Jul 082016
 

maxresdefault

Indonesia dikabarkan berencana membeli Pesawat tempur FA-50 dari produsen pesawat KAI asal Korea Selatan untuk menggantikan Hawk 109/209 milik TNI AU. Sebelumnya, gaung penggantian armada tempur Hawk 109/209 ini hampir tidak terdengar di kalayak media, bahkan pada gelaran dirgantara Singapura Airshow, tepatnya 16 Februari 2016 lalu dilakukan kesepakatan upgrade RWR Finmeccanica SIER untuk meningkatkan kemampuan Hawk TNI AU.

fa-50-rokaf

santernya informasi penggantian Hawk 109/209 milik TNI AU, diperoleh dari data list daftar belanja alutsista 2016 – 2019. Tidak tanggung-tanggung Pemerintah RI mengalokasikan pengadaan 12 unit FA-50 buatan Korea Aerospace Industries (KAI) untuk memperkuat pertahanan wilayah udara Nusantara.

Kandidat FA-50 sebagai pengganti Hawk di barisan pertahanan udara RI dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor usia dan faktor Joint Program KF-X / IF-X Korea Selatan – Indonesia.

Dari faktor usia, Hawk TNI AU tiba di Indonesia pada tahun 1997 dalam kondisi baru. Jika dihitung usianya, maka usia pakai Hawk di Indonesia sudah mencapai 19 tahun. Namun perlu di ingat penggantian pesawat bukan berdasarkan usia tetapi jam terbang.

FA-50_aereo

Faktor kedua adalah kejasama prestisius Joint Program KF-X/IF-X Korea Selatan – Indonesia. Dasar pertimbangnya adalah sama ketika Indonesia memutuskan membeli T-50 atau TA-50 yang juga dipengaruhi oleh faktor tersebut.

Pesawat tempur FA-50 produksi Korea selatan adalah varian yang paling canggih dari keluarga T-50. Pesawat tempur ini didesain berdasarkan platform Jet Trainer T-50 yang ditawarkan sebagai pesawat serang ringan yang canggih dan efisien dengan harga yang terjangkau.

FA-50 memiliki panjang 13.14m, lebar 9.45m dan tinggi 4.82m. Berat kosong pesawat adalah 6.47 ton. Pesawat ini dapat lepas landas dengan berat kotor maksimum 12.3ton.

Pada awalnya FA-50 dilengkapi dengan Radar Lockheed Martin APG-67. Namun dengan literasi saat ini FA-50 telah dilengkapi dengan Radar Elta Systems EL/M-2032 pulse Doppler.

f0205060_51b13a7a9b75e

Dengan jangkauan lebih dari 60 mil, EL/M-2032 mampu mendukung senjata dengan kemampuan BVR. Di masa mendatang Upgrade FA-50 dapat menggunakan radar AESA EL/M-2052, yang akan memberikan kemampuan pesawat jauh lebih baik.

Kokpit tandem FA-50 dapat membawa dua awak. Kokpit dilengkapi dengan head up display layar lebar (HUD), Display warna multifungsi (MFDs), instrument mesin digital, Hands On Throttle and Stick (HOTAS), kontrol atas depan terintegrasi dan kursi ejeksi zero-zero, sistem kontrol penerbangan digital fly-by-wire, tongkat aktif, daya listrik cadangan, break by wire digital dan triple redundant electrical system. Kokpit juga mengintegrasikan Oksigen On Board Generation Systems (OBOGS), dengan fitur Night Vision Imaging System (NVIS) memungkinkan pesawat menjalankan misi pada siang dan malam hari.

image003-781889

Sedangkan avionik terdiri dari Inertial Navigation System/Global Positioning System (INS/GPS), komputer misi terintegrasi, identifikasi teman atau musuh (IFF), radar altimeter, radar multimode, store management system, radio UHF/VHF, data link taktis Link 16, sistem transfer data dan rekaman, Radar Warning Receiver (RWR) dan Counter Measure Dispensing System (CMDS).

