Journey of KRI Bung Tomo

104
105
KRI Bung Tomo dari Inggris menuju Indonesia (
KRI Bung Tomo dari Inggris menuju Indonesia (photo: marinetraffic.com)

image

image

image

image

Jadwal Perjalanan KRI Bung Tomo dari Inggris ke Indonesia, (hingga posisi kapal hari ini).

Port Arrival (LT) Departure (LT) In Transit
IT CIVITAVECCHIA (UTC+2) 2014-08-11 07:51:00
ES MALAGA (UTC+2) 2014-08-09 08:19:00
ES MALAGA (UTC+2) 2014-08-07 08:24:00
GB PORTLAND UK (UTC+1) 2014-08-03 10:34:00
GB PORTLAND UK (UTC+1) 2014-07-31 17:15:00
GB PORTLAND UK (UTC+1) 2014-07-31 08:20:00

Korvet KRI Bung Tomo Class dalam perjalanan dari Inggris ke Indonesia,yang akan singgah dulu di Spanyol. KRI ini dibekali beragam senjata yang terbilang canggih: Kanon reaksi cepat Super Rapid OTO Melara kaliber 76 mm, 4 rudal anti kapal MBDA MM40 Exocet Block II, 16 rudal SAM MBDA (surface to air missile) Mica, dua peluncur torpedo triple BAE Systems kaliber 324 mm, dua kanon PSU (penangkis serangan udara) DS 30B REMSIG 30mm buatan MSI Defence, dan perangkat perang elektronik Thales Sensors Cutlass 242. korvet ini dibekali deck helipad untuk didarati heli AKS sekelas S-70B Seahawk, meski tanpa dibekali fasilitas hangar.

104 KOMENTAR

  1. Kalo liat main mast yg tinggi banget bgt….sayang kalo gak sekalian dipasang radar dan pinsil long range ….. btw…. mica nya sdh terinstal blm seh…? Denger2 dipasangnya di pt.pal sekaligus sambil belajar instal vls untuk pkr nantinya yg keb3tulan juga pake mica

  2. Mohon maaf sebelumnya; jujur saja, dari sisi “penampakan” saya tdk begitu suka dg kaprang ini (sekali lagi “penampakan”). Tiang kapal ini terlihat terlalu besar, tdk (begitu) serasi dg badan kapal. Utk tiang sebesar itu, sepertinya tinggal ditinggikan aja lg, sehingga bisa dijadikan tiang BTS. Trus stand by kan kaprang di perbatasan; jadi deh BTS terapung….. 😆 😆 😆 😆

    Dari sisi body, kapal ini jg terkesan terlalu pendek sehingga terlihat seperti terlalu gemuk; panjang dan lebarnya nampak tdk harmonis.

    Maaf sekali lagi; ini hanya pendapat org awam.

    • Mohon maaf juga sebelumnya; jujur saja, dari sisi “komentar” saya tdk begitu suka dg komen anda ini (sekali lagi “komentar”). Otak anda ini terlihat terlalu kecil, tdk (begitu) serasi dg badan anda. Utk otak sekecil itu, sepertinya tinggal sekolahin aja lg, sehingga bisa mengerti mana tiang BTS. Trus stand by kan otak anda ini di atas lautan; jadi deh otak terapung…karna ga ada isinya

      Dari sisi body, kepala anda ini jg terkesan terlalu pendek sehingga terlihat seperti terlalu gemuk; panjang dan lebarnya nampak tdk harmonis.

      Maaf sekali lagi; ini hanya pendapat org awam juga.

      #belajar lah “komentar” yang baik, biar begitu juga tetangga dah gemetar denger kedatangan ini kapal.

      Salam “NKRI harga mati”

        • Itu buat ngingetin sm mustang kita yg legendaris bung…sebenarnya ini ciri khas mustang Belanda yg dikenal pejuang kita sbg si cocor merah. Tapi setelah pengakuan kedaulatan dan mustang mustang tersebut diserahkan ke kita sbg bagian dari rincian penyerahan kedaukatan pasca KMB, gambar taring hiu itu tdk di ubah sebagai tanda kekaguman TNI akan kesangaran Mustang tersebut saat perang kemerdekaan (kalau mendengar cocor merah maka pejuang kita akan tiarap tak berkutik).tercatat komodor Leo Wattimena sangat menyukai terbang dengan cocor merah ex Koninkljk Luchvaart ini ketimbang jet jet tempur AURI waktu itu…

