Feb 092019
 

JakartaGreater.com – Iran telah mengungkap pabrik rudal balistik presisi bawah tanah untuk Divisi Aerospace dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), seperti di lansir dari laman Press TV pada hari Kamis, 7 Februari 2019.

“Mengungkap kota produksi rudal jauh di bawah-tanah adalah jawaban atas pembicaraan tak berdaya yang dilakukan oleh Barat, yang menganggap mereka dapat membatasi kita dan menghalangi Iran mengejar tujuan jangka panjang dengan ancaman dan sanksi”, tutur Mayjend Mohammad Ali Jafari, kepala staf IRGC selama upacara pembukaan pada hari Kamis.

Upacara, yang diikuti oleh komandan Divisi Aerospace IRGC, Brigjend Amir Ali Hajizadeh, juga menampilkan peresmian rudal permukaan-ke-permukaan cerdas yang dijuluki sebagai Dezfoul.

“Hari ini, produksi massal rudal pintar dan tinggi presisi menjadi kenyataan bagi Pasukan Dirgantara IRGC”, puji Jafari.

Program pertahanan Iran tidak terbuka untuk negosiasi

Dalam sambutannya, Jafari juga mengatakan bahwa pertahanan Iran mungkin sejalan dengan doktrin pencegahan negara dimana sama sekali tidak terbuka untuk negosiasi dengan pihak asing.

“Kemampuan defensif Iran adalah pencegah alami dan sejalan dengan menjaga keamanan nasionalnya, dan itu tidak dapat dikenakan transaksi atau negosiasi apa pun”, tegas sang komandan.

Dia mengatakan negara Iran memiliki kekuatan pertahanan penuh pada malam peringatan 40 tahun kemenangan Revolusi Islam.

Jafari juga secara khusus menjawab tuntutan negara-negara Eropa untuk bisa memulai negosiasi atas program misil sebelum Instrument in Support of Trade Exchanges (INSTEX) mulai berlaku.

INSTEX adalah mekanisme pembayaran non-dolar, yang telah diumumkan oleh negara-negara Eropa untuk tetap menjaga perdagangan dengan Iran dalam menghadapi sanksi Amerika Serikat.

Keamanan nasional menjadi benang merah

Hajizadeh, menggambarkan bahwa keamanan nasional sebagai benang merah Angkatan Bersenjata Iran, mengatakan rudal Dezfoul adalah hasil terbaru dari kegiatan penelitian Divisi Aerospace.

Menggambarkan fitur proyektil baru tersebut, ia membandingkan keberhasilan yang dicapai melalui produksi rudal balistik Zolfaqar, yang produksi massalnya dimulai pada bulan September 2016. Namun, selain memiliki fitur yang hampir mirip, tapi jangkauan Dezfoul mencapai 1.000 km, sementara Zolfaqar hanya 300 km dan kemampuan penghancurannya dua kali lipat dari Zolfaqar, dengan “bahan khusus pada hulu ledaknya”.

Hajizadeh juga menyampaikan komentar terbaru negara-negara Eropa tentang kekuatan rudal Iran.

Komentar itu termasuk seruan dari Prancis pada Iran bulan lalu untuk “segera menghentikan semua kegiatan terkait rudal balistik yang dirancang membawa senjata nuklir, termasuk tes menggunakan teknologi rudal balistik”.

Pihak berwenang Iran selalu menegaskan bahwa program rudal negaranya itu belum dibuat untuk tujuan non-konvensional. Dan ia pun mengingatkan bahwa negara-negara Eropa telah memberi berbagai bentuk dukungan senjata kepada mantan diktator Irak Saddam Hussein selama invasi 1980-1988 ke Iran.

“Mereka harus bertanggung jawab atas dukungan mereka untuk Saddam dan kejahatan terhadap bangsa Iran”, katanya, sambil menambahkan, “Kami tidak mempercayai orang Eropa, dan lebih baik bagi mereka jangan mengorbankan diri untuk Trump”.