Mar 142015
 
Peluncur roket laras banyak Type 90B MLRS (photo : Militaryphotos)

Peluncur roket laras banyak Type 90B MLRS (photo : Militaryphotos)

(Kien Thuc) – Indonesia segera mendapatkan teknologi tiga senjata dari China termasuk Type 90B, meriam otomatis 30mm dan RCWS jenis UW-1.

Jurnal Kanwa (Kanada) melaporkan bahwa China North Industries Corporation (Norinco) telah memberikan lisensi produksi atas teknologi tiga senjata China kepada IndoMesin dari Indonesia, termasuk peluncur roket berlaras 40 dengan kaliber 122 mm Type 90B, sistem senjata remote control weapon station UW-1 dan meriam laut (naval gun) kaliber 30mm.

Senjata-senjata ini akan diproduksi di Indonesia dan akan melengkapi alutsista Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Dalam tahap awal Indonesia hanya bertanggung jawab untuk perakitan, sedangkan semua komponen dipasok oleh Norinco, di waktu kemudian Indonesia akan memproduksi sendiri. Namun senjata ini hanya diperbolehkan untuk digunakan oleh militer Indonesia, dan tidak diperbolehkan untuk ekspor.

UW-1 Remote Control Weapon Station (RCWS) buatan Norinco (photo : China Defense Mashup)

UW-1 Remote Control Weapon Station (RCWS) buatan Norinco (photo : China Defense Mashup)

Dalam beberapa tahun terakhir, kerjasama militer – teknis Indonesia dan China semakin menguat. Indonesia bukan hanya membeli sistem persenjataan China namun juga membeli teknologi produksi. Contohnya adalah dalam hal pengadaan rudal jelajah anti-kapal C-705, Indonesia membeli 18 set rudal dari China dan kemudian meminta lisensi produksi.

Peluncur roket Type 90B dirancang dari peluncur roket Type 81 yang telah ditingkatkan kemampuannya, berasal dari duplikasi China atas peluncur roket BM-21 Grad buatan Uni Soviet. Tipe 90B ditempatkan pada platform chasis kendaraan 6×6 roda ban jenis Beifang Benchi 2629. Roket dengan 40 laras ukuran 122 mm ini dapat mencapai jarak pada kisaran 20-40 km tergantung pada jenis roketnya.

Meriam 6 barrel 30mm jenis NG-18 buatan Norinco (photo : Kaskus Militer)

Meriam 6 barrel 30mm jenis NG-18 buatan Norinco (photo : Kaskus Militer)

Perbedaan utama antara Tipe 90B dibandingkan dengan peluncur roket generasi sebelumnya terletak pada tambahan kendaraan pengintai artileri (artillery reconnaissance vehicles) yang secara signifikan meningkatkan ketepatan daya tembak MLRS ini.

Sedangkan UW-1 Remote Control Weapon Station (RCWS) dapat diintegrasikan dengan senjata mesin ringan otomatis kaliber 14,5 mm atau 12,7 mm yang dilengkapi dengan peralatan surveilance modern termasuk kamera CCD warna dan alat bidik berpemandu inframerah.

Nama meriam otomatis 30 mm masih belum diketahui, namun menurut pejabat Indonesia senjata ini dapat menembak dengan kecepatan 320 putaran/menit, jangkauan maksimum 4.000 meter, dan dipasang pada kapal patroli kecil. Selain itu, informasi ini juga menyebutkan bahwa Indonesia sedang melakukan negosiasi untuk membeli teknologi meriam 76 mm dari China. (Kien Thuc)

(defense-studies.blogspot.com)

  53 Responses to ““Kakak Tertua” Kasih Sedikit ToT ke Indonesia”

  1.  

    hmmm…

  2.  

    Mantap…

  3.  

    90B MLRS dimodif lagi tambah jangkauan juga,,
    sementara yg lainnya ikut dulu. hehe

  4.  

    Terima kasih kakak tertua….., kedepan kasih teknologi missile DF series ya kak, sampai yg jarak 2500 km ya….., xie xie, kam sia lau ta…

  5.  

    Kakak tertua..kok kyk nama sejenis burung yg hinggap di jendela??

    Burung kakak tertuaaa..hinggap di jendelaaa..

    •  

      Ini istilah kita di jkgr. Dulu Indonesia, gak tuntas belajar rudal ke Uni Soviet. Kakak Tertua (China) dan dua adik, India dan Korut…lulus. Waktu itu Indonesia “pacaran melulu” sama anak paman sam, akibatnya pelajaran tertinggal dan gak lulus 😀

  6.  

    Makin heboh aja nih 2015..

  7.  

    Ane demen sama yg namanya MLRS.

  8.  

