Kapal Perang NATO Memasuki Laut Hitam

Kapal perang angkatan laut Belanda F805 Evertsen. ([email protected] Commons (mail) via wikimedia.commons)

Kepala Misi Ukraina ke NATO, Vadym Prystaiko, menyampaikan bahwa sebuah kapal perang Belanda yang telah memimpin kelompok maritim NATO berencana untuk memasuki Laut Hitam.

“Ada kelompok berdiri. Sekarang, misalnya, satu kelompok telah dikepalai oleh Belanda, dan sebuah kapal Belanda baru saja mengambil alih komando. Mereka juga akan memasuki Laut Hitam,” kata Prystaiko dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi 112 Ukraina.

Prystaiko mencatat bahwa kapal-kapal baru ini memasuki Laut Hitam lebih sering.

Dia menjelaskan bahwa Konvensi Montreux, yang mengatur pengiriman di selat Laut Hitam, membatasi jumlah dan tonase kapal perang yang tidak dimiliki oleh negara-negara cekungan Laut Hitam, serta berapa lama mereka dapat tinggal di Laut Hitam. Karena itu, menurut Prystaiko, NATO menggunakan prinsip rotasi – beberapa kapal keluar, yang lain masuk.

Pada saat yang sama, ia menekankan bahwa kapal-kapal NATO tidak dapat memasuki Laut Azov tanpa persetujuan Ukraina dan Rusia. Rusia, menurut dia, telah menyatakan bahwa izin seperti itu tidak akan diberikan.

“Artinya, proses ini jauh lebih rumit. Saya tidak melihat mengapa NATO akan melakukan provokasi. Pada prinsipnya, NATO tidak akan memprovokasi siapa pun,” tambah Prystaiko.

Sumber: Ukrinform

Tinggalkan komentar