Mar 242014
 
Original image: mateus27_24-25

BERBAGAI JENIS DAN TIPE KAPAL SELAM original image: mateus27_24-25

Design wahana yang bisa membawa manusia menyelam di bawah permukaan air sudah dimulai sejak tahun 1500-an ketika Leonardo Da Vinci menggambar sketsa alat untuk membawa manusia ke bawah air. Leonardo sendiri menyebutnya “kapal untuk menenggelamkan kapal lain”.

Setelah sketsa Leonardo, perlu waktu hampir 70 tahun hingga ketika sketsa ‘kapal selam’ yang dibuat oleh William Bourne yang berkebangsaan Inggris dipublikasikan pada tahun 1580. Sementara kapal selam pertama yang tampaknya berhasil dibuat baru muncul pada tahun 1623 yang dibangun oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama Cornelius Drebbel. Kemudian selanjutnya kapal selam terus mengalami berbagai perkembangan.

Kapal selam modern secara umum dibedakan menjadi kapal selam bertenaga nuklir dan kapal selam bertenaga diesel. Berikut adalah beberapa faktor yang faktor pembanding antara kapal selam nuklir dan kapal selam diesel electric.

HARGA

Harga kapal selam Diesel-electric rata-rata ada di kisaran antara 100-400 juta USD, walau memang ada beberapa yang harganya diatas rata-rata. Sementara kapal selam nuklir diperkirakan ada di kisaran 500 juta hingga nyaris 3 miliar USD. Berikut ini adalah beberapa estimasi harga kapal selam kapal selam :

Kapal selam Diesel electric :

  • T-96 class ( Swedia ) : 100 juta USD
  • Type 212 ( Jerman ) : 250 juta USD
  • Kilo class ( Russia ) : 250 juta USD
  • Chang Bogo class ( Korea ) : 350 juta USD
  • Dolphin class ( Jerman ) : 500-870 juta USD
  • Scorpene class (Prancis ) : 450 juta USD

Kapal selam diesel electric Russia- Amur 950. image: ckb-rubin.ru

Kapal selam nuklir :

  • Los Angeles class : 1 milyar USD
  • Seawolf class : 2,8 milyar USD
  • Virginia class : 1,8 – 2,5 miliar USD
  • Astute class : 1,17 – 1,82 miliar USD
Model kapal selam nuklir Russia Typhoon. image: wisegeek.com

Model kapal selam nuklir Russia Typhoon. image: wisegeek.com

BIAYA

Selain Harga yang lebih mahal, lapal selam nuklir juga membutuhkan biaya operasional dan perawatan yang tinggi. Biaya operasional kapal selam nuklir bisa mencapai $21 juta USD per tahun. Selain pengisian bahan bakar nuklir memakan biaya yang tinggi, proses pembuangan limbah bahan bakar nuklir pada akhir masa aktifnya juga sangat mahal. Diperkirakan butuh total biaya hingga $830 juta USD selama masa aktif kapal selam bertenaga nuklir.

KETAHANAN

Kapal selam diesel electric umumnya mampu menyelam selama maksimal beberapa minggu saja, hal ini karena kapal tidak bisa memproduksi oxygen yang dibutuhkan oleh mesin Diesel. Di sisi lain, kapal selam bertenaga nuklir bisa menyelam “selamanya”, hanya dibatasi oleh ketahanan crew dan pasokan logistik yang dibawanya.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

Berbagai penerapan teknologi terbaru terus dikembangkan untuk membuat kapal selam semakin senyap, baik dengan cara mengurangi suara ataupun magnetic signatures.Tapi kendalanya , sifat propulsi nuklir membuat kapal selam bertenaga nuklir jauh lebih berisik daripada kapal selam Diesel dengan ukuran yang sama. Ukuran kapal selam nuklir juga cenderung lebih besar dibandingkan Diesel, hal ini membuatnya lebih rentan terdeteksi melalui sensor akustik, infra merah atau magnetic. Kelemahan lebih lanjut dari kapal selam nuklir adalah bahwa akibat sistem pendinginan air reaktor nuklir dan buangan air panas yang dibuang ke laut. Perbedaan suhu air ini bisa meninggalkan jejak panjang di belakang kapal selam yang bisa terdeteksi oleh sensor IR.

Kapal selam nuklir umumnya mampu bergerak lebih cepat dibandingkan kapal selam diesel. Output tenaga dari reaktor nuklir mampu mendukung kecepatan jelajah sekitar 20-25 knot. Reaktor nuklir juga mampu menghasilkan daya hingga 20 megawatt, hingga kapal selam bertenaga nuklir mampu mengekstrak oxygen dari air laut, menyerap carbon dioxide dalam cabin hingga mampu menyelam terus menerus dengan menjaga kecepatan jelajah pada 20-25 knot. Hal ini membuat kapal selam nuklir cocok untuk beroperasi di lautan terbuka atau samudera.

Kapal selam diesel electric bisa dirancang untuk membawa persenjataan dan peralatan sama banyaknya dengan kapal selam nuklir. Namun ketika kapal selam nuklir terbatas ukurannya akibat penempatan reaktor nuklir, kapal selam diesel electric mampu dirancang dengan ukuran lebih kecil dan tetap sama mematikannya. Kelemahannya adalah kecepatan jelajah umumnya kapal selam jenis ini hanya berada di kisaran 10-15 knot dan kemampuan menyelam yang terbatas hingga beberapa minggu saja. Kapal jenis ini rata-rata hanya bisa menghasilkan daya 3 watt dari generator diesel-nya, namun karenanya jauh lebih senyap hingga sulit terdeteksi dan mampu bergerak lebih gesit.

TAKTIS DAN STRATEGI

Kapal selam nuklir dimiliki oleh negara-negara dengan keperluan khusus dalam strategi militernya. Hanya ada sedikit negara yang mengoperasikan Kapal selam nuklir jika dibandingkan dengan negara yang mengoperasikan kapal selam diesel electric.

Bukan kebetulan juga jika kapal selam nuklir banyak yang digunakan sebagai platform pembawa persenjataan nuklir juga. Kapal selam nuklir dengan persenjataan nuclear warheads bisa keluyuran dimanapun di samudera dan menjadi bagian penting dari persenjataan strategis negara-negara kekuatan militer utama dunia. Kelebihannya yang tidak perlu muncul ke permukaan menyebabkan sulit dilacak pergerakannya.

Kapal selam nuklir menawarkan kemampuan masuk dan datang ke wilayah jauh di seberang samudera tanpa terdeteksi. Jenis kapal selam dengan kemampuan ini dengan dilengkapi persenjataan rudal berhulu ledak nuklir rata-rata dibutuhkan oleh negara pemilik senjata nuklir, seperti misalnya US, Russia, China, Inggris dan India. Kemampuan ini memberikan jaminan bagi negara-negara tersebut memastikan kemampuan membalas serangan nuklir dalam skenario dimana arsenal nuklir land-based mereka dilumpuhkan melalui preemptive strike lawan.

Seperti yang ramai diberitakan saat ini negara-negara utama kekuatan militer dunia seperti US, China dan Rusia tengah mengembangkan jenis senjata hypersonic antar benua, mampu menjangkau target dimanapun di bumi dalam jangka waktu 1 jam. Senjata ini memungkinkan satu pihak meluncurkan serangan untuk melumpuhkan kemampuan nuklir lawan. Namun untuk melumpuhkan kemampuan serang nuklir pada platform kapal selam, harus dilakukan perburuan serentak terhadap semua kapal selam lawan di berbagai titik di samudera sebelum meluncurkan serangan. Dan hal ini bisa dianggap tidak mungkin dilakukan.

Kapal selam Diesel electric  mampu bergerak lincah dan senyap di perairan dangkal dan daerah berkepulauan. Tidak seperti reaktor nuklir yang tidak bisa dihidup matikan sekehendak hati dan terus mengeluarkan bunyi humming yang bisa mengekspos keberadaannya, kapal selam diesel electric hanya mengeluarkan bunyi yang minimal dan bisa on-off kapan saja. Dalam kondisi tertentu di perairan dangkal bisa saja kapal selam diesel electric ini berbaring diam dengan mesin mati yang akan mempersulit upaya deteksi lawan.

Di perairan dangkal dan berpulau-pulau atau di lokasi choke points, kapal selam nuklir yang besar dan bising merupakan lawan inferior terhadap kapal selam diesel electric, mereka bisa jadi sitting duck jika memaksakan masuk ke wilayah yang memang bukan habitat idealnya ini.

Namun tidak hanya di perairan dangkal dan choke points saja kapal selam diesel electric punya keunggulan. Pada berbagai latihan antara Angkatan Laut berbagai negara, kapal selam diesel electric ini mampu menunjukkan kehandalannya melawan berbagai platform tempur laut.  beberapa waktu yang lalu sudah ditulis dalam artikel lain mengenai prestasi kapal diesel electric Chang bogo-class yang mampu menenggelamkan kapal lawan tanpa terdeteksi hingga akhir latihan :

“Pada RIMPAC tahun 2004 CHANG BOGO ikut unjuk kemampuan. Kapal selam pilihan TNI ini berhasil meluncurkan total 40 torpedo simulasi terhadap 15 kapal permukaan, termasuk kapal induk bertenaga nuklir USS JOHN C Stennis dan kapal-kapal pengawalnya. Kapal selam Chang Bogo class ini lagi-lagi kembali mampu bertahan sampai akhir latihan tanpa terdeteksi dan tanpa mengalami kendala masalah mekanis selama beroperasi.” (JKGR).

Selain itu kapal selam ‘non nuclear’ lainnya juga mampu memperlihatkan kemampuan mereka dalam ‘menenggelamkan’ berbagai kapal permukan bahkan kapal selam nuklir dalam beberapa latihan.  Seperti misalnya pada latihan pertempuran samudera NATO pada tahun 1981  kapal selam diesel Canada, Venture, mampu ‘menenggelamkan’ USS Forrestal.  Pada latihan Northern Star 1989, kapal selam diesel Belanda Zwaardvis “menenggelamkan kapal induk” USS America. Pada RIMPAC 1996, kapal selam diesel AL Chili, Simpson, “menenggelamkan” kapal induk USS Independence. Pada latihan NATO JTFEX/TMDI99 kapal selam diesel Belanda, Walrus “menenggelamkan” kapal induk USS Theodore Roosevelt, kapal komando latihan USS Mount Whitney, satu cruiser, beberapa destroyer dan frigatte, serta kapal selam nuklir fast attack Los Angeles-class USS Boise. Pada RIMPAC 2000, kapal selam diesel Australia Collins class  “menenggelamkan” dua US fast attack submarines, dan nyaris “menenggelamkan” kapal induk USS Abraham Lincoln. Beberapa diantara kapal selam diesel electric tersebut diatas ada yang mampu lolos dan selamat tanpa terdeteksi walau ada juga yang kemudian terdeteksi dan berhasil dihancurkan oleh pihak ‘lawan’.

Dari hasil berbagai latihan diatas, terbukti kapal selam diesel electric tidak hanya mumpuni beroperasi di dalam zona pertahanan namun juga mampu (bahkan dalam beberapa hal lebih baik) dalam pertempuran di laut lepas dan samudera. Hanya saja, walau bagaimanapun memang kapal selam nuklir punya kemampuan dan karakteristik khusus yang tidak bisa digantikan oleh kapal selam diesel.

KESIMPULAN

Kapal selam bertenaga nuklir dan kapal selam bertenaga diesel mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mana yang lebih baik diantara keduanya tergantung pada kebutuhan dan strategi militer masing-masing negara pengguna.

Bagi Indonesia yang sebagian wilayah perairannya merupakan perairan dangkal dan mempunyai banyak choke points serta kepulauan, jenis kapal selam diesel electric adalah kapal selam yang memang paling sesuai untuk pertahanan wilayah perairan kita. Apalagi jalur ALKI di Indonesia juga digunakan sebagai jalur ekonomi dan jalur logistik/penumpang antar pulau hingga secara konstan adalah daerah yang ‘berisik’ dan lebih sulit melacak keberadaan kapal selam yang senyap.  Kapal selam diesel electric juga pilihan yang lebih rasional, tidak hanya dari segi kebutuhan taktis namun juga mengingat politik dan ekonomi Indonesia saat ini. – (NYD)

Dari berbagai sumber

Bagikan:

  205 Responses to “Kapal Selam Nuklir vs Diesel Electric”

  1.  

    Pertamax tanpa mantra :mrgreen:

    dipersembahkan untuk para newbie. welcome to JKGR

  2.  

    ikutan …..

  3.  

    gak ikutan ah 🙂

  4.  

    Hehehehehe…. mantap… 🙂

  5.  

