Kapal Perang KRI Hasanuddin-366 Kunjungi Turki

Jakartagreater – KRI Hasanuddin (SHN-366) kapal kelas Sigma dari jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmada II yang sedang operasi Satgas MTF TNI Konga XXVIII-L/UNIFIL, sandar di Mersin, Turki, dirilis Penerangan Koarmada II.

Kunjungan KRI Hasanuddin beserta awaknya ini disambut Atase Pertahanan RI untuk Turki Kolonel Inf Syaiful Thalib didampingi Asisten Atase Pertahanan Mayor Laut (S) Eko Edward dan Liaison Officer (LO) Angkatan Laut Turki LCDR Mustafa Ipek, pada Senin, 03 Agustus 2020.

KRI Sultan Hasanuddin-366, yang di Komandoi Letkol Laut (P) Ludfy bersandar di Mersin Turki dari tanggal 3 Agustus sampai dengan 6 Agustus 2020, dalam rangka misi perdamaian PBB di perairan Lebanon.

Kapal Perang KRI Hasanuddin-366 Kunjungi Turki

Dalam sambutannya Liaison Officer Angkatan Laut Turki LCDR Mustafa Ipek dan pihak keamanan setempat menyampaikan beberapa aturan-aturan dan tata tertib selama sandar di Mersin, terutama dalam situasi pandemi, agar protokol kesehatan tetap diberlakukan untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Selama di Turki KRI Sultan Hasanuddin-366 akan melaksanakan bekal ulang spare part kapal, maupun logistik, serta pemeliharaan rutin sebelum kembali melaksanakan tugas perdamaian.

Kapal Perang KRI Hasanuddin-366 Kunjungi Turki

KRI Sultan Hasanuddin bersama Satgas MTF TNI Konga XXVIII-L/UNIFIL sedang menjalankan misi perdamaian PBB di perairan Lebanon dan kunjungan ke Turki, sekaligus wujud dari peran Diplomasi TNI AL di dunia.

TERPOPULER

2 pemikiran pada “Kapal Perang KRI Hasanuddin-366 Kunjungi Turki”

  1. Seperti armada AL kita dah kuat saja ni kapal perang harusnya jaga bahari Nusantara saja, tak dipungkiri salary prajurit kita terdongkrak banyak jika ikut misi perdamaian PBB itung2 bantu pemerintah buat tingkatkan kesejahteraan prajurit. Dapat piagam penghargaan dan pengalaman banyak, tapi sepertinya suara “kita” masih tetap saja tak bergaung di dunia contohnya embargo sawit dan karet oleh negara2 barat, dapat sertifikat CAATSA dari lik Sam padahal kita mau jaga keseimbangan kawasan dari cina rakus kemaruk, dan armament KRI Hasanuddin masih standar sejak diambil dari dealer untuk isi yg paket penuh harus ijin masing2 juragan senjata, …bukan kita tak mampu beli

  2. Menjelang peringatan kemerdekaan RI tgl 17 Agustus kita berharap bangsa ini segera bangun dari tidur melulu atau leyeh2 mbuncitin perut segera lakukan dan eksekusi semua aspek buat running fast penguatan pertahanan negara, bukan banyak omong dengan ciptakan lebih banyak kalimat diplomatis tak bermutu, yg sudah sangat jelas negara kita saat ini adalah :
    1. Kita tidak berdaulat
    2. Kita tidak punya harga diri
    Apa arti statement orang lain contohnya pernyataan negara lain sbb : “Terlepas dari suka tidak suka, senang tidak senang tidak terelakkan dan tidak dipungkiri wilayah perairan Indonesia disitu adalah milik kami”.
    Artinya tinggal tunggu waktu saja mereka datang ambil lalu pagari tempat itu. Hal semacam ini tidak bisa lagi ditanggulangi dengan cara diplomatis santun untuk menangani atau mencegahnya pasang badan bawa parang yang tajam jangan lagi bawa rokok dan kopi sambil senyum2, buat mereka bersikap santun dan sopan adalah penakut bersikap baik adalah lemah

Tinggalkan komentar