Feb 212014
 

asia-2

Impian kapal induk TNI (baca: kemampuan projeksi jauh di luar wilayah sendiri) tidaklah terlalu jauh. Keinginan Indonesia kembali menjadi kekuatan regional berbanding perkembangan kekuatan di negara sekitar, membuat TNI sudah waktunya melirik rudal anti-kapal jarak jauh (lebih dari 300-400 km) land based atau platform kapal permukaan dan kapal selam. Agar sekedar bisa seimbang dalam kemampuan projeksi negara lain di kawasan, Indonesia butuh alutsista semacam strategic bomber, Kapal selam nuklir, Destroyer dan untuk kekuatan udara adalah kapal induk. Atau kekuatan regional cuma jargon semu.

Kapal Induk
Kepemilikan kapal induk merupakan keanggotaan klub elit negara yang mampu memproyeksikan kekuatan mereka ke seluruh dunia. Perwujudan supersized dari “gunboat diplomacy” dan sebanding dengan harganya yang saat ini sekitar 20 kapal induk aktif di seluruh dunia. US mengoperasikan 11 diantaranya. Dan tidak berhenti di sana. Akhir tahun lalu, US meluncurkan update terbaru contoh monster raksasa bertenaga nuklir dengan berat 100.000 ton, USS Gerald R Ford.

China : PLA mengerahkan kekuatan baru kapal induk akhir tahun lalu dengan mengerahkan kapal induk eks Ukraina-Liaoning dalam sengketa Laut Cina Selatan. Tapi ambisinya tidak berakhir di sana. China telah mulai produksi pertama untuk rencana empat kapal induk produk dalam negeri.

Kapal Induk China Liaoning yang bergerak ke Laut China Selatan (photo; PLA Navy)

Kapal Induk China Liaoning yang bergerak ke Laut China Selatan (photo; PLA Navy)

India : Secara terbuka membanggakan akuisisi terbaru yang memasuki perairan nasional untuk pertama kalinya, INS Vikramaditya memberikan India kekuatan udara angkatan laut terkuat di wilayah setelah Amerika Serikat. Vikramaditya bergabung dengan kapal induk tua eks UK INS Viraat. Dan tidak berakhir di sana. India sedang membangun dengan desain sendiri –dua kapal induk seberat 40.000 ton bernama Vishal dan Vikrant. Yang pertama dijadwalkan akan selesai dalam waktu empat tahun.

VIKRAMADITYA

INS Vikramaditya India

Jepang : konstitusi pasca-Perang Dunia II negara kepulauan ini dibatasi memiliki senjata ofensif. Akibatnya, sering menggunakan permainan kata-kata. The IJNS Izumo adalah contohnya. Daripada disebut kapal induk, kapal seberat 20.000 ton itu diperkenalkan sebagai “helicopter destroyer” – meskipun kapal itu dapat membawa jump-jets tempur. Izumo beroperasi tahun lalu. Kapal sejenis kedua diperkirakan akan segera dibuat. Kapal-kapal tersebut akan bergabung dengan dua serupa “helicopter destroyer” lainnya yang sudah operaional, kapal seberat 14.000 ton Hyuga dan Ise.

Izumo

Izumo Class Helicopter Carrier

Rusia : Jangan lupa negara bekas Uni Soviet ini. Meskipun telah menjual seluruh kapal induk tua, tapi baru-baru ini membeli empat kapal induk helikopter dari Perancis. Dua diantaranya akan berbasis di Pasifik.

Korea Selatan : “The goodie” di semenanjung Korea ini setahun yang lalu sudah mempunyai flat-top yang bernama Dokdo, dan satu lagi sedang dibuat.

Dokdo-3

Korean Dokdo-class amphibious assault and the aircraft carrier USS George Washington transit the Sea of Japan.

Thailand : Meskipun tidak “baru”, dan hampir tidak lagi operasional, Chakri Naruebet tetap merupakan kemampuan untuk memproyeksikan kekuatan udara. Kapal induk ini telah dimiliki Thailand sejak tahun 1997, tetapi negara itu tidak lagi memiliki Harrier jump-jets.

010403-N-3400W-004

Chakri Naruebet

Australia : Untuk pertama kalinya sejak 1982 , Australia akan segera memiliki kemampuan untuk mengoperasikan pesawat fixed-wing di laut. Penekanannya ada pada kata “kemampuan”. Dua LHD baru HMAS Adelaide dan HMAS Canberra dijadwalkan akan masuk layanan dalam beberapa tahun ke depan. Keduanya dilengkapi dengan deck penerbangan dan bahkan ski-ramp . Tapi Australia belum punya pesawat tempur jet untuk mengisinya. Untuk sementara ini mereka akan membawa helikopter, termasuk helikopter serang.

adelaide-class

Disain Adelaide Class, Australia

Dimana posisi Indonesia ?

Indonesia : Meskipun Indonesia tidak memiliki kapal yang didekasikan khusus sebagai pembawa pesawat atau helikopter, namun sudah menjajaki konsep melalui beberapa desain rancangan dalam negeri. Sampai saat ini belum ada keputusan yang dibuat untuk merealisasikan program tersebut. (written by Nowyoudont 19/02/2014).

  74 Responses to “Kapal Induk Hanya untuk Negara Bermiliter Kuat”

  1. 20 atau 30th lagi pasti kita bisa!….

    MEF I berjalan lancar, ekonomi terus membaik, situasi politik jga kondusif MEF iI dan 3 selesai(pembelian alutsiata harus dibarengi dg ToT) dan dibareni rencana strategis pembentukana “KOGABWILHAN”

    Kalau ini pasti, bukan mimpi

  2. Colek bung @donie ah… Bung donie lgi ngidam yg ini… Hihi… 🙂

  3. Wow, masuk JGKR ada berita kapal induk 😀

    Itulah lingkungan di sekeliling Indonesia. Yang berpengaruh langsung terhadap Indonesia adalah China, India dan menyusul Australia. TNI mengoperasikan kapal induk belum terlihat, tapi menyesuaikan kemampuan pertahanan terhadap kekuatan jenis ini sudah harus dipertimbangkan sekarang

    Apa counter dari Indonesia dalam lingkungan seperti ini dengan ambisi menjadi kekuatan regional? IMHO setidaknya persenjataan yang mampu ‘mengancam kapal seukuran carrier, which is jika bukan jenis land based, maka platform pembawanya akan sesuatu yang lebih besar dari light freegate atau Kilo class. Jadi ‘issue’ KS bongsor dan destroyer class sebenarnya sangat masuk akal dan merupakan konsekuensi wajar dari ambisi TNI dan perkembangan keamanan kawasan.

