JakartaGreater.com - Forum Militer
Jan 212016
 
Desain N2130

Desain N2130

Seoul – Korea Aerospace Industries (KAI) telah meluncurkan sebuah proyek untuk mengembangkan jet penumpang, pasar yang telah lama didominasi oleh Boeing dan Airbus, ujar sumber KAI 13/1/2016.

“Kami sedang terjun ke pasar pesawat komersial melalui sebuah proyek bersama dengan perusahaan pertahanan Indonesia,” kata seorang pejabat KAI The Korea Times.

Langkah ini dilakukan pada saat Boeing dan Airbus mendapat tantangan dari Cina, yang baru-baru ini meluncurkan sebuah pesawat komersial.

BUMN Commercial Aircraft Beijing Cina, atau Comac, menyalurkan pesawat penumpang pertama, ARJ21 ke di Chengdu Airlines pada akhir November 2015.

Comac juga sedang mendorong pengembangan pesawat jet yang lebih besar, C919, dengan tingkat efisiensi sebanding dengan Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX, menurut media lokal. Sebuah prototipe dari pesawat 158-to-174 seater telah diresmikan pada awal November 2015.

Untuk ikut perlombaan ini, KAI menandatangani Perjanjian Kerjasama Strategis (SCA) dengan perusahaan BUMN Indonesia, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), 4 Desember 2015, kata pejabat perusahaan itu.

Berdasarkan kesepakatan itu, kedua perusahaan akan memperkuat kerjasama dalam industri penerbangan pertahanan, tetapi juga bekerja ke arah membuat pesawat komersial.

Perusahaan Indonesia sudah berpartisipasi dalam proyek pengembangan jet tempur dalam negeri Korea, KFX.

PTDI memiliki pengalaman dalam mengembangkan sendiri pesawat 50-seater N-250 dan pesawat udara sipil 100-seater N-2130 di tahun 1990-an, sementara KAI telah berhasil mengembangkan pesawat militer seperti pesawat latih supersonik T-50 dan pesawat tempur ringan FA-50.

Desain N2130

Desain N2130

“Ini akan menjadi win-win bagi kedua belah pihak, karena masing-masing dapat membantu yang lain dengan keunggulan teknologi masing-masing,” kata pejabat itu.

Dia mencatat bahwa kedua perusahaan berencana untuk bertemu dua kali setahun untuk membahas kerjasama mereka dalam pengembangan pesawat jet sipil dan pesawat lainnya termasuk drone.

“Pertemuan pertama akan berlangsung dalam semester pertama tahun ini,” katanya.

Dia menambahkan bahwa studi kelayakan untuk mengetahui potensi permintaan pesawat sipil juga sedang berlangsung. “Mengamankan permintaan di pasar domestik dari kedua negara, Korea dan Indonesia adalah tujuan awal kami”, ujarnya.

Tahun 2008-2013, KAI mengembangkan pesawat empat kursi, sayap rendah, bermesin tunggal KC-100 Naraon yang ditandai sebagai pesawat penumpang pertama buatan Korea Selatan. The Naraon diharapkan masuk layanan pada tahun ini.

Presiden KAI dan CEO Ha Sung-yong mengatakan tahun lalu bahwa komersialisasi pesawat Naraon merupakan suatu kesempatan, KAI akan melakukan upaya untuk mencapai ambisinya untuk mengembangkan dan memproduksi pesawat penumpang yang lebih besar, 100-seater.

Langkah ini tampaknya datang karena penjualan pesawat di dunia, 80 persen dari pasar penerbangan sipil, sehingga ada kendala, jikahanya berfokus pada industri penerbangan pertahanan.

Jun Ji-hye / Koreatimes.co.kr

Bagikan:

  97 Responses to “KAI dan PTDI Bikin Pesawat Komersial”

  1.  

    Gado2…mantabh

    •  

      Yang ini wajib pake mesin jet yaa,jgn baling2 bambu….

      •  

        wow makin seru nih .. PT DI kerjasama dengan KAI produksi pesawat 100 penumpang .. semoga nanti R 80 milik pak Habibie bisa kerjasama dengan Sukoi untuk pesawat komersialnya

      •  

        @jeepers….
        Jangan bilang begitu bung nanti Doraemon dari negeri Jepang akan marah karena desain awal berserta R&D nya dia yg buat sendiri….hihihi
        Saya tidak ingin PT.DI bersaing dgn Airbus dan Boeing, maunya saya Lion Air dan maskapai lain tetap beli produk mereka.
        Harap maklum saya tipe orang pesimis, jadi rencana itu semua menurut saya tidak akan terealisasi.
        Tahlilan dulu, ntar ada yg lempar sandal. Wuuuuuusssssshhhhhhhh

        •  

          Bang sally….bang sally… wakkaka
          Lion Air masak dipaksa pakai baling2 bambu..sih? 🙂
          kan LION udah pesan 240 unit airbus, 250 unit Boeing.
          100 milyar Dollar kira2 (plus lain2nya ).
          itu semua bukan baling2 looh.

          Andai itu PTDI yg ketiban Rejeki seghede gitu ya bang?

        •  

          Eh..Lupa, Lempar Bakiak Dulu Ahhhh !
          Tangkap ! xixixi

        •  

          Dilempar sendal sama siapa bung..si Neng y..:)

        •  

          @backjack….
          Upsss, meleset bung jadi kena pak RT tuhh…hihihi

          dicermati kembali kata-kata saya diatas bung.
          ”Lion tetap membeli produk mereka”
          ada kata ”tetap”, berarti ada kejadian yg sama yg dilanjutkan kembali (Lion dkk tidak pernah memesan pesawat komersil ke PT.DI karena belum pernah dibuat) . Ada kata ”mereka”, sebelumnya ada subjek Airbus dan Boeing artinya kata ”mereka” menunjuk ke Airbus dan Boeing. Begitu lho bung maksud saya.
          Pak RT nyamperin, tuhh bangkiaknya mau dibalikin, kabur…..hihihi

        •  

          @Naufal…
          Kagak tau tuhh bung, mungkin si eneng lagi dapet…atau mungkin jenggotnya kebakar…hihihi,
          semoga saja tidak… 😆

      •  

        Pesawat baling baling punya keunggulan sendiri Bung makanya Amerika saja masih mengembangkannya.Jangan di kira pesawat propeller itu kuno mesinnya sama turbo jet cuma di gunakan untuk memutar baling baling . Jangan bayangkan seperti pesawat perang dua ke dua yang masih pakai piston sama dengan mobil.

