JakartaGreater.com - Forum Militer
Apr 162014
 

Ilustrasi thermal camera. image birminghammail.co.uk

Sebuah analisa atas aplikasi kamuflase panas pada tank mutakhir Polandia

Sejatinya tulisan ini dibuat menindaklanjuti diskusi yang berangkat dari opini mas Lare Sarkem atas efektifitas ‘siluman’ tank PL – 01 Polandia

Bagian 1 – memahami konsep thermal image

Infared thermography (IRT), pencitraan panas (thermal imaging) dan video thermal merupakan contoh ilmu pengetahuan di bidang pencitraan infra merah. Kamera thermographic mendeteksi pancaran infra merah dalam rentang spectrum elektromagnetik (kisaran 9.000 – 14.000 nano meter atau dalam kode ilmiahnya, 9–14 µm) dan menghasilkan gambar dari sinar yang dipancarkan itu, gambar itu disebut thermogram.

Karena pancaran sinar infra merah dikeluarkan oleh semua objek berada pada nilai di atas nilai nol sesuai dengan hukum pancaran benda hitam sempurna, thermography memungkinkan kita untuk melihat sebuah lingkungan dengan sedikit pencahayaan maupun tanpa pencahayaan langsung.

Nilai pancaran yang dikeluarkan sebuah objek berbanding lurus dengan temperatur, karenanya, thermography dapat membuat kita melihat perbedaan temperatur yang terjadi antara objek dan lingkungan di sekitarnya

Ketika dilihat melalui kamera yang memiliki kemampuan pencitraan panas atau thermal imaging camera, objek yang hangat terlihat menonjol dibandingkan dengan latar belakang yang dingin; manusia dan binatang berdarah panas menjadi mudah dilihat terhadap sebuah lingkungan, baik siang maupun malam.

Sebagai efek turunannya, thermography juga sebagian dipergunakan oleh pihak militer dan pada kamera pengawasan

Bagian 2 – Satelit yang dilengkapi dengan kamera pencitraan panas

Saya akan mengambil contoh satelit SPOT 4, yang dilengkapi kamera HRVIR, terlepas dari apakah ini satelit dipergunakan untuk keperluan militer atau tidak, kita hanya akan melihat kemampuan mata satelit itu dalam mencitrakan objek di bumi dari jarak yang jauh di tempat satelit ini diorbitkan

Kedua kamera HRVIR, singkatan dari High Resolution Visible and Infrared, Resolusi Tinggi untuk objek Terlihat dan Infra merah, merupakan turunan dari rancangan SPOT 1/2/3. Rancangan opto-mekanik sekali lagi dipergunakan (menggabungkan sebuah teleskop, sebuah system kalibrasi, dan perangkat lain). Innovasi utama atas satelit ini adalah penambahan channel dalam spectrum infra merah gelombang pendek (SWIR – 1,58 hingga 1,75 mm)

Menyangkut mekanismenya sendiri, sebuah lempengan cermin yang dapat diatur posisinya dalam merubah titik sumbu dalam proses peliputan, meningkatkan kemampuan operasional satelit. Hal ini memungkinkan pengamatan berulang atas area yang sama dalam jangka waktu yang pendek dan mendapatkan gambar atas daerah yang sama dari berbagai perspektif (terkadang dipakai untuk bahan pencocokan atas kesamaan bentuk). Terlebih lagi kemampuannya untuk meliput sebuah kejadian, daerah dasar dari area yang sedang diamati, menjadi meningkat karena pada kenyataannya kedua instrument bekerja sendiri sendiri. Contohnya, instrument yang satu mengambil gambar dengan sudut terbaik dari arah kiri tanah, sementara unit yang lain mengarahkan cerminnya untuk mendapatkan gambar dari arah kanan.

Tingkat akurasi satelit ini setidaknya hingga objek berukuran 2,5 meter.