    • Untuk pesawat pendukungnya sudah disiapkan lho bung now
      24 MV-22 Ospreys sudah siap di shoping list dijual ke indonesia
      apakah HIBAH 3 LHD Tarawa class akan kita ambil??
      hehehehe

      • Ospreys atau Chinook pada LHD akan menjadi aset luar biasa bagi operasi militer dan penanganan bencana. kalo yang dualisme fungsi begitu saya pikir lebih cepat pengadaannya juga lebih baik.

        LHD plus airlift pada RAN bisa dipandang mencurigakan, sementara di negara kepulauan dan rawan bencana alam kita adalah kebutuhan

      • bung Satrio, gimana dengan isu hibah dr US sprti yg bung sebutkan.?
        apa kemungkinan besar diambil.?apa tdk hanya akan jadi besi tua kalau suatu saat kita akan berperang dgn sekutu US.?psti ada dong syarat dr US,jgn” qt mlh dilarang untuk membeli SU 35 ataupun slava class dr Rusia.

        • Sesuai konsep kogabwilahan dan potensi ancaman nya
          Saya kira bila hibah dan beli teknologi terbaik dari USA diberikan ke kita ya ada baiknya diambil juga, karena ini kesempatan LANGKAH dan tidak selalu didapatkan,
          Dengan keuntungan Nonblock kita bisa dapatkan mesin tempur terbaik dari kedua blok..dan kita gak usah ragu akan embargo.
          Sesuai syarat dan ketentuan berlaku bila kita ambil alutsista dari USA dan Inggris maka akan ditempatkan dikogabwilhan barat dan tengah,
          Bisa ditempatkan di aceh ,natuna,kalimantan dan sulawesi.untuk menghadapi china dan India(kemungkinanan)

          Bila LCS meletus dan merembet ke wilayah kita maka akan sangat efektif menhadapi sukhoi china dengan typhon, F 15 dan F 35,karena china akan lebih tau kelemahan sukhoi 27 ,30 dan su 35 kita ..karena mereka mempunyai lebih banyak.
          Demikian juga menghadapi killo dan KS nuklir china,,bisa dilawan dengan CBG dan Astute.
          Karena bila menggunakan C 705 menghadapi china maka langsung akan memble
          IMHO

          • Nah …. sebelum berwacana punya kapal induk … sebaiknya benerin dulu perilaku korupsi kita yang sudah kebangetan itu ….

            Ganti secepatnya para politisi sipil yang korupnya sudah kebablasan itu secepatnya … varu kita bersaing dengan China, India dan negara lainnya …

            “Faced with a choice between divisive and corrupt civilian politicians or strong military leaders who ensure that pluralism is respected and government delivers, Indonesians may not be averse to a firm hand on the tiller — as long as it is cloaked in the trappings of democracy”

            http://www.nytimes.com/2014/02/22/opinion/indonesian-democracys-guiding-hand.html?partner=rssnyt&emc=rss&_r=0

          • @Bung Satrio,

            tertarik untuk mendiskusikan tentang pespur F-15/F-18 vs Keluarga Flanker.

            Menurut gue tidak ada masalah dgn China jika mengetahui kelemahan flanker, yg artinya kita juga paham akan kelemahan yg sama, tinggal masalah SKILL pilot masing2, hal ini dgn catatan dan terbukti jika memang Su-35 mengungguli F-35/F-15/F-18, lalu sebenernya unggul yg mana menurut Analisa..??
            Jika memang Su-35 lebih unggul, maka kehadiran F-35/F-15 hanya akan mendown grade kemampuan dari TNI AU yg seharusnya di isi oleh SU-35 lebih banyak lagi (gue pernah hitung2an budget dari list-nya), kecuali pespur Barat hanyalah dijadikan aksesories tambahan/bukan pemukul utama, ya ga masalah.

            Lain halnya jika Hibah ini menyedot/membatalkan akuisisi Su-35, ini yg menjadi polemik. trimakasih.

          • coba kita ambil sampel
            skuadron A. memiliki 10 unit pespur gado2
            3 Tyhpoon, 3 Rafale, 1, Grippen , 3 Su-35

            VERSUS

            skuadron B, dgn murni kelg.flanker
            3 SU-MK2, 7 su-35

            kalo duel ..skuadron mana yg kemungkinan unggul diudara ?? (Asumsikan dgn support lain2nya yg setara sama)

          • Semuanya belum tahu menang yang mana karena belum ada pertempuran nyata yang melibatkan sukhoi SU 27,30,35 dengan pesawat pesawat barat F series dan typhon,.semua didasarkan perhitungan diatas kertas dan hasil simulasi saja.
            Bagaimana mengatasi F series dengan sukhoi family pernah saya kupas disini tinggal dibaca lagi,,

            BILA Indonesia menghadapi sukhoi family china dengan menggunakan Typhon atau F series tentunya pihak barat akan memberikan speck yang terbaik dari alutsista tsb dan strategi terbaik mereka dan dukungan terbaik lainya misile,radar,pesawat Aew&C,tanker udara,satelit milter)
            Hasil evaluasi pitcblack akan diterapkan dan disodorkan bila Indonesia melawan china karena konflik LCS

            ITU semua KEUNTUNGAN Indonesia bisa mempelajari semua strategi dari kedua blok,,tinggal memixnya dan menambahi citarasa Indonesia akan timbul suatu strategi dan taktik baru khas nusantara

            Dengan jiwa bonek memakai ajian rawa rontek dan pukulan kelabang nyebrang kita yakini memakai sukhoi family melawan blok barat akan menang ,,demikian juga kita memakai F series dan Typhon melawan sukhoi china akan menang….Optimis 😀
            IMHO

          • gimana dgn syarat Indonesia g boleh ngambil SU 35 bung satrio.?
            F 16 dulu waktu Indonesia pertama kalinya kan merupakan barang yg mewah jugat 5 tahun kemudian (klu tydk slh) kita malah kena embargo. dalam politik tdk ada teman yg abadi yg ada hanya kepentingan abadi, dan menjauhi teman yg sering berkhianat akan jauh lebih baik untuk kepentingan kita.

            sy hanya membayangkan kalau alutsista barat dan tengah kita tiba” akan menjadi barang bekas jika tiba” US merubah arah kebijakan politiknya. jelas membutuhkan biaya yg besar untuk kembali mengupgrade semua alutsista yg terkena efek embargo

          • @Bung Fadhil
            Ya diplomasi kita harus cerdas..
            Kita akan menolak bila syaratnya itu mengikat
            Kita bilang ke pihak barat bahwa F 35 akan dibuat untuk menghadapi china bila menyerang Indonesia

            Kenapa kita DIUNTUNGKAN karena pihak barat selalu mengaitkan penjualan senjatanya dengan HAM
            Barat punya prinsip ” Rezim bisa berganti tetapi senjatanya tetap” dan itu sangat beresiko bagi mereka..