        •  

          Mesin propeler sekarang sudah berkembang jauh. Pengembangan terakhir ditargetkan mencapai kecepatan hanya selisih 100-200 mph dari kecepatan mesin jet.

          Untuk penerbangan di bawah 2 jam, kecepatan menjadi tidak penting bagi penumpang, karena penumpang lebih lama menghabiskan waktunya untuk proses boarding. Misal Jakarta-Yogya kalo pake mesin jet mulai TO hingga Landing memakan waktu 35 menit, pake mesin propeler masa depan hanya 45 menit, selisih 10 menit tapi waktu boarding 1,5 jam. Padahal konsumsi bbm bisa lebih hemat hingga 30% lebih dibanding mesin jet.

          Maka jika R-80 bermesin propeler advance ini nanti terbang, tidak ada pilihan bagi maskapai yang menerbangi rute-rute pariwisata, rute pendek seperti Jakarta-Kota di Jawa, Jakarta-Lampung, Jakarta-Palembang, Surabaya-Denpasar, Yogya-Denpasar serta rute antar spot pariwisata seperti Yogya-Karimun Jawa, Medan-Nias, Batam-Natuna, Batam-Belitong dll. Jika mereka tetap bertahan dengan mesin jet, meski dengan pesawat bekas sekalipun pasti kalah bersaing dengan R-80 di maintenance, bbm dan sparepart yang nantinya banyak porsi lokalnya.

  2.  

    Jangan terlalu lama ya

  3.  

    poros jakarta – seoul makin konkrit kerjanya
    ……lanjutkan

  4.  

    Sedap semakin kuat Indonesia melalui PT.DI semakin menguasai teknologi dan menjadi yang terbesar di Asia…Kalau Cina sih lewat nggak bakal laku mengingat kasus turboprop yang “di paksain” beli oleh Merpati pada berjatuhan pesawatnya…

    •  

      Nggaklah….Xian MA60 china sudah terjual 70an (2013) pesawat dan 60 lagi dalam pesanan. pembeli utama adlah negara berkembang asia-afrika-amerika latin. Dulu Merpati adalah salah satu pembelinya. Sampai saat ini telah 4 kecelakaan menimpa MA60 termasuk 1 Merpati

    •  

      Yah inilah solusi untuk Indonesia yang kekurangan finansial .Korea kuat dengan finansial di tambah punya jaringan kuat ke Amerika. Ilham pasti ikut terseret dengan Korea partership ini . Bisa jadi seperti konsorsium Airbus .Memang sangat klop kerjasamanya ,Indonesia punya kemampuan bikin pesawat komersil dan korea di bidang pesawat tempur. Hambatan politis juga tidak ada ,malah saling mendukung. Masa depan kemajuan Indonesia akan terkerek tinggi dengan kerja sama ini.

  5.  

    Makin mesra aja nih korea sama kita ..

  6.  

    porsi saham PT DI hrs 80% : 20% KAI …
    dasar kerjasama ini memakai design milik PT DI
    pengalaman jg lebih dikuasai oleh PT DI sejak NC 212, NC 235, N250 & N 2130

  7.  

    Mending kerjasama ama korsel aja deh” sama2 menguntungkan.
    ketimbang ama jepang. pernyataan yg soal LCS bikin kesel dah
    semangat PT DI

  8.  

    Mengamankan permintaan di pasar domestik dari kedua negara, Korea dan Indonesia adalah tujuan awal kami”, ujarnya.

    Mudah2an nanti kalau terwujud. Yg bnyak mengambil keuntungan lebih besar di pasar dalam negri adlah PT.DI bkan KAI

  9.  

    untuk bidang pesawat penumpang PT. DI lebih pengalaman daripada KAI,, dalam hal ini KAI yang berguru ke PT. DI,

    makin mesra nih dengan Korea

  10.  

    Akhirnya …pak habibie bisa tarik nafas lega n senyumnya lebarrr

  11.  

    maju terus pt di…mantabbbbbb

  12.  

    Tambah mantab kerjasama indonesia-korea.
    Saatnya PTDI mempunyai anak perusahaan biar fokus antara produksi untuk militer dan sipil, jangan lupa sama kfx/ifx.

  13.  

    N2130…. lanjuuuut…
    nantinya bisa di modif jadi pesawat AWACS …dst dst dst..

  14.  

    kerjasama dg jepang nggak ada yg gratis T.o.T baik elektronik, otomotif ataupun alutsista, soalx jepang minta dukungan berperang dg tiongkok nanti setelah sama2 bonyok, br di kasih T.o.T alias T.o.T SDM (smart menggunakan teknologi jepang) bkn T.o.T elektronik & otomotif alias dikibulin, yg sy heran kok korsel mau kerjasama T.o.T dg Indonesia , berharap pak presiden segera berkunjung lg ke korsel dg agenda kerjasama yg konkret, yaitu program nasional yaitu otomotif, elektronik, kapal, pesawat terbang jet komersial jk bisa terlaksana kita bisa mengurangi impor dr jepang, tp sy rasa sulit terlaksana krn jepang akan menghalalkan segala cara utk menggagalkan kerjasama Indonesia – Korsel 🙂

    •  

      Ayo dibikin konkrit berbasis N2130 yg mana bakalan rame hadir pesawat komersil jet dari china dan japan yg udah di roll-out tahun lalu.

      Skrng bakal seru peta strategi produsen pesawat komersial jet jika project Indonesia-Korea Selatan ini berjalan nyata.

      Ntar Boeing n Airbus apa ga memet dan mumet …..pasarnya semakin digerus kecuali dua jawara itu berani lahirkan kelas pesawat komersial jet yg lebih cepat, tinggi, dll

  15.  

