Nov 072016
 
Kapal selam Changbogo

Kapal selam Changbogo

Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengharapkan Indonesia dapat membuat kapal selam dan pesawat militer untuk keperluan pertahanan dengan transfer teknologi melalui berbagai kerja sama dengan pemilik teknologi mutakhir dari negara lain, demi mendorong industri pertahanan dalam negeri yang mandiri.

“Makin berkembang. Kami nanti ke depan buat pesawat sendiri.,” ujar Menhan Ryamizard, Jakarta, 3/11/2016.

Ryamizard Ryacudu juga berharap industri pertahanan dalam negeri akan dapat memproduksi kapal selam untuk memenuhi kebutuhan lokal.

Indonesia telah memesan tiga kapal selam baru kelas Chang Bogo dari pemerintah Korea Selatan dengan proses alih teknologi, dari galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME).

“Kemarin kan kapal selam sudah dua. Yang ketiga nanti dipasang di PT PAL, seharusnya tahun lalu, tapi belum siap. Sekarang sudah siap. Nanti yang keempat dan seterusnya kita buat sendiri,” ujar Ryamizard.

Di tempat yang berbeda pada acara Indo Defence 2016 (3/11/2016), Direktur Utama PT PAL Indonesia, Muhammad Firmansyah Arifin mengatakan, kerja sama pembangunan kapal selam tersebut sepenuhnya di bawah supervisi pemerintah Korea Selatan.

Dalam proses itu, akan terjadi peralihan atau transfer teknologi yang mendorong kemandirian industri pertahanan dalam negeri.

“Setelah kita berhasil mengadopsi teknologinya kemudian PT PAL berhasil mengembangkan sendiri teknologinya, kita coba tawarkan ke negara lain dan setelah melihat itu, bisa disambut dengan baik oleh pasar internasional antara lain oleh Filipina. Itu memang kelihatan sekali ada proses terkait erat apa yang disampaikan Pak Waakil Presiden dalam percepatan penguasaan teknologi,” ujarnya.

Untuk kapal selam ketiga dari Korea Selatan, pemotongan metal lunas kapal, telah dilakukan Mei lalu di galangan kapal DSME, yang akan dikirim ke Indonesia pada Desember 2016 untuk dikerjakan tenaga ahli Indonesia di galangan PT PAL, Surabaya, dengan cara penggabungan bagian per bagian.

Pengadaan kapal perang menjadi prioritas dalam revisi Minimum Essential Force II 2015-2019 TNI AL untuk memenuhi keperluan arsenal dalam mendukung visi World Class Navy.

Dua kapal pertama dibangun secara keseluruhan di DSME, sedangkan kapal selam ketiga akan diselesaikan di PT PAL, Surabaya.

Sumber : Antaranews.com

Bagikan :

  32 Responses to “Kapal Selam Ketiga Dikerjakan di Indonesia Akhir 2016”

  1.  

    emang pal sudah ada toolnya????crane…alat untuk membulatkan baja….dll???gedung produksi emang udah selesai???yg vital ya aneka toolnya……

  2.  

    Bung diego kehabisan berita y?

  3.  

    saya ingin melihat foto pak RR menandatangani kontrak alutsista gahar …

    soalnya jika melihat foto penandatanganan kontrak 3 KS Changbogo dengan ToT tahun 2011 lalu, saya tidak melihat ada foto pak RR di sana …

    tolonglah pak RR, saya tak sabar ingin melihat foto bapak sedang tanda tangan kontrak alutsista gahar …

  4.  

    Seperti PT. DI dulu juga cuma merakit setelah fasih mulai membuat. Kapal selam memang sulit daripada kapal permukaan. Lanjutkan PAL.

  5.  

    Sangat mungkin jika filipina tertarik dengan kasel buatan indonesia, karena hanya buatan indonesia yg nantinya kasel barat berpeluru timur…

  6.  

    Di garap di PAL.. mantapphh..

  7.  

    Sipp

  8.  

    berita statis

  9.  

    Jadi ketagihan produk PT. PAL nich Pinoy..coba kalau yg ketagihan Mal*n..sulit kayanya rasanya y soalnya harus jilat ludah sendiri..xixixi

  10.  

    ?

  11.  

    basi

  12.  

    @bulat hitam panjang : Semua keperluan untuk perakotan KS Changbogo III sudah disiapkan PT PAL.
    Selain igu juga PT PAL akan membuat KS selanjutnya dari hasil ToT KS Changbogo dengan KorSel.

    TNI AL saat ini sedang mengejar target memiliki 12 unit KS hingga tahun 2024.

  13.  

    Melihat performa perusahaan klau PT.PAL ane percaya TOT bisa berjalan tp ama saudaranya PT. D? ane ragu……

  14.  

    tes

  15.  

    satu tahun satu unit kpal selam,. kasel yg akan di produksi pt pal mungkin tiap tahun akan lbih canggih lbih gahar dan lebih lebih nantinya.. itu blm IFX,. pertanyaanya apakah nanti tetangga tidak panas dingin jiahahaa.. maju terus indonesiaku.

  16.  

    1-Nah brp lama kecepatan dsme bikin kalsel?
    2-sejak kapan kita pesenya
    3-ghoibkan jumlah kalsel kita ……brp jumlah?
    4-mehab blg timur aj kita ada 2. lha barat? ma tengah ?
    5-belum yg stanby and maintenace

  17.  

    Bikin yg lbh besar dr changbogo 1 dan 2 yg dibikin korsel…

  18.  

    .

  19.  

    “Kemarin kan kapal selam sudah dua. Yang ketiga nanti dipasang di PT PAL, seharusnya tahun lalu, tapi belum siap. Sekarang sudah siap. Nanti yang keempat dan seterusnya kita buat sendiri,” ujar Ryamizard

    catet..ke 4 dan seterrusnya …..brp byk ya

  20.  

    Mak nyus…tinggal ditambah rudal kalibr

  21.  

    Lha… KS 405 namanya ganti Alugoro ya… krn kalo d perhatikan semua KS TNI-AL itu menggantikan nama KS Whishky yg sebagian msh penuh misteri kepunahannya… dr 401 sampe 404 namanya msh sama dg yg dulu… & 405 dulu bernama KRI Trisula & 407 KRI Alugoro yg sampe skrng bangkainya masih misteri

  22.  

    semoga berjalan sesuai dq yang direncanakan ‘ asal jangan galow kayak su 35 aja wkwkwk……

  23.  

    Top one

  24.  

    Korsel baru saja meluncurkan changbogo II yg ke 8 dari jumlah pesanan 9, merupakan turunan dari 214. Mungkin kalau lisensinya 12 unit bisa jadi sisa 3, changbogo I lisensi 12 dipakai 9 sisa 3 dijual ke Indonesia, apa mau dijual ke Indonesia lagi ya sisanya lisensi, krn Korsel telah melangkah utk memproduksi changbogo III dengan berat 3000 ton. Kalau benar, bagus itu. Pal bisa melanjutkan produksi KS dng berat 1800 ton dan teknologi yg lebih canggih. xixixixi.

 Leave a Reply