Feb 182019
 

JakartaGreater.com – Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Florence Parly di hari Rabu menyatakan kepuasannya, setelah keberhasilan dua uji coba rudal Meteor pertama, yang dilakukan bersama oleh jet tempur Rafale dari Angkatan Udara dan Angkatan Laut Prancis, dengan dukungan dari Direktorat Jenderal Persenjataan (DGA), dan memberi ucapan selamat kepada staf yang telah berkontribusi pada kesuksesan ini, seperti dilansir dari laman Ministry of Armed Forces.

Pada hari Rabu, tanggal 13 Februari, pukul 13:30 waktu setempat, patroli yang terdiri dari dua jet tempur Rafale berangkat dari pangkalan udara Cazaux (distrik Gironde) untuk meluncurkan rudal Meteor pertamanya. Sekitar pukul 20:00 waktu setempat, penembakan kedua dilakukan pada malam hari.

Kedua peluncuran ini dicapai berkat implementasi oleh DGA dari rentang pengujian, termasuk keamanan, instrumentasi, operasi target, serta peluncuran ulangan dari situsnya di pulau Levant, di luar Hyères, distrik Var.

Jet tempur Rafale Prancis meluncurkan rudal udara-ke-udara jarak jauh Meteor buatan MBDA © Ministry of Armed Forces

Pesawat tempur dioperasikan dan diujicobakan oleh personel dari Pusat Penilaian Eksperimental Angkatan Udara (CEAM) dan Pusat Eksperimental Lintas Udara dari Angkatan Laut (CEPA/10S), bekerjasama erat dengan DGA dan yang menunjukkan tingkat teknis yang sangat tinggi dari pasukan gabungan.

Ditujukan untuk misi superioritas udara, rudal udara-ke-udara jarak jauh Meteor ini ditenagai oleh mesin ramjet dan mampu mencegat target dari jarak yang sangat jauh. Rudal Meteor diakuisisi oleh Prancis, Inggris, Jerman, Italia, Spanyol beserta Swedia, memiliki zona intersepsi terjamin jauh lebih besar daripada rudal dengan jangkauan yang sama yang saat ini ada dalam pelayanan.

jakartagreater.com

  2 Responses to “Kali Pertama, Rudal BVR Meteor Ditembakkan dari Rafale”

  1.  

    Dassault rafale pesawat tempur omni role yang bisa melakukan berbagai misi secara langsung, memiliki rcs lebih kecil dari pada eurofighter typhoon.
    dalam hal peperangan di permukaan, rafale tidak tertangi di bandingkan pesawat euro-canard buatan eropa yang lain
    Sayangnya memiliki kelemahan dibagian mesin yang memberi dorongan lebih rendah dan lambat dibandingkan pesawat euro-canard yang lain