    Makin lengkap sudah untuk kemandirian bangsa didukung dengan pembebasan biaya masuk 0% untuk spare part pesawat terbang.
    Yg intinya kita sebagai negara pembuat, kita juga nantinya menerima perawatan/perbaikan pesawat terbang. Semoga saja pemerintah juga menggandeng perusahaan lokal untuk memenuhi kebutuhan komponen pesawat tsb.
    Secara tidak langsung kebutuhan penerbangan nasional dapat terpenuhi dengan hadirnya pesawat buatan sendiri. Kgk perlu impor segala macam Boeing super jumbo / pesawat komersil sukhoi.

  16.  

    Indon mimpi je muehehe

    Sipadan-ligitan

    Ambalat-natuna

    Bukan milik indon muehehe

  17.  

    Apa itu pesawat desain lama, …… ???
    Kok masih IPTN bukan nya sekarang sudah menjadi PT. Dirgantara Indonesia, ……… ???

  18.  

    Hujan rudal ya ndon ?
    Rudal dari bambu runcing kah ?
    Muehehe mimpi aja koar-koar ndon..

    Lihat berapa tki kat malaysia ndon ngaca ndon..

    Kapal filipina,vitnam dan thailand di ledakan.. trus kapal cina 9 biji besar sangat di lepaskan ??

    Muahahahaha indon parah negara tak punya rasuah.. !

  19.  

    100 seat mungkin mirip ARJ21 kali ya bentuknya

  20.  

    nikmati aja lon rasa iri dan dengkimu… hati hati lon…sakit hati bisa bikin strok… kahkahkahhhh

  21.  

    Kerjasama bikin drone?
    Bukannya pt.di untuk bikin drone doang mah…sambil merem?hehehehe….
    Kalo uav…mungkin lah…hehehehehe

    •  

      jangan nanggung dong kl bikin. idealnya bisa terbang 1,000 km – 8 jam non stop dan bisa nenteng rudal (jgn cuma nenteng kamera)…..kita baru bikin yg mungil sambil bawa kamera

    •  

      Ga TERBALIK bung..kalau UAV fungsinya hanya PEMETAAN CITRA GAMBAR seperti UAV Wulung..sedangkan Drone selain untuk PENGAMBILAN CITRA GAMBAR jg harus bisa ATTACKING (SERANG) makanya dilengkapi SENJATA UNTUK MENYERANG seperti Drone Predator pny ASU atau Heron pny Israel..

      •  

        kalo buat misi penyerangan itu namanya UCAV (unmanned combat aerial vehicle), UAV/UCAV itu termasuk Drone, UUV, USV apa gurita terbang bawa” kamera buat selpih itu jg Drone he he he 😛

  22.  

    Perbedaan MENDASAR kerjasama PT DI dengan Airbus posisi kita sbg SUBCONT sedangkan dengan KAI sebagai MITRA yg SEJAJAR..semoga nanti lahir produk2 yg INOVATIF & KREATIF dimasa datang..@jaya NKRI..

  23.  

    di harapkan untuk mengabaikan salah satu pemakan pisang dari semenanjung

  24.  

    Banyak banget ya engineer indonesia yang bisa bikin pesawat, kapal, tank, senjata.
    Kalo engineer-mu, Lon…? Bisa bikin apa ?
    Bikin pisang tanpa kulit aja, biar terkesan hebat.
    Sapi….

  25.  

    as soekarno said : malaysia negara tanpa konsepsi

  26.  

    bagaimana untuk mesin bukan kah selama ini mesin boeing dan airbus dari mesin general electric amerika dan PW canada, apa tidak dipersulit oleh saat pembuatannya GE dan PW ?

    saingannya bukan hanya amerika
    pabrik airbus ada di France, Germany, Spain, China and the United Kingdom.
    sedangkan boeing pabriknya ada di australia, canada, UK dan amerika.
    pasarnya akan merebut asia dan afrika, khususnya wilayah asia pasifik yang jalurnya sangat gemuk

    •  

      @blangkon….
      Jangan terburu-buru bung, calm down…
      Pertemuan pertama belum diadakan, spesifikasi nunggu rilis resminya dulu…biar direncanakan sesuai keinginan kedua belah pihak.

      Produsen mesin turbo jet tidak hanya kedua perusahaan yg anda sebutkan. Produsen dari Russia juga membuat jenis mesin yg sama untuk pesawat komersil dan kabarnya India tertarik untuk mempelajari mesin produksi Russia tersebut.

  27.  

    Intinya..Kita rugi dalam kerjasama dengan korea selatan ini.

    1. Kemampuan rancang bangun pesawat komersil jelas milik kita (lebih unggul). Tidak perlu disebut yah produk kita sebagai bukti..sedangkan korea baru sampai KC-100 4 penumpang.

    2. Kemampuan kita dalam pengembangan UAV jauh di atas mereka. Prof Josaphat merupakan pemilik puluhan paten dibidang tersebut. Sedangkan Korea ? Ini kelihatan sebagai intrik mereka yang menginginkan teknologi yang telah dicapai putra-putra bangsa kita, dengan bertingkah seolah mereka sangat siap menjalankan pengembangan itu semua, yang ternyata…?
    Sangat bergantung dengan kemampuan rancang bangun engineer kita.

    •  

      berfikir lagi bung. mreka bisa buat jet. kita ?.. turbopop bisa. itupun masih import. sg2 pun masih untung ada yg mau bantu nambah ilmu insyinyur2 kita.. jngn mkirin ruginya. tapi keuntungan yg di dapat nanti.

      •  

        @kelapa setres.
        Korea udah tw siapa sesungguhnya bangsa indonesia setelah mereka membuka isi laptop yg mereka curi dari kamar xxxxxxxxxxxx…. Hehehe

      •  

        Import ya. N-2130 ?

        Kalau kerjasama pengembangan pesawat boleh lah, itung2 mengasah skill buat para insinyur kita merancang pesawat.

        Tapi kalau soal UAV. Ada yang mereka incar Bung @KT !

        •  

          Maksut saya N-250 (turboprop paling canggih dijamanya) “Serius ini import ??”

