Feb 022016
 

bhtyzjcj7pdvl3avmsg4

Mungkin kita lebih mengenal kapal selam buatan Rusia, Korea Selatan, Jerman ataupun Amerika Serikat, pada artikel kali ini kita coba sedikit mengupas kapal selam ‘pemburu’ kapal selam milik Angkatan Laut Swedia.

Jika untuk arsenal udara kita mengenal pesawat tempur ‘air superiority’ yang di isi jajaran pesawat tempur Su-27, Su-35, Typhoon, F-16 (F-16 kini lebih bersifat multirole), maka untuk kapal selam yang berperan sebagai ‘deep water superiority’, hal ini layak disandang kapal selam Gotland class milik Swedia.

Berperan sebagai pemburu kapal selam, kemampuan kapal selam Gotland tidaklah dianggap remeh. Bahkan Amerika pun mengakui kesaktian Gotland, dengan menyewanya untuk digunakan sebagai kapal selam latih, dimana Gotland berperan sebagai kapal selam musuh, dan AS mencoba mempelajari cara mengalahkan kapal selam diesel elektrik silent.

Kapal selam Gotland class memiliki panjang 60 m dengan lebar 6.9 m dan berbobot 1490 ton, termasuk kedalam kelompok kapal selam kelas menengah. Gotland hanya dioperasikan oleh 33 awak yang menandakan banyak sistem peralatannya yang dikendalikan secara otomatis.

Untuk mengendus dan melacak kapal selam musuh, Gotland menggunakan peralatan sensor sonar terintegras CSU 90-2, yang berupa silinder array pasif di haluan, satu array intersep dan plat array pasif di lambung kanan dan kiri. Gotland juga dilengkapi periskop search and attack Kollmorgen dan radar navigasi Therma Scanter, radar pengintai dan warning system Manta, Gotland juga memiliki sistem peperangan elektronik buatan Thales Defence.

Sedangkan untuk menenggelamkan dan menetralisir kapal selam musuh, Gotland dilengkapi dengan sistem tempur 9SCS Mark 3 buatan Saabtech Vectronic, dan dua tipe tabung peluncur torpedo 533 mm dan 400 mm.

Persenjataan Gotland terdiri dari torpedo berat modern, yakni torped 62 ( torped 2000 versi ekspor) dan torpedo ringan, torped type 45.

Torped 62 / torpedo 62 merupakan torpedo terbaru yang memperkuat kapal selam Gotland class, dengan berat 1.4 ton, berhulu ledak 240 kg, dan kecepatan luncur hingga 40 knot pada jarak 40 km, Torped 62 mampu menenggelamkan kapal selam berat, sedangkan torpedo ringan type 45 cukup untuk menenggelamkan kapal selam ringan dan menengah.

Sebaga sistem propulsinya , Gotland dilengkapi dua mesin diesel MTU dan dua unit Air Independent Propulsion (AIP) Stirling V4-275R buatan Kockums, yang mendorong kapal selam hingga kecepatan 20 knot.

Mesin Stirling yang kedap suara mampu menyediakan daya sebesar 75 kw, dan dengan sistem AIP yang dimilikinya, Gotland mampu menyelam tanpa muncul ke permukaan selama 2 minggu.

https://www.facebook.com/muhidin.jepara
https://twitter.com/muhidinjkgr

  35 Responses to “Kapal Selam Gotland Class ‘Deep Water Superiority’”

  1. Pertamax

  2. ” Gotland menggunakan peralatan sensor sonar terintegras CSU 90-2, yang berupa silinder array pasif di buritan, satu array intersep dan plank array pasif di lambung kanan dan kiri…” mirip Chang opo ?!!

    • yes Bung , benar .

      banyak yang meragukan kelas changbogo ini , pernah dibabar dimari di artikel ( masih penasaran artikel nya judul apa )
      kelebihan chang ( ga usah diterusin ) ini adalah selain lincah , peralatan sensornya juga mumpuni , dan juga sanggup di test sebagai ” musuh ” pada saat Rimpac 2011-2012 banyak “neggelamin” Ks kelas berat ,

      Karena ukuran kecil RCS-nya juga kecil , bahkan boleh dibilang semi siluman .
      Oleh karena itu TNI AL meliriknya sekaligus mendukung industry dalam negeri berbentuk TOT

      banyak Negara meng-adopsi system peperangan AL meniru Jerman , salah satunya TNI AL
      dengan mengoperasikan mini KS, serta midget , membuat capability TNI AL dalam kemampuan serang cepat di dalam air layak diperhitungkan

      untuk urusan Laut , TNI AL punya nenek moyang , yaitu Kerajaan Sriwijaya yang mampu mengusai dan menjadikan laut sebagai capability-nya

      Sesuai dengan Poros Maritim

      Salam Analisa / BFB

      • Salam bung BFB…jika melihat kemampuan Gotland class,sebenarnya saya lebih mendukung pemerintah jika TOT kapal selam middle class dilakukan bersama Swedia…hal ini menurut hemat saya lebih efektif dikarenakan sistem yg tertanam di tubuh Gotland sudah hampir dikuasai sepenuhnya sama Swedia,beda halnya dengan korea yang banyak mengimpor peralatan changbogo dari negara pemilik desain aslinya Jerman…tapi apapun itu saya tetap menantikan bagaimana kelanjutan kerjasama dengan korea dalam proses TOT changbogo…terima kasih bung BFB

    • Cylindric Array Sonar (silinder sonar) itu gk di buritan, adanya di haluan, mungkin bung @pw salah ketik, mirip apanya nih bung 😛

  3. Sakti

  4. Ngeri2 sedap ini barang…spesial pemburu kapal selam musuh….

  5. gak moncer

    • Betul Bung Nggak moncer ,turunan kapal ini punya Aussie yaitu Collin klass yang selalu bermasalah bahkan sampai akhir hayatnya ..

