Kapal Induk China dan Pesawat Tempur J-15 “Flying-shark”

38
363
Shenyang J-15. (Garudtejas7 via commons.wikimedia.org)

Jakarta – China telah mengukir tonggak sejarah baru angkatan lautnya. Ini ditandai dengan kehadiran empat unit pesawat tempur jenis J-15 “Flying-shark” yang mendarat di kapal induk China, Liaoning. J-15 merupakan modifikasi dari pesawat tempur jenis Su-27 Flanker. Pesawat tersebut dilengkapi dengan radar baru, serta amunisi yang bisa dikendalikan. Selain itu, bodi pesawat diklaim lebih kuat untuk menahan serangan saat melakukan operasi maritim.

Dikutip dari Popular Science, Kamis, 8 Januari 2015, J-15 dilengkapi dengan sistem serang dan pengisian bahan bakar secara elektronik. Sayap pesawat ini bisa dilipat untuk memudahkan penyimpanan di dalam hanggar Liaoning.

Sebelumnya, Liaoning diberitakan hanya melakukan uji coba pada prototipe pesawat jenis tersebut. Liaoning ditempatkan dalam jangka panjang di Laut Cina Timur. Tujuannya, antara lain, untuk meningkatkan kemampuan awak kapal dalam meluncurkan operasi pesawat.

Selain itu, waktu penempatan yang lama tersebut juga memungkinkan kapal perang Angkatan Laut China lainnya melakukan operasi bersama. Beberapa penerbang andal juga dibawa serta dalam kapal induk Liaoning.

Pengenalan pesawat tempur J-15 dan pilot terlatih menunjukkan adanya peningkatan intensitas dan kompleksitas operasi Liaoning dalam beberapa tahun terakhir. Angkatan Laut China juga sudah melakukan operasi bersama peringatan dini serangan udara (AEW & C) menggunakan helikopter jenis Z-8 dan pesawat tempur KJ-500. Selain itu, mereka sudah menyiapkan strategi menghadapi kemungkinan serangan kapal lain.

Peningkatan kemampuan pilot Angkatan Laut China untuk beroperasi dari Liaoning juga menunjukkan kredibilitas kekuatan Angkatan Laut China yang meningkat secara global. (TEMPO.CO)

Sumber : Tempo.co

38 KOMENTAR

      • Bangsa Indonesia udh ke dokrin belanda kalo jiplak, atau nyolong karya org lain itu dilarang. Jepang waktu jaman restorasi juga jiplak, korsel juga jiplak awal2nya, india dan taiwan juga. Indonesia kalo gak jiplak dan nyolong serta cuma ngarepin TOT majunya 1000 tahun lg

      • Sebelum tahun 65 china udah bisa membuat pesawat tempur mig17 dan mig21 lisensi rusia , mereka belajar dari nol untuk pmbuatan psawat tempur .. Kita baru belajar , bahkan pesawat super tucano kita masih import blum bisa buat .. Apalagi untuk pesawat Tempur sekelas su27 . Kita baru merakit pesawat angkut ringan dan heli dengan lisensi .. Tawaran merakit pesawat benar2 pesawat tempur jet datang dari gripen .. Masih diributkan kecanggihannya dan embargo amrik dll .. Kapan kita bisa membuat pesawat bukannya merakit kalo yg sederhana aja diributkan avionic lah , radar lah , source code lah .. Kita harus realistis dan benar2 sadar kalo kita sama sekali belum pernah merakit pespur .. Semoga NKRI tetap jaya .. Salam

        • Setuju dengan bung majapahit. Perbedaan RRC dengan kita adalah adanya industri2 komponen dalam negeri. Kalo mau diambil sederhananya: Ibaratnya PT DI itu penjahit. Tapi untuk bahan2 baju dari kain, benang, kancing, resleting, sampe peniti itu beli semua. Bahkan pola baju aja masih belum bisa bikin sendiri. Beda dengan RRC. Ibaratnya mereka itu juga penjahit, cuma bedanya mereka cuma dengan lihat2 dan megang2 baju di toko karya desainer Russia, langsung bisa bikin sendiri yang sama persis dengan bahan2 yang berasal dari industri binaan dalam negeri mereka sendiri. Ini yang disebut serupa tapi tak sama hehehe 😀

          • Betul bung bahkan dalam acara pamranF 35 , kepala staf auchina berkata .. Pesawat yg hebat .. Pihak F35 bercanda PLA butuh berapa skuadron ? Jendral itu tersenyum sambil berbisik .. Kami hanya butuh 1 pesawat ..

