Jun 072014
 
image

Ilustrasi

Penyusupan kendaraan militer ke pihak musuh harus lolos dari sensor termal atau panas. Untuk itu, mahasiswa dan dosen Teknik Elektro ITB merintis teknologi penyamaran untuk tank atau pengangkut infanteri.

Kelak kendaraan itu seakan menghilang dari pantauan, atau berubah wujud seperti hewan atau kendaraan sipil.

Kamuflase termal untuk kendaraan militer itu digarap Adrian Yopi Gazali, Claudius Andri, dan Gregorius Famalt, mahasiswa Teknik Elektro ITB 2010. Bentuknya semacam sisik berupa pelat tembaga berukuran 12,5 sentimeter sama sisi, setebal 0,4 milimeter.

“Ukuran itu menyesuaikan satu pixel pada kamera pengintai termal,” kata Adrian kepada Tempo di acara Electrical Engineering Days di Aula Barat ITB yang berlangsung dari 3-6 Juni 2014. Sisik-sisik kamuflase itu menjadi pelapis luar kendaraan militer. Untuk pengangkut infanteri seperti Anoa buatan PT Pindad, kata Adrian, kurang-lebih diperlukan 1.200 sisik kamuflase. Pemasangannya perlu memakai kerangka tambahan pada kendaraan jadi.

image

Di belakang tiap sisik itu, pelat tembaga disambungkan ke sejumlah komponen utama, seperti heatsink yang membuang panas, peltier sebagai pendingin atau pemanas, relay untuk mengubah pelat menjadi panas atau dingin, serta sensor termal untuk mendapatkan suhu di lingkungan sekitarnya.

Tiap sisik harus dipasang sepasang pada posisi berseberangan agar sanggup membaca temperatur lingkungan dengan optimal. “Jika berada di hutan atau semak, tank akan lenyap dari pantauan karena suhunya mengikuti kondisi sekitar,” ujarnya.

Sisik kamuflase juga bisa diatur agar panasnya membentuk hewan atau kendaraan sipil untuk mengelabui musuh. Kamuflase itu untuk operasi malam hari yang pemantauan umumnya memakai kamera termal.

Menurut Andri, studi tugas akhir ini melanjutkan riset tahun lalu yang menjajal pelat dari bahan aluminium. Dari hasil uji coba mereka, pelat aluminium lebih lambat panas daripada tembaga sehingga lebih boros tenaga listriknya.

Namun mereka juga belum puas, karena tembaga yang sanggup panas dalam 38 detik, masih terhitung lambat dibanding komponen peltier yang bisa menghasilkan panas kurang dari lima detik.

image

Konduktivitas termal peltier juga lebih baik, yakni berkisar -10 hingga 70 derajat celsius, adapun tembaga berkisar 15-30 derajat. “Bahan itu perlu dipelajari lagi jenis materialnya,” kata dia.

Masalah terbesar teknologi mereka yaitu daya listrik untuk pemakaian sisik kamuflase. Tiap sisik tembaga misalnya, butuh listrik hingga 60 watt. Mereka belum menemukan jalan keluarnya. (Tempo.co).

  103 Responses to “Kamuflase Kendaraan Militer ITB”

  1. Jjjooooooooooooosss……….

  2. premium kah ????

  3. Lanjutkan

  4. Ntar di kombinasikan sama medium tank yg di rancang pindad,mantap nih,lanjutkan…..!!!!

  5. Keren… kayak teknologinya tank polandia donk…

  6. mantaapp…………lanjutkan saudaraku

  7. ..mantab ..

  8. semoga bermanfaat buat pertahanan indonesia kelak..aminnn..

  9. inovasi ini akan diterapkan pada alutsista apa ya??kalau hanya ITB sndiri saja tanpa kerjasama dengan pihak Litbang TNI takutnya hanya akan sekedar jadi prototype di museum..cmiiw

  10. HEHEHEHE…kagak bakal terwujud tu barang, la orang Amerika aja blom bs, palagi orang Indonesia. Ni rancangan cm bikin geli urat ketawa doang. HEHEHEHE….

    • yups…
      bener ,ini baru protipe karya anak indonesia
      emang teknologi negara ente apa yang baru bikin pak cik.
      (kagak tau dia ,role roice ma air bus minta teknologi hambatan udara ke indonesia..)

