Jul 062017
 

Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi, Resmikan KRI Kurau-856 (Foto : Facebook / Lembaga Kajian Pertahanan untuk Kedaulatan NKRI (LembagaKeris)

Jakarta- TNI Angkatan Laut terus memperkuat alutsista dengan mengoperasikan kapal perang KRI Kurau-856, untuk memperkuat penjagaan kedaulatan laut Indonesia.

Kapal Patroli Cepat 40 meter (PC-4O) buatan PT. Caputra Mitra Sejati (CMS) Banten ini, diresmikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, di Dermaga Sunda Kelapa, Marina Ancol, Jakarta, Kamis, 6/7/2017.

KRI Kurau-856 akan bergabung dengan Satuan Patroli (Satrol) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar). Di saat yang sama, Kasal juga melantik dan mengukuhkan Mayor Laut (P) Avissema sebagai Komandan KRI KRI Kurau-856.

Nama “Kurau” yang diberikan TNI AL, diambil dari nama ikan berukuran sedang yang hidup berkoloni dan tangguh. Nama ini memiliki makna mendalam sesuai dengan fungsi kapal patroli yang harus mampu bermanuver dengan cepat.

“Penamaan kapal Kurau memiliki filosofi dari ikan di perairan jernih dan mampu bergerak dengan cepat meski di gelombang laut tinggi sekalipun,” kata Laksamana TNI Ade Supandi, dilansir ANTARA, 6/7/2017.

KRI Kurau-856 merupakan Kapal Patroli Cepat 40 meter ke-16, dari total 42 unit yang direncanakan memenuhi kebutuhan armada baru bagi 14 Lantamal TNI AL di seluruh Indonesia.

Peresmian KRI Kurau-856, 6/7/2017 (Foto : Facebook / Lembaga Kajian Pertahanan untuk Kedaulatan NKRI (LembagaKeris)

KRI Kurau-856 memiliki spesifikasi tiga mesin utama berdaya 1800 HP dengan putaran mesin 2300 rpm, yang mampu melaju hingga kecepatan 24 knot.

Kapal produksi PT CMS Banten ini memiliki badan kapal yang ramping, dengan lebar 7,9 meter, panjang 44,95 meter, dan tinggi 4,25 meter. Kapal berbobot 200 ton dan memiliki daya jelajah 1.632 nautical mile atau 3022 kilometer dengan kecepatan jelajah 18 knot.

Pembangunan Kapal PC-40 M merupakan manifestasi dari kebijakan dasar pembangunan TNI Angkatan Laut menuju kekuatan pokok minimum atau minimum essential force (MEF) yang telah ditetapkan, sekaligus salah satu solusi konkret bagi komite kebijakan industri pertahanan (KKIP) dalam mengurangi ketergantungan dari negara lain untuk pengadaan alutsista TNI AL.

“Kapal PC-40 ini merupakan bagian dari kebijakan pembangunan TNI AL mengadakan alutsista buatan dalam negeri serta mengurangi ketergantungan pada industri asing,” ujar Kasal.

KRI Kurau-856, pertama kali diluncurkan pada 7 Maret 2017. Kapal kemudian diinspeksi Tim Commodor Inspection di galangan kapal PT. CMS Banten, 4 Mei 2017, untuk mengetahui ketangguhan, ketahanan, dan kecepatan kapal.

Bagikan:

  23 Responses to “Kapal Perang Baru Indonesia Diresmikan Kasal”

  1.  

    Nunggu yg mau komen Pertamax

  2.  

    Kurang maksimal. Lah pak kslo 40meteran, minim 60 meteran lah…

  3.  

    Lnjutkn

  4.  

    KRI KURAU ? Mirip nama daerah di Kalimantan Selatan

  5.  

    Yg kecil2 blm lengkap jlhnya apalagi yg besar masih blm mencukupi untuk doktrin poros maritim dunia! Semoga aja keamanan dan kekuatan ekonomi meningkat untuk bs mewujudkan cita2 negara maritim yg ditakuti lawan disegani kawan!he3

  6.  

    ngga dibahas yang digotong Kurau .. apa nih…

  7.  

    Nama ikan . Gesit nig

  8.  

    Sudah bisa bikin yang 40 dan 60 meter, saatnya bikin yang 80 meter entah namanya masih kcr atau opv

  9.  

    alhamdulilah nambah lagi alat kepruk

  10.  

    sebentar lagi industri pabrik kapal perang Indonesia akan memulai memperluas hasil produksi nya ke teknologi senjata meriam untuk kapal perang.. wah semakin mandiri dan hebat ya… xixixixi

  11.  

    Bahannya apa niy, bukan fiberglass kan

  12.  

    kecil juga lo bisa biar bisa gendong rudal biar agak sangar lah..

  13.  

    kri kurau kurau :tabrakan:

 Leave a Reply