Bahkan untuk SPOT 6, tingkat akurasinya hingga 1,5 meter… Geoeye, tingkat akurasinya 0,41 meter… Tau’deh… apakah SPOT 6 dan Geoeye juga dilengkapi dengan kamera thermal atau tidak… yang jelas SPOT 4 dilengkapi dengan kamera thermal

Gambar  :  pencitraan satelit atas divisi tank Hammurabi Iraq pada perang Teluk 1991

Gambar : pencitraan satelit atas divisi tank Hammurabi Iraq pada perang Teluk 1991

afiq2

Gambar : pencitraan thermal satelit SPOT 4

Opini pribadi untuk bagian 2

Satu hal yang harus dipahami, apa yang tersurat belum tentu tersirat. Sebuah satelit yang dinyatakan dipergunakan untuk keperluan sipil tidak berarti nggak akan dipergunakan untuk keperluan militer negara bersangkutan. Jika dinyatakan kemampuan akurasi nya sebatas objek dengan ukuran 2,5 meter, belum tentu hanya segitu kemampuan pencitraan satelit tersebut. Seiring berjalannya waktu, maka teknologi juga turut berkembang

Bagian 3 – Drone yang berbentuk helikopter dan autonomous, bergerak dan bertindak otomatis

Semua teknologi berangkat dari mimpi, mimpi itu kemudian diwujudkan menjadi benda nyata. Drone helikopter sudah diciptakan, dan karena ini drone helikopter, otomatis tidak memerlukan awak. Tidak ada faktor manusia yang akan memegang kendali pengambilan keputusan

Drone helikopter akan bergerak sendiri berdasarkan koordinat yang ditanamkan pada memorinya, dan yang terpenting, drone helikopter akan mengambil inisiatif menyerang seseuai dengan memori yang ditanamkan pula.

Selain dibekali dengan IFF, identify friend or foe, pengenalan kawan dan lawan, drone helikopter akan menganalisa objek yang ditangkap oleh kamera yang dicangkokkan pada tubuhnya. Selain kamera standar, tentunya senjata state of the art ini dilengkapi pula dengan kamera dengan kemampuan pencitraan panas.

Nah… disini baru mulai konek tulisan ini dengan judul di atas

Ketika drone helikopter mengoperasikan kamera thermal-nya… dan ketika kamera thermal-nya melacak siluet panas sebuah tank, maka secara otomatis, autonomous, drone helikopter akan bergerak menyerang tank tersebut

Gambar  :  RQ 8 – Fire Scout – UAV Helicopter, US

Gambar : RQ 8 – Fire Scout – UAV Helicopter, US

Bagian 4 – Polish stealth tank, PL – O1, tank masa depan dengan kemampuan manipulasi emisi panas

“Polandia meluncurkan tank siluman PL-01 yang bisa mengecoh musuh dengan kemampuan “mengganti” image yang ditampilkan dengan cara mengaktifkan sensor inframerah melalui pancaran di lapisan cerdasnya. Pada saat banyak produser tank dunia berkutat pada kekuatan mesin dan armor dari terjangan peluru kendali dan arsenal musuh serta kamuflase cat dan bentuk rancangan, perusahaan Polandia melangkah lebih maju.”

Dikutip dari Jakarta Greater – Tank Siluman PL – 01 Polandia

Bagian 5 – satelit, drone helikopter dan stealth tank – all three in action

Skenarionya pertama kira-kira begini…

Satelit militer berhasil menangkap pencitraan atas kendaraan militer di suatu daerah tertentu… Lalu drone helikopter diturunkan ke lokasi guna melakukan penyerangan… drone kemudian mengaktifkan kamera thermal-nya… tapi yang berhasil dibaca oleh prosessor pada komputer drone hanyalah sekumpulan mobil sedan karena stealth tank polandia sudah mengaktifkan kemampuan ‘bunglon’-nya… drone helikopter kemudian batal melakukan serangan

Skenario kedua boleh jadi seperti ini

Gambar yang timbul hasil tangkapan kamera drone helikopter diteruskan ke pusat komando… jika serangan dilakukan malam hari… dan hanya kamera thermal yang dapat dipakai untuk pencitraan… maka pusat komando-pun hanya akan mendapatkan gambaran sekumpulan mobil sedan

Opini pribadi

“Kulit bunglon” yang diaplikasikan pada stealt tank Polandia hanya akan efektif bila :

