Mar 242017
 

Karadeniz Powership Zeynep Sultan (karpowership.com)

Ambon – Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN Haryanto W.S menyatakan, kapal pembangkit listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) dapat meningkatkan pelayanan dan pasokan kelistrikan di kota Ambon.

Kapal berkapasitas 60 Mega Watt (MW) dari Turki yang disewa selama lima tahun oleh PLN telah tiba di desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku pada Rabu (15/3/2017).

“Hadirnya MVPP jumlah pasokan daya listrik pada sistem Ambon dipastikan aman. Ini merupakan salah satu upaya kami untuk terus memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat Maluku, khususnya di Pulau Ambon. Diharapkan penambahan supply pasokan listrik dari MVPP dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat”, ujarnya.

Menurut dia, MVPP telah melalui tahapan “custom clearance” atau pemeriksaan administrasi oleh pihak Bea Cukai setibanya di Waai.

Setelah itu dibutuhkan 12 hingga 14 hari persiapan dan serangkaian tahapan uji coba, sebelum akhirnya pasokan listrik dari MVPP tersebut dapat disinkronkan dengan jaringan di sistem Ambon.

Saat ini MVPP sedang melakukan “fixing” posisi yang diperkirakan akan selesai dalam waktu tiga hingga empat hari ke depan.

“Mengoptimalkan waktu yang ada, pelaksanaan fixing posisi tersebut akan dilakukan secara paralel dengan pelaksanaan stringing yaitu penyambungan konduktor yang ada pada tower jaringan transmisi di darat dengan yang ada di kapal sebelum dilakukan serangkaian uji coba,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran kapal listrik ini bukanlah solusi permanen untuk meningkatkan sistem kelistrikan di Ambon, tetapi hal tersebut adalah “temporary solution”.

Saat ini PLN sedang membangun proyek-proyek kelistrikan di Maluku, khususnya di Pulau Ambon, seperti pembangunan PLTP Tulehu berkapasitas 2 x 10 MW dan PLTMG Ambon Peaker berkapasitas 30 MW sebagai prioritas utama untuk keandalan sistem Ambon.

Ditambahkannya,saat ini daya mampu sistem Ambon mencapai 61,2 MW dengan beban puncak mencapai 58,04 MW. Dengan adanya tambahan daya 60 MW dari MVPP tersebut, dipastikan sistem Ambon akan memiliki cadangan daya sebesar 63,16 MW.

“Jumlah daya yang besar dan cukup tidak akan berarti apabila gangguan jaringan, terutama akibat pohon, masih sering terjadi. Kami menghimbau masyarakat untuk bersama menjaga kebersihan di sekitar jaringan listrik di lingkungannya, sehingga pasokan listrik yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan maksimal,” ujar Haryanto.

Antara

  19 Responses to “Kapal Pembangkit Listrik untuk Kota Ambon”

  1. Ini yg disewa dr turki ya.?

  2. Iya bung rusky. Nanti beli dan buat sendiri…. Baru jaman jokowi pemerataan…. Lanjutkannnnn…..

  3. hal ini akan berdampak pada meningkatnya penjualan alat karaoke, TV layar lebar dan parabola setempat

  4. bs psng cctv dong

  5. ini bukan teknologi rumit, bung
    ini semacam genset dan gardu induk yg dijadikan satu.
    langkah pembelian ini lebih dikarenakan utk perkecepatan pemenuhan energi listrik dan disertai TOT,
    jika sdh selesai sewa barangnya akan diserahkan ke RI

    (menurut info yg saya tahu)

  6. koreksi bung;
    kapal sewanya tdk dikasihkan ke kita cuma sewa 5 thn. huehehe….
    tapi utk kebutuhan selanjutnya kita akan kerjasama membangun kapal serupa di RI (Pt. Pal?)

    • kirain di kasih beneran…??…seperti kredit taxi….boleh pakai beberapa tahun… ..lalu setelah kredit selesai jadi milik sendiri…he he

    • Ia menjelaskan, kehadiran kapal listrik ini bukanlah solusi permanen untuk meningkatkan sistem kelistrikan di Ambon, tetapi hal tersebut adalah ‚Äútemporary solution‚ÄĚ.

      Saat ini PLN sedang membangun proyek-proyek kelistrikan di Maluku, khususnya di Pulau Ambon, seperti pembangunan PLTP Tulehu berkapasitas 2 x 10 MW dan PLTMG Ambon Peaker berkapasitas 30 MW sebagai prioritas utama untuk keandalan sistem Ambon.

  7. Indonesia-Turkey, Indonesia-Korsel, Indonesia-Swedia yg kerjasamanya banyak memberikan TOT dan produksi bersama di NKRI. Indonesia-Rusia, Indonesia-India, Indonesia-Ukraina dll yg belum banyak diketahui bentuk TOTnya.

  8. Apa pun mekanisme pengadaannya yang penting ada pemerataan aliran listrik yang stabil di seluruh wilayah NKRI. gak boleh cuma terima laporan dan keluhan…tapi gak pernah dibereskan.

  9. Mesin kapasitas segitu, berapa kebutuhan bbm/jam nya.

  10. Setahu saya itu di sewa. Dan ada kerjasama antara PT. PAL dan perusahaan pembuat kapal listrik di turki. Kerjasama buat kapal listrik. Dgn TOT

  11. huss…. itu bukan hal negatif bung….

    lebih percaya pendapat siapa? orang lokal setempat atau anda yg saya sendiri tdk tahu anda itu orang mana haha….

 Leave a Reply