Jun 162017
 

Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar, Dr. Khalid Mohammed Al Attiyah, mengunjungi Markas Angkatan Udara Seymour Johnson, AS, pada 28 Maret 2017. © Combat Aircraft

Negara-Negara Teluk Persia Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Qatar

Minggu lalu, tepatnya hari Senin, 5 Juni 2017, Uni Emirat Arab teleh memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar serta menuduh negara di Teluk Persia itu mendukung ekstrimisme serta meruntuhkan stabilitas kawasan.

Selain itu menurut kantor berita Mesir (MENA) dengan alasan bahwa Qatar telah mendukung kelompok teroris termasuk Ikhwanul Muslimin, Mesir juga telah ikut memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Selain kedua negara diatas (Mesir dan UEA), Arab Saudi dan Bahrain pun ikut memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Arab Saudi telah menuduh Qatar mendukung kelompok garis keras dan menyebarkan paham kekerasan mereka menggunakan saluran televisi satelit al Jazeera.

“[Qatar] merangkul sejumlah kelompok teroris dan sektarian yang bertujuan untuk mengganggu stabilitas dikawasan, termasuk Ikhwanul Muslimin, IS dan al-Qaeda, serta mempromosikan pesan dan skema kelompok tersebut melalui program media mereka secara terus menerus”, kata kantor berita SPA.

Pernyataan itu pun menuduh bahwa Qatar telah mendukung para petempur yang di dukung oleh Iran dalam pergolakan yang terjadi di sebagian besar daerah Qatif yang berpenduduk mayoritas Muslim Syiah dan di Bahrain.

Qatar Borong Jet Tempur F-15QA Dari Amerika Serikat

Pada hari Rabu, 14 Juni 2017, Kementrian Pertahanan Qatar mengatakan bahwa Qatar akan menandatangani kesepakatan untuk membeli jet tempur F-15 dari Amerika Serikat senilai 12 miliar dolar AS.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat  Jim Mattis dan perwakilan dari Qatar dijadwalkan akan bertemu untuk mengesahkan kesepakatan tersebut, menurut sumber kepada Reuters. Berita dari Bloomberg melaporkan kesepakatan itu untuk membeli 36 jet.

Padan bulan Maret 2017, Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar, Dr. Khalid Mohammed Al Attiyah, telah mengunjungi Markas Angkatan Udara Seymour Johnson, Amerika Serikat, untuk diberikan pengarahan dan terbang dengan F-15E Strike Eagle bersama pilot Angkatan Udara AS.

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis dan Menteri Urusan Pertahanan Qatar Khalid Mohammed Al-Attiyah juga telah membahas kondisi terkini dalam operasi melawan ISIS dan pentingnya menurunkan ketegangan yang terjadi sehingga semua mitra diwilayah teluk dapat fokus pada langkah selanjutnya dalam mencapai tujuan bersama, tambah Pentagon.

Penjualan tersebut akan terus meningkatkan kerjasama keamanan antara AS dan Qatar, kata Pentagon dalam sebuah pernyataan melalui surat elektronik pada Rabu.

Israel Keberatan Penjualan Jet Tempur F-15 Kepada Qatar

Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari Rabu, 28 September 2016, Senator Bob Corker, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS pun menegaskan bahwa Gedung Putih pada akhirnya telah menandatangani paket penjualan militer asing tersebut.

“Aku senang bahwa kita sudah sampai pada suatu titik dimana pemberitahuan telah datang dari Kongres. Kami telah mendorong semua dalam beberapa waktu terakhit”, katanya.

Israel telah menyatakan keberatannya atas penjualan jet tempur F-15 kepada Qatar dengan alasan bahwa negara tersebut mendukung ekstremis Syiah, sehingga menyebabkan terjadi pembahasan yang alot di Kongres AS.

Pemerintahan Amerika Serikat secara hukum terikat untuk memastikan bahwa Israel tetap mempertahankan keunggulan militer di wilayah tersebut. Beberapa waktu lalu, Washington telah menyetujui kesepakatan bantuan militer bersejarah dengan memberi dukungan dana sebesar 38 miliar dolar AS selama sepuluh tahun kepada Israel.

Terlepas dari keberatan Israel yang merupakan sekutu dekat Amerika Serikat, dan embargo yang dilakukan sejumlah negara teluk kepada Qatar, tampaknya semua itu tidak berdampak pada rencana penjualan jet tempur F-15QA yang telah disetujui Kongres AS tahun lalu.

Apabila memang benar tuduhan yang dilontarkan oleh UEA, Mesir, Arab Saudi dan Bahrain kepada Qatar, sudah tentu AS akan membatalkan penjualan jet tempur F-15 itu, dan pastilah sejak awal mereka akan menolak keinginan Qatar tersebut dan tidak mungkin pemerintahan AS mengajukan draft penjualan itu kepada Kongres AS.

  9 Responses to “Kalau Benar Mendukung Terorisme, Kenapa AS Ijinkan Qatar Borong F-15QA?”

  1. politik pengaruh kawasan arab cs takut qatar lebih dekat dg iran..

  2. .. ini kan soal uang tebusan,, jadi ratusan warga Qatar(ada anggota kerajaan) yg sedang berburu elang diperbatasan Arab Saudi diculik (disandera) pasukan tak dikenal dgn tebusan ratusan juta dolar (pokok nya puluhan triliun rupiah)..nah saat uang dikirim ke penculik mlh ketangkap pasukan Iraq (cmiiw).. jadilah Qatar sbg pendukung teroris
    .. breaking news..
    Abu Bakar al Baghdadi tewas di bom pasukan Rusia di selatan raqqa.. sedang dikonfirmasi beritanya.. ayo pasukan Suriah siap2 dibom tentara koalisi dgn alasan nyesel

  3. Peduli amat sama si oenta, yang penting dagangan ana laku keras….. begitulah kira2 pikiran si Trump

  4. Njir Mahal Amat Itu F-15 QA Masa Perunit Harganya 333Jt USD Padahal Kalau Di Beliin Su-50 Bisa Dpt 2 Unit…

 Leave a Reply