Pesawat FA-50 dapat membawa beban senjata hingga 4,5 ton (9,920lb). Pesawat ini dapat dipersenjatai dengan rudal udara ke udara jarak pendek AIM-9 Sidewinder, rudal taktis udara ke darat AGM-65 Maverick (AGM), bom GBU-38 / B Joint Direct Attack (JDAM), CBU- 105 Senjata Sensor Fused (SFW), bom Mk-82 Low Drag General Purpose (LDGP) dan Bom Cluster (CBU). FA-50 juga dilengkapi dengan Gatling gun tiga laras 20mm dan LAU-3/A tabung19 roket 2,75mm Folding Fin Aerial Rockets (FFAR).

AIR_FA-50_Labeled_KAI_lg

Mengingat bahwa EL/M-2032 sudah bisa mendukung rudal buatan Israel Derby BVR, tidak ada alasan untuk meragukan bahwa FA-50 tidak bisa menambahkan senjata lain pada sayapnya seperti rudal Python 5 high-off boresight. Itu berarti bahwa FA-50 juga mampu membawa Rafael Litening II targeting pod.

FA-50 ditenagai mesin General Electric F404-GE-102 turbofan dengan daya dorong 17,700lbf dengan afterburner memaksimalkan kecepatan pesawat hingga 1,837.5km/ jam (1,5 Mach). Kinerja mesin dikendalikan oleh sistem dual channel Full Authority Digital Engine Control (FADEC). Pesawat dapat membawa 568L bahan bakar tambahan dalam tangki eksternal.

Jika rencana mengakuisisi FA-50 itu benar akan diwujudkan, maka Indonesia menjadi negara kedua pemakai FA-50 setelah Filipina. Filipina diketahui telah melakukan order pembelian 12 unit FA-50 senilai US$450 juta. Lepas dari FA-50, kabar baiknya Kemhan akan melengkapi T-50I Golden Eagle TNI AU dengan sistem radar berikut suku cadangnya. (marksman/ sumber : angkasa dan wikipedia.edu)

  67 Responses to “KAI FA-50 Kandidat Kuat Pengganti Hawk 109/209 TNI AU”

  1. tetep SU35 pengganti yg terbaik

    • beda kelas bung………………….

      pengganti terbaik adl Yak130

    • Kebanyakan makan sajen Ente. Bukannya berbelasukawa.

    • Terus gmanalah kelanjutan su-35? Apa hanya koar koar doank yg tak ada realisasinya?? Kalo hanya pespur t50 mana mampu jaga kedaulatan dan kehormatan bangsa??? LUCU LUCU…
      emang otal atil doank ini pemerintah.

      • woi….cebong !!! smangat amat loe bela junjungan . sekarang ane tanya junjungan ente punya prestasi ….kagak ? jangan cuma bisa nyalahin aja loe…junjungan ente cm bisa koar2…beli SU 35 -lah, improve Kilo-lah, heavy fregat-lah, persija akan diberikan stadion BMW-lah…mane-mane buktinya !!!!!

      • Bisanya hidup lu cuma buat ngetro doang… kasian deh..hidup lu susah ya

      • Perlu saya ingatkan juga Bung
        @ICAL,, TA-50 itu khusus pesawat training,, bukan pesawat combatan dan pilihannya sudah tepat dimana TA-50 msh di upgrade..

        Sebelom ente nyalahin pemerintah sebelomnya mending ente banyak2 baca fungsi pembelian pesawat TA-50 sama kurangin minum air kobokan kaki..

        Justru yg salah kalo pemerintah sekarang beli pesawat yg hanya sekelas pesawat training.. kalo tujuannya utk pesawat IFX, mending beli pesawat yg bisa kasih TOT buat mendukung SDM kita utk membangun IFX versi indonesia..

