Mar 242014
 
Original image: mateus27_24-25

BERBAGAI JENIS DAN TIPE KAPAL SELAM original image: mateus27_24-25

Design wahana yang bisa membawa manusia menyelam di bawah permukaan air sudah dimulai sejak tahun 1500-an ketika Leonardo Da Vinci menggambar sketsa alat untuk membawa manusia ke bawah air. Leonardo sendiri menyebutnya “kapal untuk menenggelamkan kapal lain”.

Setelah sketsa Leonardo, perlu waktu hampir 70 tahun hingga ketika sketsa ‘kapal selam’ yang dibuat oleh William Bourne yang berkebangsaan Inggris dipublikasikan pada tahun 1580. Sementara kapal selam pertama yang tampaknya berhasil dibuat baru muncul pada tahun 1623 yang dibangun oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama Cornelius Drebbel. Kemudian selanjutnya kapal selam terus mengalami berbagai perkembangan.

Kapal selam modern secara umum dibedakan menjadi kapal selam bertenaga nuklir dan kapal selam bertenaga diesel. Berikut adalah beberapa faktor yang faktor pembanding antara kapal selam nuklir dan kapal selam diesel electric.

HARGA

Harga kapal selam Diesel-electric rata-rata ada di kisaran antara 100-400 juta USD, walau memang ada beberapa yang harganya diatas rata-rata. Sementara kapal selam nuklir diperkirakan ada di kisaran 500 juta hingga nyaris 3 miliar USD. Berikut ini adalah beberapa estimasi harga kapal selam kapal selam :

Kapal selam Diesel electric :

  • T-96 class ( Swedia ) : 100 juta USD
  • Type 212 ( Jerman ) : 250 juta USD
  • Kilo class ( Russia ) : 250 juta USD
  • Chang Bogo class ( Korea ) : 350 juta USD
  • Dolphin class ( Jerman ) : 500-870 juta USD
  • Scorpene class (Prancis ) : 450 juta USD

Kapal selam diesel electric Russia- Amur 950. image: ckb-rubin.ru

Kapal selam nuklir :

  • Los Angeles class : 1 milyar USD
  • Seawolf class : 2,8 milyar USD
  • Virginia class : 1,8 – 2,5 miliar USD
  • Astute class : 1,17 – 1,82 miliar USD
Model kapal selam nuklir Russia Typhoon. image: wisegeek.com

Model kapal selam nuklir Russia Typhoon. image: wisegeek.com

BIAYA

Selain Harga yang lebih mahal, lapal selam nuklir juga membutuhkan biaya operasional dan perawatan yang tinggi. Biaya operasional kapal selam nuklir bisa mencapai $21 juta USD per tahun. Selain pengisian bahan bakar nuklir memakan biaya yang tinggi, proses pembuangan limbah bahan bakar nuklir pada akhir masa aktifnya juga sangat mahal. Diperkirakan butuh total biaya hingga $830 juta USD selama masa aktif kapal selam bertenaga nuklir.

KETAHANAN

Kapal selam diesel electric umumnya mampu menyelam selama maksimal beberapa minggu saja, hal ini karena kapal tidak bisa memproduksi oxygen yang dibutuhkan oleh mesin Diesel. Di sisi lain, kapal selam bertenaga nuklir bisa menyelam “selamanya”, hanya dibatasi oleh ketahanan crew dan pasokan logistik yang dibawanya.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

Berbagai penerapan teknologi terbaru terus dikembangkan untuk membuat kapal selam semakin senyap, baik dengan cara mengurangi suara ataupun magnetic signatures.Tapi kendalanya , sifat propulsi nuklir membuat kapal selam bertenaga nuklir jauh lebih berisik daripada kapal selam Diesel dengan ukuran yang sama. Ukuran kapal selam nuklir juga cenderung lebih besar dibandingkan Diesel, hal ini membuatnya lebih rentan terdeteksi melalui sensor akustik, infra merah atau magnetic. Kelemahan lebih lanjut dari kapal selam nuklir adalah bahwa akibat sistem pendinginan air reaktor nuklir dan buangan air panas yang dibuang ke laut. Perbedaan suhu air ini bisa meninggalkan jejak panjang di belakang kapal selam yang bisa terdeteksi oleh sensor IR.

