Apr 122018
 

Render komputer jet tempur KF-X Angkatan Udara Korea Selatan dalam pertempuran © Korea Aerospace Industries

JakartaGreater.com – Cobham yang berbasis di Inggris telah menandatangani kontrak dengan Korea Aerospace Industries Ltd (KAI) untuk merancang serta memasok Sistem Oksigen untuk KF-X masa depan, pesawat tempur multirole canggih yang kini sedang dalam pengembangan, seperti dilansir dari situs resmi Cobham.

Ini merupakan penghargaan kontrak ke empat yang diterima Cobham dari KAI untuk mendukung program jet tempur KF-X. Solusi Cobham lainnya yang sudah dipilih oleh KAI untuk KF-X termasuk Missile Ejection Launchers (MEL), antena konformal lengkap untuk Komunikasi, Navigasi dan Identifikasi (CNI), dan tangki bahan bakar eksternal serta pylon.

Di bawah perjanjian multiyear yang mencakup tahap pengembangan pesawat, Cobham akan mengembangkan sistem generator oksigen onboard untuk KF-X. Sistem itu akan mencakup teknologi Next Generation Oxygen Concentrator yang dapat menghasilkan oksigen untuk bernafas dari udara mesin pesawat, termasuk Electronic Seat Mounted Regulator yang memungkinkan pilot untuk mengendalikan aliran oksigen.

Sistem ini akan sesuai atau melebihi persyaratan Korea Selatan, tetapi juga akan dapat ditingkatkan pada masa depan dengan teknologi baru seperti sensor pernapasan pilot, menurut rilis pers perusahaan.

“Cobham memiliki sejarah panjang bekerjasama dengan KAI di sejumlah platform pesawat. Kami sangat gembira bahwa telah KAI memilih solusi konsentrator oksigen terbaru dari Cobham untuk platform terbarunya”, kata Kevin McKeown, wakil presiden dan manajer umum Cobham Mission Systems.

Program KF-X secara strategis cukup penting bagi Cobham dan penghargaan kontrak tersebut akan memungkinkan Cobham untuk terus memimpin pasar sistem oksigen pendukung kehidupan bagi pesawat militer.

Korea Selatan mengembangkan jet tempur KF-X menjalin kemitraan dengan Indonesia, yang telah setuju untuk mendanai 20 persen dari biaya pengembangan. Akan tetapi, Indonesia telah mengalami keterlambatan pembayarannya yang bisa dikeluarkan dari program itu.

Angkatan Udara Korea Selatan (RoKAF) bermaksud membeli lebih dari 100 jet tempur KF-X setelah produksinya dimulai pada pertengahan 2020-an.