Mar 292017
 

Uji peluncuran rudal jelajah hipersonik Zircon yang dirancang untuk kapal selam generasi kelima Angkatan Laut Rusia.

Rusia dikabarkan telah mengembangkan sebuah rudal jelajah anti kapal yang mampu melakukan perjalanan antara 5 – 6 kali kecepatan suara (antara 6.170 km/jam – 7.400 km/jam).

Menurut laporan Independent.co.uk, rudal hipersonik yang “tak terbendung” ini disebut dengan “Zircon”, mampu menghancurkan kapal perang paling canggih milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) dalam sebuah serangan tunggal.

Ditenagai oleh mesin “scramjet” (mesin jet yang bernapas menggunakan udara), rudal jelajah Zircon diyakini memiliki jangkauan hingga 500 mil (800 kilimeter) dan dapat dilengkapi dengan hulu ledak nuklir berkekuatan tinggi, kata laporan itu.

Beberapa pakar militer percaya bahwa rudal hipersonik buatan Rusia tersebut bisa menimbulkan ancaman yang besar bagi kapal induk Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Rudal Zircon begitu cepat sehingga berada diluar kemampuan rudal Sea Ceptor yang dimiliki Royal Navy, yang dirancang untuk menembak jatuh rudal dengan kecepatan hingga 3 kali kecepatan suara (3.700 km/jam). Rudal Sea Ceptor jauh lebih lambat dari perkiraan kecepatan rudal Zirkon, sebagaimana dilansir dari Mirror.co.uk.

Menurut sumber senior di Angkatan Laut Kerajaan Inggris mengatakan kepada media setempat, “Rudal hipersonik tersebut hampir tak terbendung. Seluruh ide dari kapal induk adalah kemampuannya untuk memproyeksikan kekuatan”.

“Akan tetapi dengan tidak ada metode untuk melindungi diri terhadap rudal seperti Zircon tersebut, maka kapal induk terpaksa harus berada di luar jangkauan rudal tersebut, yang mana mencapai ratusan mil di laut”, tambahnya.

“Pesawat tempur yang ada diatas kapal induk tersebut akan sia-sia dan seluruh gugus tugas yang ada di pangkalan tersebut akan mubazir”, tambah sumber itu.

Melihat dari kecepatan rudal tersebut, sepertinya rudal BrahMos Blok II mengadopsi karakteristik yang sama, yaitu menggunakan mesin scramjet dan memiliki kecepatan hipersonik, dimana BrahMos Blok II direncanakan mampu meluncur dengan kecepatan hingga 7 mach (tujuh kali kecepatan suara), namun dengan jangkauan 600 kilimeter, yang berarti lebih pendek dari rudal Zircon (800 kilometer).

  28 Responses to “Kapal Induk Terbaru Inggris Bisa Hancur Oleh Rudal Rusia”

  1. Indonesia harus borong

  2. Ini baru bilang “Borooong”

  3. Kalo sdh seperti ini, memiliki induk2 para kapal yg menggotong puluhan pesawat sebagai supremasi dilaut seakan tak berdaya. Krn sang Zircon hanya butuh waktu 6 menit saja utk meruntuhkan kepongahan sang induk para kapal. Perjuangan berat utk menemukan sang penangkal. Paling tidak temuan baru Radar pengendus, CIWS yg lebih cpt lg reaksinya serta rudal anti rudal yg punya kecepatan melebihi Zircon.
    Bagaimana nantinya seandainya dibuat Zircon2 yg lain dng kecepatan mach 10.? Itu artinya butuh waktu hanya 3 – 4 mnt menujut kehancuran.
    Rusia sudah sangat terkenal dng mesin roketnya.

    • @bung Ruskey… tambahin jarak jangkaunya aja bikin yang efektif 1.500Km dan presisi sangat tinggi sdh pusing tuhhh kapal induk Royal Navy… apalagi di tingkatin kecepatannya 10Match… bisa hit and run tuuuhhh kapal selam Gen5 Rusia tanpa ketahuan…

    • Mungkin pemasangan oerlikon dibanyak titik bung..Kemungkinan maen salvo pengecohnya banyak juga..Seperti fregat yg ditawarkan Rusia ke Indonesia yg seharga $700 jt(kata ayam jago,disebelah xixixxi)..Kan banyak panstyrnya..Benar2 AAW..Kalo tidak didampingi banyak kapal seperti KCR kita..Kapal kecil dengan kemampuan air defend..Pendapat saya lho..Memang benar2 strategi yg bagus dan mumpuni kapal kecil 40 m..dikasih..Air defend seperti itu..Semoga diperbanyak dech..

    • itulah bung ruskey@ kenapa rusia gk banyak bangun lapal induk lebih fokus dengan antidot nya, membangun rudal super beserta penggendongnya strategi yg brilian..