    • @yonhap.. …biarkan kami membangun mimpi dg asa yg membara seperti para pejuang demi kejayaan NKRI.

      silahkan urus sendiri negaramu..

    • Yonhap apa yang sudah lu kasih Buat Negara ini…..Baru ketawa ???

    • setiap ni orang komen mesti tensiku naik 1 strip…. kampret

    • Saya sebenarnya baru denger ITB buat juga, kalau untuk membuat bahan ini sebenarnya sudah dilakukan oleh dua ilmuwan wanita kita yg juga dosen di Institut Teknologi Telkom sejak tahun 2010-an. Kedua ilmuwan ini meneliti dan membuat prototipe dengan bahan baku lokal dan juga sesua karateristik kebutuhan negara kita dan akhir tahun kemarin sudah berhasil. Pembuatan prototipe ini menggunakan bahan Artificial Magnetic Conductor(AMC), ini adalah bahan bahan yang tidak terdapat di alam. Caranya mengubah karateristik dan sifat elektromagnetik dan teknologi texture surface yg merupakan aplikasi baru metamaterial pada gelombang mikro.

      AMC dan teknologi Teknik textured surface pada absorber memungkinkan permukaan absorber menjadi lebih tipis dan low profile. Menggunakan lapisan High impedance surface dibawah lapisan yang bersifat resistif, sehingga menghilangkan jarak ΒΌ yang sebelumnya digunakan untuk material absorber dengan teknik Salisbury screen.

      Ini contoh hasil yg sudah dibuat oleh 2 ilmuwan wanita kita tersebut.

      Prototipe sudah ada cuman masih terus disempurnakan agar biar makin bagus lagi. Ini dibuat untuk bahan kendaraan tempur tinggal pemerintah atau user mau menggunakan yah silahkan perdayakan mereka. Sayang penelitian bagus ini kalau tidak didukung, ada beberapa negara yg mau menggunakan jasa mereka untuk mengembangkan teknologi negara tersebut.

      Biar bung Yonhap ngerti, πŸ˜€

    • Omongannya tidak lebih bermutu dari anak bayi yang merengek minta disusui…
      Bung Satrio coba dilacak ID-nya masih satu majikankah dengan Mbah Bowo dkk…

      • terkonfirmasi. Ntuh @yonhap trnyata anak haram Mbah Bowo yg ke-7 hasil kawin silang dgn GENDERUWO Alas Roban, Om. Jd biarin aja ntar klo udah tiba waktunya jg mati sendiri kok.

        #EdisiEmosiBacaKomentLecehkanKaryaAnakNegeri

    • hai yonhap,,,,,mau lo ini apa? muak gw bc koment lo!!!

    • biasa om WNT ( warga negara tetangga ),kuliah dimari, atau anak buah WNT, iri sekligus ngaca kapan ya negara gw yang hobby nya MALING bisa

  11. Mantab yamar kayak bunglon ttp berubah bentuk bisa di pakai di laut & diudara kah

  12. Mantab

  13. lanjutkan.kereenn

  14. lanjutkan dg tambahan dana untuk riset,prototype dan produksi…maju trs pantang menyerah

  15. ayo dukung mereka

  16. salut, tapi sayang pemerintah kurang perhatian, banyak hasil riset yg cuma jadi protype,keknya ini juga bakal bernasib sama. hadeeeh indonesia..indonesia, kenapa pejabat-pejabatnya pada ga beres muak gw liat mereka

  17. maju terus salut

  18. 1 APC memerlukan energi sebanyak 60 watt x 1200 sisik =72KW solusinya harus ada sumber tenaga sendiri namun menempatkan generator di dalam APC bukanlah menyelesaikan masalah tanpa masalah mungkin material sirip diperkecil danjumlahnya dikurangi sedikit bagaimana jika menggunakan prinsip kawat bulp yang biasa digunakan lampu pijar energi yang diperlukan dapat lebih hemat intinya siapa tau sebenarnya ada teknologi sederhana yang biasa kita temukan dikehidupan sehari2 yang bisa jadi solusi

  19. Ayo tambah terus anggaran untuk risetnya , kita pasti bisa , tapi takutnya nnti perusahaan kita di bangkrutkan oleh IMF ….

