Kapal Selam Chang Bogo Ketiga – KRI 405 Nagarangsang Dengan Sistem AIP

42
741

Kapal selam Chang Bogo class pertama pesanan TNI AL kemungkinan akan dikirimkan pada bulan Maret 2017 dan yang kedua pada bulan Oktober 2017, sementara kapal selam ketiga yang akan dibangun di Indonesia diperkirakan akan rampung pada bulan Desember 2018.

Ada hal unik pada kapal selam ketiga yang akan dibangun di Indonesia. Dari brosur di laman DSME, terlihat kapal selam ketiga yang bernomor lambung 405 yang kemungkinan akan diberi nama KRI Nagarangsang ini memiliki panjang yang berbeda dari dua kapal selam yang di bangun Korea Selatan.

Panjang yang berbeda ini kemungkinan untuk pemasangan modul Air Independent Propulsion (AIP). Sekedar diketahui kapal selam sejenis, yakni kapal selam Poseidon miliki ANgkatan Laut Yunani (Type 209/1200) memasang modul AIP Polymer Electrolyte Membrane (PEM) system 120 kW buatan Siemens yang panjangnya 6 meter.

changbogo-142 copy

Kapal selam ketiga akan di bangun sendiri oleh tenaga ahli dari Indonesia di galangan PT PAL di Surabaya, tapi dengan penambahan modul AIP kemungkinan pembangunan kapal selam ketiga masih harus mengikutsertakan tenaga ahli dari Korea Selatan.

Dan dengan pemasangan sistem AIP ini jelas akan mendongkrak ketahanan daya selam KRI Nagarangsang hingga 3 minggu tanpa snorkeling ataupun tanpa harus sering muncul kepermukaan yang bisa membocorkan keberadaan kapal selam dari deteksi musuh.

Jika Indonesia berhasil membangun kapal selam Chang Bogo dan mencangkokkan sistem AIP kedalamnya. Ini akan menjadi prestasi yang luar biasa dan akan mendongkrak kemampuan kekuatan bawah laut Indonesia, terutama kekuatan satuan Hiu Kencana TNI AL.

Putra-putra terbaik Indonesia pembangun kapal selam Chang Bogo harus bisa membuktikan, bahwa Chang Bogo bukanlah kapal selam ‘anjing kampung’ yang inferior, tapi sebuah kapal selam ‘Cheetah’ yang kekuatannya tidak bisa diprediksi lawan.

42 KOMENTAR

  1. Kalau capek nulis kata Indonesia , awak disarankan nulis singkat saja yaitu RI ,
    dan jika koment teman teman anda sehat seperti Ente , dipastikan
    Teman teman ane disini pun juga hormat sangat , Pastilah Nyebut lengkap : Malaysia

    sebutan nyinyir dipastikan hilang…….
    dan Kita sama sama Koment sehat serta Berjaye …

    Mari koment sehat di hari Senin , sampe berikut berikutnya

  2. @PS

    Hiya bung, kayaknya susah menikmati proses pembelajaran yang setahap demi setahap…maunya yang serba instant, lsg pinter gak pake belajar.

    Ini kali pertama pt pal mendapat kesempatan membangun kapal selam…dg anggaran yang terbatas tni al lebih mengutamakan kuantitas kapal selam dg persenjataan yang lengkap dibanding melengkapi dg sistem AIP yang mahal.

    Yang sering dilupakan, seandainya suatu saat tni al melengkapi kaselnya dg AIP (diasumsikan dibeli dari jerman)…masih harus menyediakan instalasi pengisian ulang/refill hidrogen cair. Tanpa perencanaan yang baik dan teliti dikhawatirkan “kasus leopard” akan terulang lagi. Sudah terlanjur pasang aip yang mahal tapi belum bisa digunakan gr2 belum siap infrastrukturnya.

  3. mantaap..jika bener terjadi berarti changbogo mutant..memang kemampuan modifikasi sangat penting..semoga usernya tambah bersemangat Dan percaya Diri..persenjataannya juga diupgrade?…rencana sampai 6 pembuatannya ya?..nanti sekelas kilo ada 6 juga..pas 12…itu yg baru dimaintenence sekalian diupgrade gak yah..soalnya sama2 masuk bengkel..(huusst! yg tahu yg pakai!!…hihihi)

  4. intinya karena ini kapal selam yang sifatnya sangat rahasia kalo sudah bisa buat sendiri, mau di modifikasi kaya apa juga lebih bebas. Bahkan bisa bikin banyak tanpa diketahui negara lain. Resminya bikin 5 unit enggak tahunya bikin 8 unit, kalo bisa 10 unit. Jadi untuk nomor lambung 406 ada 2 unit, dan seterusnya.