  1. Peperangan terjadi di daerah urban/perkotaan, atau di daerah dimana populasi kendaraan roda empat banyak dan lumrah ditemui
  2. Tank di serangan pada malam hari, saat dimana penglihatan optimal hanya bisa didapat dengan bantuan kamera thermal
  3. Misi penyerangan terhadap tank hanya melibatkan drone helikopter tanpa melibatkan peleton intai tempur sebagai juru pandu serangan (dengan mempergunakan sinar laser)

Jika salah satu dari ketiga parameter di atas tidak dipenuhi, maka stealth tank Polandia, akan kehilangan manfaat dari kulit bunglon-nya

Walaupun canggih, kulit bunglon stealth tank Polandia akan dengan gampang dikalahkan oleh pasukan pengintai dan pemandu penyerangan.

Masalahnya, kolom tank biasanya diparkir di tengah pasukan dan dijaga ketat. Susah dan terlalu beresiko bagi pasukan pengintai untuk mendekat dan memandu serangan. (by afiq0110)

Daftar pustaka

  1. Wikipedia
  2. Japan Aerospace Exploration Agency
  3. Satellite imaging corporation
  4. Telegraph.co.uk
Berbagi

  54 Responses to “Kamufalse Panas, Kenapa Jadi Urgent ?”

  1.  

    PERTAMAX!!!!!!

    •  

      nompang pertamax y. . .

    •  

      Tulisan yang bagus, tapi terlalu futuristik………

      PL-01 yang saya baca, hanya sekedar mirip dengan F-22 Raptor, yaitu memperkecil RCS, hal itu bisa dilihat dari bentuknya yang simpel dan kaku. kemungkinan juga ditambah cat khusus

      Seperti yang kita ketahui, bahwa jaman sekarang hampir semua radar (AESA dan PESA) sudah dilengkapi dengan Synthetic-Aperture Radar (SAR) untuk melihat bentuk suatu benda di semua kondisi apapun. ngak peduli di Bunglon sekalipun, yang penting dia punya RCS (Radar Cross Section).

      Masalah termal itu mudah, tinggal Lapisi dengan Ceramic atau bahan penyerap panas lainnya dan pakai Motor Listrik sudah cukup. tapi tetep akan terlihat oleh SAR

      Kalau bunglon, ada seorang jenius Israel yang mencoba dengan pakaian Micro-CLCD, pakaian ini terdiri dari ribuan mikro kamera dan ribuan mikro lcd, dimana kamera sisi lain merekam dan menampilkannya pada LCD di sisi sebaliknya, demikian seterusnya. tapi tetep akan terlihat oleh SAR

      Teknologi bunglon ini di demonstrasikan secara animasi pada beberapa Film

      •  

        nice one bro… terima kasih

      •  

        Ada anak muda indonesia yg sudah merancang karya spt ini dah pernah diungkap sebuah stasiun tv swasta nasional tp habis itu beritanya senyap lg. Pdhal di situ diliatkan kamulfasenya jd rusa hasil karya anak bangsa, klo rusa g mungkin di tembak ama roket paling ama peluru 5.56mm maklum kelaparan mode.
        Klo mobil masih dimungkinkan untuk di rudal karena masih bs diartikan disana ada kumpulan org lg sembunyi atau merancang sesuatu.
        Mungkin ini teknologi hasil kunjungan kerjasama ke polandia dulu atau memang beneran temuan anak bangsa?

  2.  

    kedua… smoga.

    Luar biasa buat bung Now…. ane ijin nyimak aja lah

    •  

      artikel tersebut adalah artikel kiriman bung @afiq0110 🙂

      maaf kalo ngilang, lagi di luar susah dapet sinyal

      •  

        @bung nowy bukankah MBT secanggih apapun tetep keok dg uav, heli, air fighter jika tidak mempunyai penangkis udara?