    Pantes TNI pilih changbogo, la wong harganya jg beda gtu….secara harga yg mahal berbanding dengan kualitasnya.

    •  

      Kalo anjink kampungnya lagi agak-agak rabies, jangankan herder bung, singa ma harimau juga lari tunggang langgang… 🙂 (coba liat film “quarantine” tentang serangan rabies)

    •  

      ane msh ragu, emang bener ya, changbogo lebih mahal dr kilo???

      •  

        CBG untuk Indonesia terkesan mahal karena sekalian membeli ilmunya yakni program TOT tsb.

        •  

          Napa chang bogo lbh mahal dr kilo & u 212 ya??? Ga salah tuh para sesepuh mengenai harganya??? Klo u 209 ato cbg class tnpa tot hrga kosongnya brp??? Apa. Itu sdh trmasuk hrga tot $350 jt?? Scara korsel ndiri minta uang tambahan tot diluar hrga kapal klo ga salah $300 jt?? Mhn info para sesepuh warjag atas ketimpangan ini…

          •  

            itu adalah harga estimasidari kontrak (yang dilaporkan) $1bn usd untuk 3 unit atau kurang lebih 330 jt usd per unit. jika tidak salah tangkap, tambahan 300jt untuk ToT diluar harga unit. cmiiw

            sementara harga kilo-class antara 200-250 juta usd. menurut saya wajar harga CBG mahal. itu kan type 209 Jerman yang dimodifikasi korea. Jerman juga membuat type 209 yang juga diperbesar dan dipercanggih (seperti CBG oleh korea, hanya saja dilakukan Jerman sendiri) dengan nama Dolphin. harganya 8 tahun yang lalu saja sekitar nyaris sekitar $700 juta usd per unitnya, harga sekarang tentu lebih mahal lagi. improved Type 209 ala korea dgn harga 330-350 juta usd itu -imho- termasuk murah

            Dolphin = ‘improved 209’ ala Jerman = $700-800 juta usd
            CBG = ‘improved 209’ ala Korea = $330-350 juta usd

          •  

            kalau di improved ala kadarnya mestinya lebih murah ya bung now
            hehehe kalau threadnya,, bung now melayani tanya jawab 😀
            cie cie cie ngejar rating 😀

          •  

            he he he.., artikel basic untuk menambah pengetahuan, dibuat dadakan ketika kemaren ada yang nanya F-18 Growler dan S-60, saya pikir selain para narasumber dan military fanboys tentunya ada yang baru tertarik dengan hal alutsista tapi kurang bisa mengikuti. kalo rating bodo amat ah, saya malah rencananya mau bikin artikel yang berhubungan dengan ekonomi strategis, dijamin sepi 😀

          •  

            baru keingetan, saya bikin draft typhoon vs rafale :mrgreen:

  6.  

    afaik

    bung now, ks dieselnya itu terlalu murah harganya.

    est u-212 usd 800m~1.2b tergantung mission suite
    est scorpen usd 550m~1.2b tergantung mission suite
    kilo std est usd 350m
    kilo improved est usd 450m
    amur usd est usd 450m ~ 600m
    vastergotland est usd 350m ~ 500m
    dsme 209 est usd300m ~ 400m tergantung mission suite (murmer dan teknologi daleman bagus –>best buy)

  7.  

    cukup nyimak sambil nyruput kopi..
    hemmm… maknyuuzzzzzzz…. 🙂

  8.  

    jadi yang positif pasti diakuisisi RI yang mana ya…??
    mungkin enggak ya mama eli kasih lontongnya ke RI…
    Malon sama upil pasti iri dan cemburu abiesz dunkz ntar… hahahaha……….

  9.  

    Mau nanya, bisa ga kasel dideteksi dengan sistem “Subsea telemetry acoustic transceivers” atau “Sonardyne Baseline Subsea Template”. Semacam sonar yang ditanam didasar laut, lalu scanning diarahkan ke permukaan. Biasanya kan sonar dibawah kapal permukaan, trus sonar diarahkan ke bawah, tetapi posisinya mobile. sedangkan alat ini posisinya fixed semacam kamera pengawas tapi dipasang didasar laut. Jika ada obyek berisik dan padat lewat, maka obyek tersebut akan memantulkan gelombang sonar atau memancarkan gelombang suara yang ditangkap transceiver. Alat ini bisa dipasang bersamaan dengan kabel bawah laut untuk sumber tenaga dan komunikasi. Alat ini cocok untuk dipasang di setiap selat pintu masuk ke perairan yang lebih luas.

    •  

      @Kobu, kemarin-kemarin saya juga punya pemikiran yang sama dengan anda. mengingat luasnya lautan yang harus TNI AL amankan. saya kira akan lebih murah baik pengadaan maupun perawatannya katakannya fungsinya sebagai peringatan dini dasar laut yang bisa dipantau secara real time di sbuah pos komando gitu. gimana para sesepuh dan warjager?? ada bisa kasih pandangan
      ???

      •  

        maaf ralat katakannya = katakanlah

      •  

        itu ide bagus bung, setidaknya bisa memantau ks yang slonong boy. bila perlu dititik dekat batam dulu buat uji coba. jika terpantau kapal asing sekaligus dilock torpedo biar kapok

      •  

        Ada dan pernah dicoba dilautan situbondo protypenya namanya FAHSBS (FixedArray Hydrophones–Seabed Surveillance)

        UjiCoba Prototipe FAHSBS sebagai Teknologi Sistem Deteksi Kapal Selam
        Rekayasa sistem rancangan sotware dari prototipe FAHSBS ini dapat menentukan, menghitung dan mengukur beberapa parameter hasil pendetekasian terhadap kapal selam sebagai target, yaitu : jarak, kedalaman, baringan atau arah, ambient noise, self noise, seismic dan identifikasi dari target kapal selam atau bukan kapal selam,

        Prototipe FAHSBS ini mampu menampilkan sistem klasifikasi dari kapal selam sebagai target dan termasuk klasifikasi target bawah laut selain kapal selam.

        Rancangan prototipe FAHSBS yang berfungsi sebagai “mata dan telinga” dengan suatu kemampuan sistem deteksi yang dapat diandalkan. Dengan sifat sebagai mata dan telinga maka rancangan prototipe FAHSBS cara kerja dan sifatnya juga memiliki “Azas Rahasia”, terutama dalam hal instalasi dan penempatan array hydrophones di bawah laut dari rancangan prototipe FAHSBS,

        Array hydrophones yang ditempatkan di dasar laut oleh tim Paska TNI AL, kemudian pancaran gelombang akustik dari sonar kapal selam berhasil diamati pada layar monitor komputer dan sistem peralatan deteksi dari rancangan prototipe FAHSBS yang berada di KRI

        Sedangkan yang sudah dibeli dan ditanam di beberapa tempat didasar laut kabarnya sudah 3 tahun yang lalu CMIIW dan waktu itu pihak asing menwarkan untuk jasa memasangnya tetapi ditolak oleh TNI AL karena bila mereka yang masang sama saja bohong karena tau dimana ditempatkannya,

        •  

          ada batasan seberapa jauh deteksinya?

          •  

            FAHSBS ini dirancang berdasarkan Iptek gelombang suara atau akustik bawah laut, dengan source level dalam bentuk gelombang akustik yang dipancarkan oleh kapal selam sebagai targetnya akan mengalami proses sound propagation dan selanjutnya menghasilkan sound ray diagrams dan transmissions paths.

            Konsep dasar dari rancangan prototipe FAHSBS adalah terdiri dari The 5 basic transmissions modes : Isovelocity structure, Negative sound speed gradient, Positive sound speed gradient, Negative gradient over positive, dan Positive gradient over negative.

            saya tidak tahu berapa pastinya seberapa jauh deteksinya
            mungkin gambar ini bisa menjelaskan

          •  

            bung @Satrio, bukannya bagus tuh jika array hydrophones seperti dalam gambar dipasang di semua choke points?

          •  

            nambahi photo :

          •  

            sorry bung nowy…. cara ngecelin gbrnya gmn, thanks

          •  

            setau saya kalo di komen memang rumit bung, harus didownload, edit, update dan dimuat ulang dgn url JKGR. yang lebih mudah nyari gambar serupa dengan google dan pilih yang ukurannya kecil

          •  

            makasih infonya

          •  

            Nih fotonya, seperti biasa jadi produk rahasia lagi…

          •  

            @bung jalo

            Penemuan yg bermanfaat bung jalo bahkan sangat efektif.tp kayaknya bakal jd penghuni musium prototipe lg.knapa?karena kita lebih percaya brg ASU dan sekutunya yv di gadang gadang lebih canggih.

            Kawan2 sy di LIPI mengeluhkan hal ini.paper mereka bs di tumpuk me jadi sekedar gunungan laporan shg kita bs ke bulan tanpa roket….mereka mengeluh user lebih percaya omongan bule drpd karya bangsa sendiri.blm proven katanya.gmana mau proven kalo gak di coba.

            Tp sebenarnya satu intinya…karya anak bangsa akan menghilangkan potensi pendapatan dr komisi broker pengadaan di masa yg akan datang sehingga lebih baik dari awal dimatikan saja agar kepentingan tetap kekal abadi…

          •  

            Sepertinya salah cetak bung @Jalo? mungkin yg dimaksud 1000 meter di bawah permukaan laut

          •  

            Ia bener bung wehr, tapi beberapa hari lalu saya coba janjian ketemu dengan salah satu mahasiswa yg membuatnya… Tapi susah, karena katanya sekarang lagi dipinjam di dislitbang… Insyallah dalam waktu deket saya janjian ketemuan lagi…

          •  

            Syukurlah kalau begitu bung jalo.semoga mindset user dan pengambil keputusan beserta stake holder sdh berubah untuk lebih percaya produk bangsa sendiri yg lebih terjamin kerahasiaannya.demi kelangsungan sejarah bangsa ini yg kelihatannya sdh mengarah mau ganti bendera jadi bendera ying dan yang nya gu min ho he he he

          •  

            @Bung wehrmacht
            Bukannya kalau kondisi sekarang kita buat KS sendiri malah mudah untuk dideteksi mau bikin berapa biji.
            Karena semua sensor,senjata,navigasi mesti kelihatan beli berapa ,beli dimana,untuk membangun berapa KS.
            Kecuali kalau semua sudah bisa bikin sendiri pasti rahasia terjamin

            Contoh kemarin DSME beli 3 unit sistem navigasi dari Sagem safran maka ketahuan itu untuk diinstal di CBG pesanan Indonesia

            Kalau pingin gak ketahuan dan terjamin kerahasiannya ya beli dulu sampai jumlah cukup 12 unit.
            dari negara yang sudah bisa membuat sendiri kapal selam dan teknologi pendukungnya,,dan bisa lebih terjamin lagi rahasianya beli kepada negara yang mempunya Mou perlindungan informasi
            Maaf analisa ngawur

          •  

            Gak ngawurlah…masa bung satrio yg sesepuh bs ngawur he he he…

            Itu benar sekali bung satrio,meskipun kita beli sm negara yg mbahnya KS atau punya mou kerahasiaan,agen2 intelijen musuh kita sudah ada dimana mana.

            Walau katanya kita beli pd rusia yg ada mou kerahasiaan alutsista pasti musuh2 kita tahu.

            Mereka memiliki jaringan intelijen yg mapan dgn agen yg sdh ditanam bertahun tahun.bukankah mereka belajar pd org yg tepat yaitu frederick yg agung yg bilang: marschall du soubisse (panglima AB perancis era louis) selalu di dahului 100 tukang masak (karena doyan makan) sedangkan aku selalu di dahului 100 mata mata.inilah yg membuat frederick selalu menang dalam perangnya…

            Kalau mau kita hrs mandiri 100 persen atau di telanjangi 100 persen.makanya sy percaya kilo ada karena org luar tahu lebih baik dari kita…

            Cm pandangan ngawur newbi loh mas satrio…

          •  

            walah pakai sesepuh dan newbie newbie an
            wong cuma militery fans boy saja kok

            tetapi thanks atas sharingnya mencerahkan bung wie

          •  

            saya juga makasih atas diskusinya bung satrio…

          •  

            tp saya yakin bahwasannya ada salahtu calon presiden kita yg sangat menghargai para ilmuan kita. para sesepuh bisa gogling calon presiden yg mana yg sangat menghargai para ilmuan kita buat kemajuan bangsa kita. bukannya kampanye lo cuma kasi masukan & seterusnya terserah anda

        •  

          @satrio : KRI jenis apa yang bisa mendeteksi bung??

