Sep 152018
 

Jet tempur Rafale. (Joshua A. Hoskins – USAF via commons.wikimedia.org)

New Delhi, Jakartagreater.com  – Dalam pengakuan yang mengejutkan, Kepala Angkatan Udara India (IAF) BS Dhanoa mengungkapkan bahwa India tidak dapat menandingi kekuatan tempur udara gabungan China dan Pakistan, bahkan jika itu menambah sekitar 200 Jet tempur ke armadanya, dan memperingatkan bahwa India saat ini menghadapi ancaman serius dari musuh-musuhnya, dirilis Sputniknews.com, Rabu 12-9-2018.

“Yang tidak kita miliki adalah jumlah, melawan kekuatan 42 skadron, kekuatan kita turun ke 31. Bahkan ketika kita memiliki 42 skadron, kita akan berada di bawah jumlah gabungan 2 musuh regional kita. Kita harus menyesuaikan tetangga Pakistan dan Cina untuk mengatasi perang kedua negara ke depan, “ujar kata Kepala Marsekal BS Dhanoa saat berbicara di sebuah acara di New Delhi.

Setiap skadron Angkatan Udara India terdiri dari 18 Jet tempur. Pakistan memiliki 20 skadron “yang dapat digunakan untuk melawan kita” sementara Cina memiliki sekitar 1.700 pesawat tempur, 800 di antaranya generasi keempat, ujar Kepala Marsekal Dhanoa.

Kepala IAF selanjutnya menjelaskan tentang ancaman dari musuh Utara yang mengamati bahwa Cina telah meningkatkan kekuatan tempurnya di wilayah Tibet dalam beberapa tahun terakhir.

“Pesawat tempur China telah ditempatkan secara permanen di Daerah Otonom Tibet (TAR) dalam beberapa tahun terakhir. Rudal canggih dan Rudal permukaan-ke-udara juga telah ditempatkan di wilayah itu,” tambah Dhanoa.

Namun, ia berpendapat bahwa Jet tempur Rafale dan sistem pertahanan udara Triumf S-400 akan membantu meningkatkan kemampuan tempur negara tersebut. “Dengan menyediakan Rafale dan S-400, Pemerintah memperkuat IAF untuk melawan jumlah pasukan yang semakin kecil,” kata Dhanoa.

India dan Rusia diperkirakan akan menandatangani kontrak pada minggu pertama Oktober 2018 dengan pembelian S-400, karena semua negosiasi termasuk masalah pengiriman uang antara kedua negara telah diselesaikan.

Sebelum menandatangani kesepakatan selama kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke New Delhi yang akan datang, Menteri Urusan Luar Negeri India, Sushma Swaraj mengunjungi Moskow pada 13-14 September 2018 untuk mengadakan pertemuan Komisi Antar-Pemerintahan India-Rusia ke-23 yang membahas tentang Teknis dan Kerjasama Ekonomi (IRIGC-TEC), diketuai olehnya dan Yuri Borisov, wakil perdana menteri Federasi Rusia.