Kapal selam nuklir umumnya mampu bergerak lebih cepat dibandingkan kapal selam diesel. Output tenaga dari reaktor nuklir mampu mendukung kecepatan jelajah sekitar 20-25 knot. Reaktor nuklir juga mampu menghasilkan daya hingga 20 megawatt, hingga kapal selam bertenaga nuklir mampu mengekstrak oxygen dari air laut, menyerap carbon dioxide dalam cabin hingga mampu menyelam terus menerus dengan menjaga kecepatan jelajah pada 20-25 knot. Hal ini membuat kapal selam nuklir cocok untuk beroperasi di lautan terbuka atau samudera.

Kapal selam diesel electric bisa dirancang untuk membawa persenjataan dan peralatan sama banyaknya dengan kapal selam nuklir. Namun ketika kapal selam nuklir terbatas ukurannya akibat penempatan reaktor nuklir, kapal selam diesel electric mampu dirancang dengan ukuran lebih kecil dan tetap sama mematikannya. Kelemahannya adalah kecepatan jelajah umumnya kapal selam jenis ini hanya berada di kisaran 10-15 knot dan kemampuan menyelam yang terbatas hingga beberapa minggu saja. Kapal jenis ini rata-rata hanya bisa menghasilkan daya 3 watt dari generator diesel-nya, namun karenanya jauh lebih senyap hingga sulit terdeteksi dan mampu bergerak lebih gesit.

TAKTIS DAN STRATEGI

Kapal selam nuklir dimiliki oleh negara-negara dengan keperluan khusus dalam strategi militernya. Hanya ada sedikit negara yang mengoperasikan Kapal selam nuklir jika dibandingkan dengan negara yang mengoperasikan kapal selam diesel electric.

Bukan kebetulan juga jika kapal selam nuklir banyak yang digunakan sebagai platform pembawa persenjataan nuklir juga. Kapal selam nuklir dengan persenjataan nuclear warheads bisa keluyuran dimanapun di samudera dan menjadi bagian penting dari persenjataan strategis negara-negara kekuatan militer utama dunia. Kelebihannya yang tidak perlu muncul ke permukaan menyebabkan sulit dilacak pergerakannya.

Kapal selam nuklir menawarkan kemampuan masuk dan datang ke wilayah jauh di seberang samudera tanpa terdeteksi. Jenis kapal selam dengan kemampuan ini dengan dilengkapi persenjataan rudal berhulu ledak nuklir rata-rata dibutuhkan oleh negara pemilik senjata nuklir, seperti misalnya US, Russia, China, Inggris dan India. Kemampuan ini memberikan jaminan bagi negara-negara tersebut memastikan kemampuan membalas serangan nuklir dalam skenario dimana arsenal nuklir land-based mereka dilumpuhkan melalui preemptive strike lawan.

Seperti yang ramai diberitakan saat ini negara-negara utama kekuatan militer dunia seperti US, China dan Rusia tengah mengembangkan jenis senjata hypersonic antar benua, mampu menjangkau target dimanapun di bumi dalam jangka waktu 1 jam. Senjata ini memungkinkan satu pihak meluncurkan serangan untuk melumpuhkan kemampuan nuklir lawan. Namun untuk melumpuhkan kemampuan serang nuklir pada platform kapal selam, harus dilakukan perburuan serentak terhadap semua kapal selam lawan di berbagai titik di samudera sebelum meluncurkan serangan. Dan hal ini bisa dianggap tidak mungkin dilakukan.

Kapal selam Diesel electric  mampu bergerak lincah dan senyap di perairan dangkal dan daerah berkepulauan. Tidak seperti reaktor nuklir yang tidak bisa dihidup matikan sekehendak hati dan terus mengeluarkan bunyi humming yang bisa mengekspos keberadaannya, kapal selam diesel electric hanya mengeluarkan bunyi yang minimal dan bisa on-off kapan saja. Dalam kondisi tertentu di perairan dangkal bisa saja kapal selam diesel electric ini berbaring diam dengan mesin mati yang akan mempersulit upaya deteksi lawan.

Di perairan dangkal dan berpulau-pulau atau di lokasi choke points, kapal selam nuklir yang besar dan bising merupakan lawan inferior terhadap kapal selam diesel electric, mereka bisa jadi sitting duck jika memaksakan masuk ke wilayah yang memang bukan habitat idealnya ini.