          •  

            @Dewakembar
            Saat uji coba yang dipakai adalah KRI Soputan 923.
            Kalau sekarang KRI apa aja yang bisa mendeteksi sepertinya itu masuk ranah rahasia

            @bung Indonesia banget
            Sepertinya hasil kerjasama dengan luar negeri
            Hasilnya bagus kok
            cmiiw

          •  

            kapal tunda kelas ocean cruiser..kenapa harus makai KRI itu ya sebelumnya

        •  

          Bung Satrio, FAHSBS ini apakah hasil R&D asli Indonesia apakah ada kerjasama dengan negara lain, trus hasilnya sekarang gimana??

      •  

        gimana om melektech….?

    •  

      Saya justru menduga kalau TNI AL sudah punya alatnya, tetapi karena lokasinya FIXED, maka koordinatnya menjadi rahasia termasuk jalur kabelnya. Colek para sesepuh dong.

  10.  

    Semakin mantaaapppp…..

  11.  

    bung nowy…., khabarnya Kelemahan dari kapal selam nuklir salah satunya adl waktu untuk mendinginkan reaktor nuklir, mk air panas tsb dibuang ke laut, meninggalkan jejak panjang di belakang kapal selam, dengan demikian, bahkan lebih terdeteksi oleh terdeteksi melalui sensor akustik, infra merah atau magnet. Benar apa nggak?

  12.  

    Assalamu’alaikum wr wb…met siang semua…
    Ijin nyimak Om, pakdhe, mbah2 smuanya…

  13.  

    Kapal selam Changbogo lebih mahal dari pada KILO & U212 ????????
    Emang kelebihannya dimana?

    Mohon pencerahannya dari para sesepuh warjager…

  14.  

    nyumbang link gambar…. lebih mudah lihat perbandingan besarnya….. 🙂

    •  

      thanks bung @isakuikie, gambarnya lebih bagus dari yang saya pake 😀
      Typhoon memang kapal selam terbesar di dunia, sayang konon akan di-scrap karena terlalu mahal biaya retrofit dan upgradenya. jika tidak salah inget bisa membawa hingga 200 hulu ledak nuklir 🙄
      Selain KS nuklir Russia juga mulai menghidupkan kembali rail-based senjata nuklir mereka demi memperkecil resiko preemptive strike musuh

      •  

        samasama bung nowyoudont, wong gambar dari internet kok, kebetulan saya nyimpan gambargambar militer.
        btw, kalau sekelas kilo saja sudah jadi hantu laut, bagaimana dengan kelas typhoon ya? janganjangan nyi roro kidul kalau kedatangan typhoon langsung bikin tarian penyambutan hanya agar tidak dipelototin typhoon 😀

        •  

          terakhir beritanya Typhoon akan discrap sebagai besi tua, alasannya biaya retrofit dan upgrade terlalu mahal dan lebih memilih menggantinya dengan Borei-class. sekelas ini cocok jika TNI AL ingin punya kemampuan (misal) menyerang Canberra dari selatan atau timur 😀

    •  

      Itu yg kecil gambar midget ya bung isakuikie?kecil bener bisa nyelem brapa dalem tuh?

  15.  

    KRI 590 lagi di pelabuhan batu ampar…lg apa ya.??
    trus kapan Latihan Yg Dibatam Jadinya…. Mohon infonya trima kasi….

  16.  

    ternyata cbg yg dulu d remehkn olh bnyk pihak memiliki kemampuan yg ruaaaar biasa……ga sakh dounk tni al mengakuisinny sbg arsenal oenjg kautan nkri.

    •  

      yup setuju bung.. malah saya lebih menunggu pembangunan di PT. PALnya.. klw kita sudah bisa buat lebih menakutkan lagi klw buat banyak tapi ngak dipublish, lautan kita jadi banyak hantunya..:D. hehe

  17.  

    86 tercopy informasinya. salam knal buat smuanya warga jakartagreater

  18.  

    @ mas nowyoudont

    jika amur atau kilo atau setidaknya changbogo bakal dibebani fungsi pengawasan choke point, maka dimanakah letak fungsi strategis kapal selam mini (midget) ?

    apakah fungsinya tergantikan dengan kendaraan tempur bawah air ‘mainan’ kopaska atau keduanya merupakan alat tempur dengan fungsi berbeda.

    saya pernah baca bahwa kita dulu pernah dibimbing pelaut jerman ketika membuat midget di awal masa kemerdekaan sebelum akhirnya dirampas belanda.

    di artikel yang lain, saya pernah baca bahwa korut menawarkan teknologi midget kepada kita, dan mereka memakainya di perairan dangkal (berkarang). betulkan informasi itu ?

    apakah kita juga memiliki teknologi untuk midget ?

    mohon pencerahannya gan…. terima kasih

    •  

      kapal selam mini bisa sama mematikannya dengan kapal selam ukuran standard, kekurangannya paling hanya jumlah senjata yang bisa dibawanya lebih sedikit. kapal perang Korsel pernah dihancurkan oleh serangan torpedo yang dperkirakan datang dari ks midget

      ks midget lebih murah, lebih sulit terdeteksi, bisa ngejar kuantitas dan punya effect deterrence besar karena jumlah dan penempatan ‘gelap’. Petinggi USN saja pernah mengakui kesulitan dalam ancaman perang asimetris menghadapi ancaman kapal selam midget Iran di Hormuz. Seperti yang dikatakan Stalin “quantity has a quality all its own”

      ketinggalan, iya korut konon menawarkan teknologi ks midget mereka. hubungan RI-Korut cukup baik

      •  

        menarik juga tuh strategi iran di hormuz

        semoga setelah menguasai teknologi chang bogo, kita kemudian juga memproduksi kapal selam mini…

        lebih murah, bisa diproduksi lebih banyak, dan bisa disebar ke segala penjuru nusantara

        bisa niru strategi ‘wolf pack’ jerman ketika PD2, keroyokan menghajar LCS… hehe

        terima kasih mas nowyoudont

  19.  

    ane msh ragu, emang bener ya, changbogo lebih mahal dr kilo???
    tp yg saya tahu, banyak yg kecewa dg pemerintah yg tiba2 g jd beli kilo,
    tahun 2013 kemaren Menhan secara jelas mau beli kilo (opsi: bekas / baru)
    ehhhh tiba2 kmaren batal beli, kok g konsisten gtu yaa,
    banyak yg kecewa termasuk saya -_-

    •  

      apa jgn2 itu cm “berita hiburan” aja biar kita g kcewa,,
      dengan cara mengunggul-unggulkan changbogo, emang kilo g punya prestasi.. kita tau kilo punya prstasi lebih yg mngkin tak bnyk yg tau.

    •  

      bukannya saya meragukan kemampuan changbogo, tp alangkah lebih baik jika menggabungkan KILO+CHANGBOGO, tdk changbogo aja,,

      •  

        wah klw kilo+changbogo itu sudah tugasnya ship design engineer..:D. maaf just for fun.

        •  

          memang dr sisi teknologi korea msh tertinggal dr rusia, korea bs buat KS kan baru2 ini, itu pun versi yg sangat standart, sdangkan rusia sdh dr dulu. teknologinya jg maju. Tp anehnya kita mlah milih korea yg jg baru bljr.. walaupun kita mau dikasih ilmunya katanya. (saya yakin g bakal 100% dikasih)

          •  

            trus buat apa klw salah satu dibangun di dalam negeri. klw namanya ngak dikasih yaah mending dibangun diluar(negaranya) lagian khan diasistensi mereka kita yg membangun. jadi lebih baik praktek daripada teori saja. analoginya lihat LPD makasar.. prinsupnya kemungkinan 99.9% sama.

    •  

      batal beli kilo bekas karena pas di check banyak kerusakan dan anehnya tidak mau mengeluarkan biaya perbaikan (F16 saja yang harus upgrade mau keluar biaya)…

      tapi ada optional lain… khan menhan bilang mau beli baru atau bekas? jadi ya tenang saja, menhan pasti mempertimbangkan beli baru… tapi ada berita kalau indonesia bakal beli product kapal selam buatan indonesia (hasil tot dengan korsel)

  20.  

    Mantabs banget…lebih mantabs kalau dalam lambung kapal tertera made in indonesia

  21.  

    Duh telat sangaaaaad…..
    Keasikan mlototin diskusi Lapan Kunjungi China….
    Lanjut…..

  22.  

    Singapore & Ausi sangat takut indonesia memiliki ks kilo, sampai melakukan penyadapan, tapi adem ayem saja dengan planing 12 cbg.
    berarti mereka ketipu yaa… :mrgreen:

    •  

      harusnya mereka lebih takut lagi klw kita akuisis changbogo + pembuatan didalam negeri.. bisa jadi improved changbogo..:D. saya lihat acuanya pada LPD makasar yg sudah dibangun dengan Asistensi DSME dan hasilnya pun Sempurna..wkwk.: D

    •  

      Menurut saya justru sebaliknya, aussie dan singapur “mengarahkan” RI utk membeli kilo (yg sudah out of date) agar tidak membeli amur (yg bisa membawa10 rudal-bandingkan dgn kilo yg hanya bisa membawa 1 rudal) dan cbg si penjegal armada penyerang. Cmiiw

  23.  

    tetep aja bung, menurut ane CBG blm battle proven, memang sih CBG copyan U219,,

    •  

      jika parameternya harus exact persis jenis yang real battle proven pilihan terbatas pada KS eks perang dunia II 😀

      •  

        Ada sih bung now yg plg mendekati…U209 1.100 ton argentina dgn nama ARA San Luis pernah kucing kucingan dengan gugus kapal induk invicible inggris saat perang malvinas th 1982 dan tak terlacak.padahal yg nyari dari kelas fregat sampe destroyer termasuk KS nuklirnya.tp gak ketemu.bahkan invicible bahkan sempat terancam karena di torpedo tp tdk kena.San Luis berhasil lolos dari kepungan dan kembali kepangkalannya dgn selamat.salah satu bukti kehandalan KS jerman…

        •  

          ( Simak kembali bagaimana Inggris dalam peperangan Malvinas berusaha mati matian untuk mengetahui dengan pasti posisi salah satu KS type U- 209 /1300 milik Argentina yang kebetulan berada diluar pangkalan , yang kemudian ternyata sedang membuntuti kapal induk Hermes . Hanya nasib baik saja yang melindungi Hermes : pintu peluncur torpedo KS tersebut macet saat disiapkan untuk melaksanakan balas dendam atas tenggelamnya penjelajah Argentina , General Belgrano ! )

      •  

        betul bung @wehrmacht, kebetulan saya juga baca ketika nyari referensi. prestasi yang terbaru kapal diesel electric di ‘dunia nyata’ terjadi tahun 2006 ketika kapal diesel electric AL China mampu mendekati supercarrier USS Kitty Hawk dalam jarak yang sangat dekat. itu kapal terbaru yang “battle proven”

        Maksud saya tadi adalah jika parameter ganti KS harus type dan jenis yang real battle proven maka kita ga bisa ganti kapal selam terbaru, karena duo Cakra juga type 209 dan Chang bogo juga berbasis design type 209 teknologi Jerman yang mapan dan diupgrade dengan teknologi terbaru

        •  

          Betul bung@now. CBG layak di pilih karena toh jeroannya banyak yg buatan jerman juga.apalagi kita sdh akrab dgn U209 shg tdk perlu familiarisasi saat menerima CBG.bgitu terima langsung operasional.

          Kalau kita buat sendiri saya sih berfikir realistis.komponen utama seperti mesin,sonar,sistem periskop,pasti masih impor.untung saja baterai KS sdh bs buat sendiri.baterai itu saja sdh memakan seperempat ruang kapal.tinggal kita pikirkan mengisi sendiri tiga perempatnya.optimis suatu saat kita bisa 100 persen mandiri.