            Bila sekarang mereka membuka kran alutsista canggihnya kekita itu kesempatan emas

          • Berarti kabar-kabari astuti jadi dong bung satrio…

    • Akhirnya… Wacana AirCraft Carrier Bung Nowyou…didengar..!! 😀

      That’s great..minimal sebagai do’a,
      turut menitipkan Harapan disini, 4 kogab = 4 sprCruiser sebagai flagship.

      Kecenderungan :
      abad 19 – PD2, ukuran dari battleship terus membengkak, sebaliknya setelah pasca PD2 cenderung mengecil, yg jadi alasan adalah ukuran besar rentan menjadi bulan2an serangan udara.Kini kecenderungan semakin besar lagi mulai terlihat dari evolusi KRI.

      Jika Indonesia memutuskan mendongkrak KRI dikemudian hari secara kuantitas dan kualitas.
      sebaiknya tetap di kelas Destroyer (150-200 M), dan merilis kelas baru sebagai tren.

      # semoga

      • Jika bung @donnie ngidam, saya sakaw 😀

        BTW, untuk kapal perang mungkin memang mengecil atau tetap tapi tidak demikian dengan carrier.

        Kapal induk alias aircraft carrier tidak masuk kategori persenjataan, pada prakteknya kapal induk tetap mengandalkan kapal destroyer dan kapal selam sebagai pengawalnya. Karena kapal induk pada dasarnya hanyalah alat angkut, tidak ada bedanya dengan LPD atau LHD hanya beda dalam jenis bawaannya, dan Indonesia yang negara kepulauan jelas butuh banyak alat transfort sejenis ini. Dengan pemahaman ini tidak heran carrier semakin membesar karena ngejar efisiensi dan efektifitas. USS Gerald Ford aircraft carrier US terbaru punya tonase 100k ton. Untuk airlift kita bisa lihat trend yang sama dengan kemunculan A400 Atlas

        Kita negara kepulauan, LHD/LPD adalah kebutuhan mutlak militer. Sementara aircraft carrier yang mampu membawa kemampuan udara jauh keluar wilayah pertahanan adalah kebutuhan offensive/aggressive dengan nilai compelling, sementara TNI sayangnya memang masih di level ngejar defensive dgn nlai deterrence.

  4. Klo dalam benak saya yg awam ini.. baiknya bolehlah punya kapal induk saat ekonomi kita pun sdh mumpuni… misal RI ekspansi bisnis dan punya lahan bisnis besar di afrika atau amerika latin tentu perlu “pengamanan” aset dan lahan bisnisi nya baik jalur laut ataupun didaratannya.. kan pengen juga dpt cerita di koran koran, misal ada konflik di afrika yg mengancam aset RI trus presiden RI bertanya pada panglima TNI dan KASAL “dimana posisi terdekat armada kapal induk kita?” wkwkwkwwkkkkkk
    tp ya utk sementara itu bolehlaahh saat ini land based Yakhont atau DF 21…

  5. Bung Nowyoudont, saya setuju kita punya kapal induk. Tapi jangan sekarang. Lebih baik kita fokus dulu pada pengembangan Kogabwilhan, sesudah full armament dan utilities supplied, baru kita mikirin kapal induk. Selain harga kapalnya yang mahal, anggaran pengadaan senjatanya itu lho. Bisa beberapa kali lipat dari dari harga kapalnya itu sendiri. Karena kapal induk bukan jenis kapal solo player, kita juga masih akan memerlukan kapal jenis pendukung lainnya, seperti destroyer, fregate, corvete, dan kapal selam. Selain itu, apalah artinya kapal induk kalau gak dibekali dengan pesawat dan heli-heli tempur, akan terkesan seperti singa tua yang ompong. Sangat jelas, betapa besarnya anggaran yang kita perlukan untuk membangun armada kapal induk, bahkan mungkin bisa lebih mahal daripada anggaran pembentukan kogabwilhan. Sekedar pertimbangan di masa depan, mungkin masih realistis, tapi untuk saat ini, hal itu justru bukan sesuatu yang logis, mengingat anggaran pertahanan dalam APBN kita, 1% aja gak nyampe..! Gak apa-apa, mari kita membangun cita-cita sambil berusaha dan sabar…

    • Betul bung @yayan, pada kenyataannya kapal induk (aircraft carrier) memang belum menjadi prioritas TNI. Tapi counter aircraft carrier adalah kebutuhan mendesak mengingat perkembangan militer di sekeliling kita. Yang saya bayangkan perlu dimiliki TNI saat ini adalah kemampuan anti access area denial ala PLA dengan senjata semacam DF21

  6. Indonesia akan beli Kapal Induk/LHD…Itu sangat BAGUS sekali walaupun Itu sekedar Hoax sekalipun sangat MENARIK sekali terutama Negara2 Jiran..Pasti dh jawabannya ADA APA DENGANMU..INDONESIA..he..he.. kya Ariel Peterpan aja..yg jelas Deterrence Efectnya..Jdi or blum y g mslh…

  7. Alangkah baiknya membentuk “KOGABWILHAN”dahulu bersama unsur* TNI dan masyarakat yg berjiwa patriotisme dan nasionalisme terhadap NKRI,sebelum ada unsur* yg akan mengagalkanya,lebih bagus fahami lebih mendalam tentang perang asimetris, strategi dan penerapannya,Di masa damai ini kita memang harus mengingatkan kewaspadaan akan pertahanan nasional, dan mempelajari ilmu* pertahanan dan pertempuran,dengan demikian rasa nasionalisme berarti menyatakan keunggulan suatu afinitas kelompok yang didasarkan atas kesamaan bahasa, budaya, wilayahnya dan jangan sampai kita akan kembali sebagai pengalaman penderitaan dan diskriminasi oleh bangsa kolonial/penjajah.

