Aug 102017
 

Dok. Pembangunan Kapal Induk Perambuan KN Sibaru Baru (FB : PT Caputra Mitra Sejati)

Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, meluncurkan satu Kapal Induk Perambuan, KN Kalian di Galangan Kapal PT Caputra Mitra Sejati, Serang-Banten, untuk mendukung tugas kenavigasian dalam keselamatan pelayaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut A Tonny Budiono, Kamis 10 Agustus 2017 di Jakarta mengatakan, Kapal KN Kalian yang diluncurkan merupakan salah satu dari dua unit Kapal Induk Perambuan pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang dibangun di galangan kapal PT Caputra Mitra Sejati.

Kapal Induk Perambuan pesanan lainnya adalah KN Sibaru-Baru sudah terlebih dahulu diluncurkan 12 Juli 2017 yang lalu.

Menurt A Tonny Budiono pembangunan kapal-kapal navigasi yang dilakukan Pemerintah sebagai konsekuensi Indonesia yang merupakan negara maritim sekaligus menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan untuk menjamin keselamatan pelayaran melalui penyelenggaraan kenavigasian di seluruh wilayah perairan Indonesia.

“Pembangunan dua unit Kapal Induk Perambuan ini sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan jumlah armada Kapal Negara kenavigasian di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut .

Kapal Induk Perambuan tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam melaksanakan tugas pemasangan dan pengangkutan Sarana Bantu Navigasi Perhubungan (SBNP) serta mengantar giliran tugas penjaga menara suar dan distribusi perbekalan.

“Kapal-kapal Negara yang telah kita bangun harus dijaga dan dirawat dengan baik agar kondisi teknisnya terus terjaga sehingga dapat diandalkan sewaktu menjalankan tugas kenavigasian,” ujar A Tonny Budiono .

Dia juga mengapresiasi kepada segenap jajaran PT Caputra Mitra Sejati yang telah menyelesaikan pembangunan dua unit Kapal Induk Perambuan sesuai dengan jadwal waktu pelaksanaan yang sudah disepakati.

Dirjen Hubla meminta agar Galangan Kapal PT Caputra Mitra Sejati selalu mengikuti prosedur dan mengutamakan aspek keselamatan serta memperhatikan kualitas dan mutu dalam membangun kapal.

“Dengan selesainya pembangunan kedua kapal navigasi ini, diharapkan dapat semakin memperkuat armada kapal Negara kenavigasian kepunyaan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta dapat meningkatkan keandalan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) demi mendukung terciptanya keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia,” kata A Tonny Budiono .

KN Kalian rencananya dioperasikan dan dipangkalkan pada Distrik Navigasi Kelas II Palembang, sedangkan KN Sibaru-Baru akan dipangkalkan pada Distrik Navigasi Kelas II Teluk Bayur Sumatera Barat.

Pembangunan dua unit Kapal Induk Perambuan ini menggunakan anggaran APBN senilai Rp 246,2. iliar dan memiliki spesifikasi panjang 62 meter, lebar 12 meter, tinggi 4,7 meter, kecepatan 12 Knot, dan jarak jelajah kapal 4000 Nautical Mile. Dirilis Antara pada 10 Agustus 2017.

  7 Responses to “Kapal Induk Perambuan Kedua Diluncurkan”

  1. ne..tes

  2. Kirai kapal induk militer, tapi mantap juga sebagai pengangkut dan penebar sonar pendeteksi kapal selam dan kapal permukaan di ALKI!he3

  3. Harga 1 unit lebih mahal dari 2 SSV Pinoy??

    • Ini orang asbun aja kerjanya. Tabiat provokatif gak bisa hilang, sama dng abangnya yg pendekar gugling gemblong itu.

      2 unit SSV Pinoy itu harganya 90 juta pake duit dolar kalo pake duit kita 1,1 triliun. Mahal mana dng 2 unit kapal perempuan…ehhh perambuan ini yg 246,2 miliar tp pake duit kita.?
      Mbok ya jng ngasal doank.

    • 90 juta dolar VS Rp.246.2 milyard
      sama sama dapat 2 kapal..

  4. wah bung yudho ini sepuh jkgr to, warjager yg tau mbah bowo, ya pst sdh dijadikan sepuh dimari..xixi

 Leave a Reply