          •  

            tiap denger impor saya selalu teringat payung dan ikan asin 😀

            mungkin itu memang salah satu pertimbangan mengapa pilih CBG, biaya pelatihan kan juga besar. mudah2an saja setelah pembangunan lokal nanti secara bertahap persentase komponen lokal juga akan meningkat. Efek dominonya enambah pekerjaan dalam negeri, lebih kebal embargo dan menghemat devisa

          •  

            Yap tepat bung now,multiplier effect.mulai dari produsen komponen sampai pengusaha warteg dan kosan di sekitar pabrik KS…

            Cm sy berharap janganlah kita jual keluar negeri seperti anoa dan CN series.sakit rasanya kalau nanti di pakai buat menghantam kita.ini alutsista yg sangat menyita waktu dan tenaga jg mengorbankan anggaran yg tdk sedikit untuk mendapatkan cara membuatnya.jadi seperti keledai kita…

          •  

            IMHO- seperti makan jengkol bung @wehr, dikit bau banyak juga bau mending makan sebakul sekalian 😀 ,maaf kalo analoginya ancur, maksud saya penjualan senjata jika dilakukan dengan serius dan besar2an bisa jadi tekanan politik bagi negara konsumen. Contohnya US dan mulai diikuti China, bahkan Jepang sedang berusaha merubah konstitusi untuk bisa eksport senjata karena melihat beberapa negara Asia tenggara kena dalam cengkraman China yang salah satu penyebabnya adalah lewat diplomasi supply senjata.

            tapi terus terang saja, saya pikir untuk jadi importir senjata atau komponen senjata level dunia masih jauh bagi industri strategis kita. di Asia tenggara saja ada ST-kinetic yang masih lebih moncer dan kinclong daripada industri dalam negeri. R&D, R&D dan R&D

          •  

            Sy yakin kalau indonesia serius kita akan jadi raja Alutsista di Asean.ST Kinetics mah lewat…R&D kita banyak menemukan hal baru misalnya spesies baru selfdefense gun yaitu pistol serbu untuk awak kavaleri yg lebih superior daya sembur peluru dan jarak jangkau dari pistol namun dgn bobot lebih ringan dan lebih kecil dr SMG.itu rancangan sworg kolonel kavaleri yg kemudian masuk museum dislitbang AD san tdk kedengaran lg…

            Blm lg RWCS untuk panser dan tank kita,KS midget,Gandiwa dan masih banyak lagi…semua sdh mengisi daftar isi museum litbang…

            Dulu waktu periskop KS kita rusak dan kita embargo NATO,LIPI dan dislitbang TNI AL yg mengotak atik rancangan Carl Zeiss itu dan berhasil…bengkel sederhana kita sanggup menyelesaikan pekerjaan computerized standar pabrikan…luar biasa energi anak bangsa kita.

            Sayang pemerintahnya mental babu…

          •  

            Jika kita benar-benar serius, kita bisa ada di 5 atau 4 besar dunia, karena potensinya memang ada, baik dari SDA maupun SDM. Kita liat saja bung, jika dana R&D minimal setara dengan Singapura secara stabil, baru ada harapan beberapa waktu kemudian industri strategis dalam negeri bisa masuk pasar dunia

  24.  

    Menurut saya kapal selam nuklir lebih irit biayanya, karena cukup sekali saja dalam 25 – 30 tahun untuk ganti reaktornya. Dalam waktu itu mereka bisa 25 tahun hidup di dalam air

    •  

      komentar yang bikin frustasi 😀
      setau saya reaktornya sendiri sekali isi bisa bertahan 80 tahun, kendala justru dari struktural platform yang hanya bertahan 30 tahunan dan tambahan 15 tahun lagi jika melalui program SLEP

    •  

      tambahan keterangan:
      “nuclear submarines can cost 21 million USD per year to operate, along with 200 million USD refuelling and modernizing at half-life of 15 years, which adds up to 830 million USD over nuclear sub’s lifetime. At the end of service life, it can be refuelled and overhauled for 410 million USD, giving it another 12 years of life, and adding 662 million USD to total lifetime operating cost”

      21 juta per tahun operasional
      200 jt pertengahan masa service
      total 830 juta USD
      overhaul 400 jt + 12 tahun masa aktif
      830+400+(21×12)
      total $1.482bn USD diluar harga unit, persenjataan dan proses membuang limbah nuklir di akhir masa aktif yang juga butuh biaya tinggi

  25.  

    cbg yg dibuat oleh pal nanti disematkan club-s #sangat berharap.

  26.  

    nais inpoh bung,

    @ all semua warjager

    setelah saya baca posting dari bung now, ada halnya kita juga perlu membahas tentang crew dan kedalaman….
    tentunya hal yang sangat dasar perlu diketahui semua warjager khususnya saya untuk menambah wawasan……
    NKRI mempunyai luas lautan yang membentang , sampai ada lagu yang berbunyi
    “aku adalah anak kapiten…….” 😀

    nah pertanyaan saya:

    1.untuk artikel diatas kapal selam nuklir dan diesel itu cocok untuk diperairan apa (dangkal/dalam/keduanya)
    2.bila ada spesifik dangkal dan dalam,kira2 kapal selam nuklir or diesel itu cocok diperairan indonesia area mana?
    3.kira2 berapa crew untuk mengoperasikan kedua kapal selam tersebut (nuklir or diesel)
    4.nah leader untuk kapal (nuklir-diesel) tersebut kira2 yang jadi lead ” pundak ” berapa ya? 😀

    itu dulu deh pertanyaan saya, sebelum ke teknis/hi tech nya lebih dalam sedalam kapal menyelam 😀

    monggoh dijawab n dibabarin biar semua ada pencerahan khususnya saya

    cuma tanya
    maaf cucu lancang

  27.  

    bung meong

    hiii……ngeri kalau bicarain KS bung…. semua HOAX 😀 😀
    tar ada yang ngejunk lagi 😀

    semoga anda jeli disetiap artikel dan komen

    salam kenal bung
    semoga betah 😀

    cuma salam kenal
    maaf cucu lancang

  28.  

    Menurut saya justru sebaliknya, aussie dan singapur “mengarahkan” RI utk membeli kilo (yg sudah out of date) agar tidak membeli amur (yg bisa membawa10 rudal-bandingkan dgn kilo yg hanya bisa membawa 1 rudal) dan cbg si penjegal armada penyerang. Cmiiw

  29.  

    Singapura kecil tp punya byk KS karena dengan KS lah mereka bisa keluyuran…lah dengan patrol ship saja australia masuk seenak udelnya tanpa di peringati pake pura-pura sdh terbca radar, pembiaran itu justru kesalahan fatal, australia akan lebih malu kalau setelah masuk terus diusir dan diumumkan ke media luar kalau Kapal perang autralia berhasil diselamatkan karena nyasar ke wilayah NKRI

    lihat tuh turki pespur suriah masuk ditembak jatuh setelah diperingati, itu tandanya garda penjaga depan berfungsi dan aktif.

    “Klo kantong bolong lebih baik diperbaiki bukan malah dibiarkan dengan memindahkan kekantong yg lain “

    •  

      Anda ini maunya apa? Cobalah anda baca beberapa posting dari para sesepuh. Kapal selam Singapura dan Ausy bebas keluyuran di NKRI? Ada kapal selam negara asing yg ketangkap masuk wilayah NKRI yg dah jadi bangkai meskipun awaknya diselamatkan….dan negara itu sampai sekarang masih ketakutan. Ada KS dari negara super power yg keluyuran dan bisa ditangkap yg akhirnya mengajak latihan KS bersama.
      TNI dan Pemerintah itu kumpulan orang2 yg DEWASA secara Psikologi, sehingga persoalan dapat diselesaikan secara baik2 tanpa publikasi.

      •  

        Saya yakin TNI itu sdh lebih dewasa terlebih saat mengakui dan mendepak perwira AL yg tertangkap narkoba meski itu perwira berprestasi.

        Membuang yang jelek supaya yang lain tidak ikut jelek itu sangat DEWASA.

        Salah satunya penerobosan kapal australia sampai berkali”, apa itu kekurangan personil ataupun alat hendaknya segera diperbaiki.

        Rakyat awam taunya klo ada pelanggar teritori seperti kejadian di ambalat itu patut diakui jempol dengan mencegat langsung tapi ini berbeda dengan kejadian oleh australia dari situ bisa terlihat bahawa sebenarnya ada titik bolong di daerah tersebut.

        Bagaimanapun juga terjadi konflik atau tidak konflik rakyat jugalah yang ikut merasakan

        •  

          Pernah baca komentar sepuh2 lupa di artikel yg mana….., masalah ausie isunya dibiarkan sedikit menerobos n beberapa kali wilayah selatan kita bukan tanpa penjagaan….udh ada ks kita katanya yg ngelock dan siap tembak klo udh msauk wilayah kita terlalu dalam, tapi dibiarkan selama masih di garis perbatasan salah satunya utk menjadi justifikasi berita pembelian ks ruskie dlm jumlah yg lumayan…..

          Klo kgk tetangga sonora teriak2 ngapain indonesia mesen ks lumayan bejibun….
          Waktu itu ada sepuh yg ngasih link artikel judulnya jepang mempertanyakan sikap indonesia mendatangkan beberapa ks dlm kondisi damai alias adem ayem….

          ada jg link berita ada kapal ausie yg kena sundul katanya….tpi mereka baru tau kapalnya bocor bgitu docking….

          CMIIW……

          Cuma berita noraknya ausie ini dipolitisasi/digunakan oleh sebagian pihak oposisi di indonesia utk (makin) melemahkan legitimasi pemerintah dimata rakyat….

          IMHO banyak isue2 yg diplintir/dipolitisasi ama Partai2 oposisi utk menjatuhkan citra dri partai penguasa/pemerintah….saya bukan mau membela siapapun tpi kita memang harus lbih cermat dan meneliti kembali (tabayun) setiap berita/isu2 yg ada…..

      •  

        om dawala, klo boleh tau yg punya bangkai tu apa yg msh trauma ma seragam kko ya ato yg dr kampungnya hang tuah?

    •  

      Pernah baca komentar sepuh2 lupa di artikel yg mana….., masalah ausie isunya dibiarkan sedikit menerobos n beberapa kali wilayah selatan kita bukan tanpa penjagaan….udh ada ks kita katanya yg ngelock dan siap tembak klo udh msauk wilayah kita terlalu dalam, tapi dibiarkan selama masih di garis perbatasan salah satunya utk menjadi justifikasi berita pembelian ks ruskie dlm jumlah yg lumayan…..

      Klo kgk tetangga sonora teriak2 ngapain indonesia mesen ks lumayan bejibun….
      Waktu itu ada sepuh yg ngasih link artikel judulnya jepang mempertanyakan sikap indonesia mendatangkan beberapa ks dlm kondisi damai alias adem ayem….

      ada jg link berita ada kapal ausie yg kena sundul katanya….tpi mereka baru tau kapalnya bocor bgitu docking….

      CMIIW……

      Cuma berita noraknya ausie ini dipolitisasi/digunakan oleh sebagian pihak oposisi di indonesia utk (makin) melemahkan legitimasi pemerintah dimata rakyat….

      IMHO banyak isue2 yg diplintir/dipolitisasi ama Partai2 oposisi utk menjatuhkan citra dri partai penguasa/pemerintah….saya bukan mau membela siapapun tpi kita memang harus lbih cermat dan meneliti kembali (tabayun) setiap berita/isu2 yg ada…..

      •  

        begitulah bung yang namanya oposisi…menjatuhkan dan mengkritik supaya kredibilitas serta legitimasi jatuh tetapi tidak ada solusi..cuma bisa ngomong doang..

        hal seperti ini yang membuat banyak rakyat yang golput.. salam

  30.  

    sebentar lagi singpura dan Australia akan memiliki LHD yang punya fitur serang amphibi, mereka cerdik membangun kapal induk seolah buat helikopter padahal itu difungsikan untuk penempatan F35.

    NKRI masih berkutat di Politik, politik dan politik, lengkap sudah klo singpaura memiliki F35 maka mereka akan keluyuran di udara dengan F35 dan keluyuran dilaut dengan KS, batasan sebagai negara kecil akan segera menghilang

    •  

      sampai saat ini tidak ada berita RAN akan membeli pesawat tempur carrier based, tapi Canberra class memang indikasi yang mengancam untuk kita, terutama karena USN dgn F-18 carrier based (dan nantinya F-35B) berpangkalan di Darwin dan Perth. Saat ini yang bisa dikonfirmasi baru F-35A oleh RAAF, 72 unit dengan kemungkinan menjadi 100 unit (3-5 squadron)

  31.  

    “TABAH SAMPAI AKHIR”. . .

  32.  

    Tidak usah risau…biarkan nyi roro kidul bertindak 😀

  33.  

    coba kita berfikir diluar kotak barang sebentar

    mari membahas kapal selam mini (midget)

    dari sebuah blog saya dapatkan fakta-fakta seperti ini

    (http://arjuna-sasrabahu.blogspot.com/2011/07/midget-naval-version-im-x1.html)

    1… Serangan Balatentara Dai Nippon ke pangkalan Angkatan Laut Ameri ka di Teluk Mutiara / Pearl Harbour pada sekitar bulan Desember tahun 1942 yang lalu, , selama ini dikenal orang dengan didahului oleh serangan pesawat terbang tempur Penerbangan Angkatan Laut keKaisaran Jepang…. Akan tetapi , sebenarnya , beberapa jam sebelum hal tersebut terjadi , dua buah midget / baby submarine Angkat an Laut Jepang [ dibawah Letnan Sakamaki dan Letnan Akira Hirowo, yang diluncurkan dari kapal selam I-24 dibawah Kolonel Hanabura , “Geschichte des U-Boot Krieges 1939-1945”, Leonce Peillard, Heyne Bucher, 1991 ] telah berusaha mendahului membuka operasi tersebut , dengan menerobos masuk melewati jaring pertahanan anti kapal selam secara mengikuti diam-diam suatu Destroyer Angkatan Laut Amerika yang masuk ke pelabuhan , dari jarak yang amat dekat sekali !