          Dan N-2130 ? Tidak usah becanda kalau anda tidak tahu dengan pesawat yang satu ini bung @kelapa treez

        •  

          mksdnya . semua komponen berbeda dgn yg di gunakan mesin n250.. iyamesin kita yg buat tpi tidak semua di buat kita masih import men. emng anda yakin mesin turbopop kita 100% karya anak bangsa ? ada kah oerusahaan yg menyokong komponenny ? boleh di sebutkan ?. skrng jngn mkir ruginya. mau sampai kapan negara ini naju klo ilmu kita pelit di sharing. ?.. ngra org juga ogah ngasih ilmu klo kita pelit.. stidaknya mreka sudah punya teknologi2nya berkat kedekatan dgn USA walaupun belum spenuhnya mreka bisa produksi.. ga berfikir kah keuntunggan yg kita dapat. kita dapat teknologinya, dapat ilmunya. klo sudah dapat kita bisa buat semuany tnpa ketergantungn ngra lain.. klo kita ngadalkn insinyur2 kita. sepintar apapun pasti ada batasany scra eksternal.. tanpa korsel mau merengkek2 minta teknologi pesawatpun gabakalan di kasih.. sudah sepatutny mreka mendapatkn yg mreka mau. kita mendapatkn yg kita mau. tidak ada kerugian dalam kerjasama ini. kecuali jika kerjasamany gagal.

    •  

      Saling menguntungkan Bung ,mereka punya dana yang merupakan kendala kita selama ini. @Kelapa Treez ,sejak kapan Korea bisa bikin JET ?. Setahu saya mereka belum bisa bikin mesin turbo jet ,Jepang saja belum bisa .Produk HondaJet pakai lisesi Amerika.

      Kalau yang anda maksud bikin pesawat Jet ,perbedaannya sedikit dibagian .Kalau pesawat propeler daya angkat yang di hasilkan sayap di usahakan semaksimal mungkin sementara untuk yang bermesin jet tidak begitu karena dorongan mesin lebih kuat .Dua duanya sudah di kuasai Insinyur DI walaupun belum pernah buat pesawat yang bermesin jet. Mereka kan Insinyur.

  28.  

    yang dikirim kmarin ke Korea itu architec loh. Bukan pelajar. Mereka tau apa yg mereka lakukan.

  29.  

    @malaysia,,,, km itu orang mana sih? filling saya kau bukanlh orang malaysia, tapi ngakunya malaysia,,,,, tutur bahasamu menunjukkan kau bukan orang malaysia,,,, saya tau betul orang malaysia,,,,, dilihat dari kosakatamu, kau ini orang indonesia yg ngaku orang malaysia yg sengaja menebar kebencian kpd malaysia. kalau km memang orang malaysia,,, dimana alamatmu,,,,? mo saya cari pas offday nanti,,,,,

  30.  

    @darob…
    Merakit SJ100 Sukhoi???
    Kemungkinan besar tidak bung, banyak komponen-komponen SJ100 yg berasal dari kerjasama Russia-Eropa. Mereka sendiri masih berusaha meningkatkan kapasitas penjualan. Insinyur kita sudah berpengalaman, jgn sia-siakan ilmu yg sudah mereka kuasai yg hanya digunakan sekedar merakit. Mereka bisa berbuat lebih dari itu.

    •  

      Komponen-komponen SJ100 :
      Aircraft Main System Suppliers:
      Avionics – THALES
      Control systems – LIEBHERR
      Environmental control system – LIEBHERR
      Landing gear – MESSIER DOWTY
      Fuel System – INTERTECHNIQUE (ZODIAC)
      Interior – B/E AEROSPACE
      Fire protection system – AUTRONICS (CURTISS
      WRIGHT)
      Oxygen system – B/E AEROSPACE
      APU – HONEYWELL
      Crew seats – IPECO
      Hydraulic system – PARKER
      Electrical system – HAMILTON SUNDSTRAND
      Engine vibration sensors – VIBRO-METER
      Wheels, brakes – GOODRICH

    •  

      Strategic partner – ALENIA AERONAUTICA
      In June 2007, Sukhoi Company, the Italian
      Finmeccanica Group, Sukhoi Civil Aircraft
      Company and Alenia Aeronautica signed a
      General Agreement to establish a Strategic
      Partnership. It outlined the scope of cooperation
      within the Sukhoi Superjet 100 Project and
      foundation of a joint venture.
      This Agreement stipulates that Alenia Aeronautica
      is entitled to acquire 25% + 1 share in the Sukhoi
      Civil Aircraft Company (subject to the
      governmental approval). Furthermore, the
      Agreement outlines the terms of the Italian
      participation in program financing of no less than
      25%.
      The completion of the acquisition of 25% + 1
      share in the SCAC capital was announced on April
      7, 2009. The value of the stock acquired by Alenia
      Aeronautica is of USD 183 mln (138 mln euro).
      This agreement makes the Sukhoi Superjet 100
      Program the most relevant aviation partnership
      between Russia and Europe ever seen.
      In 2007 Finmeccanica’s company Alenia
      Aeronautica and Sukhoi Holding formed SuperJet
      International, a joint venture (51% – Alenia
      Aeronautica, and 49% – Sukhoi Holding) based in
      Venice, responsible for marketing, sales and
      aircraft delivery in Europe, North and South
      America, Africa, Japan and Oceania as well as for
      worldwide logistic support for the Sukhoi
      Superjet 100 regional aircraft family. This
      enterprise is expected to produce the synergy
      effect and to efficiently promote Sukhoi Superjet
      100 family in mature markets. In addition, it will
      offer aircraft customization for western
      customers and a full package of aftersales
      support throughout the world.
      Risk-sharing partner – SNECMA
      The development and production of the SaM146
      engine applicable for the entire aircraft family is
      provided by PowerJet. It is an equally joint
      venture of Snecma, a globally recognized engine
      manufacturer, NPO Saturn, a Russian aircraft
      engine producer. In May 2007 NPO Saturn’s test
      bench launched a series of tests destined to
      appraise the performance of the third SaM146
      engine. Owing to the state-of-the-art technologies
      of the engine, all aircraft of the family go beyond
      the ICAO current and perspective noise and
      emission requirements.
      Consultant – BOEING
      Throughout the history of Russian commercial
      aviation, Sukhoi Superjet 100 appears the first
      aircraft ever designed with due consideration of
      requirements and demands of potential
      worldwide operators.
      Under the long-term cooperation Agreement
      signed on December 19, 2002, Boeing consults
      the Sukhoi Civil Aircraft Company in the field of
      marketing, design and manufacturing,
      certification and quality system, supplier
      management, and after-sales support.
      Contributed by Boeing, the idea of step-by-step
      project management was fully explored and
      translated into business reality by SCAC.
      Specifically, we sustain the project flow when any
      succeeding stage depends on successful
      accomplishment of the previous milestone goals.
      The Technical Board comprised of SCAC and
      Boeing’s representatives as well as of the
      PowerJet consultants monitors the Program and
      makes final decisions on stage execution.