      • @Flanker : maaf bung, anda kelahiran tahun berapa??motif gigi hiu ini sudah melegenda bung, anda jangan samakan seperti topeng ondel2 untuk menakut2i anak kecil..Di Indonesia motif ini mulai dikenal menjelang akhir Perang Kemerdekaan ketika Belanda membawa armada P-51D Mustang yang saat itu disebut dengan Cocor Merah. Ada juga yang menyebutnya Mustang Gigi.
        Sampai Indonesia menyatakan kemerdekaannya dan memiliki Angkatan Udara sendiri (AURI) dengan modal pesawat-pesawat yang diserahkan oleh Belanda kepada Indonesia. Motif moncong hiu ini masih dipertahankan yang saat itu Mustang tergabung dalam Skadron Udara 3.Setelah tertidur cukup lama TNI AU kembali menghidupkan motif ini pada pesawat tempur terbarunya yaitu EMB-314 Super Tucano dengan harapan bahwa Legenda Si Cocor Merah diharapkan bisa bangkit lagi di dalam Skadron Udara 21.

        bukan sekedar untuk nakutin anak kecil!! mohon anda belajar sejarah lagi..terimakasih 🙂

    • IMHO, body kapal ini memang tidak mengesankan selayaknya kapal stealth yang jamak sekarang dibikin. Tapi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dari komen Anda yang menurut saya justru menjadi kelebihan kaprang ini.
      1. Menara mirip BTS. Memang, tapi lihat apa saja yang nangkring si menara tsb. Bahkan jika perlu, masih bisa kita tambahkan radar low profile kita dan berbagai pengendus lainnya.
      2. Gemuk dan pendek. Justru radar signaturenya jadi rendah dan susah diserang dengan rudal yang sea skeamingnya tinggi.
      Maaf, pendapat awam.

      • IMHO, maaf sebelumnya, masalah tiang terlalu besar badan terlalu gemuk tidak usah anda pusingkan karena semuanya itu hasil perhitungan rumit para enjineernya supaya keseimbangan kapal menjadi baik, bukan sekedar hanya asesori macam modifikasi racing motor bodong seperti yg kita orang awam pikirkan

        maaf hanya pendapat orang awam

    • IMHO, maaf sebelumnya, masalah tiang terlalu besar badan terlalu gemuk tidak usah anda pusingkan karena semuanya itu hasil perhitungan rumit para enjineernya supaya keseimbangan kapal menjadi baik, bukan sekedar hanya asesori macam modifikasi racing motor bodong seperti yg kita orang awam pikirkan

      maaf hanya pendapat orang awam

    • Memang kalau dari penampakan khususnya dr depan atau belakang kurang serasi antara ketinggian badan kapal & tower,,dengan penampakan spt itu bagi kita seoalah pusat gravitasi kapal jd terlalu tinggi sehingga akan mengganggu stabilitas kapal jika bermanuver, utk memastikan tentu harus tahu terlebih dahulu center of gravitynya berapa ? dengan tdk ada suuzon kpd perancang kapal & teknisi tni al maupun pal yg terlibat diawal,,tentulah center of gravity nya sdh dipertimbangkan di paling awal, mengingat wkt itu jg santer terdengar bhw bbrp negara menolak kapal ini krn nahkoda ragam bermasalah pd keseimbangan saat bermanuver atau speed tinggi konon katanya miring,,sy pun diawal melihat penampakannya sempat nyeletik sepertinya keseimbangannya bermasalah,,,,kita yakin lah sdh diatasi masalah tsb dengan baik,,tdk terlalu susah juga kok utk mengatasinya, tp tetep memerlukan biaya

      • Kalau sudah dalam perjalanan di laut lepas ya berarti sudah terselesaikan masalah keseimbangan tersebut. Sudah melalui sea trial sebelumnya. Kan tidak mungkin gegabah melayarkan kapal bermasalah di laut lepas, kan?
        Dari artikel sebelumnya, misalnya tulisan bung Yayan, ahli2 Indonesia berperan besar dalam menyelesaikan masalah tersebut.

  3. Hati-hati dalam pelayaran ke laut Indonesia..btw mohon pencerahanya para sesepuh ada kbr bahwa yg datang dahulu adalah KRI BUNG TOMO dan disusul KRI JOHN LIE sedangkan KRI USMAN-HARUN baru datang akhir tahun ini ato awal tahun depan apa ini murni memang masih dlm proses upgrade ato disengaja oleh pihak UK krn permintaan singapore yg masih tidak terima dng penamaan KRI USMAN-HARUN?