    • bung wdus, perang asimetris yg ktnya sedang dikembangkan ngr kita implementasinya spt apa yaah…? apa yg lat nyusuri katulistiwa tempo hr tu & lat perthn d papua jg slah satu dr itu ya? …maaf pengen taw ..slm NKRI

      • Ilmu perang asimetris ini suatu model perang yang dikembangkan dari cara berfikir yang sangat tidak lazim, dan di luar aturan peperangan yang berlaku, dengan spektrum perang yang sangat luas dan mencakup aspek-aspek astagatra (perpaduan antara trigatra -geografi, demografi, dan sumber daya alam, dan pancagatra -ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya).pengembanganya luas sekali bahkan bisa melibatkan peperangan antara dua aktor atau lebih, dengan ciri menonjol dari kekuatan yang tidak seimbang.

  8. Kapal induk lawan yg masuk ALKI atau LCS rawan serangan dari kapal perang dan ks serta pesawat tempur kita. Taktik mereka akan berada di Lautan Lepas seperti Lautan Hindia Timur Sumatra dan Selatan Jawa, dan Lautan Pacifik di Utara Sulawesi dan Papua, sekitar 300 km dari pantai, mengingat aksi radius F-18 sebesar 750 km dan F-35 sebesar 1000 km.

    Organisasi pertahanan dan alutsista kita masih rancu menghadapi ini. Jawabannya bukan Kogabwilhan yg malah menambah masalah baru. Jawabannya ada di Kohanudnas dan dari Bakorla dibentuk Kohanlautnas, serta alutsista radar pertahanan udara, radar IMSS/OTH, pesawat MPA, pesawat multi role maritime strike Su-35, serta Ks yg mampu menembakkan rudal anti kapal.

    Lebih jauh lagi, belilah rudal darat anti kapal semacam P800 Oniks/Yakhont, yg BBM proof. Dengan demikian barulah kita berkuasa di Zona Pertahanan 2 (pantai sd ZEE), dan sedikit di luar ZEE (Zona Pertahanan 1).

    • Saya sangat setuju mengenai anti kapal permukaan land based dan air based. ditempatkan pada Sukhoi senjata seperti Brahmos bisa mengancam kapal induk sampai radius 1000-1500km (combat radius). OTH radar adalah konsekuensi satu paketnya

      Hanya saja menurut saya Kogabwilhan adalah kemajuan pada doktrin, membuat TNI lebih fokus terhadap ancaman 360 derajat. Juga asuransi tambahan bagi modernisasi dan penguatan TNI siapapun pemegang kekuasaannya nanti karena kebutuhan kuantitasnya memberikan gambaran kekuatan ideal TNI

      • Doktrin pertahanan kita, seperti dalam UU No. 34 Tentang TNI, adalah Sishanta, dengan zona pertahanan berlapis Zona 1, Zona 2 dan Zona 3, mengandalkan terutama kekuatan AU dan AL yang kuat.

        Mabes TNI dengan jajarannya Kohanudnas, nantinya Kogabwilhan, TNI AD (antara lain Kodam, Garnisun, Kopasus, Kostrad), TNI AL (antara lain armada), dan TNI AU (antara lain skadron), adalah alat untuk meng-implementasikan Doktrin pertahanan kita. Imho.

    • Perlunya adanya “KOGABWILHAN” untuk Pembentukan mengurangi tugas Panglima dalam mengendalikan semua kegiatan operasi TNI. diperlukan salah satu panglima komando wilayah pertahanan untuk memonitor kegiatan operasi dalam kontek “PERTAHANAN”
      Semua pembinaan angkatan dilimpahkan kepada kepala staf angkatan. Sementara untuk operasi, ada satu panglima yang mengendalikan seluruh operasi, sehingga ada panglima yang mengurusi operasi teritorial, operasi perbatasan, dan operasi-operasi lainnya.(Jadi, semua akan terbagi dengan baik/semua (operasi) terkendali dengan baik).

      Keberadaan Kogabwilhan, jelas dia, tak akan berbenturan dengan Komando Teritorial (koter) karena tugasnya berbeda. Kogabwilhan hanya mengendalikan operasi-operasi yang digelar Mabes TNI, sedangkan Koter dikendalikan Pangdam. Oleh karena itu tak akan ada berbenturan.
      Pembentukan Kogabwilhan, juga akan memudahkan koordinasi di daerah ketika ada perkembangan situasi konflik, sehingga reaksinya akan lebih cepat teratasi.

      Terkait infrastruktur, untuk Kogabwilhan suatu wilayah , Kantornya akan memanfaatkan ruang yang masih kosong di Mabes TNI, sedangkan untuk personel, TNI akan merekrut dari tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
      (Karena sifatnya gabungan, jadi personelnya terdiri dari tiga matra)
      dan terlebih dulu mempersiapkan alat utama sistem senjata (alutsista) sesuai dengan kekuatan pokok minimal (minimum essential forces / MEF).
      Selain itu TNI juga harus secara integral menyiapkan teknis pembentukan Kogabwilhan, baik dalam konteks kewilayahan maupun politik serta anggarannya.

      • Bung @ Wedus Gembel
        Perlunya adanya “KOGABWILHAN” untuk Pembentukan mengurangi tugas Panglima dalam mengendalikan semua kegiatan operasi TNI . Setuju, berarti operasi masa perang dan masa damai (latgab atau penanganan bencana).

        Semua pembinaan angkatan dilimpahkan kepada kepala staf angkatan . Setuju, berarti tidak ada duplikasi lagi, dulu rencananya pembinaan ada di Kogabwilhan.