    • @Ruskye. Harus bisa dibedakan, antara mengejar rudal dan mencegat rudal, untuk mencegat rudal yg diarahkan ke kita, maka tdk perlu membuat rudal yg kecepatannya lebih cepat dari rudal yg ditembakan musuh, karna tugasnya hanya mencegat, bukan mengejar.

      Rumusnya sama seperti memukul balik bola baseball yg diarahkn ke kita, pukulan kita tdk perlu harus secepat kecepatan bola, yg terpenting adalah akurasi dari pukulan kita.

      @Opini_pribadi

      • @jeff

        Analogi yang tepat…!!!

        Masalahnya saya belum pernah sekalipun main baseball…jadi susah. ngebayanginnya…#emoticon nyengir

      • Kalo rumus memukul base ball yg anda pakai, saya jg pake rumus yg sama. Pernahkah anda liat pemukulnya luput memukul bola dan mendapat strike.? Apa sebab.?…..he..he..he
        Jika itu yg anda maksud, maka kecepatan mata mengirim sinyal ke otak utk memerintahkan tangan memukul. Kalo matanya kalah cepat, yg dipukul angin mulu…he..he..he

        Blom lg rudal sekarang sudah pintar mengubah2 arah lintasan demi menghindari CIWS dan rudal anti rudal.

    • Bung Rusky, antidot barang ini sebentar lagi juga ditemukan yaitu anti serangan udara dengan konsep laser.
      Laser memang tidak bisa digunakan utk serangan kerusakan massal sepertu rudal , tapi Laser secara spesifik adalah sangat mampu untuk pertahanan diri dari rudah hipersonic.

      • Nah ini yg masuk akal sepertinya. Lebih tepat sasaran dan lebih akurat dng presisi tinggi ya bung @SP. Makanya mereka berlomba menciptakan senjata laser, guna menangkal keganasan rudal Hypersonic spt Zircon dkk.

        • Iya Bung Ruskie,
          Senjata laser sejatinya dikembangkan bukan untuk Senjata pemusnah massal seperti Roket/Rudal.
          Senjata laser mempunyai kelemahan tidak bisa mengikuti kelengkungan bumi sehingga terbatas jarak tembaknya, dan tidak bisa “fire and forget”.
          Senjata ini dikembangkan semata-mata sebagai anti serangan udara terutama rudal-rudal berkecepatan tinggi.
          Sebentar lagi zumlat akan diinstal perisai ini melengkapi AEGIS nya

  4. Waaaaaahhhh moncer banget nih pensil…. paling tidak bisa nih di ikutkan dlm armament paket pembelian kapsel Kilo Class (Varshavyanka) yang di tawarkan Rusia ke Indonesia setelah pembelian SU-35… bakalan pusing tuuhh garuk2 kepala negara kawasan.. mau iseng2 sama NKRI.. rudalnya di ghoibkan aja gg usah di ekspos… tau2 sdh uji coba rudal “Zircon” sangat2 punya efek getar sekali…xixixixi.. #ngarep banget dot com

    • Kali aja setelah. beli SU-35 , kapal selam kilo clas (Varshavyanka), pesawat amphibi BE, dan yg lainnya… bisa di kasih ToT rudal “Kalibr” sama om putin untuk kemandirian rudal indonesia…. tapi jangan sampai dikasih ToT nge-cat rudal dari ekor sampai kepala…. xixixixixi

  5. Apalagi TOTnya cuma ngelap2 rudal dari ekor sampai kepala rudal ya bung… sngat tdak mgkin dkasih TOT klo belinya aja ketengan.

  6. kerjasama aja dengan pa2 Ruski bikin pensil biar indonesia tambah strong

  7. yg saya dengar cuma mama minta tambahan uang buat ini itu

  8. Wajib dibeli,dicopy dll cetak biru ini rudal, lalu produksi masal.puyeng2 dah kawasan untuk coba2 ngusik NkRI. By the way R-Han kan sudah ada yg hipersonik 7mach tgl teknologi kendali dan sensor (seeker) aja yg blm tamat ilmunya. Itu menurut kabar burung disebelah lho!

  9. bumi terasa mnjadi lebih sempit

  10. Sudah siang brooo jngan trlalu bnyak mnghayal

  11. Borooooooong ini pak jokowi,

  12. Beli satu aah buat cari ikan paus ……. hihihi

  13. 7 mach,,, mantap,,,kalo yg ngejar atau cegat cuma punya speed dibawah 7 mach…wasalam……………..ibarat kata menembak /nimpuk ..burung sambil lari pake batu
    mungkin cara yg sedikit ampuh dengan mengunakan drone sebagai target tumbal alias decoy ,,namun harus di pastikan titik sasaran nya,,,seperti coment diatas…pemukul bola kasti ..harus pas pada target dan lintasan nya…

 Leave a Reply