  4. “…4 rudal anti kapal MBDA MM40 Exocet Block II..”

    MM40 Block 2 sudah berjangkau 72 Km. Lumayan lah.

    Apalagi jika di-upgrade ke Block 3 berjangkauan 180 Km, maknyus pemirsa.

    Dari Wikipedia :
    MM40 (surface-launched) – Block 1, Block 2 and Block 3 : deployed on warships and in coastal batteries. Range : 72 km for the Block 2, in excess of 180 km for the Block3.

    MM40 Block 3

    In February 2004, the Délégation Générale pour l’Armement (DGA) notified MBDA of a contract for the design and production of a new missile, the MM40 Block 3. It has an improved range – in excess of 180 kilometres (97 nautical miles) through the use of a turbojet engine, and includes four air intakes to provide a continuous airflow to the power plant during high-G manoeuvers.

    The Block 3 missile accepts GPS guidance system waypoint commands, which allow it to attack naval targets from different angles and to strike land targets, giving it a marginal role as a land-attack missile. The Block 3 Exocet is lighter than the previous MM40 Block 2 Exocet.

    Forty-five Block 3 Exocets were ordered by the French Navy in December 2008 for its ships which were carrying Block 2 missiles, namely Horizon-class and Aquitaine-class frigates. These are not to be new productions but the conversion of older Block 2 missiles to the Block 3 standard. A MM40 Block 3 last qualification firing took place on the Île du Levant test range on 25 April 2007 and series manufacturing began in October 2008. The first firing of the Block 3 from a warship took place on 18 March 2010, from the French Navy air defense frigate Chevalier Paul. In 2012, a new motor designed and manufactured in Brazil by the Avibras company, in collaboration with MBDA, was tested on a MM40 missile of the Brazilian Navy.

    Beside the French, the Block 3 has been ordered by several other navies including that of Greece, the UAE, Peru, Qatar, Oman, Indonesia and Morocco.

  5. widiii mantab jaya .!

    eh soal menara BTS jadi pengen komen juga
    pengalaman ane selama jadi mahasiswa di bidang gituan (kapal dsb) intinya sangat sulit dan perlu biaya besar untuk menghitung stabilitas. Ane juga belom tau itu pake jenis logam yang sama untuk semua badan kapal ato campuran. Terus terkait sosoknya yang katanya agak ndut ^^ . bagi ane sih itu masih normal-normal aje gan. Lagipula terkait tahanan dan stabilitas, badan kapal yang tercelup di air punya andil besar. So, sepertinya lambungnya oke punya (y)

    jadi nggak sabar liat ntu kapal sampe ^_^
    mumpung tempat ane deket koarmatim 😀

  6. “Kebutuhan manusia tidak terbatas sedangkan alat pemuas kebutuhan terbatas”

    Mau kapal induk yg kita beli gak akan memuaskan semua pihak di republik ini…yg kecil lah yg pendeklah yg ketinggalan ama tetangga lah…gak ada habisnya…

    Memaksimalkan yg ada lebih penting daripada memiliki segalanya tapi ngerongsok di gudang atau pangkalan macam perancis era PD2 dan irak dan libya di era sekarang…kekuatan alutsista jerman bkn yg terbesar di eropa tp saat memulai perang mereka sanggup menghadapi semua eropa…karena SDA nya…

    Daya pukul kita amat bergantung pd kualitas manusia di mabes dan kemhan…kualitas bebek atau kualitas garuda…alutsista cm sarana saja…