    • sama stop pretttttt juga

      Rudal indonesia Tenggelamkan kapal USA

      http://www.kumpulberita.com/2011/04/rudal-yakhont-tenggelamkan-kri-buatan.html

    • ….Sebentar….. F/A 50 ini ….kursi pilot nya Berapa ? 1 atau 2 kursi pilot …?
      Sebenarnya Apa alasan Hawk 100/200 itu mau diganti ? Apa karena Sering jatuh …? Diembargo ? Atau ….Apa ?
      Sebenarnya saya berharap Diganti oleh Grippen …tapi tidak disangka secepat ini….

      • @aabyl

        Alasannya….?

        Kuasa pemegang anggaran bung…mumpung bisa belanja-belanja, lha wong varian hawk 100/200 masih terbilang layak terbang sebenarnya

  2. Apa iya.?

  3. Kemampuan dog fightnya gimana? Indentnya berapa lama?

    • Dari speknya, FA-50 hanya sebatas pesawat bantuan udara buat menghancurkan objek2 vital musuh di darat.. kemampuan bertahan yg minim jelas bakal jd bulan2an pesawat tempur tetangga kalo harus berhadapan 1 lawan 1.. sebelom dogfight, udah keburu ancur ini pesawat bung walaupun lawannya mig-29 malon..

  4. Klo pertimbanganya untuk krjasama kfx/ifk ya tak apalah….tp lbih bagus lg jg beli gripen ng..12/16 biji.yg mau kasih tot sampai 85%

  5. Kayaknya iya

  6. Beli Sama Senjatanya Juga Biar Lengkap

  7. selamat berjatuhan…pesawatnya..

  8. ini sesuai dg pernyataan bung Tukang Ngitung Phd bahwa kita benar2 membeli FA-50 utk pengganti Hawk

  9. Ga enaklah begitu bang. Masak paspampres yang dijadiin kambing hitam. Semuakan ada prosedurnya. Bukan sep[erti beli kacang goreng.

  10. Lumayan buat mengcover wilayah udara indonesia timur yg masih lemah.

  11. Breaking news .Helikopter tni au jatuh d dusun sebelah ane

  12. seorang pilot T50 pernah bilang sama saya kalau T50 itu katanya avionicnya sudah canggih termasuk radarnya. yg dibilang canggih asumsi saya berarti FA50 dong ya??? selanjutnya saya tanya lagi; pake radar apa? dianya malah diem lalu kabur pergi

  13. Kalo tdk salah yg dibeli sebelumnya adalah T/A- 50 bkn T-50. Kalo inisial “T” design ekor atas ada kemiringan sedangkan T/A-50 design ekor atas datar sama dng F/A-50. Yg milik TNI AU design ekor atasnya datar sama dng design ekor utk F/A-50.Krn rumornya, kelak akan diupgrade kelengkapannya menjadi F/A-50 sejumlah 12 unit dr pembelian awal yg 24 unit. Sisanya akan tetap sebagai pesawat latih lanjut T/A-50.

    Berarti dng pembelian radar utk pesawat Golden Eagle pd periode ini, mengindikasikan bahwa rumor tsb benar. Dan apabila dicek dng yg dimiliki TNI AU sesuai perbedaan diatas menunjukkan bahwa yg dibeli TNI AU sebelumnya adalah Golden Eagle jenis T/A-50 bukan dr jenis T-50.
    Selamat buat TNI AU dan Pemerintah. Pilihan yg tepat utk menyongsong IFX

  14. selain faktor di atas..
    saya rasa ini langkah cerdas pemerintah..
    ni pesawat bisa jadi pesawat ronda .dengan biaya irit..beda tipis lah sama elbot..
    secara politik kita g perlu ribut2 dengn blok barat atau timur..
    sistem senjata nya lebih memungkin kan datang dari pintu belakang..
    siip dah..

