkan kemajuan teknologi bangsa secara mandiri. Tolong dengarkan suara kami ini wahai pembuat kebijakan. Sekian.

    • Dari dulu UU sudah ada bung, cuman untuk menjalankannya susah.

      “Jumlah uang menjadi ‘gula’ bagi berbagai pihak dan berupaya dengan berbagai cara agar bisa mendapatkannya,” Mantan Kepala Staf TNI AD Jenderal Pramono Edhie.

  67. global hawk…?
    Itu yg buat statemen lg halusinasi yah hehe
    negara sekelas indonesia dimata amerika,yakin kah akan diberi global hawk?…
    Yg jauh lebih murah aja belinya ngos2an,apalagi yg mahal bgini…
    klo pun sanggup,Secara itung2an jauh lbh baik beli satu skuadron f35…realistis dong

  68. emang koplak,
    dikasih wulung dibilang jelek/murahan
    dikasih heron dibilang harom
    dikasih gombal hok dibilang mahal
    yo wis memang demene simbah S60 !!
    hihihiii……….

  69. setubuh eh se7 marso si anak lapo

  70. Mari berhitung, dan Anggap saja anggaran ada dan berlebih.

    GOMBAL HAWK
    A. Kerugian /kelemahan dan Resiko
    1, Mahal
    2. Jumlah terbatas, jika rusak, atau jatuh maka hilang efektifitasnya.
    3. Rawan sadap
    4. Rawan Embargo,
    5. Tdk ada TOT.
    B. Keuntungan.
    1, Strategis
    2. High teknologi
    3. Kinerja tinggi (seperti jangkauwan luas dan out put prima) , proven.
    4. Memiliki efek diteren memadai (jika ada penysupan sista asing)

    DRONE PRODUK SENDIRI (PROF. JOS)
    A. Kerugian atau resiko.
    1. Proyek bisa saja gagal. (gatot)
    2. Butuh waktu yg lebih lama
    3. Sukses dibuat pun belum teruji kinerjanya.
    B. Keuntungan.
    1, Murah
    2. Mandiri, baik teknologi maupun produksi.
    3. Bebas embargo
    4. Diteren tinggi.

    Ya sudah gabung aja, beli sekalgus buat paling abis 15 T.

    OKE. LANJUTKAN ……..

    • Coba dibaca lagi artikel sebelumnya, disitu sudah dijelaskan pengerjaannya memakan waktu 1 hingga 2 tahun. Dengan anggaran segitu untuk aplikasi UAV bukan hanya Prof. Josh yg kerjakan tapi ahli UAV di dalam negeri maupun yg sudah berkecimpung di dunia UAV internasional salah satunya ada beberapa ilmuwan kita yg terlibat di program Drone Internasional.

      Untuk kesuksesan, itu teknologi diambil dari JX-1 dan JX-2 yg sudah teruji dan sudah mendapat apresiasi beberapa negara. Drone ini juga sudah mendapat sambutan dari Militer Jepang. Sekarang drone yg kemarin beliau dengungkan sedang dikerjakan pemerintah Jepang, Taiwan, Malaysia, Amerika, dan beberapa negara besar lainnya. Kenapa mereka mau join dalam program ini?? Kenapa negara2 besar ikut dan dalam negeri belum mau melirik??

    • Assalamualaikum wr.wb.
      menurut saya tergantung pada kesiapan dalam jiwa kepemimpinannya
      setidaknya seorang pemimpin harus bijak dan pandai dalam mengambil keputusan
      dan itu tergantung dari informasi yang diterimanya.
      di dengungkan seperti apapun dalam hal penggunaan teknologi berbasis kemandirian tidak akan didengar, bilamana anda bukan orang berpengaruh dalam lingkungan kepemimpinannya dan akan menjadi repot bilamana seorang pemimpin minim dengan keahlian dalam memimpin dan juga sebuah negara itu kompleks

      drone prof Josaphat memang lebih baik dalam segala aspek selain untuk pengenalan teknologi juga untuk pengembangan teknologi
      namun hal itu tidak akan di ambil kalau anda seseorang yang minim kemampuan dalam pengetahuan

      • Bung @ wong deso, kita disini hanya mengulas, membahas dan mengeluarkan opini, tentu sulit untuk berharap di dengar apalagi diikuti, ada staf petinggi pun yg membaca kita sudah bersyukur.
        Kalau pengetahuan teman-teman disini, sangat sulit untuk diukur, karena background yg berbeda-beda.
        Oleh sebab itu biarlah opini mereka tumbuh dan berkembang dengan sendirinya.

