Aug 112016
 

Jakartagreater bersama 30 awak media mendapat kesempatan mengikuti latihan menembak yang diadakan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) di lapangan tembak Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) juanda kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (10/8).

Latihan menembak bagi Jurnalis didampingi instruktur dari TNI AL

Latihan menembak bagi Jurnalis didampingi instruktur dari TNI AL

Kegiatan latihan menembak juga diikuti komandan puspenerbal Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir serta komandan lanudal juanda Kolonel Laut (P) edwin.

Dengan didampingi instruktur menembak dari pihak TNI AL, awak media terlihat antusias dalam membidik sasaran berjarak 30 meter, dengan menggunakan senjata pistol jenis FN.

Para jurnalis ini mendapatkan pengetahuan dasar teknik menembak, sebelum melepaskan tembakan di sasaran. Teknik dasar menembak yang diberikan kepada awak media diantaranya cara mengokang senjata, mengisi peluru serta membidik sasaran dengan tepat.

Instruktur juga mengajari peserta latihan, untuk bisa mengatur napas serta posisi menembak yang benar, agar bisa tepat mengenai sasaran.

Latihan menembak ini berguna untuk melatih kedisiplinan, kesabaran dan konsentrasi. Ketiga hal tersebut dapat diterapkan dalam menjalankan tugas dan keseharian, di antaranya agar bisa fokus dalam bekerja.

komandan puspenerbal Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir turut serta dalam latihan menembak bersama jurnalis.

komandan puspenerbal Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir turut serta dalam latihan menembak bersama jurnalis.

Selain itu, menurut Danpuspenerbal, laksma TNI Manahan Simorangkir, latihan menembak dengan senjata api TNI bagi wartawan dapat bersifat pembekalan. Selain memberi referensi dan pengalaman, bekal itu bisa berguna di medan penugasan.

“Sebagai bagian dari potensi maritim, dalam situasi darurat operasi, wartawan peliput yang bersama kami bisa menggunakan senjata jika keadaan mendesak,” terang mantan Kepala Dinas Penerangan TNI AL itu.

Tentunya jurnalis yang dapat menggunakan pistol atau senapan harus punya kemampuan cakap atau paham dalam mengoperasikan senjata api tersebut.

Dengan latihan menembak bareng dan rutin diharapkan korps media bukan hanya melek terhadap senjata yang dipakai penjaga kedaulatan laut NKRI. Namun juga tepat dalam menembak sasaran.

Dalam latihan menembak kali ini setiap peserta mendapatkan 23 butir peluru. Tiga butir peluru digunakan untuk pemanasan atau mencoba melepas tembakan ke sasaran, sisanya sebanyak 20 butir peluru, digunakan secara serius untuk menembak sasaran yang ditentukan dan dinilai sesuai akurasi sasaran.

Senpi jenis FN yang digunakan untuk latihan menembak jurnalis.

Senpi jenis FN yang digunakan untuk latihan menembak jurnalis.

Lima penembak yang mengantongi poin tertinggi langsung diumumkan sebelum acara ditutup Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Edwin.

Latihan menembak untuk insan media ini dilakukan selain untuk mempererat tali silaturahmi juga dalam rangka menjelang peringatan HUT ke-71 RI serta HUT ke-60 Puspenerbal. Latihan menembak juga untuk memberi pengetahuan/ serta pengalaman kepada para jurnalis mengenai persenjataan. (marksman)

 Posted by on August 11, 2016

  7 Responses to “Jurnalis Latihan Menembak Bersama TNI AL, Sebagai Bagian Potensi Maritim”

  1. met siang semuanya…

  2. 2 bos

  3. bung diego yg baju biru

  4. Papan targetnya foto mbah bowo dilingkari wajahnya, sama fotonya carin…tapi gak tau bagian mana yang dilingkari xixixixixi

  5. Keren… jadi kepengen

 Leave a Reply