    2.. Dimasa akhir akhir inipun , rasanya kita belum lupa , bagaimana sebuah mid get Korea Utara yang mendaratkan sekitar 22 orang pasukan komando , telah membuat pihak lawan mereka , dalam hal ini Korea Selatan , harus mengerahkan sekitar 40.000 ( empat puluh ribu ) personil militer … suatu taruhan yang tidak akan pernah ada duanya didunia ini

    3… Dalam Perang Dunia ke II yang baru lalu , kapal perang pihak Inggris yang berlabuh dipelabuhan Allexandria telah men jadi bulan-bulanan sasaran sabotage dari para komando manusia katak / frog man dari satuan khusus Angkatan Laut Italia ,yang ditransfer ketempat tersebut dengan midget . Bahkan , konon khabarnya , komando pasukan katak tersebut berhasil membuat markas disalah satu kapal tua yang telah dispose dan masih dibiarkan bersandar dipelabuhan tersebut.

    4.. Pada saat yang sama , dimandala perang Pasifik , pihak Angkatan Laut Amerika pun kewalahan menghadapi satuan khusus Angkatan Laut Jepang : dari udara mereka menebarkan bencana melalui pesawat terbang “Kamikaze” , sedang dari bawah air mereka mengirimkan kehancuran dengan torpedo berjiwa , Kaiten , yang di gendong dipunggung midget type S mereka.

    5.. Rasanya , belum pernah ada peralatan yang mempunyai nilai perban dingan biaya pembuatan terhadap hasil kerja yang setinggi midget , khususnya dalam pengadaan peralatan militer , dimana yang dikejar biasanya adalah efektifitas dan tingginya kill probability , akan tetapi, terkadang sedikit agak melupakan nilai efisiensi serta cost effectiveness ratio! Sekarang ,dalam masa managemen modern , dimana efisiensi penggunaan dana senantiasa dipertanyakan berulang kali , rasanya kita sudah harus mulai berpikir untuk membuat wahana perang dengan managemen kwantitatif: cost effectiveness ratio harus mendapat perhatian yang lebih besar porsinya!

    6.. Apalagi bila harus kita kaitkan dengan tersedianya awak kapal yang meme nuhi persyaratan untuk jadi crew kapalselam , yang senantiasa amat terbatas: awak midget hanya sebelas orang, terdiri dari 7 orang awak pelaut plus 4 orang komando , awak KS type U-206 / 450 : 22 orang , sedang awak KS type U-209 / 1300 : 37 orang, dan awak Whiskey class kita yang lalu: 67 orang, sedangkan awak Kilo class yang akan datang: 53 orang!

    7.. Apabila biaya ini dibandingkan dengan kapal perang jenis apapun , pastilah biaya pembuatan midget akan menempati urutan yang tertinggi dalam peringkat rendahnya biaya pengadaan .! Pembuatan sebuah kapal cepat patroli / FPB misalnya adalah sekitar US $.25.000.000.- (duapuluhlima juta dolar), sedangkan pembuatan sebuah kapalselam baru yang setara dengan KS type U-209 klas 1600 ton , akan memakan biaya sekitar US $ 600.000.000.- ( enam ratus juta US dolar ) , suatu harga yang apabila dipergunakan untuk membuat midget , akan mengha silkan hampir seratus buah midget !

    8.. DAN TERNYATA TNI AL JUGA SUDAH MELAKUKAN STUDI BANDING… Pada saat ini , Angkatan Laut negara sahabat kita , Pakistan , sedang membu at midget dengan ukuran bobot sekitar 115 ton , panjang sekitar 25 meter , dari tipe SX 756, dibuat dengan biaya sekitar US $ 7000.000.- (tujuh juta dolar) saja ( catatan saat kunjungan kerja ke Pakistan Navy, dengan SPRIN KASAL No.SPRIN/492/VI/1996 tanggal 5 Juni 1996, penugasan ke untuk melaksanakan studi banding, dengan tugas khusus bagi urut no.2 mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang kapalselam dan “midget”) yang dibuat dengan lisensi dari galangan Cosmos ( Construzioni Motoscafi Sottomarini) Livorno, Italia. Jauh hari sebelumnya, sejak tahun 1955 Angkatan Laut Pakistan telah mengoperasikan enam midget tipe SX 506, dengan data teknis yang tidak jauh berbeda dengan midget tipe SX 756 yang kini mereka bangun sendiri.

    fakta yang tidak mengecewakan, mengagumkan malah menurut saya…

    saya setuju jika kita mengakuisisi chang bogo, bahkan jika ternyata kita sudah mengakuisisi amur-pun saya makin bahagia..

    tapi sebenarnya ada alternatif arsenal strategis yang lebih murah dan sama mematikannya… kapal selam mini (midget)

    monggo juragan… kita bahas bersama (maaf kalo tidak sesuai tema diskusi)

    terima kasih

    •  

      opini saya di atas didasarkan pada kemampuan midget dalam kapasitasnya sebagai sebuah kapal selam mini

      midget tidak hanya difungsikan sebagai sarana transportasi… tapi sepenuhnya memegang peranan selayaknya kapal selam standar…

      mari kita bayangkan jika kita punya banyak midget yang bisa keroyokan menghajar LHD-nya aussi…

      sama seperti sekumpulan serigala mengelilingi mangsanya… sama seperti teori yang dianut u-boat jerman dalam perang dunia 2

      wolf pack…

      •  

        Dear bung afiq…

        Setau saya KS jerman bukanlah KS midget pada era itu.buktinya mereka bisa beroperasi mandiri di samudera atlantik yg terkenal ganas lautnya…

        Beroperasi mandiri pun U Boote sangat lihai…pada th 1941 U-47 berhasil menembus scapa flow yg jd pangkalan utama AL inggris dan menenggelamkan sebuah kapal induk dan sebuah battleship di kandangnya sendiri dan U-47 berhasil keluar dengan selamat…

        •  

          @ wehrmacht

          betul gan… mereka pake u-boat…

          maksud pembicaraan ane, doktrin perang mereka untuk menyerang konvoi kapal kargo sekutu dengan cara bergerombol dan menyerang bergantian seperti sekumpulan serigala (wolf pack doctrine)…

          berarti kapal selam mereka BERJUMLAH BANYAK dan bekerjasama dalam misi pencegatan…

          nah… kalo beli kilo class atau amur class… ataupun jahit sendiri chang bogo class dalam jumlah banyak kan tentunya butuh biaya besar…

          kalo kita jahit midget sendiri… bisa bikin banyak… dan doktrin wolf pack bisa kita pake…

          hehe… begitu maksudnya mas wehrmacht…

          by the way… sepertinya kita mengagumi angkatan bersenjata yang sama neh…

          (menurut ane jerman pada PD2 hebat walaupun di lain sisi aktifitas genosida mereka tidak bisa dibenarkan)

          •  

            Hehe….makanya sy pake nick wehrmacht yg berarti angkatan bersenjata negara…tadinya mau pake kriegsmarine (angkatan laut perang) krn saya emang idola sm KS Nazi tp kyknya kok sayang Heer (AD) dan luftwaffe (AU) yg sama sama fenomenal gak di singgung…akhirnya sy pake induknya ajah he he he…

  34.  

    ada info yang ternyata sama menariknya… wahai juragan….

    1.. Peperangan anti kapalselam, yang dilakukan oleh kapal atas air terhadap kapalselam, dipengaruhi secara langsung oleh banyak hal. Antara lain, kemampuan mereka mendengarkan suara lawan, dhi kapalselam/midget, yang diwakilkan pada beberapa set perangkat akustik, mulai dari sonar baik pasif maupun aktif, side looking sonar, towing sonar, intercept sonar, VDS (Variable Depth Sonar). Dengan peralatan tersebut, mereka lalu diharapkan akan dapat mendengar signal akan adanya kapalselam yang diburu, mem”pinpoint” kedudu kan kapalselam lawan, dan menghancurkannya. Secara teoritis, penghancuran kapalselam dalam peran dan taktik ASW (Anti Submarine Warfare) itu lalu akan semudah membalikkan telapak tangan, atau semudah mengatakan “one, two, three”!

    2.. Akan tetapi, dalam kenyataannya, pengoperasian sonar, yang paling modern sekalipun, dalam mendeteksi adanya kapalselam, ternyata tidak semudah itu. Di samping kwalitas peralatan sonarnya sendiri (dalam arti S/N ratio, perbandingan antara signal dan gersik, power transmitternya dll), juga masih amat banyak dis turbance input yang akan mengganggu penangkapan signal, dalam konteks pepera ngan anti kapalselam, khususnya dalam perairan didaerah tropis.. Antara lain, pengaruh CTD (Conductivity, temperature and Density) yang akan amat mempengaruhi karakteristik propagasi, pengaruh biota laut (clamping shrimps, yang saat mengatupkan supitnya, menimbulkan suara bising yang amat ramai dalam frekwensi tertentu, yang justru merupakan frekwensi kerja sonar, yang bisa terdengar bermil mil jauhnya), pengaruh sejenis ganggang yang memiliki gelembung udara yang dapat meredam pancaran sonar ( referensi: “Perilaku akustik ganggang Microcyste sampai ke Sonar Absorbent Material”, majalah TSM (.Teknolog dan Strategi Militer.) edisi no.67-68 tahun 1993), dan masih banyak lagi hal lain yang berada terlalu jauh diluar khazanah kemampuan penulis.

    3.. Perlu ditekankan disini, bahwa masalah ini bukanlah masalah yang sepele. Masalah ini pernah menjadi perhatian penuh Angkatan Laut Negara jiran kita, Malaysia, dalam mempersiapkan dirinya karena merasa ketakutan menghadapi Angkatan Laut kita yang telah lebih dahulu memiliki kapalselam type U-209 dari Jerman. Pada sekitar tahun 1986, mereka pernah meminta KAE (Krupp Atlas Elektronik), yang mengambil alih seluruh keahlian dalam masalah sonar dari keseluruhan perusahaan sejenis yang ada di Jerman, untuk membangun laboratorium guna meneliti perilaku signal akustik didaerah mereka. Hal ini secara tidak sengaja terungkap, ketika kelompok SATGAS YEKOVH CKA /401, yang terdiri dari Komandan CKA/401 (Letkol Wartono Soedarman, terakhir, Laksamana Pertama, LEMHANAS), penulis sebagai Staf DANSATGAS sekaligus menjadi interpreter, dan mayor Soehardiman (Perwira SEWACO) mengunjungi KAE untuk mengikuti presentasi ISUS (Integrated Submarine and Underwater Sonar), yang lebih complex dari CSU 3.2 milik kita. Setelah mengadakan survey keperairan Malaysia, KAE memperoleh data, bahwa suara gangguan setempat (ambient noise) terhadap sonar, yang datang dari lingkungan setempat, sedemikian rupa amat bisingnya, sehingga dipandang akan percuma membangun laboratory um, karena tidak mungkin mengadakan penelitian signal akustik sesuai permintaan mereka.

    4.. Dari uraian diatas, tampak, bahwa bila kita menguasai benar benar karakteristik perairan kita, baik dari sisi perilaku air lautnya sendiri dalam kaitan nya dengan CTD, juga pengaruh biota lautnya, maka kapalselam kita, lebih khusus lagi: midget kita, kecuali karena bidang tangkapnya yang kecil, juga karena berada dalam ruang tiga dimensi, relative akan amat sulit terdeteksi oleh sensor bawah air kapal atas air musuh kita! (Referensi: US Navy “Anti Submarine Operation” NW 2004, dan ATP 28 Allied Tactical Procedure: “Submarine and Anti Submarine Operations” ). Sedangkan dari sisi kapalselam, khususnya midget, untuk mendeteksi lawannya kapal atas air yang memburunya, atau sasarannya, masalah tersebut tidak menjadi handicap yang terlalu besar. Hal ini terjadi, kecuali karena midget justru berada didalam layer yang menguntungkan bagi penangkapan signal sonar, juga posisi lawannya berada dalam bidang yang berdimensi hanya dua! ( Mohon disimak ‘’ Aplikasi penguasaan karakteristik propagasi sonar di perairan daerah tropis pada pengoperasian kapal selam ‘’ Jalesveva Jayamahe edisi XVIII Desember 1993).