  15. Kalo utk Replace HAwk sih FA-50 Cocok2 saja Karena sudah Familer baik utk Pilot maupun Ground crew TNI-AU dengan T/A 50-i, Persenjataan juga gak beda jauh dengan apa yg bisa di gendong ama Hawk yg penting sistem radar dan sistem Elektronik serta sistem persenjataanya Komplit saat beli jaddi gak harus dua kali keluar duit

  16. Harusnya KOHANUDNAS sudah punya pespur sendiri …
    Kalau ga F16 ya … FA 50 ini …
    IMHO

  17. Daripada FA 50 lebih baik beli Gripen E/F lebih mumpuni dapat TOT lagi

  18. Beli alutsista minimal harus ngimbangin negara di kawasan. Bukan ala kadarnya.

  19. Ahahaha ada yg ngedumel sama pa Harto, kenapa ??? Saudara ente ada yg mati ditembak ya, apa emak ente kali diperkosa sama preman jaman Petrus, kikikikikkk Makanya suruh tuh kodok buduk palanga plongo yang kerjanya mangap doang .
    Kikikikikkk kecebong amplop gocengnya si kodok beracun

    • ini lagi orang tol*l pengagum cendana. junjungan lo itu udh habis masanya. mati sbg terdakwa. n wowo mantan mantunya yg punya anak Lgbt udh ditinggalin teman2 koalisinya jd cuma bisa planga plongo ngobrol ama kuda. panasbung kayak lo ini yg gw yakin jadi anak dukun kluarga cendana..dukun tol*l krn junjungannya akhirnya mati tragis…mbahahaha….

  20. Jangan lupa sekalian minta di rakit di sini biar hanggar ifx gak nganggur sama biar insinyur pt di punya pengalaman merakit jet tempur, jadi ntar pas ifx selesai mereka gak pada gaptek ngurusin bikin jet tempur. Maju terus indonesia

  21. No comen…no sara…no caci maki…

    Minum kopi dulu campur sianida biar pikiran tenang dan damai….

  22. saya juga kabur bung, takutnya nanti saya dipanggil POMAU haha…

  23. wah,,bakalan seru neh,,acara dimari fans su,rafale,grifen sama topan,,bakal kompak,bin keroyokan sama elang korsel.tapi apa daya wong barangnya dah keluyuran,,

  24. turutin aja dulu apa mau nya Korsel. kalau ada niat busuk dari negeri ginseng itu, buru2 langsung tlp om Kim minta langsung luncurkan rudal taepodong ke Korsel.

  25. Ga kapok apa ya, negara penghasil kulkas n dvd player koq buat pespur, ntar nyungsep lagi baru deh nangis2 sambil bilang putta terbaik bangsa gugur…eh salah…tepatnya mati konyol, kalo pilot TNI AU make pesawat ginseng sih cucok sama istilah the right man on the wrong odong2, iya odong2…T/FA50 itu ya odong2 yg dikasi sayap

    • Ogoh,

      Emangnya bung Ogoh bisa bikin pespur ?

      Kalau belum bisa janganlah bilang ini odong-odong.

      FA-50 adalah pespur bagus di kelasnya (kelas ringan) begitupun yang versi latih (T-50i).

      Mengapa pespur RI banyak jatuh ?

      Maintenance-nya yang tidak bagus. Bisa jadi ada kecenderungan untuk meremehkan hal-hal kecil misal baut kurang kuat pasangnya dsb. Meremehkan hal kecil bisa menyebabkan musibah.

  26. Ga kapok apa ya, negara penghasil kulkas n dvd player koq buat pespur, ntar nyungsep lagi baru deh nangis2 sambil bilang putta terbaik bangsa gugur…eh salah…tepatnya mati konyol, kalo pilot TNI AU maKke pesawat ginseng sih cucok sama istilah the right man on the wrong odong2, iya odong2…T/FA50 itu ya odong2 yg dikasi sayap