      •  

        ahhh….rupanya anak alay otak mesum masih online sampe pagi. Jadi ingat salah satu senior disini si Danu. Ente kembarannya ya tong.? Atau lg bermetamorfosis jd Abang Sellay yg alay. Soalnya si Danu kalo berdebat cuma bisanya ambil data dr browsing internet doank, makanya kerjanya duduk dpn komputer sehari semaleman.
        Tp lupakan deh itu. Selamat pagi otong Sellay. Ada sedikit tambahan ilmu buat ente nih.
        Sewaktu penciptaan N250, statment pak habibie ingin menjadikannya sbg pesawat penerbangan perintis dan jg penerbangan jarak dekat. Krn mesin turboprop (propeler) lbh hemat bahan bakar. Disamping itu jika menggunakan pesawat bermesin jet akan sangat boros dan mubazir karena tenaga mesin baru digunakan dibawah 60% sdh hrs mendarat. Spt rute jkt-jogja.
        Dan pendapat itu diulas lg oleh anaknya Ilham Habibie saat ditanya kenapa konsen pada pembuatan R80, lalu diulas jg oleh dirut PT.DI waktu penciptaan N219.
        PT. DI tetap konsen pada pengembangan pesawat turboprop, karena segmen pasarnya besar sementara pesaingnya pabrikannya sedikit contohnya twin otter canada.
        Knp tdk buat pesawat dnt mesin jet.? Alasannya Dirut PT.DI krn tidak mau bersaing dng konsorsium eropa dan Amerika yg sudah besar namanya dan lebih cpt melakukan pengembangan model serta didukung oleh team R&D yg kuat dan handal.
        Disamping itu jg Rusia sudah ikut bermain dipersaingan jet komersial dng produk SJ-100 nya. belum lg yg dari China jg sdh meluncurkan produk perdananya.
        Apalagi menjelang perdagantan bebas, pemerintah tdk boleh melarang maskapai dlm negeri membeli pesawat dr luar.
        Oleh sebab itu PT.DI lebih jeli dng menyembangkan pesawat komersil bermesin propeler yg sedikit pesaingnya dan PT.DI sdh punya nama utk kelas seperti ini contohnya CN235.
        Ini dibuktikan dng sdh adanya pesanan N219 sebanyak 150 unit dr dalam dan luar negeri ” jika telah dapat sertifikat kelayakan terbang”.
        Akan tetapi utk kerja sama pembuatan pswt komersil bermesin jet tetap terbuka bagi PT.DI . Krn tdk menanggung resiko besar dr segi pembiayaan, kalo ada pesanan dibuat namun tdk ingin kalo PT.DI sendiri merancang bangun dr awal pesawat komersial bermesin jet. Terlalu besar biaya yg ditanggung.
        PT.DI jg tdk ingin merusak lini produksi komponen pesawat yg dipercayakan oleh airbus dan boing selama ini dng keinginan merebut pangsa pasar pesawat jet komersial mereka. Kerja sama yg saling menguntungkan ini hrs tetap dipertahankan oleh PT.DI broo…biar kelangsungan hidup perusahaan bs dipertahankan dan bahkan menjadi BUMN yg bisa meraup untung.
        Begitu tong ceritanye….
        Salam damai NKRI….Hancurkan Teroris

      •  

        skak matt.!!!!! tulisan sendiri dengan tulisan browsing berbeda… niat ingin terlihat wawasan luas, smart tpi hrus browsing dlu.. yalah lamaa.. klo penulisan sendiri dengan otak sendiri akan menghasilkan gaya bahasa sendiri.. walaun ada ke tidak tahuan atau kesalahan sedikit wajar.. namnya juga otak manusia bukan otak HARDISK… wkwkwkwk.. salam bung.!!!!

      •  

        bank ruskey, kenapa sewot……

      •  

        @Kelapa Treez….
        Baiklah, pertama dari semua ini SAYA TIDAK ADA NIATAN SEDIKITPUN UNTUK DIAKUI ATAS APAPUN YANG SAYA KETAHUI, SAYA DISINI HANYA BERBAGI YANG SAYA KETAHUI. JIKA SAYA BERKEINGINAN DIANGGAP ATAS PENGETAHUAN YANG SAYA KETAHUI, DENGAN SANGAT JELAS SAYA AKAN MERUBAH ISI DARI INFO YANG SAYA KETAHUI DENGAN BAHASA SAYA SENDIRI AGAR SAYA TERLIHAT PINTAR DAN DIAKUI SEMUA ORANG. TAPI APAKAH SAYA MELAKUKAN ITU?
        SAYA berbagi INFORMASI SESUAI INFO YANG SEBENAR-BENARNYA DARI SUMBER YANG MENGELUARKAN INFORMASI TERSEBUT. YANG ARTINYA SAYA MENYAMPAIKAN APA YANG MEREKA (NARASUMBER) SAMPAIKAN DAN TIDAK MERUBAH ISI DARI INFO TERSEBUT SEHINGGA TIDAK MENIMBULKAN “SALAH TAFSIR” TERHADAP INFORMASI YANG SAYA BAGIKAN TERSEBUT. SAYA BUKAN PENDONGENG DAN BUKAN AHLI BERCERITA, TAPI SAYA HANYA INGIN BERBAGI KEPADA KALIAN YANG SAMA-SAMA MEMILIKI KETERTARIKAN AKAN DUNIA MILITER. JIKA TINDAKAN SAYA TERSEBUT MENYALAHI ATURAN, MENGGANGGU KENYAMAN ANDA SEMUA DAN MERUSAK KREDIBILITAS FORUM, DENGAN HORMAT SAYA MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA KEPADA SEMUA KALANGAN YANG MERASA SAYA RUGIKAN ATAS TINDAKAN SAYA TERSEBUT.
        TAPI SAYA TIDAK AKAN MUNDUR SEDIKITPUN UNTUK MENYAMPAIKAN INFORMASI YANG SAYA KETAHUI KEBENARANYA YANG DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN.
        SELAMA ITU BENAR, SAYA AKAN TETAP MAJU. NAMUN JIKA ITU SALAH, MOHON KERENDAHAN HATI SAUDARA-SAUDARA UNTUK MENGKOREKSINYA DAN MENEGUR SAYA ATAS KESALAHAN SAYA TERSEBUT.
        SAYA DISINI TIDAK BERMAIN CATUR ATAU BERUSAHA MEMENANGKAN SESUATU, TETAPI JIKA SAYA MELIHAT ADA KESALAHAN DAN SAYA MENGETAHUI KEBENARANYA….SAYA BERHAK UNTUK MEMBENARKAN,MELURUSKAN, MENGKRITIK INFORMASI YANG KURANG TEPAT.
        KESALAHAN INFORMASI BISA MENIMBULKAN FITNAH DAN BISA MENIMBULKAN PERPECAHAN.

