Nov 192017
 

HMAS Parramatta (FFH-154) Australia di Pelabuhan Umum Semayang, Balikpapan, 18/11/2017.

Balikpapan. Jakartagreater.com – Dalam rangka melaksanakan Latihan Bersama New Horizon Ex. 2017 antara TNI Angkatan Laut dan Royal Australian Navy (RAN), Komandan Lanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Irwan S.P. Siagian didampingi Komandan KRI Fatahillah (FTH)-361 Letkol Laut (P) Cecep Hidayat beserta Komandan KRI Sultan Hasanuddin (SHN) – 366 Letkol Laut (P) Bina Irawan Marpaung, menyambut kedatangan kapal perang Australia yaitu Her Majesty Australian Ship (HMAS) Parramatta (FFH-154) yang dikomandani Commander Simon Howard, bertempat di Pelabuhan Umum Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu, 18/11/2017.

HMAS Parramatta (FFH-154) Australia di Pelabuhan Umum Semayang, Balikpapan, 18/11/2017

Penyambutan kali ini diawali dengan penampilan tarian Dayak khas Kalimantan Timur dilanjutkan pengalungan manik-manik dari Danlanal Balikpapan kepada Commander Simon Howard sebagai ucapan selamat datang di Indonesia. HMAS Parramatta-154 merupakan salah satu dari tiga kapal perang AL Australia yang akan melaksanakan latma New Horizon mulai tanggal 18 s.d. 22 Nopember 2017.

HMAS Parramatta (FFH-154) Australia di Pelabuhan Umum Semayang, Balikpapan, 18/11/2017

Adapun unsur TNI AL yang terlibat adalah KRI Fatahillah-361, KRI Sultan Hasanuddin-366 dan 1 Heli BO-105 Puspenerbal, sedangkan unsur RAN diantaranya adalah HMAS Parramatta (FFH-154), HMAS Sirius (O-266), HMAS Melbourne (FFG-05) dan RAN Seahawk (SH60R onboard HMAS Parramatta). Hadir dalam penyambutan tersebut FKPD Balikpapan dan Delegasi dari Royal Australian Navy, CPO Robert Pope. (Dispen Koarmatim).

  14 Responses to “Kapal Perang HMAS Parramatta Australia Kunjungi Koarmatim”

  1. Klu masuk teritorial NKRI sistem AEGIS mereka wajib dimatikan tdk dan alat oceanografi agar tdk memetakan alur dalam laut RI?

    • Itu Fregat gak punya AEGIS, yg ada cuma di Destroyer Hobart class dan lagi itu bukan Kapal penelitian bawah laut jadi gak bisa metain..

      • Kan bs aja dipasang alat ocenografi secara sembunyi2.he3. Biasa orang awam beropini, kan TNI perlu jg kewaspadaan dmn trackrecord Ausie yg usil.

        • Beropini boleh aja, tapi ya yg logis. Tiap kapal kunjungan atau cuma melintas di ALKI pasti selalu diawasi oleh kaprang, kasel, atau pespur kita dan kalo mau metain laut salah satunya harus pake PING sonar, bukan pake PING BBM. Jelas aja bakal ketahuan. Cara amannya bisa pake satelit dg memancarkan gelombang mikro atau sinar x. Jangkauannya bisa lebih luas daripada pake alat di kapal. Kalo pake kapal keuntungannya bisa tau detil ttg arus laut dan volalitas kadar garam atau masa jenis air laut.

          Asal tau saja, Aussie sudah sejak lama punya database seluruh kekayaan alam di Indonesia baik di darat maupun kemungkinan cadangan didalam laut. Itu dikumpulkan baik dari eksplorasi maupun penelitian mahasiswa Indonesia yg kuliah di Aussie atau kerjasama dgn pihak Indonesia misalnya BPPT, LIPI, dan kementerian terkait. Mereka kadang menyembunyikan data olahan atau maksud terselubung dari penelitian tsb.

        • Tau sendiri mental PNS di lapangan kayak gimana.

    • @bung andre

      Sebagai gambaran saja bung andre….kecepatan kapal pembawa sensor survey hidrograpy & oceanograpy itu berkisar 4~7 knot, supaya hasil pemetaannya bisa dicitrakan dengan baik.

      Kapal seukuran frigat aussy ini bisa saja membawa sensor/auv seperti Remus, tapi skup cakupannya sangat terbatas misalnya mencari obyek yg tenggelam pd kedalaman terbatas.

      Dengan 2 kapal hidrograpy yg kita miliki sekarang, kecepatannya untuk memetakan seluruh perairan Indonesia 1% pertahun…alias butuh 1 abad utk menuntaskan semua.

  2. Hahaha… Bentar Lagi TNI Jg AKAN Kedatangan Kunjungan Destroyer Dari Russian Navy

  3. Kok banyak asap nya kayak kapalnya jimmy 😀

  4. Menarik. Mungkin ada kaitannya dg apa yang terjadi di Papua baru saja. Coba kalo tuh kaprang mampir ke Timika juga.

    Hhhhhhhhhh

 Leave a Reply