Mar 282018
 

Jet tempur F-15C Eagle yang bermarkas di Kadena, Jepang. © Lukegetsno via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – F-35 telah terbukti seperti apa yang telah dikecamkan oleh para kritikus karena kurangnya kemampuan “dogfight“, reputasi yang sudah menghantui jet tempur siluman tersebut selama bertahun-tahun.

Seperti dilansir dari laman Defense News, di langit Pangkalan Udara Kadena di Jepang, para pilot F-35 mendapatkan kesempatan untuk membuktikan para pencela itu salah.

Pada bulan Oktober, lebih dari 300 penerbang dan 12 jet tempur F-35A dari Pangkalan Udara Hill, Utah, tiba di Jepang, menandai peluncuran perdana F-35 Angkatan Udara AS ke kawasan Asia-Pasifik.

Sejak saat itu, para penerbang berfokus pada pertarungan udara-ke-udara yang jarang dilakukan pada jet tempur siluman generasi kelima F-35, yang lebih dikenal oleh karena kemampuan udara-ke-darat.

“Ruang udara berada di atas perairan, jadi jauh lebih sulit untuk melihat ke bawah dan melihat daratan atau hal-hal seperti itu. Plus, F-15 Eagle ada di sini”, kata Kapten Ryan Fantasia, mengacu pada skuadron tempur F-15C/D Eagle yang berbasis di Kadena, Jepang.

Pilot F-35A berlatih dengan F-15C/D di mana saja di sekitar Jepang, dari beberapa kali sebulan hingga beberapa hari dalam seminggu, kata Kapten Fantasia kepada Defense News pada bulan Februari. Kadang-kadang latihan tersebut bersama dengan F-15 AS dari skuadron tempur ke-44 dan ke-67 di Kadena, dan kadang-kadang pilot F-35 juga berlatih dengan F-15 dari Pasukan Bela Diri Udara Jepang.

Sekarang, para pilot itu belajar tidak hanya dari para penerbang F-35 yang lebih luas yang berbasis di Hill AFB, tetapi pilot F-15 dari Kadena, yang pelatihannya terdiri atas taktik dan teknik yang telah diwariskan dan disempurnakan selama hampir 4 dekade.

“Melalui pelatihan itu, kami benar-benar mengambil keuntungan bersama dari latihan”, kata Fantasia. “Dapat melihat kemampuan yang berbeda setiap orang dan akhirnya menempatkannya ke dalam sebuah skenario yang cair, itu benar-benar memungkinkan untuk keberhasilan diluar sana dan banyak peluang untuk belajar dari satu sama lain”.

Selama penerbangan terakhirnya, Kapten Fantasia berhadapan dalam pertarungan satu lawan satu yang memungkinkannya berlatih manuver tempur dasar seperti putaran G tinggi, tanjakan tinggi dan gerakan sudut-serangan tinggi yang lebih menguntungkan dalam pertarungan jarak dekat.

Kapten Fantasia tidak mengatakan apakah dia melawan F-15 atau F-35 lainnya, tetapi bahkan jet tempur generasi keempat yang lebih tua masih dapat menjadi tantangan dalam sebuah pertempuran udara.

F-15C telah cukup lama sebagai jet superioritas udara utama bagi Angkatan Udara AS, sejak diperkenalkan pada 1970-an hingga 2005, ketika jet tempur generasi kelima F-22 diturunkan. F-15 terkenal karena rekor pertempuran udaranya yang luar biasa, tercatat tak pernah kalah.

Sementara itu rekor jet tempur siluman F-35 melawan pejuang generasi keempat tidak selalu mendapatkan perhatian positif. Pada tahun 2015 lalu, laman situs War Is Boring mengungkap lima halaman singkat yang ditulis oleh pilot uji F-35, yang menulis bahwa jet tempur siluman telah kalah dalam pertarungan melawan F-16.

Karena pilot mengemudikan F-35 terlalu lambat dan terlebih lagi jet tempur siluman ini tidak cukup bermanuver untuk mampu menghindari atau menembak jatuh F-16, tulis laporan itu.

Pada saat itu, Departemen Pertahanan AS membela F-35 dengan menunjukkan bahwa jet tempur siluman F-35 yang terlibat dalam pengujian adalah model yang sangat awal dengan kemampuan penerbangan terbatas hanya 5,5 G. Jet tersebut juga tidak dapat menampilkan banyak sistem misi, lapisan siluman atau fungsi layar helm yang dianggap oleh beberapa orang sebagai fitur yang mendefinisikan F-35, yang sekarang ini tersedia secara luas.

Pada bulan Februari, F-35A di Kadena mendapatkan perangkat lunak blok 3F terbaru, versi kemampuan tempur lengkap yang memungkinkan pesawat untuk menerbangkan seluruh kemampuan penerbangan dan manuver hingga 9 G.