        Ir. Soeakarno, sang proklamator pernah berkata bahwa KELAK DIMASA DEPAN MUSUHMU BERASAL DARI BANGSAMU SENDIRI.

        SEBELUM ITU TERJADI SAYA AKAN TETAP MEMPERJUANGKAN HAK SAYA UNTUK MENYAMPAIKAN INFO YANG SEBENAR-BENARNYA YANG SAYA KETAHUI DAN KEBENARANYA DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN AGAR TIDAK MENIMBULKAN SALAH TAFSIR YANG MENJADIKAN ITU BIBIT FITNAH DAN MENJADIKAN PERPECAHAN DIANTARA KAUM SENDIRI.

        SAYA BUKAN ORANG YANG GILA HORMAT, YANG MENGINGINKAN PENGAKUAN ATAUPUN GELAR. SELAMA KEBENARAN MASIH BERPIHAK, SAYA TIDAK AKAN MUNDUR…!!!!
        DAN SATUHAL YANG HARUS ANDA INGAT, SAYA TIDAK MEMAKSAKAN ANDA UNTUK PERCAYA KEPADA INFORMASI YANG SAYA SAMPAIKAN. SAYA PERCAYA ANDA SEMUA MEMILIKI INTELEJENSI YANG LEBIH DARI CUKUP UNTUK MENCERNA INFORMASI YANG ADA.

        Salam

        *sorry for caps

      •  

        @Ruskye….
        Inisial @Danu adalah urusan pribadi anda, dan anda sekarang menghadapi orang yang benar-benar berbeda dan tidak ada hubunganya sama sekali dengan inisial yang anda sebutkan.
        Btw, nice story @Ruskye…..thanks for that.

        Ruskye, says :
        Knp tdk buat pesawat dnt mesin jet.? Alasannya Dirut PT.DI krn tidak mau bersaing dng konsorsium eropa dan Amerika yg sudah besar namanya dan lebih cpt melakukan pengembangan model serta didukung oleh team R&D yg kuat dan handal.
        ———————————————————————————
        *
        Lalu bagaimana anda menjelaskan berita diatas? Berita diatas justru mematahkan janji PT.DI sendiri yg tidak ingin bersaing dng para raksasa tersebut.
        Ada poin yang sangat jelas dari statement anda diatas, apakah anda meragukan cita-cita PT.DI dan mengkerdilkan kemampuan mereka karena kalah bersaing dan menjadikan mereka takut untuk membuat produk yg bisa menyaingi para raksasa tersebut?
        Bagaimana dengan jorgan anda yang “Tidak akan mundur sebelum berperang”? Tapi apakah statement anda diatas membuktikan hal tersebut?
        Maaf, saya tidak akan menilainya silahkan anda nilai sendiri.

        Ruskye, says :
        Akan tetapi utk kerja sama pembuatan pswt komersil bermesin jet tetap terbuka bagi PT.DI . Krn tdk menanggung resiko besar dr segi pembiayaan, kalo ada pesanan dibuat namun tdk ingin kalo PT.DI sendiri merancang bangun dr awal pesawat komersial bermesin jet. Terlalu besar biaya yg ditanggung.
        ———————————————————————————
        *
        Sekali lagi berita diatas mematahkan statement anda @Ruskye. Darimana anda tau bahwa PT.DI tidak berkeinginan merancang dan membuat pesawat komersil bermesin jet? Bagaimana anda menjelaskan desain pesawat berwarna merah diatas? Dan darimana anda tau besar biaya yang ditanggung PT.DI? Pertemuan pertama yang bertujuan untuk membahas detail tentang proyek pesawat komersil tersebut belum terlaksana, bagaimana anda bisa mengetahui besar biaya yg akan ditanggung mereka?
        Jika PT.DI benar-benar tidak ingin bersaing dengan Airbus dan Boeing yang telah berjasa besar bagi PT.DI, lantas mengapa kontrak pembuatan pesawat komersil dengan KAI,Korsel ditandatangani?
        APAKAH ITU TIDAK TERLIHAT JELAS BAGI ANDA BAHWA PT.DI BERKEINGINAN UNTUK LEBIH MAJU LAGI DAN INGIN MENGUASAI TEKNOLOGI YANG LEBIH CANGGIH YANG BERMANFAAT BAGI KELANGSUNGAN PT.DI KEDEPAN?
        Lihatlah kembali kawan, “penjualan pesawat di dunia, 80% dari pasar penerbangan sipil, sehingga ada kendala, jika hanya berfokus pada industri penerbangan pertahanan.”
        Apakah anda tidak melihat yang “TERSIRAT DARI YANG TERSURAT” seperti manuver yang dilakukan perusahaan SUKHOI?
        PT.DI BUTUH DANA LEBIH BANYAK LAGI UNTUK KEBERLANGSUNGAN HIDUP PERUSAHAAN ITU SENDIRI DAN TIDAK INGIN SEPERTI PERSUSAHAAN MIG RUSSIA YANG HANYA BERKONSENTRASI DALAM PEMBUATAN PESAWAT TEMPUR.
        Pemerintah berkeinginan membangkitkan kedirgantaraan INDONESIA yang diwujudkan dengan langkah-langkah strategis seperti berita diatas.
        ADAKAH DIBENAK ANDA TENTANG KEMANDIRIAN INDUSTRI DALAM NEGERI?
        APAKAH ANDA TIDAK INGIN PT.DI MENGUSASAI PASAR DALAM NEGERI YANG SEBELUMNYA DIKUASAI ASING?