        •  

          kaya nya ga baca tuntas artikel di atas yah bung cahyo ?

          klo UAV menggunakan kamera thermal dgn sensor panas yah jawaban nya
          tank, PL – O1

        •  

          Assalamualaikum wr.wb
          saya tidak tau tapi katanya tergantung panjang gelombang emisi elektromagnetik
          untuk drone saya juga tidak tahu entah itu seperti remote kontrol yang dikendalikan jarak jauh, atau emang di desain seperti rudal yang di input kordinatnya ke dalam program dronenya.
          setau saya uav sama drone bedanya cuma bisa tidaknya di pasang senjata untuk menyerang.
          kalau salah ya maaf 😀

        •  

          walau mbt modern ada yang bisa menembak helikopter dgn meriamnnya tapi memang tetap harus dikawal anti serangan udara atau memang udara sudah steril dari ancaman. cmiiw, tank tidak maju sendirian, dibutuhkan pendukung untuk strategi pergerakannya

          •  

            Idem juga dengan ulasan bung Afiq…sehebat apapun PL-01 tetap harus was2 seandainya bertemu peleton intai tempur..

  3.  

    pertamax plus

  4.  

    10 besar?

  5.  

    5 besar maning

  6.  

    ttp nyimak…lmyan 5 bsar kyknya

  7.  

    denger-denger pakaian yang dipesan untuk tentara NATO di PT.SRITEX juga dapat meminilalisir pancaran suhu tubuh dari yang memakai sehingga sulit untuk dilacak menggunakan pemndai panas. kira” TNI kita menggunakan yang itu juga gak ya? toh juga produksi dalam negeri sendiri. Mohon pencerahan para sesepuh warjag

    •  

      Alhamdulillah comment pertamaq masuk 10 besar. salam kenal para penghuni warjag semuanya, sungguh forum yang luar biasa yang bisa menambah rasa bangga akan Republik ini

      •  

        Ini mbah suro sesepuh kaskus ya
        kalau bener selamat datang buat mbah suro disini
        bisa ikut bagi bagi clue mencerdaskan disini

        Kalau bukan yaa tetep selamat datang disini 😀

        •  

          saya masih newbie bung Satrio, bila ada kesamaanya nama dengan yang disebelah itu cuma kebetulan saja. Salam buat bung satrio, semoga sehat selalu.

          •  

            Ok bung sama sama

          •  

            waduh saya kog jadi gak enak hati punya nama sama dengan sesepuh di sebelah karena belum pernah main kesana. saya pilih nick ini karena saya kebetulan gemar makan bubur ayam di jalan suromenggolo kalau pas lagi libur.

          •  

            @bung suromenggolo
            Kebetulan namanya sama dan mbah suro disana adalah sesepuh jadi akan banyak warga kaskus disini yang nanti salah perkiraan ..
            terserah anda mau memakai nama ini atau menambahkan nama biar tidak salah kira
            salam

          •  

            Siap komandan saya tambah menjadi “Bocah Suromenggolo” agar tidak menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan. awalnya Mungkin juga karena ini satu-satunya ruas jalan di Indonesia yang pakai nama itu sehingga saya kira juga saya satu-satunya yang pake nick itu hehehe .perlu bung-bung ketahui jika orang-orang disini kalau ditanya dimana jalan suromenggolo banyak yang gak tahu letaknya dimana padahal tiap hari lewat situ, seperti lontong 401 mungkin sering nonggol armatim namun karena keterbatasan pengetahuan tentang bentuk KS saja bisa jadi gak tahu itu yang made in german atau mede in rusia padahal mungkin sering bantu “nyerbeti” itu lontong

          •  

            Soromennggolo itu kan nama Warok yang terkenal
            Sekarang dipakai nama Jalan baru di kota Ponorogo Jatim (kota Reog)
            Kapan kapan kalau dolan kepacitan tak mampir kesana
            hehehehe

          •  

            Hehehehe…. Ternyata bung Satrio sudah berhasil melacak kota kelahiran saya sebelum saya berhasil melacak dimana warnetnya bung Satrio. Jangan-jangan bung satrio ini juga selalu mendampingi Presiden makan sate ayam di ponorogo, karena tempatnya di gang yang sangat kecil sehingga bung satrio selaku pengelola warnat dapat secara jelas menunjukan tempatnya karena rajin buka google map. Oke bung kalau lagi mendampingi bapak presiden ke pacitan saya saya mbok diajak ikut rombongan, karena inget kemarin waktu kunjungan presiden ke pacitan korek api saya di sita paspamres waktu masuk ke lokasi kan kalau sama bung satrio korek api saya tetep aman buat nyalain udud setelah acara usai…