Namun tidak hanya di perairan dangkal dan choke points saja kapal selam diesel electric punya keunggulan. Pada berbagai latihan antara Angkatan Laut berbagai negara, kapal selam diesel electric ini mampu menunjukkan kehandalannya melawan berbagai platform tempur laut.  beberapa waktu yang lalu sudah ditulis dalam artikel lain mengenai prestasi kapal diesel electric Chang bogo-class yang mampu menenggelamkan kapal lawan tanpa terdeteksi hingga akhir latihan :

“Pada RIMPAC tahun 2004 CHANG BOGO ikut unjuk kemampuan. Kapal selam pilihan TNI ini berhasil meluncurkan total 40 torpedo simulasi terhadap 15 kapal permukaan, termasuk kapal induk bertenaga nuklir USS JOHN C Stennis dan kapal-kapal pengawalnya. Kapal selam Chang Bogo class ini lagi-lagi kembali mampu bertahan sampai akhir latihan tanpa terdeteksi dan tanpa mengalami kendala masalah mekanis selama beroperasi.” (JKGR).

Selain itu kapal selam ‘non nuclear’ lainnya juga mampu memperlihatkan kemampuan mereka dalam ‘menenggelamkan’ berbagai kapal permukan bahkan kapal selam nuklir dalam beberapa latihan.  Seperti misalnya pada latihan pertempuran samudera NATO pada tahun 1981  kapal selam diesel Canada, Venture, mampu ‘menenggelamkan’ USS Forrestal.  Pada latihan Northern Star 1989, kapal selam diesel Belanda Zwaardvis “menenggelamkan kapal induk” USS America. Pada RIMPAC 1996, kapal selam diesel AL Chili, Simpson, “menenggelamkan” kapal induk USS Independence. Pada latihan NATO JTFEX/TMDI99 kapal selam diesel Belanda, Walrus “menenggelamkan” kapal induk USS Theodore Roosevelt, kapal komando latihan USS Mount Whitney, satu cruiser, beberapa destroyer dan frigatte, serta kapal selam nuklir fast attack Los Angeles-class USS Boise. Pada RIMPAC 2000, kapal selam diesel Australia Collins class  “menenggelamkan” dua US fast attack submarines, dan nyaris “menenggelamkan” kapal induk USS Abraham Lincoln. Beberapa diantara kapal selam diesel electric tersebut diatas ada yang mampu lolos dan selamat tanpa terdeteksi walau ada juga yang kemudian terdeteksi dan berhasil dihancurkan oleh pihak ‘lawan’.

Dari hasil berbagai latihan diatas, terbukti kapal selam diesel electric tidak hanya mumpuni beroperasi di dalam zona pertahanan namun juga mampu (bahkan dalam beberapa hal lebih baik) dalam pertempuran di laut lepas dan samudera. Hanya saja, walau bagaimanapun memang kapal selam nuklir punya kemampuan dan karakteristik khusus yang tidak bisa digantikan oleh kapal selam diesel.

KESIMPULAN

Kapal selam bertenaga nuklir dan kapal selam bertenaga diesel mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mana yang lebih baik diantara keduanya tergantung pada kebutuhan dan strategi militer masing-masing negara pengguna.

Bagi Indonesia yang sebagian wilayah perairannya merupakan perairan dangkal dan mempunyai banyak choke points serta kepulauan, jenis kapal selam diesel electric adalah kapal selam yang memang paling sesuai untuk pertahanan wilayah perairan kita. Apalagi jalur ALKI di Indonesia juga digunakan sebagai jalur ekonomi dan jalur logistik/penumpang antar pulau hingga secara konstan adalah daerah yang ‘berisik’ dan lebih sulit melacak keberadaan kapal selam yang senyap.  Kapal selam diesel electric juga pilihan yang lebih rasional, tidak hanya dari segi kebutuhan taktis namun juga mengingat politik dan ekonomi Indonesia saat ini. – (NYD)

Dari berbagai sumber

jakartagreater.com

  205 Responses to “Kapal Selam Nuklir vs Diesel Electric”

  1.  

    mantap

  2.  