        Terkait infrastruktur, untuk Kogabwilhan suatu wilayah , Kantornya akan memanfaatkan ruang yang masih kosong di Mabes TNI, sedangkan untuk personel, TNI akan merekrut dari tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Tetap akan ada biaya gedung kantor, ATM, alat komunikasi dan peralatan lain, personil dll sesuai tupoksinya sebagai Komando Gabungan.

        dan terlebih dulu mempersiapkan alat utama sistem senjata (alutsista) sesuai dengan kekuatan pokok minimal (minimum essential forces / MEF). Selain itu TNI juga harus secara integral menyiapkan teknis pembentukan Kogabwilhan, baik dalam konteks kewilayahan maupun politik serta anggarannya. Saya artikan pembentukan Kogabwilhan jangan tergesa2, disiapkan dulu prasaran, sarana, ortala, tupoksi, dan SOP-nya.

        Selain itu karena bersifat regional, maka diatur dulu hubungannya dengan asset yg bersifat Nasional yg tidak mungkin dipisah menjadi Regional, seperti Kohanudnas, Bakorkamla/Bakamla dll.

        Dan semuanya itu harus berprinsip efisiensi penggunaan sumber daya, bukan 1 Kogabwilhan menandingi Ossie, satu lagi S’por/Malaysia atau yg lain menandingi China!!

        • Nambahin dikit, kalau tugasnya hanya masa perang dan masa damai (latgab dan penanganan bencana) jadi banyak nganggurnya dong? Kita tidak mengharapkan perang dan bencana, dan Latgab mungkin hanya sekali setahun.

          Pemikirannya adalah :
          1. Kogabwilhan bersifat adhoc, semacam think tank atau skeleton force command, artinya bersifat minimum yg bisa dimekarkan pada saat diperlukan/ operasi. Minim biaya.
          2. Perbanyak latihan dengan negara lain, seperti Asean, India, China, Amrik bahkan Ossie; politik non blok tetapi BEBAS AKTIF. Butuh biaya besar.

          • kogabwilhan dan Panglimanya bukan AD Hoc, malah akan BAKU atau struktural, nyontek gaya komando amerika dlm versi miniatur, Panglima pasifik, eropa..dst.

        • Pembentukan KOGABWILHAN sistem pertahanan dalam rangka menghadapi tantangan-tantangan masa depan nantinya.(namanya juga basic pertahanan dulu)
          Akan tetapi tetap berpegang pada kebijakan zero growth policy,yg artinya tidak ada penambahan personil, mengingat TNI saat ini sudah memiliki sekitar 460.000 personil. Jumlah itu belum termasuk PNS di Kementerian Pertahanan.
          juga tidak melakukan pemekaran, istilahnya itu adalah right sizing dan itu dalam rangka restrukturisasi di tubuh TNI untuk menghadapi segala ancaman di bagian wilayah NKRI manapun(TNI dalam menghadapi musuh sudah siap siaga)

  9. Kenapa pertahanan kita sampai pada kondisi sekarang, karena MEF kita rancu, amburadul. tidak punya master plan. Mungkin punya tapi tidak pernah dipublikasikan sehingga tidak dapat/ sulit direview/ dikaji/ dikritisi oleh peneliti bonafid atau fanboys kayak kita.

    Sekarang baru menyadari bahwa di pertahanan selain alutsista ada konsep C4ISR concept of Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance, Patut kita berterima kasih kepada AL Ossie dan China untuk ini.

    Pertanyaannya, what’s next? Mohon maaf, pemerintah kita biasa telmi.

    • Lho ..bukannya MEF itu program adds-on percepatan dari Buku Putih TNI yg idealnya via APBN tahunan..?

      C4ISR concept of Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance –>> kan ini juga sedang menuju kesana, dibuktikan dgn pengadaan satelite militer dan dibentuknya Cyber army sebagai salah satu matra baru.

      Bisa jadi kita memerlukan OS baru buatan sendiri untuk mengakomodasi Militer ini.
      kebayang z complex algol nya 😀 😀

  10. rencana besar yg sangat bagus, tp mungkin setelah pemenuhan Renstra tahap 1-3 rampung dulu sembari menunggu pertumbuhan ekonomi negara kita (?) stabil dulu… 😀 sementara dana yg ada fokus untuk mendatangkan kapal selam, pengganti F-5, rudal pertahanan dan radar ^^,

    CMIIW

  11. Apa yg harus Pemerintah/ Kemenhan kerjakan (seperti biasa, imho).
    o Beresi dulu Bakorkamla/Bakamla.
    Dibagi menjadi (1)Bakamla/ atau Coast Guard, dan (2) Kohanlutnas. Tupoksi Bakamla/ atau Coast Guard adalah bidang Keamanan. Sedangkan tupoksi Kohanlutnas adalah bidang Pertahanan. Sehingga tidak tumpang tindih Pertahanan dan Keamanan. Nantinya Kohanlutnas akan mirip dengan Kohanudnas.
    o Master plan MEF jilid selanjutnya harus mengikuti, dengan prioritas seperti radar primer udara, radar IMSS/ OTH, Su-35, Ks Kilo dengan Klub, rudal darat anti kapal , pesawat MPA dan AWACS. Dengan demikian selain alutsista terpenuhi juga C4ISR.
    o Pembentukan Kogabwilhan ditunda dulu sampai yg di atas selesai, karena masih banyak pertanyaan dan masalah yg perlu dijawab dan diselesaikan.

    • Kalo masalah ini sudah dibahas oleh bung @Satrio tempo hari, tidak ada tumpang tindih,
      semua unsur sesuai wilayahnya akan dibawah Kogabwilhan bersangkutan.
      singkat kata ALL IN ONE ada dibawah kontrol Kogabwilhan.

      1 Kogabwilhan diharapkan mampu menandingi 1 negara sekelas Oz.
      (harapan nya begitu)

      • @ Bung Donnie,
        Komen saya ‘tumpang tindih’ adalah untuk Bakorkamla/Bakamla.

        Anda tulis 1 Kogabwilhan diharapkan mampu menandingi 1 negara sekelas Oz.
        (harapan nya begitu)
        . Ini menjadi salah satu pertanyaan (dari sekian banyak) ttg Kogabwilhan yang perlu dijawab, karena konotasinya adalah efisiensi penggunaan sumber daya. Satu contoh adalah bagaimana nantinya hubungan antara Kogabwilhan (regional) dengan Kohanudnas (nasional)? Dan masih banyak lagi.

        • Lebih detailnya mungkin kita harus colek bung Satrio sebagai sesepuh,

          hanya yg gue tangkep dari penjelasan beliau dulu adalah, semua komando kewilayahan dan operasional militer apapun akan ada dibawah Pangkogabwilhan,sebagai kepanjangan dari Panglima TNI, sementara pembinaan personel tetap kepada matra masing2.