  71. kalau cuma beli global hawk tanpa beli pendukung juga percuma.. moga2 jokowi berpikir jernih dan tdk terburu2.. dan selalu koordinasi dgn tni dan kemhan utk pembelian alutsista.. bukan cuma dengar dari pembisik lalu memutuskan..
    misal global hawk lihat ada pemcurian di laut maluku atau papua yg tdk ada kapal patroli sekelas kc atau kcr.. toh percuma jg tdk bisa yg eksekusi.. kan global hawk hanya bisa lihat dan lapor.. lain lg kalau ketemunya di tengah laut yg tdk ada kapal laut.. ngusirnya gimana..
    bukanya dulu pernah ada wacana pakai satelit dan kapal2 patroli di perbanyak.. apalagi satelit sekarang bisa lihat kapal selam di laut dangkal.. tinggal murahan mana satelit sama global hawk.. dan jikalau perang yg gampang di hancurkan mana..
    IMHO..

  72. 3 unit drone “SEJENIS” global hawk yg dibuat amerika….#global hawk “JENISNYA” adalah Combat drone….

  73. 13 T untuk 3 unit Drone?? Helloww.. knpa ga dibeliin Fighter ama pelornya aja pak?? kan bisa dapet 1squadron?? dan bisa lebih Luas Jangkauannya?? ingat yg anda pakai itu uang Rakyat pak. harus digunakan se efektif mungkin.. mbok yo dipikir dulu?? ๐Ÿ™

  74. Sebenernya saya msh rancu, yg mau di beli presiden kita itu pesawat tanpa Awak atau Drone y..?? karna arti dan fungsinya beda..

  75. Artikel diatas ditulis “sejenis” global hawk..bukan harus global hawk. Beli seperlunya, sisanya untuk dana riset UAV.

  76. SUDAH SUDAH gak perlu gontok gontokan
    Semua bisa mengaku sudah berbicara dengan pak Jokowi dll ,Nanti sales B ngomong lain beli dari China,, kalian malah bingung .
    BANYAK yang akan memanfaatkan dan mencoba mencari celah Program Drone yang sudah dicanangkan oleh Pak Jokowi,

    Pintar pintarlah mengunyah mana bahasa sales, Test opini masyarakat , atau wacana dari Teamnya pak Jokowi

    Sebelum ada Pengumuman resmi rugi kalau kita beradu otot dengan Hal yang tak pasti,
    DRONE itu nanti masuk kedalam Alutsista
    Jadi akan digodok dulu oleh user diajukan kemenhan,naik ke KKIP baru ke bapenas dan Menkeu lanjut ke DPR untuk dicabut tanda bintangnya baru di adakan kontrak
    Di DPR masih berimbang yang bisa melihat perlu tidaknya membeli yang mahal,dari luar negeri atau dalam negeri dll. Wong Anggaran Pembuatan Kasel dalam negeri aja yang cuma berapa triliun dan pasti untuk kemajuan INHAN mbulet apa lagi Gombal Hawk

    Wis bahas yang lainnya aja dari pada disini saling Cemoh,
    Pak Josaphat itu dimata team Transisi dianggap kurang Nasionalisme karena pergi keluar negeri mengabdi disana, (info dari bung jalo kalau gak salah)
    Jadi biar nanti diperjuangkan lewat DPR ,, Kan banyak Komisi satu yang mengintip disini dan membaca Artikelnya bung Jalotentang prof Josaphat.. bila mereka mempunyai Nasionalisme tinggi pasti membaca warjag

  77. gak seluruh luas laut bung, ada prioritas2 tertentu, yang kaya ikan (al. disebut arafura)

    • Berarti nggak ekonomis sama sekali…….. Kalo yg di hanya bisa mantau spot-spot tertentu.
      13 T coba dibikin 10-20 drone dalam negeri plus KCR 60 20 unit mungkin malah lebih bisa cover jauh lebih luas dibanding 3 drone super canggih yang lagi diiklankan.