    5.. Sekedar sebagai contoh praktis, kapalselam Jerman saat Perang Dunia ke II, yang saat itu dijuluki generasi “tauch boote”, kapal yang lebih banyak berada diatas permukaan, dan hanya menyelam apabila dibutuhkan (untuk melaksanakan taktik operasinya), saat mereka harus mengindera konvoi kapal Sekutu yang masih belum bisa teramati secara visual, mereka menyelam hingga kedalaman sekitar tigapuluh meter, mendengarkan signal akustik dari balingbaling kapal lawan, menangkap baringannya, lalu timbul lagi kepermukaan dan melaju dengan kecepatan penuh menuju baringan tersebut, sampai mereka dapat melihat tiang kapal konvoi lawan tadi dicakrawala. Diposisi ini mereka lalu mengikuti konvoi, menunggu sampai saat malam tiba, dan, begitu mulai senja, mereka melancarkan serangan torpedo mereka, dari atas permukaan! Begitu mereka dikejar oleh destroyer pengawal konvoi, mereka menyelamatkan diri dengan menyelam dan menghilang dalam kedalaman laut, yang sampai saat inipun masih merupakan rimba kegelapan bagi signal akustik!( Referensi: “Zeewulf, die gesichte auf die Deutsche Uboote im zweiten Welt krieg”, Wolfgang Frank).

    •  

      Kelemahan KS diesel adl hrs muncul kepermukaan untuk mengambil oksigen dan mengisi baterai.saat muncul inilah KS sama lemahnya dengan kapal nelayan apabila di serang dari udara.KS nazi menyiasatinya dengan hanya muncul di malam hari tp inggris segera menemukan radar kecil buat pesawat yg bs melihat walau dlm gelap.akhirnya mesin enigma pun bs di tangkap inggris

  35.  

    pamungkas…. sabar ya gan…

    1.. Dalam hal ini, rasanya, satu-satunya wahana perang yang memiliki performance teknis dan nilai deterrence yang sesuai dengan Kapal Selam hanyalah midget . Midget, yang juga disebut dengan nama kesayangan lain : “baby submarine‘’ , adalah suatu wahana perang yang mampu mensubstitusi hampir keseluruhan fungsi tempur yang dapat diemban oleh Kapal selam , mempunyai semua karakteristik khusus yang dimiliki Kapal selam, mulai dari kemampuannya untuk menyelam ( dan kemampuan untuk timbul kembali kepermukaan tentunya ! ), kemampuan menembakkan torpedo, kemampuan menebarkan ranjau, kemampuan untuk melepas regu komando untuk melaksanakan tugas raid, sabotage, penculikan terhadap para pejabat pihak lawan, pemberian pertolongan kepada rekan penerbang kita yang jatuh terdampar didaerah lawan (briefing Pimpinan TNI AL, Laksamana Arief Kushariadi, di Sheraton Hotel, bandara Frankfurt , 20 September 1997 ) , kemampuan untuk melaksanakan ELINT / SIGINT / PHOTINT / SPECINT dan lain lain, semua ada pada midget, walaupun dalam ukuran yang terbatas, sesuai dengan keterbatasan ruang yang tersedia di midget !

    2.. Beda kemampuan tersebut adalah jumlah pelaksanaan / kwantitasnya , sedang kwalitasnya sama sekali tidak ada bedanya. Sebagai salah satu contoh, bila KS type U-209 / 1300 dapat menembakkan 16 torpedo SUT, maka midget hanya akan dapat menembakkan 4 torpedo SUT . Tetapi dengan biaya pengadaan yang amat jauh lebih murah , hanya sekitar 0,85 % dari biaya yang dibutuhkan untuk mengadakan KS type U-209 / 1300 , maka kemampuan coverage area satu KS type U-209 / 1300 akan kalah amat jauh bila biaya pengadaannya kita pergunakan sebesar 20 % saja guna mengadakan midget, yang lalu akan berarti memperoleh sejumlah 20 midget yang dapat digelar keseluruh pintu masuk yang merupakan choke point, disegenap penjuru perairan Tanah Air, serta didaerah yang dipandang rawan konflik, guna melaksanakan penjagaan kedaulatan kita.

    3.. Mengapa ‘’midget’’ dan bukan kapal ‘’kecil’’ type yang lain , memang suatu pertanyaan yang amat bagus yang akan diajukan oleh setiap orang yang mengikuti makalah ini dari awal . Dan, untuk suatu pertanyaan yang bagus, haruslah pula kita menyediakan jawaban yang dapat dicerna dengan mudah oleh semua orang . Midget, dengan segala kemampuannya yang membuatnya mampu mensubstitusi Kapal selam, kecuali amat tinggi cost effectiveness rationya, juga rendah biaya operasi maupun faktor pernyataan resikonya. Bayangkan saja kalau kita harus mengintai lawan di laut yang kedalamannya hanya 40 meter, dengan menggunakan KS type U-209 /1300 yang kedalaman selam amannya saja minimal 30 meter. Resiko yang akan dihadapi oleh kapal tersebut , baik resiko kandas karena sempitnya ruang gerak manuvra bawah air (dengan panjang 58,6 meter, pada kedalaman selam 30 meter, trimm kedepan 7 derajat, hidung kapal sudah tinggal berjarak sekitar 2 meter saja dari dasar laut, yang dalam kenyataannya, tidak senantiasa rata sebagai permukaan meja setrika ! ) , maupun resiko terdetek si oleh satuan kapal atas air lawan (khususnya yang menggunakan MAD magnetic anomali detector, yang akan amat terpengaruh dengan hadirnya suatu benda asing yang demikian besarnya) , dan deteksi visuil dari helikopter anti kapal selam, adalah teramat tinggi ! Kesempatannya untuk menyelamatkan diri dengan menyelam ke kedalaman yang lebih dalam pun tidak ada, karena tinggi air dibawah lunas yang hanya berkisar sekitar 10 meter saja !.. RESIKO TEKNIS MAUPUN TAKTIS YANG DEMIKIAN TINGGI YANG DIHADAPI OLEH KS TERSEBUT, AKAN DAPAT DIELIMINER DENGAN AMAT DRASTIS, BILA TUGAS TERSEBUT DIBEBANKAN KE KAPAL MIDGET

    4.. Secara kalkulasi tempur kwantitatifpun , pengoperasian midget memberikan nilai perhitungan yang tidak kalah tinggi bila dibandingkan dengan yang diperoleh dari pengoperasian KS .Sebuah midget yang membawa 4 torpedo kendali kabel ( wire guided / drahtgelenkter torpedo ) type SUT dengan suatu hit probability 90% ,detect vulnerability 10 % ( dihitung demikian berdasarkan rumusan kwalitatif karena kecilnya semua signature : sonar signature, noise signature , thermal signature maupun magnetic anomali signature ,yang dapat juga dihitung secara kwantitatif dengan jalan membalik rumus perhitungan detect probability sonar (periksa “Naval Operation Analysis”, point 9 Sonar Detection, mulai hal.165, periksa juga “Underwater Acoustic System Analysis” point 12 Acoustic Characteristic of Targets, mulai hal.361) , yang berarti amat sulit terdeteksi, jarak menunggu mangsa 28 mil ( panjang kabel komunikasi torpedo wire guided yang standard ), dihadapkan pada kapal perang atas air jenis destroyer dengan bobot mati sekitar 3000 ton, maka boleh dikatakan, SATU MIDGET AKAN CUKUP UNTUK MENGHADANG 90% X 4 TERPEDO = 3,6 DESTROYER LAWAN !… Belum lagi bila kita mampu menghitung secara kwantitatif , betapa destroyer lawan tersebut tidak pernah tahu kapan akan diserang , sehingga mereka terpaksa siap sedia sepanjang waktu, suatu kegiatan yang akan amat melelahkan baik mental maupun fisik, hingga boleh dikatakan, bahwa mereka telah kalah perang sebelum peperangan yang sebenarnya dimulai. Nilai ini, yang dikenal dengan nama unsur surprise , harus ikut diperhi tungkan pada saat kita membuat perhitungan kalkulasi tempur suatu midget.. [ Manfred Beike, “Kaleidoskop der See schlachten”, Brandenburgisches Verlagshaus: salah satu penyebab kekalahan Armada Tsar Rusia dibawah Vize Admiral Roshestwenski, oleh Armada Kekaisaran Angkatan Laut Jepang dibawah Admiral Heihachio Togo, Perang Laut Tsushima, Mei 1905

    SEMUA TULISAN DI ATAS DI BUAT OLEH PERWIRA PENGAWAK KAPAL SELAM… ORANG YANG MERASAKAN SENDIRI SUKA DUKANYA HIDUP DI DALAM KAPAL SELAM… DENGAN SEGALA RESIKONYA

    saya amat menunggu respon teman teman…

    selamat malam…

    •  

      ini bisa diangkat ke artikel bung now..:D. tentang kapal selam midget indonesia. usul sihh…:))

    •  

      Terima kasih untuk atikelnya bung Afiq..
      Saya sangat setuju negara kita punya kapal selam midget..
      Belajar dari kasus Iran dengan midgetnya sudah memberikan daya getar dan efek destruktif yang tinggi kepada AL Amerika…

      Untuk midget dalam negerikan sudah jalan ya bung, sekarang sedang diuji coba… Prototipenya sudah selesai pada tahun kemarin ada 2 tipe yang sekarang diuji coba yaitu untuk midget ukuran 22 meter dan 15 meter hasil pengembangan bersama BPPT, PT PAL, Dislitbang TNI AL dan ITS berserta Universitas2 lainnya….

      Nah sekarang pengujiannya dibutuhkan waktu yg lumayan lama untuk mengikuti kondisi geografis kita dan juga untuk efek destruksinya. Targetnya semester 2 2015 atau tahun 2016 kita sudah bisa memproduksi massal… Semoga tercapai ya bung, harapan untuk KS Midget memang penting untuk membantu menjaga 9 selat dan perairan negara kita…

      •  

        @ mas jalo

        alhamdulillah… seneng dengernya… semoga rencana di atas kertas bisa dievaluasi dan direalisasikan…

        jalesveva jayamahe… amiin….

        •  

          Iya bener bung, dan KS Midget ini sudah jadi perhatian khusus Kemenhan…
          Kabaranahan Kemhan, si Mr. Think thank-nya alutsista pun langsung mengunjungi pengerjaannya di Surabaya… Bismillah semoga berhasil,

          •  

            @ mas jalo

            terima kasih atas pencerahannya mas jalo

            mumpung mas jalo lagi online… ada yang mau saya tanyakan…

            kita belum punya industri strategis yang khusus mengurusi mesin, baik untuk industri, mesin kendaraan tempur, ataupun mesin kapal laut… terlebih lagi mesin kapal terbang…

            dulu ada texmaco…

            adakah kebijakan dari pemerintah kita untuk mengulangi apa yang sudah dirintis texmaco ?

            terima kasih sebelumnya

          •  

            Kalau gak salah pak Dahlan Iskan mau menghidupkan lagi PT Texmaco tapi namanya berbeda. Cuman masih teranjal masalah politik, ada yg gak suka kalau kita punya industri strategis. Kalau dilihat di rencana BUMN kedepan itu ada kok, nanti saya lihat dokumen2 lama…

          •  

            wah buat pak dahlan,kalo direcokin politikus, mending pake aja duite sendiri.bikin perusahaan baru khusus enginering mesin, masa mesin motor aja ngimport. btw mesin produksi manufaktur di texmacxo udah nggak ada, jadi percuma dihidupkan lagi.sama aja mulai dari nol lagi.

          •  

            memang TEXMACO PERUSAHAAN STRATEGIS CUMA pak dahlan iskan jeli & AKAN MENGHIDUPKANNYA KEMBALI. to sekalilagi banyak negara yg akan terganggu bila Indonesia TEXMACO hidup kembali. soalnya klo mau bikin apapun pasti butuh MESIN.

      •  

        Ini fotonya

        Dan ini mock-upnya

        •  

          Bener bener mini ya bung Jalo ….. 🙂

          •  

            Itu cuman mock up bung, prototipenya belum diijinin buat share…
            Maaf ya…

            Nah untuk torpedonya juga dikembangkan oleh dislitbang TNI AL…

          •  

            pengerjaannya di surabaya kah bung jalo??sepertinya butuh artikel tentang kasel midget baik tentang efektifitas maupun strategi peperangannya..bukan tidak mungkin kasel midget kita akan digunakan juga untuk penyusupan pasukan khusus..