        Ruskye, says :
        PT.DI jg tdk ingin merusak lini produksi komponen pesawat yg dipercayakan oleh airbus dan boing selama ini dng keinginan merebut pangsa pasar pesawat jet komersial mereka. Kerja sama yg saling menguntungkan ini hrs tetap dipertahankan oleh PT.DI broo…biar kelangsungan hidup perusahaan bs dipertahankan dan bahkan menjadi BUMN yg bisa meraup untung.
        ———————————————————————————
        *
        Coba anda perhatikan penjelasan saya berdasarkan narasumber : Sukhoi dibawah ini,
        Sukhoi :
        “Consultant – BOEING
        Throughout the history of Russian commercial
        aviation, Sukhoi Superjet 100 appears the first
        aircraft ever designed with due consideration of
        requirements and demands of potential
        worldwide operators.
        Under the long-term cooperation Agreement
        signed on December 19, 2002, Boeing consults
        the Sukhoi Civil Aircraft Company in the field of
        marketing, design and manufacturing,
        certification and quality system, supplier
        management, and after-sales support.
        Contributed by Boeing, the idea of step-by-step
        project management was fully explored and
        translated into business reality by SCAC.”

        Russia saja yang notabene adalah rival utama Amerika Serikat tidak malu dan mereka berani meminta tuntunan pihak Boeing untuk belajar membuat pesawat komersil, bagaimana memasarkanya, manajemen pengelolaanya, dan hal mendasar lainnya. Sukhoi berani bersaing dengan Airbus dan Beoing itu sendiri yang sebenarnya adalah guru bagi mereka dan hal itu dibuktikan dengan statement dibawah ini

        Sukhoi :
        “In 2007 Finmeccanica’s company Alenia
        Aeronautica and Sukhoi Holding formed SuperJet
        International, a joint venture (51% – Alenia
        Aeronautica, and 49% – Sukhoi Holding) based in
        Venice, responsible for marketing, sales and
        aircraft delivery in Europe, North and South
        America, Africa, Japan and Oceania as well as for
        worldwide logistic support for the Sukhoi
        Superjet 100 regional aircraft family. This
        enterprise is expected to produce the synergy
        effect and to efficiently promote Sukhoi Superjet
        100 family in mature markets. In addition, it will
        offer aircraft customization for western
        customers and a full package of aftersales
        support throughout the world.”

        Lihat itu, bahkan mereka memasarkanya hingga ke EROPA dan AMERIKA SERIKAT yang menjadi markas besar AIRBUS dan BOEING.

        Sedikit flashback, selama saya berkomentar banyak yang menilai saya sebagai orang PESIMIS terhadap militer NKRI dan salah satunya adalah anda @Ruskye. Lihat sekarang siapa yang PESIMIS TERHADAP PT.DI dan PEMERINTAH INDONESIA?????

        Rubahlah pandanganmu @Ruskye, menilai subjektif akan membutakan anda dari hal-hal yang terlihat jelas didepan anda.

        Salam

      •  

        piye kabare……
        di damprat telak, mantap……….

        tak muncul kepermukaan, krn tenggelam kah..kah..kah

        ——————————–
        buat abang thx info dan tegurannya..

      •  

        @ Abang Sally, tetap bertahan pada level anda bung, cuekin aja yang belum pernah menyentuh benda bernama textbook, sehingga tidak tahu di bagian belakang ada yang namanya Notes atau Bibliography

  31.  

    Bedalah Arsitek yang buat blueprint dgn 300 insinyur teknik sipil. Masa itu saja gak bisa.

    •  

      Betul, bukan arsitek (ataupun naval architect), dan insinyur teknik sipil (spesialisasi struktur) kalaupun ada tidak banyak, mayoritas harusnya dari teknik penerbangan plus instrumentasi, elektronik

  32.  

    Kalo mau berbagi Tot antar kedua negara sebaiknya pihak kita minta diajari/Tot dulu tentang pembuatan pernika canggih alutsista dan industri permesinan dr pihak korsel baru setelah itu mereka kita berikan Tot bidang pesawat komersil, jd jgn sampe kita kecolongan atau di PHP in saja.

  33.  

    kok gak bisa register yah ?

  34.  

    Join bikin molen ya bung @cepot …. Wkwkwwwk

  35.  

    @darob db….
    anda tidak bersalah bung, dan anda berhak untuk bertanya apapun selama itu masih manusiawi.
    Jangan takut untuk bertanya untuk mengetahui informasi yang ingin anda ketahui.
    Informasi dibagikan kepada sesama, tidak untuk pribadi.
    Semoga anda tidak takut untuk bertanya lagi
    Salam

    •  

      bro saya mau tanya info nih…..tau WA nya nabila jkt48 gk??xixixixi kidding

      saya mau tanya apakah SDM kita mencukupi untuk lini kedirgantaraan ini? secara yg saya tau pendidikan mekanik kedirgantaraan hanya STM penerbangan tidak ada pendidikan strata 1..bagaimanakah PT.DI dan PT.RAI memenuhi SDM nya

      •  

        SDM kita masih banyak ko bung yg berkualitas.. .. klo saja rata STM bisa bekerja dalam perakitan pesawat ya bagusss.. mantap . gmna klo yg sarjana… inget loh. sarjana kita lebih banyak dari negara tetangga.. jng khwatir soal SDM.. krna yg banyak terlihat di jalanan anak STM. bukan berarti yg lulusan sarjana sedikit kn.. ya walapun faktanya sdm tingkatan STM masih lebih banyak dri sarjana tpi bukan brarti tidak ada yg berkualitas.. salam bung.

      •  

        Haloo Bung SJ 🙂

        http://www.ftmd.itb.ac.id/?page_id=900

        ku tunggu di kantin sekolah ya ! xixiixixi

      •  

        Kepala Trees, semoga lulusan terbaik bukan sekedar lulus kuliah saja..