      • Ah masa sih bung???
        Memang betul bahwa desain collins milik sonotan dibuat berdasarkan desain gotland…namun yang harus diingat bahwa collins class memiliki bobot yang lebih bongsor ketimbang gotland yang artinya sonora memaksakan menerapkan desainnya pada collins yang mana Gotland sebenarnya tidak didesain untk beroperasi dilaut dalam,bandingkan dengan collins yang diwajibkan nyilem dilaut dalam…
        Kesimpulannya adalah collins dan Gotland memiliki desain yg sama,pun demikian Gotland memiliki peruntukan yang sudah sesuai dengan desainnya dan bukan kapal selam asal jadi seperti collins yang dibuat tanpa konsep yg matang dan cenderung dipaksakan…

  6. tolong bunkus 2 saja + tot………

  7. SWEDIA bukankah INDONESIA ada kerja sama pertahanan dg negara ini, semoga indonesia ada ambil bagian ini kasel+tot demi kemandirian NKRI.

  8. deep water superiority? meragukan ah, kalo dikejar nuke sub dilaut dalam apa bisa lari dia 😛 ngacirrr wuzzz

    • Bukan lari bung….nyebur kli bung….kan d laut hihihi…pisssaa….

      • nyebur berarti itu lontong terbang dong 😛 berenang kali ya wkwkwk
        test emot [IMG]http://i297.photobucket.com/albums/mm217/akira_sou/meme%20emo/973LiuBaJinGuanChang021_zpsce731e45.gif[/IMG]

    • Selama ini KS diesel masih mengungguli KS nuke dalam hal hide & seek. Karena KS nuke gak bisa switch on/off. Beda dengan diesel yang bisa switch off, kemudian bersandar pada karang/dasar laut, maka sonar secanggih apapun milik KS nuke gak akan bisa ngedetect kecuali dia sudah punya mapping dasar laut yang presisi sehingga bisa mengenali anomali bentuk dasar laut yang berubah dari mappingnya.

      Itulah, maka kita beli 2 kapal hydro kelas spica untuk memetakan dasar laut dengan presisi, salah satunya untuk mencari/memburu KS-KS diesel musuh yang mencoba bersembunyi ketika dikejar.

      Kelebihan KS nuke dibanding diesel mungkin pada endurance dan armament/sensor.

      • emm IMO, dibilang unggul dalam hal “hide n seek” sih gmana ya, memang sih D/E sub lbh ‘quiet’ karena dia bisa switch off/on itu diesel/elektrik generatornya, tapi kalau bicara soal laut dalam / laut lepas macam samudra kelemahan kasel konvensional (diesel/elektrik(+aip)) itukan ya lumayan banyak seperti ketahanan dia untuk tetap stay submerged dalam jangka waktu yg panjang (endurance), kecepatan hanya disekitaran 10 – 25 knot yg kalau dipaksakan melakukan max speed akan menguras endurance si d/e sub sendiri, hanya mampu menyelam sampe kedalaman 300-400m, sistem sensor dan persenjataan yg lbh inferior dibanding nuc sub, sulit lepas dr platform ASW sesudah melakukan penyerangan dgn kecepatan dan kemampuan menyelam seperti diatas sebaliknya nuklir-sub dgn kemampuan endurance yg luar biasa (stay submerge ‘semaunya’, menyelam hingga kedalaman 600m), max speed sampe 35 knot, sonar yg powerful, persenjataan super banyak, jelas sulit bagi platform ASW ngelawan ini nuc sub di laut dalam
        mau tahan” ngumpet udah ketahuan siapa yg menang dmana d/e cuma tahan 2 – 3 minggu submerged :D, atau kalau mau diadu misal itu sonar pasif milik d/e mendeteksi adanya noise/suara dr reaktor si N itu lalu operator d/e mengambil tindakan penyerangan ke N sub tsb dengan meluncurkan torpedo, otomatis ya meningkatkan itu dia (d/e sub) punya noise (suara dr air yang masuk ke ruang/tabung torpedo, suara tutup/pintu torpedo yg terbuka, suara torpedo yang meluncur) yg otomatis menunjukkan keberadaan si d/e pada sonar si N, diwaktu ini N sub (operator) bisa melakukan tindakan pencegahan melawan torpedo (torpedo countermeasure) seraya melakukan serangan balik dengan meluncurkan banyak torpedo lalu dia lari dan bersembunyi di kedalaman laut, bagi si d/e gak tau ya apa dia bisa selamat dgn kemampuan seperti diatas 😛 cmiiw
        *ini ya kalau skenarionya di laut dalam, kalau di kawasan littoral aku sih yes ama bung @MJ

  9. Arep comment angel

  10. Tadi pagi, gag sengaja ngobrolin suami keponakan temen. Katanya, ponakannya (TNI AL) dikirim ke norwegia untuk belajar kapal selam sblom mmbelinya. Sayang info cuma gitu aja, sy jd mengernyitkan dahi dan hnya bisa menyimpan seribu tanya…

  11. Gini nih, artikel dg komentator yg kredibel dan menambah wawasan… Adem bacanya.. .! Gak ada perusuh nya… Sipp matur tengkyu…!!!

  12. bolehlah teknologi stirling engine digabung teknologi zwaardvis dari damen ditawarkan. selamat pdkt dulu sebelum dcns all out.

  13. saya suka komentar di atas bertanggung jawab,bisa diperdebatkan,tambah wawasan,

    SEPULUH JEMPOL

    MANTAP BUNG.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)