Sep 062017
 

Kapal Tim Batharasurya Hydrone ITS. (imgrum : rahmatdicho – @rahmatdicho)

Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk pertama kali mengikuti kompetisi Hydrocontest, lomba kemaritiman hemat energi dengan mengirim tim Batharasurya Hydrone ke Saint-Tropez, Prancis, 4-10 September 2017.

“Untuk saat ini, tim Batharasurya Hydrone ITS hanya mengikuti satu kategori lomba, yakni kategori light boats,” ujar Dosen pembimbing tim Batharasurya Hydrone ITS, Ir Wasis Dwi Aryawan saat dikonfirmasi melalui pesan elektronik, Selasa, 5/9/2017.

Ia mengatakan dalam kompetisi yang didukung oleh the Societe Nautique de Saint-Tropez tersebut, terdapat dua kategori utama lomba yang ditawarkan, yaitu kategori mass transport yang menyimulasikan pergerakan kapal barang dengan beban berat 200 kilogram dan kategori light boats yang menuntut peserta bisa menggambarkan transportasi kapal untuk orang yang nyaman dengan beban seberat 20 kilogram.

Pada hari pertama, telah dilakukan inspeksi lambung dan elektrik pada kapal, dan kapal Batharasurya Hydrone telah dinyatakan lolos mengikuti babak kualifikasi, hari Selasa (5/9/2017), untuk diambil menjadi 16 peserta.

Dok. Peserta HydroContest – Saint Tropez, Prancis 2016. (Projet Navigation – @projetwizvox)

Dia mengungkapkan, ITS hanya mengikuti satu lomba karena selain baru kali pertama, keterbatasan dana juga menjadi alasan.

Menurut Kepala Departemen Teknik Perkapalan ITS ini, tim Batharasurya Hydrone optimistis bisa meraih yang terbaik dengan inovasi yang mereka hadirkan. “Kami optimis menang dalam kategori ini,” ujarnya yang dirilis Antara.

Sebanyak tiga mahasiswa dari Departemen Teknik Perkapalan ITS mewakili tim Batharasurya Hydrone yang berlaga di Prancis kali ini. Mereka adalah Pieter Mario Fernandez, Mohamad Rival dan Fajar Andinuari.

Tim Batharasurya Hydrone ITS (hydrocontest.org)

Kapal Batharasurya Hydrone kali ini berbeda dari kapal Batharasurya ITS sebelumnya yang menggunakan tenaga surya sebagai penggerak mesin. Kapal Batharasurya Hydrone ini menggunakan tenaga baterai sebagai bahan bakar.

“Dalam lomba ini, baterai sudah disediakan oleh panitia lomba. Kapal dikendalikan dengan remote control dan tanpa awak,” ujar Wasis. Event ini rutin diadakan oleh Hydros Foundation yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat umum tentang tantangan melestarikan sumber daya air.

Pada tahun ini, ajang bergengsi yang memasuki tahun ke-4 itu diikuti 23 tim yang terdiri dari 200 mahasiswa berasal dari 13 negara dan salah satunya adalah Tim Batharasurya ITS.

  10 Responses to “Kapal Batharasurya ITS, Bersaing di Hydrocontest Prancis”

  1. semoga tim bpknya karna ini bs menang

  2. kalau menurut pendapatsaya;lebih baik meneliti secara mandiri,untuk diterapkan digalangao kapal nusantara ,,agaar penemuan tidak di adopsi oleh negara lain,dan dikembangkan secara rahasia ..kalau diklaim asing pasti koar koar,kalau hanya mencari sensasi hadiah itu suatu hal semu,..kalau pikiran luas mementingkan nasional ya harus bisa membuat pbrik supaya bisa mengolah SDA INDONESIA,,,HADIAH TAK SEBERAPA BILA DIBANDINGKAN SDA NUSANTARA ,KALAU MENCARI SENSASI HADIAH EMANG HAK UNIVERSITAS,

  3. memang banyak universitas di indonesia ternama ,tapi doktrin riset teknologi masih minin bro ,untuk membuat pabrik secara maandiri untuk mengolah SDA NUSANTARA itu lebih penting,,kalau urusan malaysia biar di urus pemerintahnya …yg terpenting bagaimana negaranya bisa maju ,sebab tiap akhir tahun lulusan pasti membutuhkan loker ,makanya di utamakan harus mampu membuat riset teknologi pbrik secara mandiri .

 Leave a Reply