Kapal Selam Orel Tembak Target Permukaan dengan Rudal Granit

Severomorsk, Jakartagreater.com  – Kapal selam bertenaga nuklir Orel Rusia menembakkan Rudal jelajah anti-kapal Granit ke target permukaan di Laut Barents sebagai bagian dari latihan, ujar Armada Utara Rusia, Selasa 13-10-2020, dirilis Sputniknews.com.

“Pada tanggal 13 Oktober 2020, sebagai bagian dari tugas pelatihan tempur yang direncanakan untuk periode pelatihan musim panas, awak kapal selam Rudal bertenaga nuklir Armada Utara Orel menembakkan Rudal jelajah anti-kapal Granit ke target permukaan di tempat pelatihan tempur dari armada di Laut Barents, “kata pernyataan itu.

Penembakan dilakukan dari posisi terendam dengan target yang meniru kapal permukaan “musuh” yang besar. Target berada pada jarak lebih dari 120 kilometer (sekitar 65 mil laut) dari titik peluncuran Rudal.

Area tembak sebelumnya ditutup untuk pelayaran sipil dan penerbangan penerbangan. Penutupan daerah tersebut dijamin oleh kapal-kapal armada dari berbagai pasukan.

Setelah penembakan roket berhasil, target diperiksa oleh awak pesawat anti-kapal selam Il-38 dari resimen gabungan angkatan udara dan pertahanan udara Armada Utara.

Menurut penilaian komando armada, awak kapal selam beehasil mengatasi tugas yang diberikan, menunjukkan profesionalisme yang tinggi dan kemampuan operasi angkatan laut.

Kapal selam Orel adalah salah satu dari tiga kapal selam kelas Oscar-II yang masih bertugas di Armada Utara Rusia, semuanya ditugaskan ke Divisi Kapal Selam ke-11, berlabuh di Guba Bolshaya Lopatka, Semenanjung Kola di barat laut Severomorsk.

Kapal selam ini dibuat di Galangan Kapal Sevmash di Severodvinsk pada 19 Januari 1989, ditujukan untuk Angkatan Laut Uni Soviet.

Dari 1991-1993, itu dikenal sebagai Severodvinsk, tetapi diganti namanya menjadi Orel, pada 20 Maret dan mulai beroperasi dengan Angkatan Laut Rusia pada tahun yang sama.

Kapal selam Orel (K-266) bertenaga nuklir Project 949A Antey (SSGN), sempat rusak akibat kebakaran di Galangan Kapal Zvyozdochka, Severodvinsk, Rusia, pada 7 April 2015. Lapisan karet isolasi terbakar di ruang antar lambung di buritan kapal.

Namun setelah insiden itu, Angkatan Laut Rusia menerima hasil perbaikan kapal pada akhir 2016.

Kapal selam Proyek 949A ini, adalah ketiga yang akan diperbaiki Galangan Kapal Zvyozdochka untuk memulihkan kesiapan teknisnya.

Kapal selam bertenaga nuklir ini memiliki panjang 155 meter, bobot perpindahan 24.000 ton, kedalaman perendaman 600 meter dan kecepatan bawah air 32 knot.

Jumlah awaknya 107, dipersenjatai dengan enam tabung torpedo dan 24 peluncur untuk menembakkan rudal jelajah Granit dengan jarak tempuh hingga 500 kilometer.

Sharing

Tinggalkan komentar