  20. salut & bangga dg karya ITB …
    harusnya pemerintah bantu penuh utk R&D lanjutannya trus tutup rapat info ini, maklum byk intel asing yg gentayangan di negeri kita.
    ingat !!! thn sekitar 1945-46 sesepuh tech kita secara silent sdh bisa buat KS mini (midget) walau dg bantuan awak U-boat … sayang disita londo waktu agresi militer
    jadi baiknya kita buat silent utk setiap tech yg baru diciptakan anak bangsa

    • ITB itu kalau kata Militer tahun 70-an adalah tukang sihir. Mereka malah dulu diburu dan disiksa karena menjadi tukang sihir makanya banyak ahli2 jago kita kabur dan mengembangkan negara luar. Sampai skrg trauma itu masih ada, tapi Alhamdulillah pelan-pelan sudah mulai hilang tuh trauma. Yg penting rangkul mereka, saat ini perangkulan masih melewati PT DI, padahal banyak ilmuwan2 jempolan disitu dan namanya sudah meroket di dunia internasional. Tahun 60-an itu era pengembangan teknologi pertahanan, sekarang minat pertahanan makin menciut karena realita hidup teknologi sipil lebih menjanjikan. Rata2 banyak yg gak mau mengembangkan teknologi pertahanan karena di dunia industri ada yg namanya senioritas dan carmuk. Kalau tidak bisa demikian yah siap2 diasingkan, makanya mereka lebih senang independen dan ikut bantu badan riset dibanding masuk ke dunia industri. πŸ˜€

  21. in harmonia progressio

  22. Yang terpenting adalah Dana untuk riset, sebaga langkah awal kontak karya yg sudah habis ga usah diperpanjang serahkan saja pada BUMN kita sehingga amanat Pasal 33 UUD 45 bisa diwujudkan bukan sekedar bunyi saja. Pemerintah seharusnya peka dengan permasalahan ini. Ini juga cara halus untuk menasionalisasikan proyek atau perusahaan asing itu. Dengan begitu juga penerimaan negara juga meningkat dan memiliki daya saing dan nilai tawar yg tinggi karena tidak akan didekte sama perusahaan asing itu dan semua akan kembali ke rakyat Indonesia untuk menikmati SDA kita. Salam sama sesepuh dan SR semua.

  23. Kl masalah listrik mungkin bung ricky elson si anak petir jagonya. Kayaknya harus di ikut sertakan ni…..

  24. Saat ini pemerintah kelihatannya ketakutan sekali untuk tidak memper panjang kontrak karya dan menyerahkannya ke BUMN kita, padahal BUMN kita menyatakan siap untuk melanjutkan mengelolanya. Pemerintah seharusnya Belajar dari pertamina yg mampu miningkatkan produksi minyak dari sumur tua yang diakuisisinya lebih banyak dibandingkan sewaktu masih dikuasai asing. Semoga ada keberanian dari pemerintah.

  25. Mantap

  26. jika ilmuan ilmuan indonesia yang bekerja di negara orang disuruh pulang ke indonesia untuk
    buat teknologi kamuflase seperti itu pasti cepat terwujut bahkan mungkin lebih canggih dari buatan amerika. semoga presiden selanjutnya mau memulangkan ilmuan ilmuan kita kembali ke indonesia dan semoga ilmuannya juga mau pulang ke indonesia. #ngarep bangetttt#

  27. Pokoknya jangan hanya berhenti jd prototype.. Kalau iya cape dech…

  28. bagaimana kalo sebaliknya…atau kamuflase non thermal atau kamuflase dingin..biar infra red musuh nggak nangkap obyek panas sekalian pada tank kita…he he he bingung nulis inggrisnya. kalo d hutan kamuflase thermal bisa merubah bayangan tank jadi mobil,apa infra red tank lawan gak curiga ngapain ne mobil blusukan d hutan…kecuali terjadi pada perang kota..ya nggak curiga2 amat tank musuhnya. atau d kamuflase jadi becak sekalian…he he he.

    • Untuk kamuflase thermal itu caranya mengubah karateristik dan sifat elektromagnetik nah itu juga dibutuhkan bank data yg sudah tersinkron dengan system kendaraan tempur.

  29. bung@ jalo ane mo tanya riset apa az yg benar2 sudah terealisasi & dapat dukungan pemerintah khususnya masalah pendanaan,,, ane pengen tau agar riset2 yg dilakukan ngga jalan di tempat, sayang kan tar klo dah diambil ma negara 2 lain baru nyesel…..ane juga rada bingung dg pemerintah satu sisi negara supaya mandiri tapi masalah riset kaya setengah hati,,,,mohon pencerahannya !!!! NKRI HARGA MATI..!!!!

