Mei 062017
 

Kapal keruk Hopper Dredger, Chuan Hong 68 China (photo : shipspotting.com / timbo2)

Jakarta – Kapal keruk Tiongkok, Chuan Hong 68 berbobot 8.352 GT yang diduga mengambil harta karun benda muatan kapal tenggelam secara ilegal di perairan Indonesia, berhasil ditangkap.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu, 6/5/2017 menyatakan penangkapan merupakan bantuan dari patroli Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

Kapal tipe “grab hopper” ini ditemukan aparat di sekitar perairan Panggarang Johor Timur, Malaysia, pada tanggal 28 April 2017.

“Berdasarkan hasil investigasi APMM, MV Chuan Hong 68 juga melanggar hukum Malaysia, karena tidak melaporkan kedatangan dan tidak memiliki kebenaran untuk berlabuh,” kata Menteri Susi.

Hingga saat ini, tim Lantamal IV secara intensif memeriksa 20 awak yang telah diamankan. Selain itu, tim Lantamal juga menggunakan sarana teknologi untuk memonitor lokasi kapal, terutama berdasarkan sinyal inmarsat yang ada di kapal.

Wakil Kepala Staf TNI AL Taufiqoerrochman menjelaskan kronologi penangkapan MV Chuan Hong 86 di wilayah Kepulauan Riau berasal dari laporan masyarakat. Informasi tersebut ditindaklanjuti oleh tim Western Fleet Quick Response Team (WFQR).

Kapal Chuan Hong 68 China eksplorasi bawah air di Anambas, Natuna

Pada tanggal 20 April 2017, tim menemukan MV Chuan Hong 68 sedang lego jangkar dan mengoperasikan crane di atas kapal untuk melakukan kegiatan pengerukan bawah laut di sekitar Kepulauan Riau, Laut Natuna, sekitar 4,5 nautical miles dari Pulau Damar.

“Sebagai langkah awal, saya telah hubungi Duta Besar Malaysia pada tanggal 4 Mei dan telah mengirimkan surat resmi pagi ini untuk meminta kerja sama pemerintah Malaysia untuk dapat menyerahkan kapal tersebut kepada kita,” ujar Menteri Susi.

MV Chuan Hong 68 diduga kuat telah melanggar tiga peraturan, yaitu Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2009 tentang Pelayaran, UU No. 11/2010 tentang Cagar Budaya, dan UU No. 6/2011 tentang Keimigrasian, seluruh awak kapal (20 orang) memasuki wilayah Indonesia tidak melalui pemeriksaan imigrasi.

Kapal diduga berkaitan dengan pengangkatan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) atau harta karun laut yang tenggelam di sekitar Laut Natuna dan Laut Tiongkok Selatan, yaitu Swedish Supertanker Seven Skies (yang tenggelam pada tahun 1969), Italian ore/oil steamship Igara (tenggelam pada tanggal 12 Maret 1973), kapal perang Jepang Ijn Sagiri, kapal penumpang Jepang Hiyoshi Maru dan Katori Maru.

Antara

  30 Responses to “Kapal Chuan Hong 68 Ditangkap di Malaysia”

  1.  

    1

    •  

      ya udah kita dong yang angkat harta karun tsb, jangan cuek aja –pas ada orang lain baru ribut…

      •  

        Good comment

      •  

        Mana bisa gitu bed, harta karun itu hak negara asal kapal itu diregistrasi. Udah lu bed nyopet lagi sana.

        •  

          gile loe Ndroo…
          si otong dibilang tukang copet….. cicicici :lol:

          •  

            Enggak bisa komen tanpa “linknya”….

          •  

            Itu kpl tenggelam ada uu nya dlm kelautan, mengenai harta karun, bahwa siapa sj yg menemukannya adalah miliknya, mslhnyakan kpl pemburu harta karun itu gak ada ijinnya masuk perairan

        •  

          wah banyak bocah2 kloningan bayi tabung,

          The Law of Finds
          Sometimes, a different set of laws apply when a shipwreck is discovered. If the shipwreck has been submerged for a period of years during which the vessel’s legal owners have not been actively trying to retrieve its contents then the law of finds may apply.
          A discoverer who finds a shipwreck pursuant to the law of finds is entitled to the full value of all of the goods that are recovered. Since the owner of the vessel has given up trying to recover the shipwreck, the discoverer is deemed to have full rights to the content. This is different than the law of salvage which views the discoverer as one who recovers the contents of the shipwreck for the owner and is therefore entitled to a percentage but not all of the value of the goods recovered.

          klo kagak ngarti english tanya abang ente,

          http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2013/07/09/article-2358415-1AB88565000005DC-540_233x288.jpg

      •  

        Kita.? Ente aja kalee… Tinggal ente bilang aja ke pemerintah sekarang utk mengeluarkan ijinnya, secara ente kan corong pemerintah sekarang. Kalo bisa diangkat itu harta karun bisa menambah pemasukan negara agar defisit APBN bisa sedikit tertutupi…. cicicici.. :lol:

  2.  

    ———TENGGELAMKAN———

  3.  

    Perlu terimakasih gak sama malaysia?

  4.  

    ledakan .. seni adalah ledakan..

  5.  

    hadeh ku aing rudal oge yeuh chino pagaweanna ngan nyolong jeng ngalanggar batas wilayah laut hungkul,hayyaaaah dasal chino sengklek

  6.  

    Kalau gak berani mengekseskusi kapalnya tolong dikasikan aja ke IBUK SUSI lon utk ditenggelamkan….wkwkwkwk

  7.  

    Untung lah sudah tertangkap..tinggal menghukum mereka sesuai hukum yang berlaku.
    Dan juga BMKT nya kita bawa pulang kembali..
    Tapi jika malaysia takut kepada cinak untuk menghukum kapal HONG GUAN 86 ini, !! Biar indonesia yang akan menhukum kapal HONG GUAN ini..!! Beserta awaknya tentu.!!!

  8.  

    Bu Susi, minta hibah radar lagi dong dari jepang, buat dipasang dikepulauan riau…

  9.  

    Tadinya malesiah di suruh nangkep..eh gak berani..
    akhirnya Indonesia juga yg tangkap..xici

  10.  

    masalahnya yang membuat repot ya kita sendiri…lah wong sudah ditangkap…kog..ditinggal kapalnya…ya kabur lah….baru bingung…..mbok yao tungguin dulu sampai bantuan tugboat datang …

  11.  

    tahu adanya kapal berbuat ilegal dari laporan masyarakat
    sampai sekarang tetep buta ada kapal nyelonong masuk dan obok obok laut
    sampai kapan tetep buta seperti ini
    prihatin

  12.  

    Yuk percepat produksi radar dan rudal dalam negeri, hanya senjata ini yg bisa menghalau musuh di kawasan

  13.  

    Tanya tu Singapore…dapat darimana koleksi harta Karun keramik dan emas dari kapal tenggelam di Belitung..banyak tuh barangnya…