    Naval gun 30mm cucoknya dipasang dimana yak?
    keknya China baik bnr berbagi teknologi artilery :mrgreen: ngarep dpt HQ 9, C803 C805 hehe

  9.  

    itu senjata UW-1 Remote Control Weapon Station (RCWS), kayaknya keren banget kl bs dipasang di atap anoa..

  10.  

    ..lalu Bagaimana dengan nasib nya RHan buatan PT Pindad…? Masa Batal lagi??

  11.  

    Belajar dari yang kecil nanti kita bisa memgembangkan sendiri yg besar…lebih baik punya pabrik becak dengan visi jadi pabrik truk ketimbang cuma jadi supir Mercy tetangga :mrgreen:

  12.  

    itu kapal perang kosongan bung ga takut. “2 kapal dalam 2 tahun” heeeee ….

  13.  

    pokok.na jangan sampai kita lebih banyak beli alutsista dari pihak barat ketimbang timur seperti kakak tertua nih.. meskipun di iming2.i TOT yg lebih menggiurkan,,, karna org barat terlalu ikut campur urusan negara org lain.,.,nanti kita dituduh melanggar HAM lgi dechh,..,

  14.  

    “di waktu kemudian Indonesia akan memproduksi sendiri. Namun senjata ini hanya diperbolehkan untuk digunakan oleh militer Indonesia, dan tidak diperbolehkan untuk ekspor”
    Hehe kayaknya Norinco belajar dri Pengalaman Penjualan LPD ke Filipina dimana Indonesia berhasil mengalahkan Daewoo gurunya, takut klo2 Indonesia merebut pangsa pasar Norinco

  15.  

    NG utk dipasang di KCR, berpasangan dng C705, dan RCWS.

    MLRS utk peluncurnya RHan 122.

    RCWS utk KCR dan kapal patroli bakamla, utk Anoa dan utk Komodo.

    Beli teknologinya, setelah itu bisa bikin sendiri semau gue, syaratnya tidak di eksport. Utk dipakai sendiri saja masih kurang-kurang. xixixixi.

    •  

      Perkembangan rencana Produksi rudal C-705 di indonesia sdh sampai mana ………….. ??????

    •  

      Moga ada rencana renegosiasi untuk rudal C705,untuk pakai sendiri oleh TNI,nggak usah mikir export dulu. Tentu lebih murah beli Tot nya.,dengan perjanjian Indonesia tidak akan export rudal C705 .Nanti setelah bisa bikin sendiri baru mulai rancang sendiri berdasarkan ilmu yang dipelajari dengan dimensi dan jangkauan beda dengan rudal hasil Tot.

  16.  

    Kurang keras senjtax… lv senjata ringan….bkn berat -_-“

  17.  

    Lumayaaan.duo xie kakak tertua..
    kita adakan cap go meh lg biar df21 nya dimari

  18.  

    Selain itu msh ada kok tot yg lain cm jadi rahasia negara. Hibah peralatan militer jg diberikan oleh paman panda…

  19.  

    Selain itu msh ada kok tot yg lain cm jadi rahasia negara. Hibah peralatan militer jg diberikan oleh pabman panda…

  20.  

    Uni Sovyet punya 4 murid:
    1. Cina, cerdas, tekun belajar, & suka meniru produk org lain.
    2. Indonesia, sangat cerdas, tp ga mau belajar & sifatnya angin2an. Mdh2an skrg sadar.
    3. India, cerdas, suka joget, tp tekun belajar.
    4. Korut, cerdas, bengal, tp tekun belajar.
    Kini Suhu tlh tiada & kedudukannya digantikan oleh anak tertuanya, Rusia.
    Rusia itu satu2nya anak suhu yg terpandai & terkaya. Sdg belasan anak lainnya cm jd org biasa2 sj. Tp anak2 suhu itu kdg berantem 1 sama lainya.
    Hehehe!

  21.  

    nggak malu apa beli sama preman yg ngambil tanah-nya..

  22.  

    yg meriamnya dah dipasang di kcr tuh …fothonya da logo garuda

  23.  

    Memang mantap,asal jangan main mata 🙂

  24.  

    IndoMesin itu BUMN apa swasta ya?. Kok bukan Pindad ya yang dapat lisensi-nya??. Jangan2 rekanan para pejabat lagi. Kalau dicermati pengadaan alutsista TNI masih belum bebas sepenuhnya dari yang namanya makelar. Heran.

  25.  

    udak kuno brooo infonys

  26.  

    dasar cina curang, banyak nyontek dari kaka tertua saja..giliran dia mau berbagi sama adik tuanya ngelarang gk boleh ekspor cukup komsumsi sendiri….ya sudahlah..yg peting gk bergantung belanja..

  27.  

    waduh bro