    • Bung Ismeds, untuk riset yg saya sebutin diatas itu masuk dalam program Kemenristek bagian pertahanan. Sayangnya untuk pembuatan teknologi pertahanan itu butuh biaya besar, makanya mereka membuatnya pelan-pelan contoh kasus pembuatan KS Midget itu juga menggunakan dana Kemenristek, awalnya tahun pertama dilakukan desain, tahun berikutnya bikin material dan aplikasi teknologinya, lalu buat baling2, lalu buat sonarnya, dll. Makanya kenapa program ini lambat, efektif dana riset itu diatas 2 persen GDP, tapi saat ini kita masih dibawah 1% atau 0,08%. Saya kasih contoh, untuk membuat sonar dana yg diturunkan hanya bisa dibawah Rp. 300 juta, untuk Pembuatan teknologi manufaktur yg diatas yg di kembangkan 2 ilmuwan wanita kita itu dananya dibawah Rp. 300 juta juga. πŸ˜€

      Yg sudah terealisasi menggunakan dana kemenristek untuk pertahanan itu seperti KS Midget, lalu Retrofit tank AMX-13, roket tipe RX, RKX dan RKN, Radar Tracking dan Survaillance, dan beberapa teknologi manufaktur.

      • apa ga ada gebrakan bung@ jalo dg penambahan yg 0,8 % ke 2% dg cara pemotongan anggaran lain untuk mengisi yg 0,8 % ini.. supaya biar cepat riset2 yg sudah ada agar segera terwujud kemandiriannya, soalnya klo masalah skill / keahlian kita ane yakin pade pinter2 klo di dukung penuh dg pendanaan…thank’s pencerahanya bung@ jalo…..

        • Lah kan maunya beli, karena negara sedang dalam keadaan terancam dan teknologi kan belum menjadi program prioritas. Dulu program ToT roket aja tidak berhasil sampai skrg padahal dulu belumada MTCR dan kita bisa cepat, tapi “gagal” karena dana apalagi ada yg halangi program kemandirian. πŸ˜€

          Yg hancurin kan birokrasi hingga sekarang masih lihat kok ulah birokrasi. Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat tulisan ini, πŸ˜€

          http://ristek.go.id/index.php/module/News+News/id/14319
          dan ini
          http://ristek.go.id/index.php/module/News+News/id/13271

          • yups ternyata bangsa kita sendiri yg menghambatnya dg birokrasi2 …apa ga ada yg berani untuk merubahnya,,??? kayanya semuanya punya kepentingan masing2 / emang ada titipan asing untuk menjegal kemajuan negara ini…ane pikir ganti az lah para elit pemerintahan yg ga pro kemajuan negara ini yg hanya mementingkan perut sendiri …ane berharap presiden yg akan datang bisa merubahnya,,demi kemajuan bangsa ini untuk berdiri di atas kaki sendiri…thank,s bung@ jalo…selamat weekend ,,!!!

          • Mudah2an pemerintah kedepan yg terpilih rakyat bisa menjalankan visi misinya terutama masalah kemandirian. Selamat weekend juga bung, πŸ˜€

          • Klo dana pendidikan yg 20% itu blum kelihatan jelas dampaknya apa sebaiknya di distribusikan saja sbg dana riset utk universitas2 ya bung jalo?

          • Sebagian maksudnya

  30. tuk heater tiap sirip maksimal suhunya berapa derajat ya @ bung jalo? kalau tak lebih dari 50Β°c mungkin bisa pakai semacam tr atau ic pembatas tegangan misal pembatas teg 5volt kalau dikasih 12volt pasti akan panas dan butuh sirip pendingin …
    maaf pendapat tukang solder…

    • Nah kalau penelitian yg ITB saya kurang tahu bung DD, kalau yg ITT itu tiap patch berbeda ada segi empat, enam dan delapan. Untuk nilai resistornya masing-masing ada nilai resistor 420, 480dan 450

      Saya kurang tahu kalau hitung2 energi listrik… πŸ˜€

  31. Bagus..tidak ada yg mustahil, dulu pesawat terbang hanya bermesinkan baling-baling sekarang sudah bermesin jet. Mungkin saja 20-30 tahun kedepan bisa terealisasi. Yg pasti ini hanya berfungsi untuk infiltrasi kendaraan di malam hari, ya kalau siang hari dilihat dengan mata telanjang bentuknya ya tetep tank..tidak mungkin seperti lemper raksasa kan.

