Apr 022017
 

(tnial.mil.id)


Kapal Perang Australia HMAS Launceston-94 sandar di dermaga pelabuhan peti kemas Hatta Makassar, pada Sabtu (1/4). Kapal perang yang dikomandani oleh Lieutenant Commander Jonathan Lyons ini berlayar dari Singapura ke Makassar, untuk melaksanakan bekal ulang logistik.

Kedatangan kapal perang Australia tersebut disambut oleh Prajurit Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) Makassar dengan jajar kehormatan, diiringi musik dari Satuan Musik (Satsik) Lantamal VI.

Kapal bertipe Armidal Class Patrol Boat ini membawa 21 personil, yang terdiri dari 3 officer (perwira) dan 18 sailor (ABK). Usai sandar di Makassar selama 6 jam, kapal perang tersebut akan meneruskan pelayarannya ke Dili dan Timor Leste.

Kadispen Lantamal VI Kapten Laut (KH) Suparman Sulo mengatakan bahwa penyambutan ini merupakan kegiatan rutin yang biasa dilakukan Lantamal VI setiap ada kunjungan kapal perang negara sahabat di Makassar.

“Kita selalu memberikan pelayanan dan dukungan terhadap setiap kapal asing yang datang berkunjung ke kota Angin Mamiri ini, hal tersebut erat kaitannya dengan salah satu tugas pokok dan fungsi pangkalan yang diemban Lantamal VI,” ujar Kapten Laut (KH) Suparman Sulo.

Kedatangan Kapal Perang Australia di Makassar ini diharapkan dapat memberi manfaat positif terhadap hubungan baik kedua negara, khususnya TNI Angkatan Laut dengan Australia.

Sumber: Dispen Lantamal VI

  19 Responses to “Kapal Perang Australia HMAS Launceston-94 Sandar di Makassar”

  1. test

  2. sedang menunggu ziganwu merapat

  3. Pertmex joss

  4. ausee mo liat su35 udh ada di makasar

  5. Klu masuk perairan Indonesia wajib matikan sistem tempurnya gak?

  6. penasaran dengan pangkalan KASEL TNI maka pura2 ngisi bekal padahal ada kucing dalam perahu tuh heheheeee

  7. Ngintip sukoi ya…

  8. Ni kapal yg khabarnya suka menyiksa manusia perahu itu ya . . ?

  9. Tenggelamkan…!!!

  10. Kalo mau ke timor leste, kenapa tidak langsung saja, secara jaraknya lebih dekat, ???

  11. hati2 dg spionase mereka, ada beberapa kapal sengaja berkunjung, mampir tujuanya untuk pemetaan wilayah, nyari2/uji kbradaan kasel kita. Takutnya mereka menjatuhkan sesuatu di laut buat mata-mata. Sori baper.

    • Ane sedih…pernah dengar cerita spt itu dari pensiunan jendral yang bergabung kesebuah partai (mungkin buat modal utk meraih simpati)

      Padahal utk melakukan pemetaan dasar laut butuh kapal khusus dg peralatan yang khusus juga.

      Suatu pemetaan dasar laut butuh waktu yang lama karena, kapal hanya bisa berlayar pd kecepatan yang sangat rendah supaya citra sonarnya memiliki resolusi yang bagus (antara 5-7 knot).

      Selain itupun kapal survey memiliki baling2 khusus yang sangat tenang spy olakan ombaknya tidak mengurangi/mempengaruhi pencitraan sonar yang dibawanya

    • Pasti di antisipasi lah bung…… G “geblek” kok pertahanan kita (hehhehe),termasuk pesawat surveilance AS yg ada di Aceh….

      Coba ditelaah saja … Seluruh crewnya disuruh tinggalin pswtny cm ada beberapa yg tertinggal d pswt ,

      Dan dijemptnya oleh peswt lain mesin kondisi run/menyala .…tidk dimatikan .…. Krena juga SOP oleh TNI AU

 Leave a Reply