Feb 272019
 

Pembukaan kembali Kantor Athan pada KBRI Dhaka, Bangladesh ditandai dengan serah terima tugas dan wewenang pejabat Athan non resident dari Kolonel Kav Dody M Taufik, kepada pejabat Atase Pertahanan resident Kolonel Chb Mardikan.

Dhaka Bangladesh, Jakartagreater.com  –  Kantor Atase Pertahanan pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dhaka Bangladesh dibuka kembali oleh Duta Besar (Dubes) RI Dhaka Ibu Rina P Soemarno, pada Selasa 25-2-2019 di Bangladesh.

Pembukaan kembali Kantor Atase Pertahanan pada KBRI Dhaka, Bangladesh ditandai dengan serah terima tugas dan wewenang pejabat Atase Pertahanan non resident dari Kolonel Kav Dody M Taufik,S.E.,M.Si kepada pejabat Atase Pertahanan resident Kolonel Chb Mardikan, S.H.,M.Si.,M.M.Sc.

Pada kesempatan tersebut Dubes RI Dhaka Ibu Rina P Soemarno menyampaikan bahwa sebelumnya, KBRI Dhaka pernah memiliki Kantor Atase Pertahanan yang vakum selama 21 tahun pada tahun 1983 hingga 1998. Sejak krisis moneter tahun 1998, Kantor Athan pada KBRI Dhaka, Bangladesh ditutup, untuk wilayah Bangladesh dan dirangkap dari Kantor Atase Pertahanan pada KBRI Islamabad, Pakistan.

Lebih lanjut Dubes RI Dhaka Ibu Rina P Soemarno mengatakan Athan merupakan pejabat struktural TNI yang ditempatkan di Kantor Perwakilan RI dengan status diplomatik di beberapa negara akreditasi dalam rangka mewakili dan membantu Menteri Pertahanan, Panglima TNI, instansi terkait dalam melaksanakan misi diplomasi militer, kerja sama militer dan pertahanan serta misi perdamaian dunia.

Dengan tugas membangun, memelihara dan meningkatkan hubungan dan kerja sama di bidang militer dan pertahanan di negara akreditasi resident, non¬ resident dan partner.

Pertimbangan dibuka kembali kantor Atase Pertahanan di Dhaka antara lain Bangladesh memiliki pelabuhan laut Internasional di Chittagong yang digunakan sebagai tempat bekal ulang logistik KRI yang melintas menuju dan kembali dari Afrika dan Eropa, dapat meningkatkan kerja sama militer dan pertahanan.

Juga Bangladesh merupakan negara ketiga terbesar di dunia penyumbang pasukan perdamaian PBB yang dapat dijadikan mitra TNI, Bangladesh dapat menjadi pasar potensial untuk penjualan produk Alutsista Indonesia, untuk memantau imigran ilegal yang banyak masuk melalui jalur laut ke Indonesia, makin meningkatnya hubungan bilateral antara Indonesia-Bangladesh.

“Kehadiran Atase Pertahanan diharapkan dapat mendukung dan memperkuat pelaksanaan diplomasi militer Indonesia di wilayah akreditasi. Oleh karena itu, Atase Pertahanan perlu untuk selalu berkoordinasi erat dengan semua pihak di KBRI Dhaka dan instansi terkait di negara akreditasi agar target kinerja diplomasi untuk kepentingan nasional tercapai”, kata Ibu Rina P Soemarno.

Sesuai Keputusan Menteri Luar Negeri RI No. 2909/B/KP/11/2018, Kolonel Chb Mardikan, S.H.,M.Si.,M.M.Sc., sebagai pejabat Atase Pertahanan KBRI Dhaka mempunyai wilayah kerja meliputi Bangladesh merangkap Nepal dan Bhutan.

Dengan kehadiran Atase Pertahanan di KBRI Dhaka, diharapkan dapat membangun, memelihara dan meningkatkan hubungan dan kerja sama di bidang militer dan pertahanan dengan Angkatan Bersenjata/Kementerian Pertahanan dan Institusi lainnya di negara Bangladesh, Nepal dan Bhutan. (Puspen TNI)