    Bung Now dan yang lainnya,
    Banyak sekali ulasan tentang perkembangan kapal selam, namun sedikit sekali info mengenai kapal selam penolong ketika akan merecovery kapal selam lainnya .Bagaimana sosok sebenarnya dari sosok kapal selam penolong tersebut ? Lalu apakah Indonesia punya rencana untuk mengakuisisi kapal selam penolong ? Terima kasih tanggapannya .

    •  

      usul bagus bung. inshaallah kalo sempet nanti saya cari2 bahannya siapa tau bisa dibuat artikel. terutama karena Indonesia ke depan ada rencana pembangunan KS dalam negeri baik CBG atau midget

  3.  

    Terima kasih Bung Now .

  4.  

    kenapa KS Jerman menjadi pilihan TNI AL ini mungkin gambaran nya

    kehebatan KS Jerman Tipe U-BOAT DALAM perang dunia II

    Buat nambah pengetahuan aja.prestasi besar KS Jerman tipe U-BOAT yang akan menjadi cikal bakal KS Jerman hingga saat ini. data sejarah diambil kurun waktu perang dunia II, dimana puluhan U boat Jerman dari berbagai tipe sebut saja misal U-57 melakukan patroli tempur laut dengan misi menjaga perairan laut dan memotong jalur logistik sekutu,banyak keberhasilan yang di dapat,berikut data data korban serangan U boat Jerman pada PD II,

    Otto “Der Schweigsame” Kretschmer (1 Mei 1912 – 5 Agustus 1998)
    Komando U-boat : U-35, U-23 dan U-99
    Pangkat terakhir: Fregattenkapitän
    Medali tertinggi : Schwerter (26 Desember 1941)
    Total patroli : 16 patroli (224 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 47 kapal tenggelam (274.418 GRT) dan 5 kapal rusak (37.965 GRT)
    Catatan : Dianugerahi Schwerter saat sudah menjadi tawanan perang sehingga medalinya dikirimkan melalui Palang Merah Internasional!

    Wolfgang August Eugen Lüth (15 Oktober 1913 – 13 Mei 1945)
    Komando U-boat : U-13, U-9, U-138, U-43 dan U-181
    Pangkat terakhir: Kapitän zur See
    Medali tertinggi : Brillanten (9 Agustus 1943)
    Total patroli : 15 patroli (640 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 47 kapal tenggelam (225.756 GRT) dan 2 kapal rusak (17.343 GRT)
    Catatan : Menemui kematian tragis setelah ditembak oleh seorang penjaga fasilitas Angkatan Laut Jerman secara tidak sengaja di waktu malam!

    Erich Topp (2 Juli 1914 – 26 Desember 2005)
    Komando U-boat : U-57, U-552, U-3010 dan U-2513
    Pangkat terakhir: Fregattenkapitän
    Medali tertinggi : Schwerter (17 Agustus 1942)
    Total patroli : 12 patroli (352 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 36 kapal tenggelam (198.650 GRT) dan 4 kapal rusak (32.317 GRT)
    Catatan : Setelah perang melanjutkan karir di Bundesmarine Jerman Barat dan pensiun dengan pangkat terakhir Konteradmiral

    Günther Prien (16 Januari 1908 – 7 Maret 1941)
    Komando U-boat : U-47
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (20 Oktober 1940)
    Total patroli : 10 patroli (238 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 31 kapal tenggelam (191.919 GRT) dan 8 kapal rusak (62.751 GRT)
    Catatan : Terkenal berkat penyerangan beraninya ke Scapa Flow

    Heinrich Liebe (29 Januari 1908 – 27 Juli 1997)
    Komando U-boat : U-2 dan U-38
    Pangkat terakhir: Fregattenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (10 Juni 1941)
    Total patroli : 9 patroli (333 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 34 kapal tenggelam (187.267 GRT) dan 1 kapal rusak (3.670 ton)
    Catatan : Liebe adalah salah satu dari sedikit kapten kapal selam Jerman yang punya pengalaman panjang dan solid di posisinya dari sejak zaman sebelum perang