          •  

            Iya bener di lingkungan ITS…

          •  

            knapa yaah di its. tapi memang saya denger2 rata2 dosen ship design pintar bahasa asing jerman atw blanda gitu..:D. hnya kira2..:D

          •  

            Karena disitu ada laboratorium hidro kelautan, laboratorium kelautan, laboratorium bahan bakar/motor bakar, dan laboratorium hidrodinamika (LHI) bekerjasama dengan BPPT. 🙂

        •  

          kalo demikian masuk akal kalo petinggi tni membatalkan kilo bekas, ternyata yg dikejar pengembangan si baby rupanya, selain cbg tentu saja.

        •  

          ini kalo ga salah sempet di PLANNING ks UAV alias KS dengan remot kontrol,dengan kemampuan mata mata dan bisa menabrakan diri ke kapal atau ks lawan..beritanya tahun 2012 sempet muncul di surat kabar

      •  

        nice 🙂 bung @Jalo, kalo tidak merepotkan tolong buatin artikel mengenai KS midget. saya pernah baca2 tapi semua serba singkat, menurut saya pribadi KS midget produk dalam negeri akan memberikan efek gentar yang tidak kalah dibanding KS canggih. Jika sudah kita kuasai dan produksi masal saya kira laut Indonesia benar2 akan jadi gandamayit bagi apapun kekuatan laut asing yang masuk tanpa ijin.

    •  

      Info yg bagus bung afiq, setuju 100 persen agar indonesia mengembangkan ks midget.

  36.  

  37.  

    Apapun ulasan nya tentang Lontong Kapal Selam tetap saja negara ini tidak puya lebih dari 2 Lonton Kapal Selam 🙁 Miris Tabah Sampai Akhir !!!

  38.  

    @ mas jalo

    terima kasih atas pencerahannya mas jalo

    mumpung mas jalo lagi online… ada yang mau saya tanyakan…

    kita belum punya industri strategis yang khusus mengurusi mesin, baik untuk industri, mesin kendaraan tempur, ataupun mesin kapal laut… terlebih lagi mesin kapal terbang…

    dulu ada texmaco…

    adakah kebijakan dari pemerintah kita untuk mengulangi apa yang sudah dirintis texmaco ?

    terima kasih sebelumnya

  39.  

    memang dr sisi teknologi korea msh tertinggal dr rusia, korea bs buat KS kan baru2 ini, itu pun versi yg sangat standart, sdangkan rusia sdh dr dulu. teknologinya jg maju. Tp anehnya kita mlah milih korea yg jg baru bljr.. walaupun kita mau dikasih ilmunya katanya. (saya yakin g bakal 100% dikasih)

    battle proven yg ane maksud adalah dr pabrikan yg sama, dr jerman asli bkn dr korea.
    lg pula KS buatan korea / suatu saat kita bikin sndiri kan belum teruji. untuk menutupi hal itu maka kita harus beli dulu yg benar2 menggetarkan lawan. KILOOOO

    •  

      battle proven artinya sudah teruji dalam peperangan sebenarnya, dgn parameter ini kilo juga gak masuk. menurut saya yang penting design basicnya yang harus mapan dan operationally proven, hingga type209 dan kilo sama2 masuk kriteria. CBG merupakan imroved type209, Jika harus dari Jerman (dolphin/improved type209) mungkin ada konsekuensi harga dan level ToT yang tidak sesuai dengan persyaratan kita, dari situasinya kita butuh alutsista mendesak jangka pendek dan kemandirian alutsista jangka panjang.

      sekarang tergantung kita mau meyakini sumber berita resmi atau backdoor, yang resmi: 2 kilo batal (dan tidak ada penjelasan bagaimana dengan sisa 8 unit lainnya dari rencana awal 10 unit) sedangkan dari informasi bebrapa orang KS Russia tetap dan bahkan sudah berjalan. IMHO, hanya karena CBG jalan terus tidak berarti KS lain tertutup kemungkinannya. Sama seperti program IFX yang hasilnya tidak bisa diharapkan cepat dimanfaatkan karena merupakan program jangka panjang, sedangkan untuk kebutuhan dekat tetap mengandalkan pembelian murni pesawat tempur lain karena tidak mungkin pemerintah membiarkan wilayah tanpa terjaga, apalagi dalam situasi seperti saat ini dengan berbagai gesekan dengan tetangga

      •  

        emang sih kilo jg blm battle proven, tp pling tdk rusia jauh lebih berpengalaman ketimbang korea

        •  

          Hiu Kencana mengoperasikan keluarga KS Jerman bung, type 209, banyak faktor sebelum pilihan dijatuhkan. Russia unggul di persenjataan, tapi mengenai teknologi siapa yang ga mengakui teknologi Jerman?

          •  

            mksud saya korea bkan jerman bung, Jerman emang udah g diragukan lg. Kalo korea jg lg bljar, Sya yakin jerman dulu jg g ngasih 100% ilmunya ke korea, korea jg g akan ngasih 100% ilmunya ke indo, makin berkurang kan.

          •  

            😀 kan sudah saya sebut produk Jerman 8 taun lalu saja 700 juta usd per unit untuk Dolpin , sementara kita juga butuh kuantitas dan kemandirian alutsista. untuk bisa mandiri kita harus punya produk sendiri, sementara jika lisensi seperti Turki keterikatan itu ada/besar. CBG dijual secara mandiri oleh Korea ke kita (bukan jual licenced Type 209), kita nantinya bisa mandiri mengembangkan sendiri, jika kita belinya 209 baik buatan Jerman, Turki atau Korea kebebasan tersebut mungkin terbatas. wacana (nantinya) KS nasional dengan persenjataan pilihan kita sendiri apalagi buatan dalam negeri juga, akan menimbulkan efek deterrence dari kemandirian alutsista

            pilihan pemrintah ini saya yakin bukan iseng2 tapi melalui berbagai pertimbangan mendalam, baik dari segi teknologi, kemampuan pendanaan, unsur pertimbangan politik dll

          •  

            “Indonesia”

          •  

            kalau mau irit ngetik, “RI” aja…

        •  

          NK nya ketinggalan bung Danu ,. “NKRI” hehehe… :mrgreen:

  40.  

    kan Kilo bs nyemburin VLS Club-s dr bawah air, dan katanya paling senyap didunia.
    tp kok mahalan CBG, aneh..
    lalu alasan Indo batal beli Kilo karena harganya mahal kan untuk yg baru.

  41.  

    ngomong-ngomong apakah ada delegasi indonesia yang dikirim untuk ikutan DIMDEX?

  42.  

    @ bung jalo atau sesepuh warjag lainnya yg sedang tidak sibuk..

    Saya minta tolong penjelasan nya tekait bocoran akan di bentuknya tentara cadangan TNI yang diambil dri PNS, swasta, dan warga sipil lainnya. Apakah skemanya mirip dengan WAMIL yg ada di KorSel, dimana setiap warga negara yg sehat dan telah mencapai umur tertentu, wajib mengikuti program wajib militer, atau ada aturan lain yg mengawal program WaMil nya TNI kita, sehingga programnya bercitra rasa khas Indonesia?
    Salam kenal dari saya, fans baru warjag..

    •  

      Bener bung namanya komponen cadangan, cuman sekarang masih wacana… Pembahasannya masih melingkupi perumusan UU dulu, nanti kalau UU-nya sudah ada tinggal diterapkan.

      Keuntungan
      Salah satu keuntungan utama dalam memiliki komponen cadangan adalah meningkatkan kekuatan utama dalam waktu singkat, tidak seperti untuk melatih anggota baru atau wajib militer, karena komponen cadangan sudah terlatih. Komponen cadangan, tidak hanya dapat meningkatkan kuantitas, tapi kualitas keseluruhan kekuatan. Memiliki sebuah komponen cadangan dapat memungkinkan pemerintah untuk menghindari biaya, baik politik dan keuangan yang membutuhkan wajib militer. Secara ekonomi, komponen cadangan lebih efisien daripada tentara biasa karena mereka hanya dipanggil ketika dibutuhkan.

      Kerugian
      Komponen cadangan memiliki sedikit pengalaman dengan sistem senjata yang lebih baru. Komponen cadangan kadang-kadang dianggap kurang termotivasi dari tentara reguler. Sementara itu komponen cadangan dalam arti sipil yang menggabungkan karier militer dengan sipil, seperti di Inggris Teritorial Angkatan Darat, pengalaman waktu menuntut tidak dialami oleh pasukan reguler, dan yang memengaruhi ketersediaan dan durasi pelayanan. Melakukan latihan yang melibatkan komponen cadangan itu mahal, memerlukan kompensasi atas hilangnya upah, dan sulit untuk memanggil lalu demobilisasi , yang berarti bahwa sebuah warga negara yang telah dijadikan komponen cadangan mungkin enggan untuk bertempur sampai konflik diselesaikan. Hal ini terutama berlaku dalam kasus para pensiunan. Pada awal Perang Dunia I, keengganan dari berbagai antagonis untuk demobilisasi komponen cadangan saat dipanggil, karena sulitnya remobilisasi, telah diadakan sebagai salah satu penyebab mengapa tahap diplomatik meningkat begitu cepat untuk perang.

    •  

      Salam kenal juga bung UCAV

      •  

        Terimakasih untuk bang jalo yang sudah meluangkan waktunya untuk menjawab pertanyaan saya diatas..
        Saya yg sehari-hari adalah seorang guru sekolah di sebuah kota terpencil di Bumi Nusantara ini, agak miris melihat situasi riil dilapangan, dimana generasi2 muda kita yg sudah agak luntur jiwa nasionalisme dan patriotisme mereka.. mudah2an dengan adanya sebuah program yang mengharuskan mereka secara proaktif ikut serta menjaga kedaulatan NKRI, perlahan namun pasti menumbuhkan kembali jiwa patriotisme dan nasionalisme mereka, amin..

        •  

          Sama2 dan salam kenal Bung UCAV… Wah guru ya, salam hormat saya untuk anda… Profesi yg mulia tuh bung, Yup bener bung mudah2an dengan adanya komcad bisa menjadikan mereka patriot2 yg bisa membantu mengenalkan Pancasila kepada generasi muda lainnya. Amien, saya sendiri juga stres lihat generasi muda skrg yg lupa ama negaranya. Malah budaya negara lain dibanggakan tapi budaya sendiri dilupakan… Miris

          •  

            Ah bung jalo ini bisa aja.. Sekali lg salam kenal dari saya, salam juga buat sesepuh yang lain, terima kasih atas artikel2nya, banyak ilmu2 baru yang saya dapat di forum ini, lumayan buat bahan cerita nanti sama anak didik saya, mudah2an dapat menyulut kembali jiwa patriot mereka… amiin…
            C u all.. back to SR mode..

  43.  

    semoga tni makin hebat dan profesional,.,, ingat sewaktu masa kecil tinggal di komplek militer AU.. setiap pagi kelompok tentara berbaris sambil menyanyikan mars semangat, hampir setiap sore jalan2 lihat terjun payung atau ada terbang layang.. yang paling berkesan ultah kopaskhas.. ada senjata ditembakan dengan peluru kosong wow seru…

  44.  

    tuh yg ga nomor nya ks apa? klo itu 401,, nomor nya mana.. trus masa 2-2 nya main air bareng..artinya………..??? yg lain gantian jaga kali ya hahahahahahah,,,,logika awam..klo 2 ks ngumpul bareng artinya ada yg gantiin ronda donk….masa iya 2 ks asik tamasya..trus LAUT negara ga ada yg jaga in selain ratu selatan

    •  

      sepertinya dua kapal selam itu berlainan jenis… perhatikan menara periskopnya 402 lebih lebar dan pendek… truz kapal selam yg tdak bernomer permukaannya lebih rata.. ujung kepalanya bulat telur..sedangkan 402 ujungnya ada tonjolannya mirip ikan lauhan…

  45.  

    Keberadaan siluman laut atau kapal selam berteknologi canggih tersebut..

    Ruskylah yang telah mengembangkan pembangkit listrik berbahan bakar hidrogen untuk kapal selam yang tidak dapat menggunakan sumber energi Diesel atau Nuklir.

    Tentunya banyak keuntungan yang diperoleh dengan adanya teknologi ini.
    beberapa kapal selam lama rusky yang bertenaga listrik diesel yg menggunakan baterai untuk memasok listrik. bila baterai habis maka harus diisi ulang, kapal selam harus naik ke permukaan dan mesin diesel mulai mengisi ulang baterai. Proses pengisian baterai ini rentan terhadap ancaman musuh. Dengan menggunakan mesin yang berbahan bakar hidrogen, motor listrik disupai dari sel bahan bakar hidrogen.