        • Tejas pesawat tempur india butuh waktu 32 tahun untuk terbang dengan protottype pertamanya dengan biaya yg mahal dan brganti pemerintahan berkali kali .. Seperti juga china untuk mewujudkan lioning butuh dana dan waktu puluhan tahun bukan quantum leap tiba tiba jadi .. Boleh bermimpi tapi inget bangun buat kerja .. Hehehe

    • Kemampuan kapal induk Liaoning dan J-15 hanyalah mitos.
      Bergengsi mungkin, tapi jauh dari efektif.

      Masalah utama
      Liaoning tidak membawa “aircraft catapult”, tapi diperlengkapi dengan sky-jump ramp.

      Akibatnya, pesawat jiplakan (dari Su-33) J-15 harus memakai full afterburner, dan memperhitungkan beratnya, agar dapat mencapai kecepatan yg cukup untuk take-off dari atas Liaoning.

      Ini artinya J-15 tidak akan dapat membawa senjata banyak, atau membawa cukup bensin untuk terbang cukup jauh. Meragukan kalau J-15 bahkan dapat terbang 1000 km dari kapal induknya — mungkin bisa kalau sama sekali tidak membawa senjata.

      http://www.defensenews.com/article/20130928/DEFREG/309280009/

      Quote:
      What sounded more like a rant than analysis, Beijing-based Sina Military Network (SMN), on Sept. 23, reported the new J-15 was incapable of flying from the Liaoning with heavy weapons, “effectively crippling its attack range and firepower.”

      The fighter can take off and land on the carrier with two YJ-83K anti-ship missiles, two PL-8 air-to-air missiles, and four 500-kilogram bombs. But a weapons “load exceeding 12 tons will not get it off the carrier’s ski jump ramp.” This might prohibit it from carrying heavier munitions such as PL-12 medium-range air-to-air missiles.

      To further complicate things, the J-15 can carry only two tons of weapons while fully fueled. “This would equip it with no more than two YJ-83K and two PL-8 missiles,” thus the “range of the YJ-83K prepared for the fighter will be shorter than comparable YJ-83K missiles launched from larger PLAN [People’s Liberation Army Navy] vessels. The J-15 will be boxed into less than 120 [kilometers] of attack range.

  1. bung pencinta wanita@..hehe masih telat mf mengecewakn

    Djoko jawa@ .. diatas disebutkn modifikasi dr su 27 flanker .. jd su 27 yg di modif tuk bisa di t4kan di kapal induk .. yg dikembangkan lg mecontoh pada prototype su 33 .. menurut aq bukan 100% kw ..

  2. Usaha keras cina sebagai sebuah bangsa yg ingin mandiri dlm pertahanan adalah catatan penting buat indonesia sebagai sebuah bangsa untuk bisa mengikuti langkah cina, kemauan yg keras di sertai usaha yg sungguh-sungguh oleh pemerintah dan seluruh rakyat cina adalsh kunci keberhasilan cina dlm menguasai tecnologi masa kini.

  3. asyuu maju parte cuma 2, china maju parte cuma 1, jadi energi tidak terbuang sia-sia hanya untuk urusan perut kebawah tapi untuk kemakmuran negara & warga negaranya, lantas untuk menampung aspirasi?? bul** tak ada itu atas nama penyaluran aspirasi, ujung-ujungnya urusan perut kebawah

  4. @laut biru,,,jadi menurut anda pemerintah kita tak mau negara “berkembang?,,padahal yg saya dengar yg sekarang ini mottonya adalah revolusi mental loohh atau jangan2 yg benar adlh “kerja,,kerja,,,kerja gak usah urusin kelakuan para boss dasar *****+ gak jelas!