Kapal Perang New LPD TNI AL Dibagun PT PAL

42
43
Desain Kapal Perang LPD TNI AL buatan PT PAL Indoensia (PT PAL / pr1v4t33r -Defence.PK)

Surabaya – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali memesan kapal perang ke PT PAL Indonesia, jenis “Landing Platform Dock” (LPD) dengan beberapa tambahan teknologi di dalamnya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Budiman Saleh di Surabaya 28/4/2017 mengatakan, pesanan TNI AL merupakan lanjutan dari kontrak kerja Nomor KTR/03/02-49/I/2017/Disadal pada 11 Januari 2017.

Kontrak dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pelat pertama kapal atau “first steel cutting” di Bengkel Fabrikasi Divisi Kapal Niaga oleh Laksamana Muda TNI Mulyadi.

“Pasar dalam negeri merupakan salah satu potensi besar dan panjang untuk terus digali, ditambah pasar baru luar negeri,” ujarnya.

Oleh karena itu, dengan pengembangan teknologi kapal terbaik untuk dalam negeri, diharapkan berkembang secara berkelanjutan ke luar negeri.

Budiman mengaku, pemenuhan pasar dalam negeri khususnya TNI AL bisa menjadi salah satu alat promosi sekaligus meyakinkan pasar luar negeri.

“Kami bersama-sama dengan TNI AL bisa meyakinkan pasar luar negeri, salah satunya yang potensi adalah Malaysia dan negara-negara di Afrika,” ujarnya.

Kapal yang dipesan TNI AL kali ini memiliki panjang kurang dari produksi LPD sebelumnya, namun mempunyai keunggulan kapasitas pengangkutan yang lebih besar.

Total panjang kapal sekitar 124 meter, dan memiliki lebar 21 meter, dengan kecanggihan mampu mengangkut pasukan beserta ‘crew’ sebanyak 771 personel, dan mampu berlayar selama 15 hari dengan kecepatan mencapai maksimal 16 knot.

Digerakkan dengan 2 mesin setara 3.900 Hourse Power (HP), dan bobot penuh sebesar 7.200 ton, serta dapat menjangkau jarak sepanjang 10.000 mil laut.

Kapal juga mampu menampung tiga Helikopter “standby”, dan dilengkapi kekuatan medis, serta dapat menjalankan operasi kemanusian (non-militer).

Kapal LPD ini juga mampu membawa serta empat kapal, terdiri dari dua jenis kapal pengangkut pasukan batalyon dan dua kapal pengangkut pasukan patroli militer.

Dan pada saat terjadi musibah dan bencana, kapal bisa menjalankan misi kemanusiaan baik secara evakuasi, pencarian, penyelamatan bahkan funsi administrasi pemerintahan yang bergerak.

Untuk target penyelesaian pengerjaan kapal diperkirakan selama 23 bulan, dan diharapkan mampu membantu dalam tugas kemiliteran dan non-kemiliteran TNI AL.

Sebelumnya, kapal jenis LPD yang dipesan memiliki panjang 125 meter melalui “Transfer of Technology” (TOT), dan kini dikembangkan menjadi “Strategic Sealift Vessel” (SSV) 123 meter dan LPD 124 meter.

Antara

42 KOMENTAR

  1. Kapal jenis LPD dalam peperangan pasti ga jalan sendirian..pasti dikawal kapal perang lain..karna salah satu fungsinya yg sebagai kapal angkuit pasukan..kalau mau kapal perang Sigma yg di tingkatkan bukan hanya sekelas Light Fregat tapi menjadi kelas Destroyer bahkan Penjelajah baru itu Makyusss..