    Viktor Schütze (16 Februari 1906 – 23 September 1950)
    Komando U-boat : U-19, U-11, U-25, dan U-103
    Pangkat terakhir: Kapitän zur See
    Medali tertinggi : Eichenlaub (14 Juli 1941)
    Total patroli : 7 patroli (306 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 35 kapal tenggelam (180.073 GRT) dan 2 kapal rusak (14.213 GRT)
    Catatan : Di akhir perang menjadi “FdU Ausbildungsflottillen”

    Heinrich Lehmann-Willenbrock (11 Desember 1911 – 18 April 1986)
    Komando U-boat : U-8, U-5, U-96, dan U-256
    Pangkat terakhir: Fregattenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (31 Desember 1941)
    Total patroli : 10 patroli (327 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 25 kapal tenggelam (179.125 GRT) dan 2 kapal rusak (15.864 GRT)
    Catatan : Kisah kehidupannya sebagai kapten U-boat menjadi inspirasi film “Das Boot”

    Karl-Friedrich Merten (15 Agustus 1905 – 2 Mei 1993)
    Komando U-boat : U-68
    Pangkat terakhir: Kapitän zur See
    Medali tertinggi : Eichenlaub (16 November 1942)
    Total patroli : 5 patroli (368 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 27 kapal tenggelam (170.151 GRT)
    Catatan : Beroperasi di seluruh perairan di dunia, dalam kurun waktu September/Oktober 1942 dia menenggelamkan tidak kurang dari 100.000 GRT pelayaran Sekutu!

    Herbert-Emil Schultze (24 Juli 1909 – 3 Juni 1987)
    Komando U-boat : U-2 dan U-48
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (12 Juni 1941)
    Total patroli : 8 patroli (227 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 26 kapal tenggelam (169.709 GRT) dan 1 kapal rusak (9.456 ton)
    Catatan : Sempat menjadi komandan U-48 yang kemudian menjadi kapal selam paling sukses dalam Perang Dunia II!

    Werner Henke (13 Mei 1909 – 15 Juni 1944)
    Komando U-boat : U-515
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän (anumerta)
    Medali tertinggi : Eichenlaub (4 Juli 1943)
    Total patroli : 7 patroli (341 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 25 kapal tenggelam (157.064 GRT) dan 2 kapal rusak (7.954 GRT)
    Catatan : Di malam tanggal 30 April/1 Mei 1943, Henke menenggelamkan 8 kapal (49.456 GRT) hanya dalam waktu 8 jam! Atas prestasi ini dia dianugerahi Eichenlaub

    Georg Lassen (12 Mei 1915 – 18 Januari 2012)
    Komando U-boat : U-29 dan U-160
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (7 Maret 1943)
    Total patroli : 4 patroli (328 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 26 kapal tenggelam (156.082 GRT) dan 5 kapal rusak (34.419 GRT)
    Catatan : Dalam patroli pertamanya sebagai kapten dia menenggelamkan 6 kapal (43.560 GRT), dan dalam patroli terakhirnya juga menenggelamkan 6 kapal (41.076 GRT)!

    Joachim Schepke (8 Maret 1912 – 17 Maret 1941)
    Komando U-boat : U-3, U-19 dan U-100
    Pangkat terakhir: Kapitänleutnant
    Medali tertinggi : Eichenlaub (1 Desember 1940)
    Total patroli : 14 patroli (200 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 37 kapal tenggelam (155.882 GRT) dan 4 kapal rusak (17.229 GRT)
    Catatan : Schepke dianugerahi Ritterkreuz setelah di bulan September 1940 berhasil menenggelamkan 7 kapal (50.340 GRT) hanya dalam waktu dua hari!

    Heinrich Bleichrodt (21 Oktober 1909 – 9 Januari 1977)
    Komando U-boat : U-48, U-67 dan U-109
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (23 September 1942)
    Total patroli : 8 patroli (405 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 25 kapal tenggelam (152.320 GRT) dan 2 kapal rusak (11.684 GRT)
    Catatan : Bleichrodt menolak menerima Ritterkreuz sebelum perwira pengamatnya yang brilian, Oberleutnant zur See Teddy Suhren, juga menerimanya!

    Carl Emmermann (6 Maret 1915 – 25 Maret 1990)
    Komando U-boat : U-172 dan U-3037
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (4 Juli 1943)
    Total patroli : 5 patroli (373 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 26 kapal tenggelam (152.080 GRT)
    Catatan : Prestasi terbesar Emmermann adalah penenggelaman kapal pengangkut pasukan Inggris “Orcades” yang berbobot 23.456 ton!