  32. peltier sikeping panas dingin, lumayan buat kulkas mini tapi pakai dayanya gede tuh

  33. visi yang sangat bagus …. kalo ikut2xan Gartner kan selalu dilihat dua hal … 1). seberapa paling depan dan lengkap kamu punya visi DAN 2). seberapa mampu kamu mengeksekusinya …

    justru yang ackward, weird dsb nya itulah yang akan mendorong siapa saja akan maju ke depan … asal eksekusinya (dana, usaha, doa dsbnya) …. betul.

    aplikasinya bisa banyak hal … mungkin jadi seperti jubah hilang harry potter? πŸ™‚

    • Yg komentar saya nomer 10 sudah saya lihat hasilnya waktu pengujian tahun 2012, dan itu seperti jubah harry potter.

      • hmmm harusnya cari investor, buka market dsb-dsbnya. Termasuk teknologi mana yang di protek dsb … yang jelas harus mulai monetizing. Sepertinya di lembaga riset blon ada yg mengelola itu …. mengelola IP dengan cara kapitalis πŸ™‚

        • Iya bener, mudah2an peneliti itu tidak diambil negara lain ya. Ada beberapa negara yg tertarik dengan pengembangan 2 dosen ini, πŸ˜€

          • Hehehe πŸ˜€

          • Maaf bung Jalo. Salam kenal sebelumnya.Apakah metode ini juga sama dengan yang dikembangkan Asu untuk pakaian militer mereka ?
            Maaf Ilmu masih cekak..sudi kirannya menjawab Salam.

          • Kalau menurut si ibu, kitapunya karateristikberbeda dibanding negara lain…

          • Bung papa agusta jgn ketawa mulu bantu donk untuk membisikan karya2 hebat ini ke telingga pemimpin kita biar terbuka mata hatinya .hehe piss papa agusta

          • Bung Amhar Dusu semua sudah ada jalurnya masing2..para pemimpin kita itu lebih buka telinga terhadap bisikan para peneliti/ilmuwan dibandingkan saya yang hanya kuli kantoran πŸ˜‰

          • Saat ini sudah ada 6 program utama Kemenritek yaitu Teknologi Ketahanan Pangan dan Pertanian, Teknologi Energi : Energi Alternatif dan Terbarukan, Teknologi Transportasi, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknologi Kesehatan dan Obat-Obatan dan Teknologi Pertahanan, ini sudah direncanakan sejak 2005-2025. Lalu ada rencana Revisi UU Tentang Inovasi teknologi mudah2an lancar ya. Untuk RUU ini permasalahannya ada di dunia pendidikan dan sangat minim masyarakat yg mengetahui informasi inovasi teknologi dalam negeri sehingga Revisi ini tidak menjadi prioritas tapi mudah2an pemerintah kedepan bisa merealisasikan UU ini ya biar kemajuan teknologi negara kita bisa berkembang.

          • untuk dunia pendidikan, waktu SD dulu banyak sekali tugas2 membuat prakarya2 ilmiah, tapi sekarang liat anak2 tetangga di sekitar rumah knp ga ada lagi ya hal semacam begituan,

  34. Macem mano ni ipin darimane kite nak dapak duit…..sebaiknya tuh penelitian ditawarin aja sama negara lain yang mungkin lebih tertarik dengan masalah beginian kalo nunggu dari pemerintah sampe karatan nih barang g Bakalan turun tuh dana riset. Apalagi pemerintahan yang akan datang semua klaim pro rakyat pastinya mending dibakar tuh duit jd subsidi bbm karena takut rakyat g bisa makan macam mbah bowo

  35. Bung jalo, maaf mengapa penemuan yg dr telkom tidak di kolaborasikan saja dengan yang dr itb, kan bisa menghemat waktu riset

    • Itu yg ilmuwannya ngajar di ITT dan ITB. Untuk pengukuran dilakukan di Laboratorium Telekomunikasi dan Gelombang Mikro (LTRGM) ITB. Kalau dilihat artikel diatas itu bentuknya tugas akhir mahasiswa. Kan tidak apa2, biar mereka mengerti dan mungkin kedepan mereka bisa menguasai dan menemukan yg lebih baik.