          •  

            saya kok tertarik dengan pernyataan bung BSM yang ini :
            “seperti lontong 401 mungkin sering nonggol armatim namun karena keterbatasan pengetahuan tentang bentuk KS saja bisa jadi gak tahu itu yang made in german atau mede in rusia padahal mungkin sering bantu “nyerbeti” itu lontong”

            penggunaan gaya bahasa ini sangat khusus. saya sampaikan “sugeng rawuh” buat bung BSM.

          •  

            @bung BS
            Ohh yaa betul akhir bulan kemarin diakhir masa kampanye,,,setelah nyekar ke pacitan pak SBY dan rombongan memang makan sate ayam H Tukri di gang sate jl Lawu Nologaten ponorogo
            Sebenarnya diluar jadwal, setelah makan sate ,malam itu langsung bertolak ke jakarta.
            Sbg denwarnet yaa saya tahu lah. 😀

            @bung aluguro
            Sepertinya bung BS bisa menjadi kontributor baru ne,,kok deket ama paspampres dan armatim
            Hehehe

          •  

            Peh tibakno warjager akeh sing wong etanan, monggo poro sepuh wong etanan mampir warung kulo, ngicipi gethuk gedang + krupuk upil 🙂

          •  

            @Bung Alugoro: hehehe iya itu bahasanya khusus banget, khusus penanunut aliran ilmu kirologi alias kiro-kiro yang selalu mengusung kata mungkin.

            @Bung Satrio: saya kan cuman kenek truck gak pantas jadi kontributor pengetahuanpun gak ada seujung kukunya warjager yang lain. kalaupun bisa dekat dengan paspamres ya cuma kebetulan cuma berjarak kurang dari 1 meter waktu diperiksa saat ngangkut meja diacara yang dijaganya. kalau armatim juga dekat jugakan kalau nyebrang ke madura lewat tanjung perak, hati serasa bergetar kala bisa melihat KRI mangkal disitu dan Patung Yos Sudarso walau dari kejauhan.

          •  

            @Bung Suromenggolo kabar KS nya yang fix gimana 🙂
            welcome bung

        •  

          Katanya Bung Satrio nggak pernah buka kaskus, kok bisa tau Mbah Suro itu sesepuh kaskus? 😀

          Eniwei, kita liat aja nanti dari gaya bahasanya apa ini Mbah Suro kaskus atau orang lain yang bikin ID dengan nama itu.

          •  

            Sumpah deh bung Bravo saya ini cuma penggemar bubur ayam di jalan Suromenggolo. Pengetahuan saya masih sedalam tanah yang baru sekali ketetesan air dari genteng jika dibanding para warjager yang lain yang pasti udah sedalam sumur

          •  

            Lho nama saya tiga kali dicatut dikaskus sama sehingga saya baca link kaskus yang ditampilkan.oleh warga sini dan warung sebelah

            Saya pernah dituduh orang yang sama dengan mbah suro dan ada yang memakai nama satrio suroboyo memprovokasi disana,, sampai saya harus minta tolong bung lare sarkem dan bung aleminea warga kaskus yang kuliah di sebelah untuk minta maaf ke mbah suro atas tuduhan itu ..
            dan dijawab mbah suro gak masalah ,
            Bang ED dan chichibayi juga pernah memberikan link disini

            Kalau tiap hari nongkrong disana saya tidak ,karena ilmu saya yang gak seberapa.
            Kalau ada yg beritahu nama saya dicatut yaa saya baca link thread yg muat nama saya

            ngono lho bung bravo ,bukan saya anti kaskus memang waktunya gak ada 😀
            Lagian nama satrio suroboyo sudah ada yg malsu disana

        •  

          Kalo bung Satrio siapa ya nick nya di kaskus 🙂

  8.  

