Nov 222018
 

Mock skala penuh dari rudal Spike ER yang dibuat oleh perusahaan Israel, Rafael Systems. Foto diambil pada Pameran Perdagangan Pertahanan dan Keamanan Asia (ADAS) 2016 di World Trade Center di Pasay, Metro Manila. (Rhk111 via commons.wikimedia; https://commons.wikimedia.org/w/index.php?search=Spike-ER+missile+&title=Special%3ASearch&go=Go#/media/File:Spike_ER_Missile_FSMU_(ADAS_2016).jpg)

Demonstrasi kemampuan Angkatan Laut Filipina (PN) untuk sistem rudal permukaan-ke-permukaan Rafael Advanced Defense Ltd. milik Spike-ER yang baru dipasang dari Lamao Point, Limay, Bataan, Rabu akan menunjukkan bahwa ia telah mampu menangani dan menggunakan senjata modern.

Juru bicara Angkatan Laut Filipina, Komandan Jonathan Zata, menjelaskan bahwa selain menembakkan dua putaran Spike-ER, helikopter serang AugustaWestland AW-109 milik mereka juga akan menembakkan roketnya bersama dengan sistem senapan mesin otomatis yang juga mempersenjatai tiga pesawat tempur multi-tujuan yang dilengkapi rudal Angkatan Bersenjata. (MPAC).

“Kami akan menunjukkan kemampuan terbaru Angkatan Laut Filipina, karena selain roket Spike-ER, kami juga dipersenjatai dengan AW-109 beserta sistem senapan mesin otomatis yang dipasang pada kami, jadi ini adalah cara bagi kami untuk menunjukkan bahwa kami memiliki kemampuan ini,” kata Zata seperti dikutip pna.gov.

Lebih lanjut, Zata mengatakan bahwa mereka sekarang sedang menyelesaikan doktrin, taktik, teknik dan prosedur dalam menggunakan platform senjata dengan benar.

Uji coba pertama dari rudal Spike-ER berlangsung pada 9 Agustus lalu di lokasi yang sama. Senjata itu ditembakkan dari salah satu dari tiga MPAC bersenjata MP Spike-ER.

MPAC dibangun oleh Propmech Corporation berbasis Subic dan diaktifkan pada 22 Mei 2017.

Sumber: pna.gov

Bagikan:

  2 Responses to “Juru Bicara Angkatan Laut Filipina: Kami Mampu Tangani Sistem Rudal Modern”

  1.  

    Filiphina senjatanya gado2 jg nih.

 Leave a Reply