Kapal Selam Baru Rusia Mampu Luncurkan 70 Rudal dan Torpedo

19
28

Upgrade kedua kapal selam bertenaga nuklir Rusia, Proyek 885M kelas Yasen akan menambah kemampuan angkatan laut negara itu secara signifikan, meningkatkan pengaruhnya di daerah penting yang strategis di lautan, seperti dilansir dari Sputnik News.

Jaringan berita Rusia, Zvezda melaporkan bahwa upgrade kedua kapal selam bertenaga nuklir Kazan dari kelas Yasen harus membantu Kementerian Pertahanan Rusia dalam menyelesaikan tugas utamanya untuk  meningkatkan kekuatan angkatan laut Rusia di perairan internasional.

Kapal selam Kazan diluncurkan oleh pembuat kapal Sevmash di barat laut Rusia, pada hari Jumat. Hal ini dilakukan karena akan segera memasuki layanan bersaman Armada Utara Rusia pada tahun 2018 setelah selesainya serangkaian pengujian negara.

Angkatan Laut Rusia saat ini dilengkapi dengan satu kapal selam kelas Yasen, yaitu Severodvinsk, yang memiliki bobot 13.800 ton, panjang 119 m, dapat melakukan perjalanan hingga kecepatan 31 knot (57,5 km/jam) dan menyelam hingga kedalaman 600 meter dibawah permukaan laut.

Kapal selam bertenaga nuklir Severodvinsk dipersenjatai dengan ranjau laut, rudal anti kapal dan anti kapal selam Oniks dan Kalibr serta berbagai jenis torpedo.

Menurut Doktrin Naval Rusia, kapal selam kelas Yasen akan menjadi kapal selam bertenaga nuklir utama yang serbaguna (multipurpose) dalam Angkatan Laut Rusia.

Sedikitnya 8 (delapan) unit kapal selam kelas Yasen yang dipersenjatai rudal jelajah diharapkan untuk bergabung dengan armada kapal selam Angkatan Laut Rusia di masa depan.

“Kapal selam nuklir jenis ini mampu memberikan serangan rudal maupun torpedo terhadap target angkatan laut [musuh] dan menyerang objek pesisir dengan berbagai jenis rudal jelajah dan modifikasi lainnya”, menurut situs berita Zvezda.

Kapal selam bertenaga nuklir Severodvinsk dipersenjatai dengan 32 buah rudal jelajah anti-kapal supersonik P-800 Oniks, 40 buah rudal anti-kapal, anti-kapal selam dan serangan darat Kalibr-PL dan dalam jumlah yang tidak ditentukan dari rudal jelajah Kh-101.

Tahun lalu, Vladimir Dorofeyev, direktur jenderal Biro Desain Malakhit, seperti dikutip oleh Sputnik News mengatakan bahwa kapal selam kelas Yasen dapat dipasang dengan semua jenis rudal jelajah yang bisa ditembakkan dari kapal selam.

Berbeda dengan Severodvinsk, kapal selam bertenaga nuklir Kazan lebih senyap dan lebih banyak persenjataan yang dibawanya, memiliki 8 peluncur vertikal SM-346 yang masing-masing dilengkapi sebanyak 5 buah rudal Kalibr. Selain itu, kapal selam bertenaga nuklir Kazan dapat membawa hingga 70 torpedo dan rudal.

Pakar militer Rusia, Viktor Mamaykin mengatakan kepada Sputnik News bahwa kapal selam nuklir serbaguna buatan Soviet mungkin memiliki kemampuan dibawah kapal selam nuklir buatan Amerika dalam hal kemampuan meredam kebisingan yang menjadi faktor utama untuk memenangkan pertempurn.

“Sejauh yang saya tahu, tingkat kebisingan Kazan setara dengan buatan Barat. Dan sekarang bayangkan apa yang dapat dilakukan Kazan jika mampu mendekati grup penyerang kapal induk musuh. Kapal selam ini cukup meluncurkan sebuah torpedo saja ke arah kapal induk musuh dan akan memberikan kesukaran, sesuatu yang akan mengganggu kerja dari pasukan tempur utama kapal induk tersebut”, kata Mamaykin.

Empat kapal selam bertenaga nuklir kelas Yasen sedang dalam konstruksi, kapal selam keenam Proyek 885, Perm, telah dibaringkan pada akhir Juli 2016. Sebanyak 8 unit kapal selam upgrade kelas Yasen akan bergabung dengan Angkatan Laut Rusia pada tahun 2020.

19 COMMENTS

LEAVE A REPLY