          Kogabwilhan dipicu oleh mekanisme operasi Militer ke-kinian, yg tidak bisa lagi jalan sendiri2 setiap matra nya, setiap kesatuannya, tapi dilebur menjadi 1 operasi menyeluruh dgn harapan memperoleh kecepatan reaksi dan daya gedor optimal.

          Mengenai Hubung2an yg terjadi nanti tentu dibutuhkan payung hukum yg jelas berupa kepres, beserta SOP yg jelas pula,
          ini hanya menambah/menyisipkan 1 point level Hirarki Komando,

          contoh kasus mungkin begini :
          Terjadi infiltras oleh militer AD Malaysia dikalimantan, maka Pangkogabwilhan berhak memerintahkan AD untuk mengcounter di darat, memukul TUDM di sabah oleh TNI AU, sekaligus menghancurkan kekuatan TLDM oleh TNI AL..tanpa harus meminta persetujuan dari Panglima TNI (batasan2nya ada dlm SOP), tentunya dari asset yg dimiliki oleh Kogabwilhan itu sendiri.

          1 Kogabwilhan diharapkan mampu menandingi 1 negara sekelas Oz. –> dalam hal kekuatan daya gedor opensif dan defence, diasumsikan setara, baik itu jumlah personel atau alutsista yg diperlukan.

          • Sudah saya ulas tuntas di threat sebelumnya pembentukan kogabwilhan
            saya kira penjelasan panjang lebar saya di thread itu sudah menjawab semua pertanyaan diatas..

            Coba dibaca lagi

  12. kapal induk helicopter indonesia baru ada 5 buah dari 8 yang direncanakan

    KRI DR SOEHARSO …..NO 990

    KRI MAKASAR………………NO 590

    KRI SURABAYA…………….NO 591

    KRI BANJARMASIN………..NO 592

    KRI BANDA ACEH…………NO 593

    senjata meriam ,rudal mistral, dan anti pesawat 12,7 mm, dan qw 3 untuk sementara ini ( yg di bungkus terpal) )
    SETIAP.. kapal mampu membawa 8 – 12 helicopter… (2 atau 3 di dek ..sisanya di lambung)
    helicopter bisa diganti dengan f 35 atw harrier

    ooppsss ..kapal rumah sakit dan lpd ….yah……maaff salahh.

    xixixixi

  13. Di sekitar kita tidak ada negara yang benar-benar bisa dipercaya dan dijadikan teman baik. Australia, Korea, Japan bilangnya tidak membangun fighter carrier. Korea dan japan masing-masing punya flat top carrier, katanya buat helicopter, australia juga punya.

    Mereka itu hampir pasti mengambil F-35 dalam jumlah massif, yang katanya helicopter carrier itu udah pasti mau dijadikan sarang F-35 B.

    Mari kita tiru Soviet waktu perang dingin dulu, US punya carrier banyak, tapi soviet menjawabnya dengan KS carrier killer dengan populasi banyak.

  14. contoh kasus mungkin begini :
    Terjadi infiltras oleh militer AD Malaysia dikalimantan, maka Pangkogabwilhan berhak memerintahkan AD untuk mengcounter di darat, memukul TUDM di sabah oleh TNI AU, sekaligus menghancurkan kekuatan TLDM oleh TNI AL..tanpa harus meminta persetujuan dari Panglima TNI (batasan2nya ada dlm SOP), tentunya dari asset yg dimiliki oleh Kogabwilhan itu sendiri
    .

    Saya kurang sependapat. Urusan perang dengan Negara lain, diatur dalam UU No. 34 Th. 2004 Tentang TNI, adalah wewenang Presiden. Kalau sdh dimaklumkan perang, maka baru Pangkogabwilhan berhak bertanggung jawab dan berwenang melaksanakan operasi perang tentunya sesuai dengan Surat Perintah Presiden/ Panglima TNI (ROE dll).

    • tentu z wewenang Presiden,
      untuki itulah perlunya ada indikasi, seperti peluru pertama harus dari pihak musuh.
      apalagi sudah infiltrasi militer dgn maksud invasi ke wilayah NKRI.

      apa yg harus ditunggu lagi.?? dalam keadaan darurat namanya juga Perintah lisan adalah prioritas pertama perintah tertulis bisa nyusul…keburu hancur dunx
      😀

      • Wewenang Kepala Negara dlm urusan Perang

        – tahap berikutnya di delegasikan kepada Panglima TNI
        – tahap berikutnya didelegasikan kepada Pangkogabwilhan
        – tahap berikutnya didelegasikan kepada Perwira Pelaksana




        – Sampe kepada komandan Kompi/regu bukannya dari dulu juga begini hirarkinya..??

    • Menyatakan perang ya sudah tentu kewenangan Presiden atas persetujuan DPR. Tapi tahukah kita kalau kapal perang kalau mau menembak sasaran udara dengan rudal itu harus meminta izin Pangkohanudnas untuk menembak?. Arhanud di bawah TNI AD, tapi kalau mau menembak pesawat musuh izinnya harus sama Pangkohanudnas. Ini koordinasinya sudah lintas angkatan itu prosedurnya panjang. Konsep kogab ini menyempurnakan koordinasi sehingga bisa bergerak lebih cepat.
      Terkait kewenangan menembak tentu saja situasinya berbeda bila ada insiden seperti di ambalat tempo hari. Pasukan kita diperintahkan untuk tidak menembak kecuali musuh yang memulai. Tapi untuk mengusir kapal malaysia cukup dua pasukan elit yang naik ke dek kapal malaysia yang mengancam akan memotong rantai jangkarnya bila tidak pergi. 🙂

      • Itulah yg saya maksud, Kohanudnas itu wilayahnya nasional, bukan regional, sejarahnya sejk 1961 yang terdiri dari tiga Angkatan , dan menjadi pusat informasi semua yg bergerak di angkasa wilayah Indonesia (dari satrad militer dan radar sipil, mungkin nanti dari satelit), serta ijin melintasi wilayah satu pintu dari KemLu. Jadi logis kalau perintah mencegat, memaksa mendarat, menembak atau membiarkan datang darinya.

