Nov 062018
 

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau © Reuters

JakartaGreater.com – Kanada siap untuk membekukan kesepakatan senjata terbesar dengan Arab Saudi jika ada persenjataan yang disalahgunakan, kata Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau pada hari Senin, di tengah meningkatnya tekanan untuk menghukum Riyadh atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, seperti dilansir dari laman Daily Sabah.

Komentar Trudeau ini mengisyaratkan Ottawa mungkin menghentikan kontrak tahun 2014 bahwa unit pembuat senjata untuk General Dynamics Corp, Kanada untuk memasok kendaraan lapis baja ringan. Dalam kesepakatan bernilai hingga US $ 13 miliar.

“Kami sangat menuntut dan berharap bahwa ekspor Kanada digunakan dengan cara yang sepenuhnya menghormati hak asasi manusia”, kata Trudeau di Parlemen. “Kami telah membekukan izin ekspor sebelumnya ketika kami memiliki kekhawatiran tentang penyalahgunaan potensial mereka dan kami tidak akan ragu untuk melakukannya lagi”.

Oposisi kiri Partai Demokrat Baru, yang akan bersaing untuk pemilih yang sama seperti Trudeau pada pemilihan 2019, mengatakan Kanada tidak boleh mempersenjatai Arab Saudi ketika mereka menyerang sasaran sipil di Yaman.

Trudeau mengutuk kematian Khashoggi dan mengatakan Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland telah berbicara dengan sekutu untuk membahas langkah selanjutnya. Pada hari Senin, Trudeau mengadakan pertemuan khusus dengan para menteri dan pejabat pemerintahnya untuk membahas masalah itu.

Kanselir Jerman Angela Merkel pada hari Senin menyebut pembunuhan itu sebagai “monstrositas” dan bersumpah akan menghentikan ekspor senjata Jerman kepada Arab Saudi sampai kasus itu diselesaikan.

Freeland pada hari Sabtu mengatakan bahwa penjelasan kerajaan tentang kematian Khashoggi di konsulatnya di Istanbul tidak memiliki kredibilitas.

“Ada pertanyaan yang sangat penting tentang seluruh hubungan dengan Arab Saudi yang perlu ditanyakan”, katanya kepada wartawan, pada hari Senin.

Ketika ditanya bagaimana Ottawa akan maju dengan kesepakatan senjata yang diberikan peristiwa baru-baru ini, Freeland menjawab: “Itu adalah pertanyaan yang sangat bagus” tetapi ia menolak untuk menjawab dengan lebih spesifik.

Hubungan antara Kanada dan Riyadh memang telah tegang sejak ada sengketa diplomatik atas hak asasi manusia pada awal tahun ini.

Pada bulan Agustus, Arab Saudi membekukan hubungan dengan Ottawa setelah Kanada mendesak pembebasan aktivis hak-hak sipil yang dipenjara di kerajaan itu. Sebuah tweet urusan luar negeri Kanada diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan dikirim oleh kedutaannya di Riyadh, membuat marah penguasa Saudi.

Mengganggu kesepakatan senjata tentu dapat melukai Liberal secara politis, karena pabrik General Dynamics yang dimaksud adalah di London, Ontario, sebuah kota yang secara ekonomi tertekan. Kaum Liberal memegang dua dari tiga kursi di Parlemen London

  6 Responses to “Kanada Siap Bekukan Kesepakatan Senjata dengan Saudi”

  1.  

    Sejak kapan penciptaan senjata dikaitkan dng hak asasi manusia. Menciptakan senjatanya itu aja sdh merupakan embrio pelanggaran hak asasi manusia.

    Semudah membalikan telapak tangan bagi Arab Saudi utk mendapatkan senjata walau tanpa Canada. Masih jg blom bangun dr tidurnya para cecunguk barat bahwa mereka tidak lg dominan spt sebelum era milenia. Kasihan banget.

  2.  

    politik itu kejam bro, politik itu busuk.
    biasanya hanya orang yg tak punya pangkat/kedudukan yg main politik.
    (klo yg punya pangkat&kedudukan namanya birokrasi)……

    •  

      birokrasi itu diciptakan marx weber utk disiplinisasi teknokrat penempatan sesuai keahlian masing2

      dia menjadi konotasi negatif karna sifat manusia sendiri mementingkan diri sendiri maupun golongan

  3.  

    Perdana Mentri Kanada lbh seperti artis Holywood ketimbang bos pemerintahan dan politik. Entah jika beliau adu debat melawan Trump, Putin atau diplomat Arab sangat seru atau justru melo …

  4.  

    Sangat mudah bg Arab Saudi beralih membeli senjata kenegara lain, duit yg berbicara. Barat selalu ngoceh HAM padahal mereka jg pelanggar HAM berat jg dgn seenaknya menyerang negara yg berdaulat dgn alasan membebaskan rakyat negara tsb dr diktator yg tiran padahal ada embel2 SDA didalamnya.

 Leave a Reply