Feb 072012
 


Kapal selam TNI AL KRI Nanggala 402 tiba di perairan Indonesia, setelah menjalani perbaikan menyeluruh di Korea Selatan selama hampir dua tahun.

Seperti KRI Cakra-401, KRI Nanggala menjalani perbaikan total di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Okpo, Korea Selatan. Kembalinya kapal selam tipe U-209/1300 buatan Jerman pada 1981 itu, memantapkan kekuatan pemukul TNI Angkatan Laut bersama KRI Cakra-401 sebagai arsenal bawah laut Tanah Air.

KRI Nanggala-402 bermesin diesel-listrik buatan galangan kapal Kiel, Jerman. Perbaikan kapal meliputi: struktur kapal, lapisan baja, sistem navigasi, persenjataan bawah air serta sonar. KRI Nanggala dan KRI Cakra dibuat galangan kapal Howaldtswerke, Kiel, Jerman pada 1981 tipe U-209/1300.

Kapal selam tersebut berbobot mati 1.395 ton, berdimensi 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter. Dengan mesin diesel elektrik mampu melaju dengan kecepatan kurang lebih 25 knot di dalam air, menyelam di kedalaman sekitar 200 meter dari permukaan laut.

Selama Perbaikan kapal selam, awak kapal Nenggala melaksanakan training di Jinhae, Korea selatan, lima bulan. Para kru mengaku, banyak pelajaran yang dapat dipetik selama bertugas di kapal bawah air tersebut. Diantaranya, di dalam kapal selam membuat mereka lebih disiplin, menghargai orang, terbiasa menerima kekecewaan, dan terbiasa bekerja di tempat sempit.

Setelah di-overhoul, KRI Nanggala menerapkan sejumlah alutsista (alat utama sistem persenjataan) baru berupa teknologi manajemen tempur dan operasi dari Norwegia. Ini membuat kemampuan tempur kapal lebih ”garang”. Teknologi digital itu memungkinkan komandan kapal mengambil keputusan lebih cepat, efisien, dan tepat atas posisi dan kedudukan kapal terhadap sasaran yang dituju.Seperti, kapal bisa meluncurkan empat torpedo secara salvo dari ujung haluan utamanya dalam rentang waktu singkat. Sebelumnya, kapal berwarna coklat tua itu menggunakan teknologi manual asal Belanda.

Untuk men-cover luasnya wilayah perairan Indonesia, idealnya TNI-AL memiliki selusin kapal selam, seperti yang pernah dimiliki kala zaman Orde Lama dengan 12 Whiskey, kapal selam buatan Uni Soviet.

Bagikan:
 Posted by on Februari 7, 2012