      • kcr vs drone
        singkat aja….
        kapal tni kalau patroli bisa berhari2 di laut. tinggal ke spot yang dicurigai tunggu, lihat layar radar dan sonar, kokang senjata…beres. tercapai sudah prinsip pengawasan dan tindakan. bisa dikombinasi dengan wulung.

      • yang gak ekonomis sama sekali itu jika laut2 yang gak ada / minim ikannya terus dipantau…

  78. Disebut Lakukan Tes Palsu, Sistem GPS Predator, Hornet, dan Raptor Digugat
    admin | 11/10/2014 | PLATFORMS | No Comments

    Sistem GPS LN-100 ternyata mendapat gugatan dari karyawannya sendiri, Tood Donaldson yang menuduh Northrop Grumman, produsen LN-100 telah melakukan pengujian tidak layak terhadap teknologi tersebut. Padahal system GPS tersebut saat ini sudah digunakan untuk sejumlah pesawat militer canggih dan penting.

    Donaldson sudah mengajukan gugatan ini dua tahun lebih tetapi selama ini ditutup dari public. Namun pada Jumat 10 Oktober 2014 lalu mulai dibuka oleh Pengadilan Utah Amerika. Dalam gugatan itu, Donaldson menuduh bahwa karyawan Northrop Grumman telah berpura-pura menyatakan โ€œlulusโ€ hasil untuktes LN-100 yang kemudian dijual kepada pemerintah AS untuk keperluan militer dan lainnya.

    Tes mengambil 10 menit untuk berjalan di setiap unit LN-100. Tuduhan Donaldsonterhadap Northrop menyatakan LN-100 sebenarnya gagal Test. Donaldson sendiri telah bekerja di Northrop Grumman sejak 1986 dan saat ini menjadi manajer produksi.

    Dalam gugatan itu juga dinyatakan perusahaan belum memperbarui file kalibrasi LN-100 secara benar sebelum mengirimkannya ke pemerintah AS. Dia menyebutkan kesalahan kalibrasi GPS dapat memunculkan kesalahan kecil yang kemudian akan menumpuk dan mengganggu system sehingga pembacaan posisi akan semakin buruk dari waktu ke waktu.

    Los Angeles Times menulis, pemerintah AS telah menolak untuk bergabung kasus ini, tapi masih bisa memutuskan untuk campur tangan pada saat ini. The Los Angeles Times juga mencatat bahwa meskipun Donaldson tidak menyebutkan kasus-kasus tertentu karena kegagalan LN-100 di lapangan namun investigasi Angkatan Udara menyalahkan LN-100 untuk kecelakaan sebuah pesawat tak berawak Predator yang membawa rudal Hellfire pada 2001 di Afrika Utara Republik Djibouti. Kala itu ketinggian Predator yang ditunjukkan system ternyata lebih tinggi 400 kaki dibandingkan ketinggian sebenarnya. Selain Predator, dan RQ-4 Global Hawk LN-100 digunakan dalam F / A-18 Hornet dan F-22 Raptor.

    Sumber: Los Angles Time

  79. Indonesia siap mengekor setelah amerika dan jepang sukses menerbangkan uavnya prof josh dan akan membeli jika sdh kena kompor mledugnya malay.kita baru bisa beli jika sdh di stempel oleh jepang,Made in JAPAN.Dengan luas sebesar eropa yg kaya sda ,kita wajib mandiri untuk uav dan satelit untuk pemantauan dan peringatan dini.

  80. Yehwa!! Ini pilihan tepat, Pak Jokowi, anda memang presiden yg visioner, sy yakin akan disandingkan jg dgn MQ-9 Reaper atau paling tidak Predator dan Heron TP dr Israel. Ini jg sbagai penegasan kembalinya TNI menggunakan alutsista2 paling canggih di dunia buatan USA. Rusia kayaknya smakin tenggelam ke alam baka dgn alutsista2 bobroknya.

  81. Kalau mau murah buat sampan, pasang CCTV….,lebih baik ditunggu saja, toh pembelian drone itu masih wacana

  82. ketika janji terucap, memang harus ada yang bertanggung jawab

 Leave a Reply