Kapten Brock McGehee, penerbang F-15 AS di Kadena membandingkan F-35 dengan saudara generasi kelimanya, F-22 Raptor. Keduanya adalah pesawat siluman, membuat mereka sangat sulit dideteksi dari jarak jauh.

Tetapi dalam pertempuran jarak dekat, F-15 akan menggunakan F-22 dan F-35 secara berbeda, katanya. Dia menolak untuk membahas spesifik yang dapat mengungkapkan taktik, teknik dan prosedur yang dapat memberikan petunjuk kepada musuh tentang strategi terbaik kedua jet siluman tersebut.

“F-22, jika Anda pernah menyaksikan demonya, itu bisa berputar. Ini konyol”, katanya. “F-35, ternyata berbeda. Jadi [manuver] semacam itu  menyadarkan kita tentang apa yang akan dilakukan secara berbeda”.

Bisakah F-15 mengalahkan F-35 dalam dogfight?

“Menurut saya, kadang-kadang”, kata McGehee, menambahkan bahwa kadang-kadang semua jet tempur dapat kalah dalam pertempuran udara dan ada berbagai alasan untuk itu.

McGehee menambahkan bahwa bagian dari itu adalah pesawat dan sebagian dari itu adalah manusia di pesawat terbang. AS punya beberapa pilot yang sangat berbakat di sini yang bisa memberikan serangan pada pilot lainnya. Pilot yang memahami pesawat dengan sangat baik dan terampil, tak peduli apa yang ia terbangkan, maka ia akan bisa mengalahkan jet tempur apapun.

Bagikan:

  25 Responses to “Jumpa F-15 dan F-35A di Jepang. Mana Unggul?”

  1.  

    War
    Is
    Boring

    ini yaopo kapten Brock McnGehee
    pesawat multirole pemboman presisi kok disamakan dgn pesawat supremasi udara

  2.  

    Cuma SU-57 & F-22, makanya buruan ketik hastag #SU-57BersamaRakyatTNIAUKuat

  3.  

    Dua duanya bakalan ketembak jatuh krn dua duanya blm bs di labeli “unggul” sehingga dua duanya saling tembak daaan jatuuuhhh..

    Sekian terimakasih!!

  4.  

    Doktrin tempur usa sekarang pertempuran jarak jauh dan menghindari kontak fisik jarak dekat agar tdk terjadi dogfight dgn pertempuran jarak jauh missile lah yg berperan besar missile lah yg mencari target dgn jarak yg jauh… Mungkin itu pemikiran arsitek f35 kenapa f35 kurang bisa bermanufer namun memiliki tingkat siluman yg tinggi dan radar yg canggih…

  5.  

    mungkin dipikire cukup pake helm jhms opo kuwi jenenge wis cukup ra sah pake manuver2 segala, tinggal melirik langsung kunci terus tembak wae, mau posisi depan bekalang samping nanti rudalnya yg ngejar sendiri, kecuali pilote juling, nanti helm sing error ora nyambung alias bingung

  6.  

    F35 vs F15 pemenang nya ? … yg jelas beritanya jg msh abu², aturan militer harus dipatuhi prajurit termasuk para pilot tempur, jawaban pilot nya tdk menunjukkan superioritas salah satu jenis pespur.

  7.  

    HHHhh boleh juga tuh bung anu, ngomongin soal F-15 vs F-35 dua2nya keok, ibarat F-15 Jagoan pose Bugil tp Bisa Manuver sedangkan F-35 Jagoan pose Berjaket tp nggak bisa manuver, Menurut Sy F-15 Silent Eagle Yg bisa manuver & Stealth/CWB tp Sayang tdk di produksi lg, jd cuma SU-35 dg ilmu bugil sambil ngerokok stealth

  8.  

    F35 vs F15 mana yang lebih unggul ?

    Ya jelaaaaaaas F dua dua toh ? Mosok Sukhoi.

    Xixixixixi

  9.  

    Masih tetap mengunggulkan F35 karena klu diberi kenyataan sebenarnya bs tekor AS klu negara2 yg terlanjur beli akan memulangkan balik F35 yg sdh dibeli dan yg lg dipesan.he3. Itu kenapa F22 gak bakal dijual AS sebagi senjata pamungkas.

  10.  

    ya kalah lah sama f 15,sayang nya gak pernah nawarin ke sini

  11.  

    pilotnya jaga rahasia tehnik f15 dan f35 jadinya abu2 jadinya beritanya belum bisa jadi patokan siapa yg lebih unggul f15 dengan manuvernya atau f35 dengan software yg cangih

  12.  

    “Pilot yang memahami pesawat dengan sangat baik dan terampil, tak peduli apa yang ia terbangkan, maka ia akan bisa mengalahkan jet tempur apapun”….ini yg penting..

  13.  

    Yang pasti gengsi soal performa user lebih tau hehehe
    Salam kenal bung

 Leave a Reply