Dec 252017
 

CF-18 Hornet Kanada. © John Davies – CYOW Airport Watch via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Kanada berencana untuk membeli 18 jet tempur F/A-18 Hornet asal Australia untuk mengisi kekurangan pesawat tempur Angkatan Udara Kanada, seperti dilansir dari laman Defence Update.

Pada tanggal 13 Desember 2017, Menteri Pertahanan Australia Marise Payne mengkonfirmasi penjualan 18 unit F/A-18 A/B Hornet dan suku cadang terkait kepada Kanada. Pembelian tersebut dianggap sebagai tindakan penghentian sementara pihak Ottawa untuk bergerak maju dengan memilih pengganti CF-18 yang lebih permanen.

Sebelum keputusan itu, Kanada telah mempertimbangkan dengan serius untuk membeli 18 Super Hornet dari Boeing, setelah menolak rencana pembelian F-35. Namun pihak Boeing mengajukan keluhan perdagangan terhadap perusahaan Bombardier yang menjadi saingannya, menuduh produsen asal Kanada itu mengandalkan subsidi pemerintah untuk menjual pesawat jet C-series dengan harga yang tidak adil. Sebagai tanggapan, pemerintah AS mengatakan akan mengenakan pajak 220 persen untuk penjualan jet C-series.

CF-18 Kanada tidak identik dengan model F/A-18 A/B Australia, namun keduanya adalah model serupa. Angkatan Udara Australia berencana untuk menghapuskan 71 unit F/A-18 A/B Hornet yang akan diganti oleh 72 jet tempur generasi kelima F-35A Lightning II yang dimulai pada tahun 2018. Dua Hornet Australia pertama dijadwalkan untuk dipindahkan pada awal 2019. Jangka waktu untuk menyerahkan 16 unit lainnya akan tergantung pada kemajuan dengan memperkenalkan F-35 ke dalam layanan Angkatan Udara Australia.

Ketika pesawat tersebut dipindahkan ke Kanada, kemungkinan mereka akan dioperasikan oleh satu unit, untuk menyederhanakan operasi, pemeliharaan dan dukungan, Angkatan Udara Kanada berencana untuk menjaga semua Hornet yang dibeli dari Australia dalam dua unit, ditempatkan di Bagotville (Wing 3) dan Cold Lake (Wing 4), Alberta.

Berbagi

  58 Responses to “Kanada Ingin Membeli F/A-18 Hornet Bekas Australia”

  1.  

    Kasian Malaysie Pengen Pespur Bekas F/A-18 Tp Tak ade Wang, Terpaksa FA-50 Itupun Tak Ade Wang

  2.  

    Indonesia tertarik buat beli bekasnya Aussie gak nih??

  3.  

    waa teryata langkah kita mengakusisi alutsiata seken jadi contoh{panutan}jadi walau engak bangga dengan f16 bekas tapi kita harus bangga langkah kita jadi trendsetter ….!!! 😆

    •  

      Saya pikir transgender…… xixi…

    •  

      Tendensius… terlalu berlebihan, Kanada bukanya tidak punya uang, tetapi karena berawal dari kasus keputusan Kanada tidak jadi membeli F-35 akirnya berbuntut panjang dengan perselisihan dengan pembuat pesawat F-18 yang akirnya berbuntut Kanada tidak bisa membeli F-18 baru… dan tidak mungkin Kanada membeli pespur Russia, maupun Europe karena akan bermasalah lebih dalam dengan USA…
      Kita beli seken karena pingin ngirit, keluar uang yang sama kalau beli baru dapat 6, kalau paket hibah bisa dapet 24… jelas kita mestinya makin malu, karena Kanada membeli bekas karena beli baru ditolak, beda sama kita yang mau beli baru milih bekas biar dapat banyak…

      •  

        Knp mesti malu.? Kalo tujuan beli bekas dpt banyak utk sbg stop gab dr IFX dan menutupi blank spot, knp tidak.

        Beli baru cuma dpt 6 tp gak bisa mengcover blank spot area dan akan dipaksa patroli terus spt sukhoi gmn.? Dng dpt bekas tp banyak bisa mengisi kekosongan lanud yg ada. Dan bisa mencegah banyaknya black flight terutama kawasan selatan dan daerah timur.

        Baik RI 1, Anggota Dewan serta Petinggi TNI saat ini aja bisa bilang “Jangan lg beli Alutsista bekas ” krn duit utk beli baru sdh ada dan mampu sesuai kebutuhan.

        “Bekas” disini tdk sama dng ente beli mobil bekas broo…
        Salam..

        •  

          Maaf bung Ruskye, saya hanya mengomentari bung aming lee yg isinya… Silahkan baca diatas, jelas berbeda situasi pembelian RI dan pembelian Kanada…
          Untuk menutup blank spot dan stop gap IFX, Bukanya justru beresiko??? Batch terakir pengiriman 6 pesawat dengan seremonial pemberangkatan justru malah jadi antiklimaks dengan 2 pesawat nyangkut di Hawai… Saya rasa untuk berbangga belum sesuai tetapi kalau menerima jelas memang menerima, karena memang saat itu mumgkin itu pilihan yang terbaik…

        •  

          Tuh ada ready stock Gripen c/d ex Swedia.

          Kondisi rata-rata masih 80% bagus, udah diupgrade sistem radarnya jadi Ms.20 hingga bisa BVR. Banyak pula unitnya yang tersedia, ada lebih dari 90 unit. Tinggal pilih.