    Mesin kapal selam rusky yang baru tersebut disebut sebagai “air-independent propulsion,” yang mana akan meningkatkan kecepatan kapal selam untuk menyelam , lebih silent (tenang)
    sel bahan bakarnya adalah perangkat konversi elektrokimia yang menggabungkan hidrogen dan oksigen untuk menghasilkan air, listrik dan panas.

  46.  

    mantap

  47.  

    Bung Now dan yang lainnya,
    Banyak sekali ulasan tentang perkembangan kapal selam, namun sedikit sekali info mengenai kapal selam penolong ketika akan merecovery kapal selam lainnya .Bagaimana sosok sebenarnya dari sosok kapal selam penolong tersebut ? Lalu apakah Indonesia punya rencana untuk mengakuisisi kapal selam penolong ? Terima kasih tanggapannya .

    •  

      usul bagus bung. inshaallah kalo sempet nanti saya cari2 bahannya siapa tau bisa dibuat artikel. terutama karena Indonesia ke depan ada rencana pembangunan KS dalam negeri baik CBG atau midget

  48.  

    Terima kasih Bung Now .

  49.  

    kenapa KS Jerman menjadi pilihan TNI AL ini mungkin gambaran nya

    kehebatan KS Jerman Tipe U-BOAT DALAM perang dunia II

    Buat nambah pengetahuan aja.prestasi besar KS Jerman tipe U-BOAT yang akan menjadi cikal bakal KS Jerman hingga saat ini. data sejarah diambil kurun waktu perang dunia II, dimana puluhan U boat Jerman dari berbagai tipe sebut saja misal U-57 melakukan patroli tempur laut dengan misi menjaga perairan laut dan memotong jalur logistik sekutu,banyak keberhasilan yang di dapat,berikut data data korban serangan U boat Jerman pada PD II,

    Otto “Der Schweigsame” Kretschmer (1 Mei 1912 – 5 Agustus 1998)
    Komando U-boat : U-35, U-23 dan U-99
    Pangkat terakhir: Fregattenkapitän
    Medali tertinggi : Schwerter (26 Desember 1941)
    Total patroli : 16 patroli (224 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 47 kapal tenggelam (274.418 GRT) dan 5 kapal rusak (37.965 GRT)
    Catatan : Dianugerahi Schwerter saat sudah menjadi tawanan perang sehingga medalinya dikirimkan melalui Palang Merah Internasional!

    Wolfgang August Eugen Lüth (15 Oktober 1913 – 13 Mei 1945)
    Komando U-boat : U-13, U-9, U-138, U-43 dan U-181
    Pangkat terakhir: Kapitän zur See
    Medali tertinggi : Brillanten (9 Agustus 1943)
    Total patroli : 15 patroli (640 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 47 kapal tenggelam (225.756 GRT) dan 2 kapal rusak (17.343 GRT)
    Catatan : Menemui kematian tragis setelah ditembak oleh seorang penjaga fasilitas Angkatan Laut Jerman secara tidak sengaja di waktu malam!

    Erich Topp (2 Juli 1914 – 26 Desember 2005)
    Komando U-boat : U-57, U-552, U-3010 dan U-2513
    Pangkat terakhir: Fregattenkapitän
    Medali tertinggi : Schwerter (17 Agustus 1942)
    Total patroli : 12 patroli (352 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 36 kapal tenggelam (198.650 GRT) dan 4 kapal rusak (32.317 GRT)
    Catatan : Setelah perang melanjutkan karir di Bundesmarine Jerman Barat dan pensiun dengan pangkat terakhir Konteradmiral

    Günther Prien (16 Januari 1908 – 7 Maret 1941)
    Komando U-boat : U-47
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (20 Oktober 1940)
    Total patroli : 10 patroli (238 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 31 kapal tenggelam (191.919 GRT) dan 8 kapal rusak (62.751 GRT)
    Catatan : Terkenal berkat penyerangan beraninya ke Scapa Flow

    Heinrich Liebe (29 Januari 1908 – 27 Juli 1997)
    Komando U-boat : U-2 dan U-38
    Pangkat terakhir: Fregattenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (10 Juni 1941)
    Total patroli : 9 patroli (333 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 34 kapal tenggelam (187.267 GRT) dan 1 kapal rusak (3.670 ton)
    Catatan : Liebe adalah salah satu dari sedikit kapten kapal selam Jerman yang punya pengalaman panjang dan solid di posisinya dari sejak zaman sebelum perang

    Viktor Schütze (16 Februari 1906 – 23 September 1950)
    Komando U-boat : U-19, U-11, U-25, dan U-103
    Pangkat terakhir: Kapitän zur See
    Medali tertinggi : Eichenlaub (14 Juli 1941)
    Total patroli : 7 patroli (306 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 35 kapal tenggelam (180.073 GRT) dan 2 kapal rusak (14.213 GRT)
    Catatan : Di akhir perang menjadi “FdU Ausbildungsflottillen”

    Heinrich Lehmann-Willenbrock (11 Desember 1911 – 18 April 1986)
    Komando U-boat : U-8, U-5, U-96, dan U-256
    Pangkat terakhir: Fregattenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (31 Desember 1941)
    Total patroli : 10 patroli (327 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 25 kapal tenggelam (179.125 GRT) dan 2 kapal rusak (15.864 GRT)
    Catatan : Kisah kehidupannya sebagai kapten U-boat menjadi inspirasi film “Das Boot”

    Karl-Friedrich Merten (15 Agustus 1905 – 2 Mei 1993)
    Komando U-boat : U-68
    Pangkat terakhir: Kapitän zur See
    Medali tertinggi : Eichenlaub (16 November 1942)
    Total patroli : 5 patroli (368 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 27 kapal tenggelam (170.151 GRT)
    Catatan : Beroperasi di seluruh perairan di dunia, dalam kurun waktu September/Oktober 1942 dia menenggelamkan tidak kurang dari 100.000 GRT pelayaran Sekutu!

    Herbert-Emil Schultze (24 Juli 1909 – 3 Juni 1987)
    Komando U-boat : U-2 dan U-48
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (12 Juni 1941)
    Total patroli : 8 patroli (227 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 26 kapal tenggelam (169.709 GRT) dan 1 kapal rusak (9.456 ton)
    Catatan : Sempat menjadi komandan U-48 yang kemudian menjadi kapal selam paling sukses dalam Perang Dunia II!

    Werner Henke (13 Mei 1909 – 15 Juni 1944)
    Komando U-boat : U-515
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän (anumerta)
    Medali tertinggi : Eichenlaub (4 Juli 1943)
    Total patroli : 7 patroli (341 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 25 kapal tenggelam (157.064 GRT) dan 2 kapal rusak (7.954 GRT)
    Catatan : Di malam tanggal 30 April/1 Mei 1943, Henke menenggelamkan 8 kapal (49.456 GRT) hanya dalam waktu 8 jam! Atas prestasi ini dia dianugerahi Eichenlaub

    Georg Lassen (12 Mei 1915 – 18 Januari 2012)
    Komando U-boat : U-29 dan U-160
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (7 Maret 1943)
    Total patroli : 4 patroli (328 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 26 kapal tenggelam (156.082 GRT) dan 5 kapal rusak (34.419 GRT)
    Catatan : Dalam patroli pertamanya sebagai kapten dia menenggelamkan 6 kapal (43.560 GRT), dan dalam patroli terakhirnya juga menenggelamkan 6 kapal (41.076 GRT)!

    Joachim Schepke (8 Maret 1912 – 17 Maret 1941)
    Komando U-boat : U-3, U-19 dan U-100
    Pangkat terakhir: Kapitänleutnant
    Medali tertinggi : Eichenlaub (1 Desember 1940)
    Total patroli : 14 patroli (200 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 37 kapal tenggelam (155.882 GRT) dan 4 kapal rusak (17.229 GRT)
    Catatan : Schepke dianugerahi Ritterkreuz setelah di bulan September 1940 berhasil menenggelamkan 7 kapal (50.340 GRT) hanya dalam waktu dua hari!

    Heinrich Bleichrodt (21 Oktober 1909 – 9 Januari 1977)
    Komando U-boat : U-48, U-67 dan U-109
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (23 September 1942)
    Total patroli : 8 patroli (405 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 25 kapal tenggelam (152.320 GRT) dan 2 kapal rusak (11.684 GRT)
    Catatan : Bleichrodt menolak menerima Ritterkreuz sebelum perwira pengamatnya yang brilian, Oberleutnant zur See Teddy Suhren, juga menerimanya!

    Carl Emmermann (6 Maret 1915 – 25 Maret 1990)
    Komando U-boat : U-172 dan U-3037
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (4 Juli 1943)
    Total patroli : 5 patroli (373 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 26 kapal tenggelam (152.080 GRT)
    Catatan : Prestasi terbesar Emmermann adalah penenggelaman kapal pengangkut pasukan Inggris “Orcades” yang berbobot 23.456 ton!

    Robert Gysae (14 Ja
    nuari 1911 – 26 April 1989)
    Komando U-boat : U-98 dan U-177
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (31 Mei 1943)
    Total patroli : 8 patroli (506 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 25 kapal tenggelam (146.815 GRT) dan 1 kapal rusak (2.588 ton)
    Catatan : Gysae adalah salah satu dari sangat sedikit perwira Kriegsmarine yang menjadi kapten U-boat tanpa didahului menjadi perwira pengawas kapal selam terlebih dahulu!

    Ernst Kals (2 Agustus 1905 – 2 November 1979)
    Komando U-boat : U-130
    Pangkat terakhir: Kapitän zur See
    Medali tertinggi : Ritterkreuz (1 September 1942)
    Total patroli : 5 patroli (286 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 20 kapal tenggelam (145.656 GRT) dan 1 kapal rusak (6.986 ton)
    Catatan : Prestasi terbesarnya adalah saat dia menyerang kapal-kapal transport yang dijaga ketat di perairan Maroko tahun 1942 dan menenggelamkan tiga di antaranya (34.507 GRT)!

    Adolf Cornelius Piening (16 September 1910 – 15 Mei 1984)
    Komando U-boat : U-155
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Ritterkreuz (13 Agustus 1942)
    Total patroli : 9 patroli (462 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 26 kapal tenggelam (140.449 GRT) dan 1 kapal rusak (6.736 ton)
    Catatan : Piening terkenal melalui apa yang dinamakan sebagai “Rute Piening” yang dia ciptakan sebagai jalan meloloskan diri dari pesawat-pesawat Sekutu di Bay of Biscay

    Johann Mohr (12 Juni 1916 – 2 April 1943)
    Komando U-boat : U-124
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (13 Januari 1943)
    Total patroli : 6 patroli (268 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 29 kapal tenggelam (135.751 GRT) dan 3 kapal rusak (26.167 GRT)
    Catatan : Pada malam tanggal 12 Mei 1942 Mohr dan U-124 menenggelamkan empat kapal (21.784 GRT) dari konvoy ONS-92!

    Klaus Scholtz (22 Maret 1908 – 1 Mei 1987)
    Komando U-boat : U-108
    Pangkat terakhir: Fregattenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (10 September 1942)
    Total patroli : 8 patroli (361 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 25 kapal tenggelam (128.190 GRT)
    Catatan : Pada bulan April 1941 Scholtz berhasil menenggelamkan kapal dagang bersenjata Inggris “Rajputana” (16.644 ton) dalam sebuah pengejaran yang menegangkan!

    Helmut Witte (6 April 1915 – 3 Oktober 2005)
    Komando U-boat : U-159
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Ritterkreuz (22 Oktober 1942)
    Total patroli : 4 patroli (261 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 23 kapal tenggelam (119.554 GRT) dan 1 kapal rusak (265 ton)
    Catatan : Seusai perang menjadi manajer perusahaan industri terkemuka Jerman

    Günter Hessler (14 Juni 1909 – 4 April 1968)
    Komando U-boat : U-107
    Pangkat terakhir: Fregattenkapitän
    Medali tertinggi : Ritterkreuz (24 Juni 1941)
    Total patroli : 3 patroli (200 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 21 kapal tenggelam (118.822 GRT)
    Catatan : Menantu Dönitz ini tercatat melakukan patroli tersukses dalam Perang Dunia II dimana dia menennggelamkan 14 kapal hanya dalam satu patroli!

    dari berbagai sumber

    •  

      Tentu yang tidak kalah penting adalah kemampuan dan strategi para awak Jerman itu sendiri . Apalagi yang patut dicontoh dari para awak adalah keberanian dan ketabahan dalam melaksanakan tugas Negara dengan sgala keterbatasan U-boat masa itu .

  50.  

    Ane yakin nanti pasti kita bisa modif sendiri supaya bisa ngluncurin Club-S.

 Leave a Reply