        Konsep yg sama untuk pertahanan laut seperti yg saya usulkan, Kohanlutnas, sebagai pecahan dari Bakamla. Semua radar IMSS, OTH dan juga radar kapal perang, pesawat MPA, dan mungkin juga nantinya satelit serta rudal darat anti kapal P800 Onik/ Yakhont, berada dibawah perintahnya. Serta informasi satu pintu ijin melintas ALKI dari KemLu.

        Ini adalah keperluan mendesak yg lebih tinggi prioritasnya dari pembentukan Kogabwilhan.

        • agar konsisten (dengan Bakamla misalnya), harusnya Kohanlanas 🙂

          ketinggalan 1/2 abad ya, pantes radar maritim masih lebih banyak lubang daripada pagarnya sendiri…

  15. Bung Jalo, info yang bagus. Sekedar flash back. Dulu sewaktu pembelian pespur Sukhoi, Rusia menawarkan offset yang menarik pada Indonesia maupun M’sia. Respon kedua negara pembeli pun sangat menarik apabila kita perhatikan secara seksama.

    Kita tahu akhirnya M’sia lebih memilih offset yang memberikan kesempatan pada M’sia untuk menerbangkan astronout muslim pertama di dunia yang mengorbit bersama ISS. Seluruh M’sia hingar bingar menyanjung tinggi kemampuan intelektual ilmuwan yang dimilikinya. Mereka bangga seakan mereka betul-betul telah menjadi negara Asean dengan penguasaan ilmu keantariksaan nomor wahid. Tak ayal, sang Raja Agong pun menyematkan gelar Datuk pada sang Astronout tersebut, serta pujian setinggi langit diberikan pada menristek mereka.

    Program lanjutan pun mereka persiapkan. Astronout kedua diseleksi, namun hingga ke hari ini, rencana itu tak kunjung jadi, harapan pun bahkan tinggal mimpi. Program ini tidak ada lagi dalam daftar APBN di Kemenristek. Yang lebih mirisnya lagi, dan cukup membuat hati teriris, adalah dengan tidak pernah keluarnya jurnal ilmiah dari misi astronout pertama yang memaparkan hasil penelitiannya hingga ke hari ini. Sebagian masyarakat sudah menganggap misi itu gagal, sehingga misi kedua yang selalu mengalami penundaan, diyakini sudah tidak akan pernah terwujud.

    Pesimisme sebenarnya sudah terasa sejak kepulangan sang menteri dan astronout dari kunjungan muhibah ke Indonesia. Mereka pulang dengan rasa malu yang amat besar. Ternyata program keantariksaan di Indonesia sudah terprogram secara matang, dengan anggaran yang super minim.

    Dan satu hal yang membuat mereka kagum dengan Indonesia, adalah aliran kecerdasan yang berawal dari bawah yang mengalir dsn bermuara pada lembaga pemerintah seperti Lapan dan lembaga-lembaga lainnya. Hal ini sangat berbeda dengan apa yang terjadi di M’sia. Justru lembaga itulah yang harus turun gunung mencari potensi yang ada. Dan ironisnya, dengan biaya yang jauh lebih besar, hingga saat ini Malaysia belum punya apa-apa. Walaupun ada produk nano satelit, cara pembuatannya sangat jauh berbeda dengan yang ditempuh Indonesia.

    Pertanyaan saya adalah bentuk nyata seperti apa yang diberikan oleh Rusia sebagai bagian dari offset pembelian pespur Sukhoi kita. Sebagaimana kita tahu bahwa kita menolak mengirimkan astronoutnya, dan lebih memilih transfer teknologi keantariksaan. Apakah ada andil Rusia dalam setiap ujicoba roket-roket Indonesia? Terima kasih Bung..

  16. sebisa mungkin harus bisa buatan lokal.
    jangan sampai kasus embargo yg pernah menimpa kita, terulang kembali.

    sejelek apapun produknya, mandiri itu tetap lebih baik. 😀

  17. @bung Antonov slm dr pengaggummu terutatama menyangkut rudal
    @bung donnie visi misimu ttg kogabwilhan mberikn kmi pencerahan slm knl aja..
    @bung yayan tata bahasamu enak dimengerti slm Joss NKRI..he..he..

  18. Mungkin bahasa gaulnya, perlu diupdate lg analisa SWOT pertahanan dan militer kita,, kekuatan dan kelemahan pertahanan kita yg bisa diperbaiki dan dikembangkan spt apa, apakah sda, ekonomi, letak geografis, demografi dan status nonblok kita ini mrpkan peluang atau malah mengundang ancaman. Modernisasi militer negara tetangga dan konflik lcs, dan klaim perbatasan lainnya perlu dicatat sbg ancaman. Lalu setelah itu buat action plannya, dan tentu direview periodicly.

  19. Dalam jangka 1-3 tahun kedepan Indonesia sebaiknya minimal memiliki Kapal Induk untuk helicopter tempur & helicopter angkut pasukan. Kapal Induk angkut Helicopter ini tentunya musti dilengkapi anti perang kapal permukaan, kapal selam, pesawat tempur, misil sehingga musti dipasangi torpedo,rudal, misil, CIWS, canon, hingga misil yakhont. Untuk jangka 4-10 tahun Indonesia wajib memiliki Kapal Induk pengangkut pespur (Aircraft Carrier) yang dapat diisi SU 33D atau F 35B. Keberadaan Kapal Induk lebih fleksibel untuk mendukung pergerakan pasukan amfibi/marinir ketimbang mengandalkan pangkalan yang berada di pulau2

    • Top!…memang untuk menjaga wilayah laut NKRI dari Sabang s/d Merauke yg luas, maka kebutuhan akan Kapal Induk angkut Helikopter tempur dan pasukan adalah syarat mutlak yg patut diperhitungkan dan harus segera direalisasikan, karena lebih mempersempit celah masuknya pihak musuh/lawan/penantang yg datang dari luar via laut, …. dan juga akan mempercepat rantai komando yg harus dilaksanakan pd saat sikon kritis dan bersifat segera!