    • maaf pak wehrmacht.didunia ini tidak yang sempurna pak semuanya akan ada kelemahanya.akan lebih bijak rasanya jika menyikapai segala kritik itu dengan lapang dada.jangan terburu buru menganggap suatu kritikan adalah usaha untuk menjatuhkan kita atau menghina kita tapi sikapilah kritik itu adalah suatu pembelajaran bagi kita kedepanya untuk bisa lebih baik di masa ya akan datang.dengan di kritik kita jadi lebih tahu apa kelemahan kita dan kita bisa cari solusi yang lebih baik kedepanya.Saya berfikir positif saja terhadap kritikan flanker mungkin ia sangat cinta NKRI ia inginkan yang terbaik disini mungkin ia melihat ada hal hal yang harus diperbaiki sehingga kedepan, dari sini awalnya PT PAL bisa memproduksi kapal yang lebih baik dan lebih seimbang dan cocok bagi NKRI dan ia mengharapkan Kpal produksi PT PAL lebih baik dari produksi luar negri itu aja sebenarnya bukan begitu bung flanker?.Kalau untuk zaman sekarang akan lebih bagus dan sefety jika kualita SDM yang mumpuni diimbangi dengan kualitas alutsista yang mumpuni juga pak.keduanya harus seiring sejalan pak komandan, baru ada efek penggentarnya.karena persaingan sangat ketat negara lain tidak mau kecele apalagi tetangga yang parnoid. mereka akan berusaha keras untuk meningkatkan kualitas dan kwantitas alutsista serta kwalitas SDM yang mengunakanya.kalau cuma mengandalkan kwalitas manusianya sama aja dengan BONEK dan nyuruh prajurit setor nyawa.ibarat burung akan bisa terbang jika punya 2 sayap yang sehat dan prima.Ma Ma Maaf Pak komandan saya lancang.ampun pak ampuuun saya OOT.

      • Iya juragan, komentar saya itukan sebenarnya biasa aja, ditambah sedikit guyon. Kalau misal saya bilang model/penampakannya Sigma class lebih bagus dibandingkan Bung Tomo class, apa saya salah? Lagian, sangat mungkin jg ada yg menyatakan sebaliknya. Saya bukan dlm posisi yg bisa mengambil/merubah/menolak keputusan/kebijakan utk alutsista apapun itu bentuknya; dan saya menghormati setiap keputusan/kebijakan dari para pemimpin negeri ini, sepanjang itu sesuai dengan perundang2an yg berlaku demi kemajuan dan tegaknya kedaulatan NKRI.

        Saya jadi heran, sedikit kritik dan atau penilaian aja berbuah hujatan dan cacian. Kaprang dimaksud itukan produk luar; saya tdk bisa membayangkan andai kritikan saya itu terjadi terhadap produk lokal. Kritik itukan mestinya menjadi hal biasa; saya tdk yakin bangsa ini akan menjadi lebih baik kalau tanpa kritik.

  7. pada dasarnya angkatan laut kita amat sangat kekurangan kapal perang apalagi kapal perang jenis fregat, kedatangan kapal perang Bung Tomo class bahkan belum dikatakan cukup untuk menuju posisi ideal jumlah kapal perang yang seharusnya dioperasionalkan untuk menjaga laut wilayah seluas 5 juta km2

    • Kalau kita mau beli bung masjanto,habis APBN kita ngurusi pertahanan…jarang2 ada penawaran kyk bung tomo class…road map nya kebutuhan kaprang akan kita penuhi sendiri sampai mencapai jumlah ideal dan tujuan inilah yg tdk mungkin dihalangi oleh asing seperti pembuatan pesawat tempur karena hampir 80 persen teknologinya kita kuasai kecuali mesin…inipun tdk masalah karena sourcenya banyak tdk seperti pesawat tempur…

      Melihat kondisi ini sudah seharusnya kaprang adl.prioritas untuk menangkal semua ancaman republik ini (darat,laut,udara).sebuah solusi yg bs kita wujudkan dlm waktu dekat ketimbang menunggu Ifx yg blm jelas wujudnya…

      Awan mendung makin pekat dan kita baru mulai membuat payung…

  8. Tetangga pusing nyari antidot kaprang dgn nomor lambung 548 he….he….he…..si Giant temen nobita ini mungkn yg bikin KD malaysia kabur dari tanjung datu (maaf sok tau ha..ha..) selain di sonar sama ikan paus !!
    Colek bung PS & Bung NR. Biarin dah yg suka hoax hoex atau hora hono poto hura percoyo wkwkwk….pantesan Pak Moel berani GALAK sama tetangga ya

    Semoga Allah selalu memberkahi & merahmati Bangsa Indonesia di jauhkan dari, yg dzalim,dijauhkan dari kejahatan yg tersembunyi Aamiin Ya Rabbal Alaamiin,

  9. Para warjager ni hoax atau bukan ya..percaya gak klo tni sedang mengembangkan kapal induk terbesar di dunia dgn berat 100.000 ton.. Dgn nama kri nusantara… Klo penasaran monggo cari di mbah google ketik aja kri nusantara di situ…