Apr 112019
 

File : Sukhoi Su-35S Medvedev-1.jpg From Wikimedia Commons, the free media repository.

Washington, Jakartagreater.com  –  Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo memberikan kesaksian tentang proposal Anggaran Departemen Luar Negeri 2020 sebelum senat membahas Alokasi Operasi Luar Negeri dan Sub-komite Program Terkait, dirilis Sputniknews.com pada Selasa 9-4-2019.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, saat berpidato di Senat AS, dilaporkan mengatakan bahwa Kairo akan menghadapi sanksi jika membeli Jet Su-35 Rusia. Dia juga dilaporkan menambahkan bahwa Mesir telah meyakinkan AS akan mempertimbangkan kemungkinan sanksi AS dan menyatakan harapannya dapat menarik diri dari kesepakatan itu.

“Kami telah memperjelas bahwa sistem yang akan dibeli …. akan menghadirkan sanksi terhadap rezim,” kata Pompeo kepada Komite Senat tentang Alokasi. “Kami telah menerima jaminan dari mereka, mereka mengerti itu, dan saya sangat berharap mereka akan memutuskan untuk tidak bergerak maju dengan akuisisi itu.”

Sebelumnya pada hari itu, menjelang kunjungan mendatang Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi ke Washington, DC, seorang pejabat senior administrasi Trump mengatakan Amerika Serikat mendorong Mesir untuk berbalik ke Barat dan menjauh dari Rusia.

“Dalam hal pengaruh Rusia yang berkembang di kawasan itu, itu jelas sesuatu yang kami sangat prihatin. Kami tidak melihat banyak manfaat material untuk keterlibatan dengan Rusia”, kata pejabat itu, pada Senin 8-4-2019. “Kami hanya akan mendorong orang-orang Mesir untuk berbalik lebih ke Barat, ke Amerika Serikat”.

Pejabat itu mendesak Mesir dan negara-negara lain yang ingin mempertahankan hubungan militer dengan Amerika Serikat agar tidak membeli senjata Rusia karena mereka berisiko terkena sanksi di bawah Undang-Undang Penentang Lawan Amerika Melalui Sanksi Sanksi (CAATSA).

Pada pertengahan Maret 2019, Rusia dan Mesir dilaporkan menandatangani kontrak senilai $ 2 miliar dolar untuk pembelian lebih dari 20 pesawat tempur multi-peran Su-35 Rusia dan senjata yang diluncurkan melalui udara.

Menurut surat kabar Kommersant, perjanjian untuk membeli lebih dari 20 pesawat dan senjata untuk mereka senilai sekitar $ 2 miliar mulai berlaku pada akhir tahun 2018, dan pengiriman dapat dimulai pada tahun 2020 atau 2021.

Namun, Layanan Federal Rusia untuk Kerjasama Militer-Teknis (FSMTC) mengatakan bahwa tidak ada kontrak untuk pasokan pesawat yang ditandatangani pada paruh kedua tahun 2018.

Pada hari Selasa 9-4-2019, Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi. Gedung Putih mengatakan dalam pernyataan sebelumnya bahwa kedua pemimpin akan fokus pada kerja sama militer dan kontraterorisme selama pertemuan mereka.

  11 Responses to “Kairo Bisa Kena Sanksi Jika Beli Jet Su-35 Rusia – Laporan”

  1.  

    Yakin indonesia bebas merdeka bisa beli su 35? Tidak yakin

  2.  

    Wk wk wk kenapa Amerika sangat suka ikut campur kebijkan negara lain, mau beli itu mau beli nie itu hak mereka mau condong kemana itu hak mereka. Apa hak Amer memberikan sangsi. itu negara merdeka bukan negara bagian mereka jd mereka punya hak membuat dan menentukan kebijkan mereka sendiri Tampa interpeksi dr negara lain termasuk amerk. Kalao emang Amer polisi dunia kenapa amrk TDK memberikan sangsi kepada Israel yg telah melakukan itu ini kepada rakyat Palestina..

  3.  

    LAMA LAMA SEMUA NEGARA JUGA MUAK DENGAN TINGKAH LAKU SI AMER.
    MASA PUNYA UNDANG UNDANG CUMA BUAT KEPENTINGANNYA SENDIRI.
    NANTI LAMA LAMA SEMUA NEGARA JUGA PUNYA UNDANG UNDANG BUAT UTK TIDAK MEMBELI PERALATAN TEMPUR DARI NEGARA YG PERNAH MEMBERIKAN SANKSI.
    KALAU SUDAH BEGITU SI AMER MAU GIMANA.

  4.  

    Amerika Serikat ingin menjadi hegemoni kekuatan dunia, untuk itu negara ini akan menyingkirkan negara-negara yang tidak patuh dengan negaranya, misalnya RUSIA (kekuatan pertahanan) & CHINA (kekuatan ekonomi dan pertahanan), dengan menghalalkan segala cara. Negara-negara lain yang cenderung mendekati dan bersahabat baik dengan kedua negara itu pasti jadi perhatian khusus AS.

  5.  

    US akan selalu sangat kontroversial jika di pimpin presiden dari partai republik (reagan, dua bush maupun trump). Presiden2 dari partai demokrat lebih toleran dgn negara2 lain.

  6.  

    Wahh jadi tau,, ternyata disini media penyeimbang media2 barat. Lebih masuk akal konten beritanya. Mksih Jakarta Graeter. Aku akan jadi pembaca setiamu.
    Mengenai artikel diatas saya sangat mendukung Mesir akuisisi SU-35. Saya Dukung juga Turki beli S-400, Alasan utamanya adalah israel, dan tidak melupakan juga alasan amerik4. Sudah terlalu muak rasanya melihat smua artikel berita corong media barat dan amerik4.. Ame siape aja deh asal jgn sama amerik4.