      • Klo ane kurang setuju indonesia punya kapal induk mau heli atau pespur.. heli cukup pakai LPD.. biaya beli dan perawatan kapal induk terlalu besar, dan mobilitasnya selalu dengan kawalan khusus yang notabene malah jadi target.. saya lebih setuju pemberdayaan pulau2 aja.. saya sudah cukup berkeliling NKRI dan banyak sekali pulau2 yg bisa menjadi transit, dan dengan pemberdayaan pulau2 itu akan membuat banyak target buat lawan.. misal tiap pulau yang cukup strategis memiliki landasan perintis dan dermaga yang didalamnya ada cadangan bbm.. jd pespur bisa tiktak dan range jarak jangkauan lawan tersebar.. heli tempur saat ini berkurang dalam menjalankan suatu misi penyerangan skala besar, hal ini disebabkan pertahanan short range darat ke udara semakin canggih dan portable.. hal ini dpt dilihat bahwa heli tempur banyak digunakan bila lawannya adalah bukan pemerintahan/negara.

  20. Pak Pres mohon dpt dibuatkan pabrik Gleserin, sblm Bp menyelesaikan sbg Pres dan ini sangat menggembirakan bagi bangsa Indonesia krn minyak klapa sawit kan sangat berlimpah serta kedepan akan memberikan sejarah bagi bangsa Indonesia dg pabrik Gleserin kita dpt membuat BOM itu spt NOBEL yg memberikan hadiah dunia bagi penemu penelitian utk masyarakat bangsa2/Dunia. Dg pabrik Gleserin dr pecahan minyak klapa sawit, shg dpt digunakan mendungkung kegiatan pertamina minyak terbarukan dan akan memberi ke negara pundi2 dolar mengalir sbg devisa serta inilah yg ditakuti oleh AS/Uni Eropa kalau Indonesia dpt membuat Gleserin Dunia akan bergeserke……………… Salam…………

    • Kamar kost dah disiapin…. punggawa* YU dah dpt maenan laut yg baru….anak* jend.JIN dah intip* di dpan rmh GUO…..jend YU buru* ketemuan jend* JIN…hmmm mari bersulang, gak sbar oleh*nya apa nih..he..he..

  21. Indonesia negara yang malang salah urus,,, tahun 2015 memberikan 9 kali paket incentives ekonomi yang nota bene yg nikmati hanya kelompok tertentu klu dihitung pemasukan ke negara yang jadi hilang begitu saja lebih dari 30 milyar dollar lo…..coba semua mau disiplin dan taat aturan, klu dipakai 15 milyar usd memperkuat TNI kita bisa shoping, kapal induk, rudal S 400, dan take over saham MiG 1.24 yang generasi 5… bangun pangkalan Laut dan udara di natuna….

    • Maaf bung alex, salah urus gimana? 9 paket itu bkan cm menyentuh kalangan tertentu kok.. saya kasih percontohan ya.. telur harga rp20rb/kg di masyarakat, trus gimana cara biar harga telur rp 15rb? Klo pemikiran m.alex mungkin gini “impor/ subsidi harga telornya 5rb” selesai.. atau agak bagus mas alex jwbnya “subsidi pangan ayam”.. kalo saya dr ekonom akan bilang jawaban m.alex jawaban anak SMP.. 🙂 maaf saya agak frontal karena mas klo jwb halus pasti mas nanggepinnya tambah ngawur.. gini mas gimana dgn 5rb rupiah bisa kena ke telur, dll.. kita harus liat di rantai yg mana bisa dngn 5rb telur turun, daging turun, dll.. misal pengurangan ppn atas bahan dasar pakan ternak dan obat ternak, penurunan harga gas alam, subsidi bibit jagung, pengurangan bunga KUR.. coba hitung dr kebijakan itu dana yg dikeluarkan gak sebesar subsidi harga pakan ayam yg hasilnya cm dirasa sama konsumen telur.. dngn kebijakan yg tepat maka biaya yg dikeluarkan lebih rendah dan mendapat manfaat lebih besar..

  22. ini kapal buatan gw di minecraft. Semoga kelak nanti gw bisa ikut serta dalam pembuatan kapal induk buatan negri kita tercinta ini aaaammmiiinnn

  23. hooreee

  24. Saya ragu Indonesia mampu memiliki kapal Induk!!!! Mungkin kita bisa memaksakan diri untuk memilikinya tapi RAGU bisa mengoperasionalkannya. Biayanya terlalu amat besar. Angkatan Laut bisa bangkrut. Sebagai contoh USS Nimittsz, harus menyediakan 15.000 meals/day dg kl 5000 personil. Belum maintenance, honor melaut dll. Coba anda buka di Internet nasib tentang KRI-Irian. Amat sangat menyedihkan. Kapal paling besar dan super di kelasnya terbesar di Asia Selatan mennyedihkan, karena kita tidak mampu mengoperasionalkannya. Pikir dulu lah memiliki alut sista mahal. Saya dr teknisi Antonov 12 yang pernah bekerja dg teknisi dr Rusia.

  25. Bukan bermaksud pesimis, mungkin untuk Indonesia memiliki kapal induk adalah lompatan terlalu jauh bagi penilaian saya pribadi.
    Hal tersebut dikarenakan saat ini Indonesia masih jauh dari ideal untuk jumlah kaprang sejenis Frigate, LST, kapal selam dan lainnya.
    Saat ini Indonesia belum memiliki kaprang destroyer ataupun LHD.
    Belum lagi Indonesia tidak memiliki pespur khusus take on dan take off di kapal induk.

    Jika kita menoleh nasib negara tetangga kita yang telah memiliki kapal induk, maka harus kita sadari bahwa oprasional kapal induk berikut pemeliharaannya dan perlengkapannya serta semua unsur terkandung yang melekat di kapal induk bukan perkara mudah.

    Mungkin link dari warung sebelah dapat kita jadikan tolak ukur dari jawaban artikel yang di angkat di atas saat ini.

    https://www.google.co.id/search?site=&source=hp&ei=OZeJWY2SIIW_0gSh3Ji4Aw&q=nasib+kapal+induk+thailand&oq=nasib+kapal+induk&gs_l=mobile-gws-hp.1.0.0j0i22i30k1.3139.8672.0.9340.18.17.0.1.1.0.138.1456.14j3.17.0….0…1.1j4.64.mobile-gws-hp..0.18.1519.2..41j0i131k1j0i3k1.qv4H-OpSVyE

    Anyway mungkin suatu saat Indonesia akan memiliki kapal induk, tapi bukan dalam waktu dekat karena masih banyak kekurangan yang harus di lengkapi untuk kelas di bawah kapal induk.

 Leave a Reply