  27. Pembelian sia-sia, mengapa pemerintah tdk pernah mendengar atau sekadar membaca keluh kesah kita ini sbg rakyat indonesia yg memilih beliau tahun 2014 kemaren… kami rakyat indonesia sangat menginginkan alutsista gahar dan ada efek penggentarnya. Jd jika beli semacem fa 50 ini, untuk apa gtu lho??? Jgn kerjasama kfx ifx yg jadi mesalahnya. Kan kita udah sepakat dgn korsel ttg pembuatan jet tempur itu, dan indonesia jg sdh membayar kontrak jtk pembuatan kedua jet tsb..jd ngapain musti takut jika ifx ga jd dikirim?? itu hanya alesan saja… fa 50 bisa apa sih??. Hadeeh..semakin hancur nih indonesia nih klo gini…negara tetangga berlomba2 beli alut sista modern, gahar dan canggih ( produk rusia ) , kita malah mundur ke blakang… alutsista brazil lah, alutsista korea lah, alutsista norwegia lah…ha ha ha di ketawai tuh sm negara2 tetangga…jg harap indonesia masuk 5 besar dunia, yang ada malah turun … yakin saya!!!,

    • Seharusnya juga bisa dibaca dong keinginan pemerintah. Bukannya mau bela, tapi pengadaan ini tidak santer terdengar seperti yang dikatakan oleh artikel di atas. Jadi yang bisa dipastikan tujuannya lebih ke arah fungsional daripada daya gentar. Sekarang dipikir secara logis lebih enak mana setelah memakai pesawat latih lalu pesawat tempur yang sebenarnya yang sangat tidak berbeda jauh dengan pesawat tempur canggih yang belum tentu bisa menguasai. Melatih jam terbang pilot itu tidak murah, daripada harus membiasakan diri lagi dengan pesawat yang lain. Toh untuk pesawat tempur sebagai daya gentar juga ada.

  28. Silahkan koment apapun indonesia/ tni tidak akan beli apapun bahkan menurun kecuali menteri macem bu susi yg jadi menhannya

  29. Keputusan yg salah….FA 50 belum operational proven bagus dan memakai part buatan israel…..sangat riskan….seharuanya diganti oleh Gripen….ahhh capek

  30. kenapa sejak rezim ini ada sering banget pesawat jatuh ya???apa setiap rezim membawa hokky tersendiri??

  31. nganumu rapokro@jangan suka tebar fitnah di bulan nan fitri dah.kliatan banget loe alay.coba bandingin dengan rezim soeharto pada masa mentri haryanto danu TT.bandingin juga waktu hatta rajasa jadi menhub?apa semua salah hatta?tidak juga.semua karena faktor pemeliharaan.termasuk dimiliter.loe dikit dikit nyalahin pemerintah.giliran pemerintah beli sukhoi loe koar kemana mana loe itu semua berkat doa loe….nyang bgini nih yang susah…

  32. Hawk kan kalau bagi kita itu light fighter (serang lapis 3) kalau gantinya FA50 ya ngak masalah..
    Lha kalau gawk diganti F16 atau gripen malah bagus.. Hhi”

  33. Alhamdulillah masih mau beli pespur

  34. Korea bukan negara aviasi (Habibie), kenapa kita mengandalkan prod nya? Mereka aja menggandeng RI utk KFX nya. FA-50 fighter murah yg gak laku, hanya Philippine yg mau beli. Kalo yg TA-50 sbg pesawat latih lanjut cukup baik lah. Pengganti Hawk harus nya memiliki radius tempur yg lebih jauh drpd FA-50, krn Hawk bisa isi bbm di udara (Wil RI luasnya berlipat Korea). Light Fighter yg semua performanya diatas FA-50 adalah Gripen E/F. Bgm kita akan menghadapi pesawat2 neg sekitar, dgn light fighter kelas latih ? Benar Presiden Philippine (Duterte) bilang, beli FA-50 cuma buang uang. Semoga kebijakan Pemerintah tidak atas besarnya komisi yg didapat dr penjual.

    • Kita beli T50/FA50 itu fungsinya bukan untuk menghadapi pespur tetangga yg sangar2, tapi untuk mencegat yg kecil2, sedangkan Untuk mencegat yg sangar2 itu ya tugasnya Sukhoi dan F16V, heran masih bnyk org yg gk ngerti kalo sistem Skuad pesawat tempur sebuah negara itu berlapis dengan Kelas yg berbeda dantentunya dengan tugas yg berbeda 😀

  35. Weleh2,

    Masa samakan gripen dengan hawk / fa-50 ?

