Kapal Perang Zheng He–81 Angkatan Laut Tiongkok Sandar di Jakarta

21
5

Kapal Perang Angkatan Laut Tiongkok Zheng He–81.
Kapal Perang Angkatan Laut Tiongkok Zheng He–81.

Kapal Perang Angkatan Laut Tiongkok, Zheng He–81, telah sandar di dermaga Terminal Bongkar Barang (TBB) 300 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, sejak hari Jumat (4/11) kemarin.

Kapal ini akan berada di Jakarta hingga tanggal 8 November mendatang, baru kemudian melanjutkan pelayaran ke Australia dan Selandia Baru.

Kedatangan kapal Zheng He–81 disambut oleh Asops Danlantamal III Kolonel Laut (P) Teddie Bernard Hernawan, Asintel Lantamal III Kolonel Laut (E) Yose Aldino, dan pejabat Kedutaan Besar dan Athan Tiongkok.

Kedatangan kapal perang Tiongkok ini bertujuan untuk lebih meningkatkan hubungan persahabatan dan mempererat kerjasama antara TNI Angkatan Laut dengan Angkatan Laut Tiongkok.

Kapal perang Zheng He–81 merupakan jenis Training Ship (kapal latih) dengan panjang 132,07 meter, lebar 15,8 meter, dan tinggi 34,5 meter. Kapal ini memiliki kecepatan 17 knots dan jarak jelajah 10.000 Nm (kecepatan 17 knot). Kapal dengan bobot 6.100 ton ini dilengkapi berbagai radar, sonar, persenjataan dan helikopter Changhe Z-8. Dengan komandan kapal Captain (Kolonel) Zhao Ming, kapal ini mampu membawa 170 anak buah kapal, 30 pelatih dan 200 kadet.

Sumber: Pos Kota

21 COMMENTS

  1. Mereka berkunjung sebagai tamu kita bangsa terhormat makanya hormati mereka, semoga mereka tidak lupa sejarah bahkan kekaisaran kuat Mongolia yang menguasai cina pun dulu dipukul terusir prajuritnya dari Nusantara, 2x tidak perlu mencoba utk yg ketiga kalinya

  2. Tanpa bermaksud menyinggung SARA. Zeng He=Ceng Ho..Seorang Laksamana legendaris Cina yang juga seorang muslim. Ekspedisi yang ditempuh Laksamana Ceng Ho jauh lebih panjang dalam hal jarak tempuh dan jauh lebih besar dalam hal armada yang dipimpin dari pelaut legendaris dari belahan dunia manapun. Kebetulan Indonesia adalah salah satu negara yang menjadi tempat persinggahan armada Laksamana Ceng Ho. Bahkan banyak anggota pasukannya yang menetap dan menikah dengan penduduk asli.
    Mungkin maksud-nya mau napak tilas ekspedisi Laksamana Ceng Ho kali??!!. Siapa tahu..

LEAVE A REPLY