    …maka pusat komando-pun hanya akan mendapatkan gambaran sekumpulan mobil sedan…

    kata ‘gambaran’ mungkin akan agak membingungkan.

    yang saya tangkap dari sebuah artikel rusia tentang ini kl; mesin tank cc-nya lebih besar dari sedan, sehingga akan menghasilkan panas lebih banyak dan lebih mudah dikenali sensor IR. yang dilakukan kemudian adalah meredam ‘heat signature’ ini sehingga lebih kecil dan mirip panas mesin sedan…

    •  

      @bung Danu artinya tank hanya sebagai pertahanan bukan penyerang tho. Tanknya sembunyi dan tdk bergerak itu salah satu syarat. Lha kalau bergerak bagaimana? Yang kedua tank kl bergerak malam hari bisa tdk terdeksi oleh drone. Lha kl keadaan terang bagaimana? Kl medannya hutan apa jg efektif? Sementara hutan nggak ada sedan yg lewat?

  9.  

    msk 10 besar

  10.  

    Ikut menyimak

  11.  

    Kamufalse? Masa’ sih? Nggak false koq, true koq.
    Hehehehe 😀

  12.  

    menyimak

  13.  

    sedikit OOT,
    kesimpulan penulis pasti sudah difikirkan oleh desainer tank PL-01 ini. karena dalam militer teknologinya sangat cepat berubah. contohnya ini proyek KQ-X (buddy refueling drone)
    http://www.dailyairforce.com/post_image/146.jpg
    Two Global Hawk UAVs Will Accomplish a World’s First Aerial Refueling
    http://www.dailyairforce.com/146/two-global-hawk-uavs-will-accomplish-a-worlds-first-aerial-refueling/

  14.  

    wih ,,drone bisa isi bahan bakar dengan drone lagi,, hebat,,

  15.  

    waduh saya kog jadi gak enak hati punya
    nama sama dengan sesepuh di sebelah
    karena belum pernah main kesana. saya
    pilih nick ini karena saya kebetulan gemar
    makan bubur ayam di jalan suromenggolo
    kalau pas lagi libur. Mungkin juga karena ini satu-satunya ruas jalan di Indonesia yang pakai nama itu sehingga saya kira juga saya satu-satunya yang pake nick itu hehehe .perlu bung-bung ketahui jika orang-orang disini kalau ditanya dimana jalan suromenggolo banyak yang gak tahu letaknya dimana padahal tiap hari lewat situ, seperti lontong 401 mungkin sering nonggol armatim namun karena keterbatasan pengetahuan tentang bentuk KS saja bisa jadi gak tahu itu yang made in german atau mede in rusia padahal mungkin sering bantu “nyerbeti” itu lontong

  16.  

    Tank dengan kamuflase panas tidak akan efektif jk melawan infantri. Meskipun pagelaran tank banyak didukung oleh infantri kawan jg. Doktrin utama tank adalah menjebol pertahanan lawan sehingga infantri dapat masuk. Seandainya pagelaran tank tersebut dilawan infantri yg bw javelin n didukung oleh apache apakah tank polandia tsb akan bertahan?

  17.  

    Kuala Lumpur ? The Indonesian Navy (Tentera Nasional Indonesia – Angkatan Laut: TNI-AL) will equip a total of four Ahmad Yani (Van Speijk)-class guided missile frigates and one Kapitan Pattimura (Parchim I)-class corvette with low-probability-of-intercept (LPI) naval radars.

    The radars will be built by Indonesian naval sensor manufacturer PT Infra RCS, company officials told IHS Jane’s on 11 April.

    The company describes its equipment, the IRCS LPI Radar, as a stealthy sea-based X-band (SBX) radar with frequency modulated continuous wave technology.

    “It has a maximum power output of only 10 W, making it quiet and virtually invisible to radar warning receivers on enemy vessels”, said Prihatno Susanto, Technical Advisor for the company. “This allows our warships to detect hostile surface combatants without being discovered”.

    The IRCS LPI Radar has an effective range of 24 n miles and is equipped with tracking software known as Maritime Tracking Aid that allows for automatic radar plotting aid functionality. The system’s antenna rotates at 20 rpm and has a gain of about 30dB.

    The radar is available as a stand-alone system but can also be integrated with a vessel’s electronic chart display and information system (IRCS) and combat management system.