          Jadi bukan unit yg udah diistirahatkan di gurun.

          Dengan kondisi rata-rata 80% maka bisa melayani 25 – 30 tahun lagi, memenuhi kriteria yang digariskan Mr. Joko yaitu punya nilai keekonomian minimal 20 tahun.

          Combat radius gripen c/d 800 km (IFT), jadi lebih jauh daripada FA-50 yang hanya punya combat radius 440 km.

          Kecepatan gripen c/d bisa Mach 2 (2469 km/jam) jadi lebih cepat daripada FA-50 yang hanya bisa Mach 1,5 (1852 km/jam) ataupun Yak130 yang hanya bisa 1060 km/jam.

          Payload Gripen c/d 5300 kg, jauh lebih banyak daripada payload Tejas yang hanya 3500 kg.

          Soal TOT bagaimana ?
          Bisa gunakan 85% offset untuk pilih teknologi apa aja yang dipunyai Swedia untuk dipelajari oleh RI, entah itu teknologi radar, rudal, daur ulang sampah plastik jadi aspal, daur ulang sampah jadi energi listrik, mobil listrik dsb.

          Beberapa dari teknologi tersebut sedang diberikan oleh Swedia kepada RI.

          Hanya dibutuhkan panjang runway 800 meter untuk Gripen c/d sehingga cocok dengan konsep skuadron dispersed base untuk Kohanudnas.

          Wah nanti gue dikira sales … kabuuuuur

          •  

            Wkt lalu bung tn blg nya mending 3 skadron Viper…skr malah nawarin gripen, udah di kontak sm bung DR ya,,,dikasi fee brp sih klo jadi diambil sm pak rr ???

          •  

            50 Viper itu untuk 3 skuadron baru (Manado, Biak, Kupang), atau 50 Viper bisa jadi 4 skuadron baru (Tarakan, Manado, Biak dan Kupang)

            Gripen c/d untuk skuadron 1 di Pontianak untuk Kohanudnas.

            FA-50 untuk pengganti Hawk di Pekanbaru atau bisa juga untuk skuadron tempur di Halim (Halim belum ada skuadron tempurnya)

          •  

            Yakin semua itu pasti dibeli bung,,,beli 11 unit aja smpe 4 tahunan…yg realistis aja dah, klo semua itu sdh terbeli smpe thn 2024 spt nya mustahil bung, apalgi kita akan kedatangan IFX,,.

          •  

            Yakin sebelum 2024 udah datang semua.

            Kecuali kalau kiamat datang duluan.

          •  

            IFX baru diproduksi massal tahun 2026.

          •  

            Wkwkkkk…kiamat masih jauh lahhh….semoga terealisasi komen bung tn ini…sy ikut senang klo beneran terjadi,,,saat itu mungkin rangking kekuatan dunia indonesia ururtan 7 ya bung???… minim 10 lah…hehee

  4.  

    Tak apalah bang beli bekas, daripada mau beli bekas ja tak de uang apa lagi mau beli yang baru.. krik krik.. krik krik

    •  

      Anda benar sekali bung Asyari…….

      Begitu flexible-nya Indonesia……. beli yg masih baru oke, beli sekenpun juga boleh, karena duit tinggal ngguntingin… 😆

      Coba kita longok tetangga sebelah kita, boro2 beli yg baru, seken aja tak ada anggaran……… transgendernya sekarang malah hibah dan hibah, padahal dulu suku ngledekin kita……….. begitulah efek dari menepuk air di dulang, muka sendiri kena tampar…. xixi…

  5.  

    Kalau Australia ada rencana jualan Hornet bekas dan pembelinya Kanada….ada kemungkinan Australia akan mendatangkan pesawat tempur baru….sepertinya buat nambah modal beli F35 atau F22

    •  

      Hah??? F22???…jgn2 SU 35 kita yg lari nih…hahayy…tp salut australi semakin menjadi aja, ekonomi nya semakin maju, padahal aussie suka menghabiskan uangnya ke bali berbulan bulan hanya utk surfing,,tp knp msh kaya aja ya dia??.jgn2 pake ilmu pesugihan yg diajarin sm kaum aborigin,.,.xixixi

    •  

      Canada boleh melirik sukhoi, yak & mig sementara turky sbgi anggato nato bukan lg melirik tapi sudah teken S400, bukan cuma turkye, bulgaria juga demikian

      Hahhaahaaaa

  6.  

    Oiya !!??…..

    Berarti Russia musti segera kirim batch pertama SU35 ke Indonesia, biar Raptornya Asutrali lari pontang panting nyari ilmu kebal…….. xixi…

  7.  

    Menurut saya ini berita bagus dan keuntungan besar buat Indonesia.

    Niat Australia mengganti F18 all menjadi F35 All menurut saya (sekali lagi menurut pendapat saya) adalh blunder terbesar dimasa datang bagi AU Auise.

    tanpa tandem dengan F-18 maka F35 Auise akan inferior melawan SU series TNI AU.
    Single Engine akan membatasi jangkauan tempur Ausie kecuali mempunyai Kapal Induk, dan jika tidak ada maka Ausie akan lebih ke “defense” dibanding pre-emptive.
    Yang bakal terjadi ke depan Ausie dengan F35 adalah berperang dengan BVR tanpa potensi untuk masuk ke negara lain.

 Leave a Reply