    Beda kelas itu.

    Hawk dan fa-50 itu satu kelas.

    Gripen itu sekelas dengan F16.

    Sudah berkali2 saya bilang kalau RI itu masih butuh light fighter.

    Singapore saja punya light fighter kok yaitu M346 Alenia Aermachi.

    Mengapa RI butuh light fighter ?

    Sebab sebelum ke medium fighter harus bisa terbangkan light fighter dulu.

    Light fighter apa yang cocok sebagai tempat praktek sesudah T-50i ? Ya FA-50 itu.

    Mengapa Hawk mau diganti padahal usia baru 20 tahun ?

    Sebab Hawk mau dialihkan ke AL.
    Mengapa Hawk dialihkan ke AL ?

    Sebab untuk mengejar peringkat world class navy maka TNI AL harus ada pespur jetnya.

    AL selama ini hanya punya pesawat kitiran saja (helikopter, bonanza, dan cn235 MPA). Jadi perlu belajar pespur jet.

    Mengapa belajarnya pakai hawk yang adalah pesawat lama ?

    Pakai aja dulu apa yang ada, sebelum dibelikan yang baru.

    Emang mau dibeliin apa sih TNI AL kok mau diberi Hawk ?

    Mau tahu aja atau mau tahu banget ?

  36. Huuuuuu……, wkwkwk

  37. tuh,,kan benar dugaan aku,,bakalan rame nih masalah FA 50 soalnya banyak seles yang gagal dapat komisi,,dan pastinya bakalan dibuly habis habisan,biar gagal project ifx/kfx,,soalnya bakalan ngambil dasar dari FA 50,,,bukan aku sok tahu,tapi fakta berbicara bahwa kita belum bisa bikin jet tempur,,bahkan pespur light fighter sekelas T/TA 50 sekalipun,,pilihan ada di kita,,pinginnya gimana

  38. Saya kira ini perhitungan yang matang dari pemerintah. Pemerintah ke depannya akan fokus dengan pesawat buatan dalam negeri IFX. Baik pesawat buat pelatihan dan tempur ringan/berat. Pilot mulai dibiasakan memakai teknologi korea (baca IFX) yang nantinya akan dibuat juga di indonesia. Sedikit-sedikit angkatan udara mulai dibiasakan dengan teknologi ini sehingga ke depannya kiblat dirgantara indonesia akan fokus dengan buatan sendiri(IFX). Pengenalan sudah dimulai dari TA-50 lalu FA-50 lalu IFX dan selanjutnya pengembangan/modifikasi menuju pesawat tempur 100% Indonesia. Benar2 bertahap dan terukur.

  39. Sebelum korea jaya…kita lebih jaya dulu di bidang aerospace…yum sumarsono, wiweko supono, atau habibie…..skrg malah kita dikadalin koreaa…….jng mauuu semua korea TNI…..TNI itu mandiri, militan, modern….kita pernah ngebom belanda pakai cureng yokosuka dan guntei , menghancurkan B 25 mitchell allan pope dengan mustang…ngalahin belanda dengan MIG dan Tupolev……bankitnya TNI AU bukan dengan product korea….pilihlah misal F 22 atau Su pak Fa……minimal sekali dengan eurofighter atau gripen untuk ganti hawk 100…….tapi jng semua korea.

  40. Gak perlulah pesawat ringan, sekalian ja kelas berat, toh kita audah ada t 50,dan juga yg dri brazil, jadi mending kelas berat sekalian, nanggung soale, sayankan uangnya….