    The vessels now equipped with the radar are the guided missile frigates KRI Ahmad Yani and KRI Abdul Halim Perdanakusuma. Both began upgrade works in December 2013. Undergoing the equipment fixture currently are similar vessels in class KRI Yos Sudarso, KRI Oswald Siahaan and the Kapitan Pattimura-class corvette KRI Sultan Taha.

    Besides LPI naval radars, the company has also won a contract to equip Oswald Siahaan and Yos Sudarso with naval electronic support measures (ESM) systems that can detect electromagnetic emissions from electronic devices on enemy ships such as radar, communications equipment, jammers and missile targeting systems.”

    The IRCS ESM has electronic intelligence (ELINT) capabilities that can pick up signals emitted by hostile warships from up to 90 n miles away via a passive radar”, said Susanto. “Once these electromagnetic emissions are detected, a computer software that comes with the system will be able to identify, classify and pin-point the exact location of the source for commanders to take action.”

    The company has indicated that it is currently embarking on an effort to market both systems internationally.
    Janes

    •  

      bung satrio. sayang nya Radar IRCS LPI ini jangkauan nya masih kalah dgn Sea Giraffe 1x3D yang di instal klewang jilid II yang mencapai 180km dan dgn rotasi putaran 60 rpm

      tp mudah2an bisa dikembangkan lagi lebih jauh jangkauan nya,, sehinga tidak perlu mahal2 beli radar keluar dan ini merupakan titik kebangkitan industri pertahanan radar kita. AMIN

      •  

        dan tadi saya liat dari link youtubenya, walaupun kapalnya terombang ambing gelombang, jangkauan radarnya tetap stabil 😀
        kalau salah ya maaf 😀

      •  

        Bung Andri, IRCS LPI ada arah ke 3D dan Long Rang. Saat ini coastal radarnya sedang mengarah mendekati long rang…

        Saat ini untuk long range seperti Sea Giraffe 1x3D negara kita baru mengarah kesana. Renstra kedua ada beberapa perusahaan dibawah komando PT. Len akan membuat radar long range dengan kualitas yg mantab dan dengan taget komponen lokal bisa sampai 70%. 🙂

    •  

      Tabik om satrio…..
      Semoga radar RI tambah josss….
      Sy cuman bisa dukung do’a……

  18.  

    Artikel yg bagus dan mencerahkan.
    Namun teknologi thermal imager, seperti FLIR dan laser dalam peperangan telah menjadi kuno dan ditinggalkan, itulah sebabnya Asu jual rongsokan F16 ke kita hanya dilengkapi dengan FLIR.
    Thermal imager sangat tergantung kepada cuaca, hujan dan awan, karena itu telah diganti dengan sejumlah perkembangan baru di teknologi radar.

    Mungkin yang paling signifikan adalah pengembangan radar pengintaian, pengawasan dan penyerangan yang menggabungkan pencitraan resolusi tinggi yaitu teknologi Synthetic Aperture Radar (SAR) dan Ground Moving T arget Indicator (GMT I). Teknologi itu menjanjikan untuk merevolusi medan perang operasi taktis dan operasi pengeboman strategis, dan bila dikombinasikan dengan bom berpandu GPS akan menggantikan bom berpandu thermal imager / Laser designator yang dikenal selama ini.

    Kombinasi radar SAR dan GMTI serta GPS dapat beroperasi siang/ malam, tidak tergantung cuaca buruk berawan dan hujan, dan dapat diusung oleh satelit, pesawat tempur/ bomber berawak dan nirawak.

    Contohnya radar APY-6 telah diuji coba pada F-16 ; radar secara bersamaan dapat menghasilkan peta permukaan dengan resolusi sampai ke 1 ft, dan mendeteksi dan mengidentifikasi sasaran permukaan yang bergerak lambat , semua secara real time. Kemampuan presisi GMTI adalah juga untuk kepentingan tertentu, karena mencakup kemampuan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi bahkan antena radar sistem pertahanan udara yang sedang berputar, tapi tanpa transmisi (off), yang kemudian dapat diserang.

    Radar tidak bisa ditipu seperti pada thermal imager pada artikel tersebut.

 Leave a Reply