    Robert Gysae (14 Ja
    nuari 1911 – 26 April 1989)
    Komando U-boat : U-98 dan U-177
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (31 Mei 1943)
    Total patroli : 8 patroli (506 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 25 kapal tenggelam (146.815 GRT) dan 1 kapal rusak (2.588 ton)
    Catatan : Gysae adalah salah satu dari sangat sedikit perwira Kriegsmarine yang menjadi kapten U-boat tanpa didahului menjadi perwira pengawas kapal selam terlebih dahulu!

    Ernst Kals (2 Agustus 1905 – 2 November 1979)
    Komando U-boat : U-130
    Pangkat terakhir: Kapitän zur See
    Medali tertinggi : Ritterkreuz (1 September 1942)
    Total patroli : 5 patroli (286 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 20 kapal tenggelam (145.656 GRT) dan 1 kapal rusak (6.986 ton)
    Catatan : Prestasi terbesarnya adalah saat dia menyerang kapal-kapal transport yang dijaga ketat di perairan Maroko tahun 1942 dan menenggelamkan tiga di antaranya (34.507 GRT)!

    Adolf Cornelius Piening (16 September 1910 – 15 Mei 1984)
    Komando U-boat : U-155
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Ritterkreuz (13 Agustus 1942)
    Total patroli : 9 patroli (462 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 26 kapal tenggelam (140.449 GRT) dan 1 kapal rusak (6.736 ton)
    Catatan : Piening terkenal melalui apa yang dinamakan sebagai “Rute Piening” yang dia ciptakan sebagai jalan meloloskan diri dari pesawat-pesawat Sekutu di Bay of Biscay

    Johann Mohr (12 Juni 1916 – 2 April 1943)
    Komando U-boat : U-124
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (13 Januari 1943)
    Total patroli : 6 patroli (268 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 29 kapal tenggelam (135.751 GRT) dan 3 kapal rusak (26.167 GRT)
    Catatan : Pada malam tanggal 12 Mei 1942 Mohr dan U-124 menenggelamkan empat kapal (21.784 GRT) dari konvoy ONS-92!

    Klaus Scholtz (22 Maret 1908 – 1 Mei 1987)
    Komando U-boat : U-108
    Pangkat terakhir: Fregattenkapitän
    Medali tertinggi : Eichenlaub (10 September 1942)
    Total patroli : 8 patroli (361 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 25 kapal tenggelam (128.190 GRT)
    Catatan : Pada bulan April 1941 Scholtz berhasil menenggelamkan kapal dagang bersenjata Inggris “Rajputana” (16.644 ton) dalam sebuah pengejaran yang menegangkan!

    Helmut Witte (6 April 1915 – 3 Oktober 2005)
    Komando U-boat : U-159
    Pangkat terakhir: Korvettenkapitän
    Medali tertinggi : Ritterkreuz (22 Oktober 1942)
    Total patroli : 4 patroli (261 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 23 kapal tenggelam (119.554 GRT) dan 1 kapal rusak (265 ton)
    Catatan : Seusai perang menjadi manajer perusahaan industri terkemuka Jerman

    Günter Hessler (14 Juni 1909 – 4 April 1968)
    Komando U-boat : U-107
    Pangkat terakhir: Fregattenkapitän
    Medali tertinggi : Ritterkreuz (24 Juni 1941)
    Total patroli : 3 patroli (200 hari di lautan)
    Jumlah kemenangan : 21 kapal tenggelam (118.822 GRT)
    Catatan : Menantu Dönitz ini tercatat melakukan patroli tersukses dalam Perang Dunia II dimana dia menennggelamkan 14 kapal hanya dalam satu patroli!

    dari berbagai sumber

    •  

      Tentu yang tidak kalah penting adalah kemampuan dan strategi para awak Jerman itu sendiri . Apalagi yang patut dicontoh dari para awak adalah keberanian dan ketabahan dalam melaksanakan tugas Negara dengan sgala keterbatasan U-boat masa itu .

  5.  

    Ane yakin nanti pasti kita bisa modif sendiri supaya bisa ngluncurin Club-S.