Kapal Patroli Bakamla RI Sandar di Dermaga Koarmada II

Kapal Patroli Bakamla RI Sandar di Dermaga Koarmada II

JakartaGreater – Di bawah Sumpah Prajurit TNI dan Sumpah Penjaga Laut Nusantara bagi personel Bakamla RI, sinergi dalam menciptakan kondisi aman di perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), adalah sebuah keniscayaan.

Kapal Patroli Bakamla RI Sandar di Dermaga Koarmada II

Hubungan yang semakin erat dan tidak dapat dipisahkan, semakin terlihat dari kerja sama yang terjalin dalam kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar Militer (Diklatsarmil) bagi personel Bakamla RI yang secara resmi ditutup oleh Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M., pada Sabtu 14 November 2020 di Surabaya, Jawa Timur, dirilis Penerangan Bakamla RI.

Kapal Patroli Bakamla RI Sandar di Dermaga Koarmada II

Tidak hanya itu, personel Bakamla RI yang baru saja menyelesaikan Diklatsarmil, selanjutnya akan berdinas di kapal selama sebulan lamanya.

Kapal Patroli Bakamla RI Sandar di Dermaga Koarmada II

Personel yang terlibat akan dibagi ke dalam 2 kelompok, dan akan ditempatkan di KN. Tanjung Datu – 301, dan KN. Pulau Nipah – 321.

Kapal Patroli Bakamla RI Sandar di Dermaga Koarmada II

Sebelum berangkat, kedua kapal patroli Bakamla RI mendapat kehormatan untuk sandar di Dermaga Madura, Koarmada II.

Kapal Patroli Bakamla RI Sandar di Dermaga Koarmada II

Di depan Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya), sebagai saksi bisu, bersandingnya salah satu kapal Bakamla RI yang terpanjang, dengan salah satu kapal perang terhebat milik Koarmada ll TNI Angkatan Laut.

Rute pelayaran sesuai dengan rencana operasi, akan berpatroli di wilayah perairan Indonesia.

Kapal Patroli Bakamla RI Sandar di Dermaga Koarmada II

Kegiatan ini, tidak hanya sebagai salah satu bentuk implementasi dari pendidikan yang telah dijalani selama 3 bulan sebelumnya, namun juga memberikan pengalaman langsung, atas kondisi saat melakukan tugas patroli keamanan dan keselamatan laut.

Satu pemikiran pada “Kapal Patroli Bakamla RI Sandar di Dermaga Koarmada II”

  1. Kapal coastguard Bakamla lumayan besar, sayangnya sekarang nelayan2 asing tak gentar sedikitpun, malah berani provokasi di lautan negara kita sendiri bahkan dengan korvetpun kita pun mereka tak takut. Kalau cina berani keluar dari pakem coastguard yg sekarang bersenjata lengkap kenapa kita tidak bisa ya, karena percuma berlatih dan kapalnya besar kalau tak “direken” sedikitpun sama nelayan asing atau coastguard cina. Pasang meriam bambu yang besar di haluan dan ciws styrofoam di lambung kanan dan kiri kapal2 KN kita siapa tahu diperhitungkan lawan, jangan selalu andalkan menlu Retno kita terus ooiiiiii sebagai senjata andalan.

Tinggalkan komentar