        Dr. semprul, thx infonya….btw saya gk mau kekantin sekolah…krn saya belom bayar utang.

    •  

      jawaban gambangya bung ruskye, jgn ulangi lagi hal yang lalu itu aja.
      jgn kayak keledai yang bisa jatuh dilubang yang sama.

      heheh, *mode asal komen aktif

    •  

      bank ruskiey, mungkin anda dr paham, sotoyiah. menurut saya itu hanya asumsi anda belaka saja. IPTN ditutup sebagai syarat bantuan IMF memang benar. tp kalo dasar alasannya takut jadi pesaing ahahahahha rasanya tak mungkin. pasti ada alasan lain” ” dan alasan yg tepat seperti apa hanya pak harto dan BJ. habibie yg tau. sebagian msyrkt hanya berasumsi dan menerka nerka saja. bukankah semakin banyaknya perusahaan dirgantara di dunia justru membawa keuntungan untk perusahan dirgatara international, karena untuk memenuhi kebutuhan produksi pesawat dibutuhkan komponen dari perusahan lain dan tidak mungkin pure satu negara. CN-235 adalah pesawat terbang hasil kerja sama antara IPTN atau Industri Pesawat Terbang Indonesia (sekarang PT.DI) dengan CASA dari Spanyol. Kerja sama kedua negara dimulai sejak tahun 1980 dan purwarupa milik Spanyol pertama kali terbang pada tanggal 11 November 1983, sedangkan purwarupa milik Indonesia terbang pertama kali pada tanggal 30 Desember 1983. Produksi di kedua negara di mulai pada tanggal Desember 1986. Varian pertama adalah CN-235 Series 10 dan varian peningkatan CN-235 Seri 100/110 yang menggunakan dua mesin General Electric CT7-9C berdaya 1750 hp. bukankah hal ini menguntungkan General Electric-usa dana Casa-spain. lalu kenapa IPTN kena tutup syarat IMF? mungkin saja IMF bertujuan supaya Indonesia bisa berkosentrasi membenahi krisisnya dan menggunakan anggarannya utk menyembuhkan krisisnya. proyek IPTN sendiri membutuhkan anggaran besar maka IPTN di mati surikan (tidak secara permanen ditutup selamanya) supaya tdk menjadi beban. dan terbukti ketika kerisis berlalu kedirgantaran kita bisa bangkit lagi. dan bertransformasi menjadi PT.DI. dan IMF pun sekarang tidak mempersoalkannya .

    •  

      bung Ubed dan bung Rasputin, terima kasih atas tanggapannya.
      Kalo ditanya dr mana sumber yg kredibel tentu saja disamping dr sumber internet, ulasan media cetak dan televisi. Gampang kok carinya. Silahkan browsing dan cari jg di majalah tempo dan kompas.
      Tp yg ingin saya perjelas disini tentang pertanyaan anda, apa hubungannya IMF dng PT.DI.
      Sebagaimana kita ketahui bahwa format pemulihan ekonomi yg ditawarkan IMF kurang berhasil dibanyak negara kecuali sedikit di afrika. Sampai pernah mentri keuangan saat itu ibu Sri Mulyani di tanya oleh IMF dan masyarakat ekonomi eropa tentang keberhasilan Indonesia terhindar dr krisis ekonomi yg melanda eropa, asia dan amerika, beliau menjawab dng knp tdk memakai cara anda waktu mendikte Indonesia. Itu salah satu bentuk bahwa resep pemulihan ekonomi versi IMF kurang jitu. Oleh sebab itu pemerintah SBY berusaha melunasi hutang ke IMF lebih cepat agar terbebas dari aturan main yg ditetapkan IMF.
      Salah satu aturan yg sangat terasa merugikan yaitu melarang PT.DI membuat pesawat selama tahap pemulihan ekonomi. Disinilah yg menyebabkan PT.DI tdk bisa melanjutkan proses tahap produksi pesawat N250 yg telah selesai rancang bangunnya.
      Mengapa sampai dikaitkan dng PT.DI.? Jawabnya karena PT.DI akan merancang dan memproduksi N2130 dlm roadmapnya setelah produksi masal N250 yg diperkirakan bakal laris dipasaran karena selain teknologi lebih canggih dikelasnya pd saat itu, harganya pun jauh lebih murah.
      Sebagaimana kita ketahui bahwa pesawat jet komersial merupakan produk andalan Boeing dan Airbus. Merekalah penguasa pasar dikelas tersebut. Dan mereka tdk ingin membagi kue nikmat yg selama ini mereka kuasai dng Indonesia. Itulah kesalahan kita, mengusik ketenangan sang raksasa.
      Hubungannya dng IMF.? Kita ketahui saat itu IMF dipimpin dan dikuasai mayoritas oleh Eropa dan Amerika. Sudah pasti mereka membawa misi kepentingan negara mereka juga yg tdk ingin Airbuss dan Boeing mengalami nasib seperti Fokker Belanda hanya karena Negara Indonesia yg masih bau kencur dlm hal teknologi dirtantara. Disitulah titipan itu berjalan.
      Pertanyaannya, knp tdk menyentuh PT. PAL jg.? Krn mereka yakin bahwa Pt.PAL masih terlalu muda utk dpt dan mampu bersainy dng galangan kapal mereka.
      Bersyukurlah kita sudah terlepas dr aturan main IMF sehingga PT.DI bisa kembali bergeliat dan sedikit demi sedikit mulai menggerogoti Airbuss dan Boeing dlm kerangka kerjasama produksi. PT.PAL yg tidak masuk dlm hitungan mereka ternyata mulai menjadi besar berkat TOT dan kerjasama.
      Semoga penjelasan ini bisa membantu. Dan ini bukan opini pribadi melainkan ulasan dari media yg saya baca.

  36.  

    ijin nyimak gan trus ninggalin jejak,,,
    thx

  37.  

    Kedirgantaraan indonesia tidak main-main kita yang pertama di asia yang menguasai ilmu pesawat komersil, kita beruntung punya anak bangsa seperti bj. Habibie yang punya 46 hak paten di boeing dan airbus.
    Dan semoga ilham bisa melanjutkan kepemimpinan ayahnya

 Leave a Reply