  36. saya mah cuma hobi elektronika aja bung jalo, cuma pernah berencana bikin ac mini pakai peltier tapi ya gitu deh cuma rencana, peltier dikasih tegangan 5 volt juga bisa cuma butuh arusnya gede min 5 amper supaya maksimal dan sisi yg menghasilkan panas membutuhkan pendinginan yg ok,butuh heatsink yg besar plus kipas pendingin atau cairan pendingin agar sisi satunya lagi bisa menghasilkan suhu yg rendah semakin besar panas yg bisa dibuang maka semakin dingin

  37. temen” JKGR mungkin temen temen belum tau kondisi para ilmuwan kita mati matian untuk bisa membangun negeri tetapi saya mau share salah satu ilmuan yang lagi galau karena barang buatannya ingin dijatuhkan oleh anak negeri sendiri yang harusnya membantu….
    http://www.facebook.com/anton.dwisunuhan.ungnugrahanto/posts/10150494024307444 ..

    www.

    • Itulah Indonesia dan user kita. Itu kenyataan pahit sama dengan beberapa kejadian lainnya yg dialami beberapa peneliti kita. Kalau dibuat artikel bagus nih, dulu kan pernah saya bahas masalah kayak ghini tapi saya dibilangin ngebanting. Thanks sudah share, bener2 cerita luar biasa, πŸ™‚

      • Wkwkwkwkwkwk………

        Jadi inget kata2 faforit……….para alumnus forum yg disebutin bung Lare…..”Ijinkan nubie yg hina ini membuka EXPO…………”

        Wkwkwkwkwkwkw……..

        • hayuuuu pak puh, pengunjung tetap expo yaaa.. hhmmmmmm btw bung Lare, masih suka aja neh maen tamiya, pasti udah jago neh gulung dinamo nya…

  38. Yg bukan alutsista topsecret aja sdh canggih gmana yg topsecret ya?

  39. karya2 seperti inilah yg harus mendapat dukungan penuh pemerintah,seperti pernah saya blg byk pelajar dan mahasiswa kita yg berprestasi ditingkat dunia..knapa tdk kita manfaatkan,beri mereka ruang seluas2nya utk berkarya khususnya dibidang pertahanan,tentunya hrs didukung dgn dana yg memadai..siapa tahu dr mereka kita bs memiliki tekhnologi pertahanan yg tdk dimiliki oleh negara manapun..merancang sebuah teknologi (persenjataan) butuh imajinasi yg tinggi,dan saya ykn mereka memiliki itu!

  40. Terima kasih bung Banyu biru sudah share, saya kenal beliau dan sering sharing bareng. Yah itulah birokrasi, karya beliau sampai di NASA tapi tidak ditanggapin pemerintah malah dipersulit makanya beliau banyak mengembangkannya di Jepang dan Amerika termasuk sertifikat. Minggu depan saya ketemu beliau, nanti saya share ke teman-teman. πŸ˜€

  41. Mengikuti istilah bang lare,kamarentah yg berkuasa sejak post sukarnoism sampe era repotnasi adl.agen ASU…bkn kepala pemerintahnya lho tp mentri mentri keblinger,aparat gak bener itu…

    Makanya sy gak optimis kalo presiden berikutnya bs beresin yg beginian selama politiknya masih transaksional sebagai ekses koalisi…baru bs bersih kalo kabinet partai tunggal pemenang pemilu yg bs menentukan menteri scr independen meskipun itu orang partai pesaing…yg penting kualitas pribadi bkn pesanan partainya…itulah kenapa sistem 2 partai seperti di ASU kualitas kabinetnya lebih baik karena menterinya profesional dan tdk pandang bulu…siapa saja bs jd mentrinya….

    • @ wehrmacht bener Bung, makin banyak partai politik makin banyak orang yang harus diopeni
      banyak kok orang yang gak kerja betulan selain cari uang lewat partai, belum lagi hibah uang yang besar dari Pemerintah untuk Partai Politik mulai dari Pusat sampai Pemerintah Daerah.

    • atau seperti jaman pak harto dulu heheh menteri dari jalur karier, minimal yang di angkat jadi menteri adalah bekas Dirjen dari Departemen tersebut

 Leave a Reply