  41. Salam.. Melihat komentar pesimis temen2 yg notabenenya merupakan putra putri Indonesia dibanyak artikel yg menyangkut alutsista Indonesia dilaman ini, jujur Saya merasa miris. Sebuah kebijakan (termasuk kebijakan alutsista) lahir tidak secara spontan diucap, tp melalui beberapa proses seperti penyusunan agenda,formulasi,implementasi,dan evaluasi. Jadi untuk kebijakan pengadaan alutsista termasuk kemungkinan mengakuisisi FA50 ini juga sudah dipertimbangkan berbagai macam aspeknya. Sangat tidak pantas rasanya, jika temen2 menghujat,mencaci,dan mengkritik kebijakan ini dgn kalimat yg kasar. Temen2 yg menghujat FA50 juga belum tentu bisa bikin pespur kan ? Atau malah mungkin juga masih sekolah dan belum lulus..Kritikan dalam sebuah kebijakan itu Harus ada, namun alangkah bijaknya bila kritikn tsb dgn kalimat yg santun karena itu akan mencerminkan kecerdasan kita,serta disertai saran yg Relevan, dan jangan menghujat karya orang lain (dalam hal ini FA50).Untuk saran pembelian Grippen jelas tidak relevan dgn postur anggaran kita, dan kita jg sudah deal untuk pembelian 10unit su35 full senjata,yg notabenenya jauh lebih mumpuni dari banyak pespur, misalnya Grippen,F18,F16 viper,su30 bahkan sisiluman F35. Biarkan negara tetangga terhanyut dgn alutsista canggih buatan negara lain, kita jgn terpancing untuk hal tsb, karena semakin banyak alutsista negara lain yg dibeli, itu sama halnya (negara tetangga) menanamkan “bomwaktu” ditubuh mereka sendiri dan tentu kita tidak mau hal itu maka saat inilah momentum kita untuk dapat mandiri dan itulah alasan kenapa metode ToT harus ada disetiap pembelian alutsista strategis.Tentunya kita patut bangga dgn Indonesia yg secara MANDIRI bisa produksi berbagai jenis alutsista, misalnya kapal perang,kapal selam(mulaiditahun2018),pesawat semi stealth gen 4,5(mulaiditahun2025),pesawat intai militer/maritim,pesawat angkut militer,berbagai varian helikoptermiliter, medium tank, berbagai varian kendaraan lapis baja termasuk varian amfibinya, berbagai varian rudal-roket-bom(yg “mungkin” suatusaat dapat menjadi cikal bakal ICBM kita),berbagai varian senapan,amunisi, serta masih banyak lagi alutsista yg telah kita produksi yg tentunya belum bisa dibuka semua di publik karena masih dlm tahap pengembangan dan poinnya negara tetangga2 kita belum bergerak sejauh yg kita lakukan. Salam damai temen temen sekalian

  42. Mungkin Pemerintah Fokus Sama Project Prestisius Kfx-Ifx..makanya FA-50 Dibeli Sama Pemerintah..Biar Tidak Ada Kendala Dan banyak Varian Varian pesawat buatan Korea yg kelak menjadi tolak ukur untuk mengupgrade pesawat pesawat tempur masa depan Indonesia…Siapa Tau Ahli2 Kita Dapat Membuat Yang lebih Canggih dari Pesawat2 lainnya Dengan Banyaknya Varian pespur yang Kita Miliki….Semoga Kemandirian Alutsista Terutama Pespur ini Dapat Segera Terwujud Dan Diperhitungkan Dunia….

  43. FA 50 bolehlah kita ambil,kecuali untuk triner mesinnya untuk modifikasi pesawat pesawat yang lama grounded dan kita upgrade dengan mesin-mesin dari Korsel ini, lumayan bisa untuk pengembangan pespur latih

  44. Kalau sy boleh usul.. sebagai gantinya Mig – 35 saja… konon maharnya hampir sama dengan TA – 50 ini.. sama2 irit nya.. sama2 efesien.. sama2 terjangkau maharnya.. akan tetapi jauh lebih gahar dan efek gentar lebih sangar dipesawat tempur Mig – 35… 🙂

    • Mig35 boleh saja dibeli, tapi tdk untuk menggantikan Hawk, karna beda kelass, Tapi kata bung TN, F16V lebih berpeluang untuk dibeli daripada nih mig35 😀

 Leave a Reply